Daftar isi kitab ajaibul malakut dan kitab qohirul arwah

Daftar isi kitab ajaibul malakut

-keajaiban langit yang tujuh dan beberapa mahluk

-menangisnya langit dan bumi

-keajaiban tujuh lapis tanah

-menerangkan rahasia sifat tanah yang bagus

-keajaiban angin, matahari dan bulan

-keajaiban gunung, diantaranya gunung qof yang ada diluar dunia dll

-karakter tahun masehi dilihat dari hari apa tahun baru nya dan kejadiannya

-hukum-hukum yang berjalan pada bulan qomariyah (hijriyah)

-keajaiban jam atau waktu

-keajaiban hewan dan suaranya, diantaranya suara kelinci, buaya, sapi, burung, kelelawar, ayam jago, ayam betina, kura-kura, merak, kalajengngking dll.

-keajaiban tumbuh-tumbuhan atau rempah-rempah.

-keajaiban batu akik

-keajaiban bangsa jin

-cara menaklukan jin

-nama-nama iblis

-masuknya setan ketubuh manusia.

bersambung….

 

135289_1 135289_2

Buku Hikmah

Daftar buku-buku

ilmu Hikmah
ilmu Asma
ilmu Asror
ilmu tenaga Dalam
ilmu Tenaga Dalam Alhikmah
ilmu Tenaga Dalam Asmaul husna
ilmu Hizib
ilmu kebal
ilmu kesaktian versi kejawen
ilmu kesaktian versi hikmah
ilmu kesaktian tingkat tinggi
ilmu pelet
ilmu pengasihan
ilmu gendam
ilmu hipnotis
ilmu Mahabbah
ilmu penglarisan dan penarik rizqi
ilmu kekayaan meraih harta
Rahasia sukses orang kaya
ilmu Hikmah dana gaib
ilmu tarik pusaka
ilmu khadam jin
ilmu khadam asma
ilmu khadam huruf
ilmu khadam ayat
ilmu khadam surat
ilmu khadam malaikat
ilmu terawangan indera ke enam
ilmu meraga sukma dan mecah raga
kumpulan mantra-mantra sunda
kumpulan mantra-mantra jawa
ilmu gaib kejawen
ilmu gaib sunda
ilmu gaib dayak
ilmu gaib sumatra
ilmu gaib bali
Occultisme
kumpulan doa-doa
kumpulan aurad
kumpulan dzikir
kumpulan sholawat
Amalan shalat dan wirid
Amalan dzikir tareqat
Tasawuf dan tarekat
ilmu pengobatan
ilmu Batin
ilmu Rajah dan wafaq

 

IMG0237A

Doa untuk saudaraku

Doa untuk saudaraku semoga kalian diberi kemenangan

Al-fath

doa kasih

jhd2  Jhd1

 

 

 

Terawangan Alam gaib

Terawangan Alam Gaib

Penulis : Ustad Riyan (rohhalus.com)

Banyak sekali ahli ilmu hikmah memburu ilmu2 tentang masalah ghaib, terutama ilmu trawangan. Didalam disiplin ilmu hikmah ilmu trawangan termasuk ilmu yang langka, ilmu ini memang sangatlah digemari oleh orang2 yang ingin belajar ilmu hikmah baik pada zaman dahulu maupun zaman sekarang. Untuk mempelajari ilmu trawangan dibutuhkan stamina yang sehat dan tubuh yang bugar, karena ilmu trawangan memerlukan energi yang sangat besar dan juga menguras tenaga, walaupun hanya membaca doa2 tertentu. Adapun disebut trawangan karena ilmu ini hanya bisa untuk menerawang dari dimensi kita ke dimensi lain. Ilmu trawangan bisa digunakan untuk melihat masa yang akan datang ataupun melihat bangsa ghaib ataupun berkumonikasi dengan bangsa ghaib dimanpun berada dll. Dalam ilmu trawangan ini sangatlah berbeda dengan ilmu memanggil bangsa jin, karena apabila ilmu trawangan yang akan kita gunakan untuk berkomunikasi dengan bangsa jin, maka bangsa jin itu tetap dialamnya dan kita tetap dialam kita, walaupun demikian kita tetap bisa berkomunikasi dengan bangsa lain dengan jarak jauh, mirip telekonferensi dimana kita berbicara dengan dimensi lain tapi tetap ditempatnya masing2, bahkan kita juga bisa melihat wajah lawan bicara kita.
Sedangkan memanggil bangsa jin yaitu bangsa jin yang akan kita panggil akan datang ke alam kita dengan merubah bentuk menjadi bentuk materi, yaitu bentuk yang bisa disentuh dan dilihat oleh seluruh indra yang ada dalam diri kita, juga sekaligus dapat berkomunikasi dengan makhluknya.
Kehebatan ilmu trawangan ini memang sangat tersohor, akan tetapi ilmu trawangan ini mempunyai 10 tingkatan dan spesialisasi sendiri2. Setiap menggunakan ilmu trawangan biasanya akan mengeluarkan energi yang besar, tergantung apa yang akan dilihat. Ilmu Trawangan itu dibagi dua jenis yaitu :
1.ILMU TRAWANGAN DENGAN MATA TERTUTUP
Ilmu trawangan dengan menggunakan mata tertutup ini biasa disebut ilmu menggunakan mata hati, karena semua yang akan dilihat menggunakan mata hati atau biasa disebut ilmu bathin, karena ilmu bathin ini memfokuskan sesuata pada pangkal alis.Jadi pandanganya difokuskan kepada pangkal alis dengan menggunakan mata tertutup, sehingga apa yang akan dilihat, akan berubah ubah dan apabila ditunggu beberapa saat maka akan muncul bentuk yang akan dilihat. Adapun untuk komunikasi atau untuk mendengarkan dan berbicara dengan dimensi lain, juga menggunakan bathin ( mata hati ), adapun kelemahan trawangan dengan mata tertutup adalah sering berhalusinasi jadi harus ada bimbingan agar tidak salah dalam menerapkan ilmunya
2.ILMU TRAWANGAN DENGAN MATA TERBUKA
Ilmu trawangan dengan mata terbuka ini biasa disebut ilmu mata fisik, karena semua yang akan dilihat menggunakan mata terbuka atau mata fisik. Ilmu ini memfokuskan apa yang akan dilihat cukup memandang kedepan saja sambil membaca doa2 tertentu, sehingga apa yang akan dilihat akan benar2 nyata dan seperti kita melihat di alam kita. Adapun untuk komunikasi atau untuk mendengarkan dan berbicara dengan dimensi lain, menggunakan semua indra fisik kita jadi kita tidak menggunkan mata hati kita.
Adapun tanda2 orang yang menguasai ilmu trawangan adalah selama membaca doa2 trawangan, kedua matanya akan sedikit berwarna merah berarti orang itu sudah bisa melihat hal2 ghaib. Dan setelah tidak membaca doa2 trawangan maka matanya akan normal kembali.
Apabila orang itu membaca doa2 trawangan secara rutin, maka orang itu akan mempunyai kemampuan yang otomatis, dan mampu merasakan sesuatu yang ghaib tanpa membaca doa2 tertentu.
demikianlah penjelasan dari ust.Riyan semoga artikel ini menambah keyakinan bila anda ingin belajar ilmu trawangan.

salah satu mantra terawangan

SIRKU TITISNO DZAT KANG KATON,MAUJUD OJO NGANTI LUPUT.BYAR TRAWANGAN BYAR-BYAR-BYAR PADANG SONGKO KERSANING ALLOH.

Magadir

DUNIA ALAM GAIB

alam gaib

Dunia Alam Gaib

Alam ghaib adalah alam yang tidak bisa dilihat dengan panca indra biasa karena mempunyai sifat non materi. Walaupun tidak bisa dilihat dengan mata biasa tapi sebenarnya kita dapat merasakan keberadaan alam itu.Alam ghaib dibagi beberapa macam:

1.Alam Malakut.
Alam Malakut adalah alam yang dihuni oleh bangsa Malaikat,bangsa Malaikat ini adalah bangsa yang tidak mempunyai nafsu,mereka hanya patuh kepada allah.Bangsa malaikat ini mempunyai tugas sendiri2 yang telah diberikan oleh Allah jadi didunia ini sudah ada yang mengatur sesuai tugas yang diberikan oleh allah pada malaikat dan malaikat hanya menjalankan perintah2Nya.Malaikat diciptakan oleh Allah dari Nur (cahaya),bangsa malaikat ini mempunyai kecepatan yang luar biasa sangat cepat,sedangkan bagi orang yang suka berzikir kepada allah maka senantiasa akan dikelilingi oleh berbagai malaikat,sehingga doa2 yang dipanjatkannyapun akan segera cepat dikabulkan.Dalam beribadahpun bangsa malaikat berbeda dengan manusia,bangsa malaikat senantiasa selalau berzikir kepada allah tanpa henti,sedangkan dalam ibadah sholat malaikat itu lain2 ada yang takbir tiada henti,ada yang rukuk tiada henti,ada yang sujud tiada henti,ada yang duduk tiada henti.Jadi sholatnya bangsa malaikat itu seperti itu berbeda dengan bangsa manusia.Bangsa malaikat itu juga tidak makan dan minum, bangsa malaikat juga akan mati bila datang hari kiamat dan juga akan dibangkitkan lagi.Bangsa malaikat juga bisa dipanggil oleh manusia atas izin allah,jika selalu berzikir kepada allah maka bangsa malaikat juga akan datang membantu hajatnya, juga bisa melalui berbagai ritual untuk memanggil bangsa malaikat dengan cara yang sudah diajarkan didalam Al Qur’an.Bangsa malaikat menyukai bau mewangian dan tidak menyukai bau busuk.Bau wangi yang disukai malaikat seperti minyak misik tertentu,zafaron, gahru dll.itupun harus murni bila ingin memanggil bangsa malaikat.
2.Alam Jin.

Alam Jin adalah alam yang dihuni oleh bangsa jin,baik muslim atau non muslim.Bangsa Jin dan bangsa manusia kehidupanya hampir sama ,ada pendidikan,gedung,dll.Bangsa jin diciptakan dari Api,bangsa jin juga mempunyai kecepatan yang luar biasa sehingga dapat berpindah cepat dari satu tempat ketempat yang lain hanya dalam beberapa detik.Bangsa jin ini tidak bisa dilihat dengan mata biasa.Dialamnya bangsa jin bisa melihat bangsa manusia tetapi bangsa manusia tidak bisa melihat bangsa jin dari alamnya,karena sudah ada batas antara jin dan manusia.Dalam prinsipnya bangsa jin tidak bisa dilihat dalam wujud aslinya,karena bangsa jin itu sangat panas sekali bila dalam keadaan wujud asli kecuali yang melihat nabi dan rosul.Nabi Muhammad sendiri bisa dialog langsung dengan bangsa jin dengan wujud aslinya karena beliau seorang rosul,sebagai bukti jin itu ada dan bisa diajak dialog terdapat dalam surat Al Ahqaf,Al Jin dan surat lainya. Bangsa jin juga bisa merubah bentuk yang dia suka sehingga bangsa manusia bisa melihat bentuk jin walaupun bukan bentuk aslinya.Tidak hanya itu bangsa Jin juga bisa dipanggil dengan cara ritual tertentu.Ada yang pakai puasa ada yang tidak sama sekali sesuai dengan kemampuan seseaorang.Bila seseorang sudah mempunyai kemampuan tinggi maka orang itu tidak perlu puasa dan ritual yang aneh2.Orang yang menguasai ilmu hikmah dan ilmu khodam akan mudah sekali memanggil bangsa jin asalkan sudah memenuhi syarat pemanggilan.Bangsa jin yang bisa dipanggilpun jin tertentu juga dan biasanya jin yang dipanggil itu mempunyai kemampuan yang berbeda beda.Bangsa jin pun juga suka bau yang wangi ada juga yang suka bau busuk,khusus jin muslim biasanya menyukai bau yang wangi.Bahkan bila kita mempunyai ilmu yang tinggi atas izin Allah maka kita bisa menyuruh apapun pada bangsa jin dan bukan kita yang diperbudak oleh bangsa jin.Jadi bila ingin ber hubungan dengan bangsa alam ghaib persiapkanlah baik fisik atau mental agar kita mudah dalam memanggil dan mencari Guru spiritual yang menguasai ilmu tentang hal2 yang berhubungan dengan makhluk ghaib.Dialam jin alat penerangan Mirip lampu TL,jadi dialam jin tidak ada matahari bila dialam manusia siang dialam jin malam,Kelak bila anda bisa memasuki alam ghaib insya allah akan membuktikan sendiri tentang ciptaan Allah ini.Dan ciri2 utama orang yang bertaqwa adalah mengimani yang ghaib baik malaikat,jin,surga,neraka atau sesuatu yang ghaib lainya.Semoga dengan uraian yang singkat ini bisa menambah wawasan tentang alam ghaib dan menambah keimanan kita Pada Allah..Amin .

MENYINGKAP RAHASIA MALAIKAT DAN JIN

Malaikat dan Jin mempunyai kelebihan yang berbeda beda tapi dalam prinsipnya sama, Baik malaikat dan jin bisa dipanggil asalkan memenuhi syarat tertentu.Banyak sekali cara memanggil bangsa makhluk halus ini,dari cara yang paling mudah hingga paling sulit semua tergantung dari guru pembimbingnya mau diberikan yang mudah atau yang sulit karena seorang guru tahu sesuatu yang akan diajarkanya.Para sesepuh zaman dulu bila ingin mengambil murid sangat selektif sekali,karena takut ilmu yang diajarkan beliau , digunakan untuk yang tidak baik.Biasanya bagi calon murid yang masih mempunyai kesembongan akan diajarkan yang sulit2 dulu agar si murid menyadari kesombongan yang selalu diperbuatnya.Bagi murid yang yang diberi khodam pendamping biasanya dalam keseharianya bersikap tenang biasanya khodam pendampingnya bangsa jin muslim tetapi tidak boleh bergantung terus menerus jadi khodam pendampingnya sudah disumpah oleh sang guru agar dalam kesulitan bisa membantu yang bersangkutan.Dan bila ingin mempunyai pendamping dari malaikat maka sang murid harus memanggil sendiri malaikatnya dengan ritual yang sudah diajarkan oleh sang guru,maka dalam keadaan tertentu atas izin Allah malaikat akan datang dan memberi bantuan apapun yang dibutuhkan orang yang memanggilnya.Sedangkan cara memanggilnya antara bangsa Jin dan malaikat sedikit berbeda baik dalam kemunculanya,tandanya kehadiranya,cara bicaranya, kemampuanya.Perbedaan yang utama adalah sebagai berikut :

– BANGSA MALAIKAT : Dalam kemunculanya disertai suara yang lemah lembut disertai senyuman,biasanya bangsa malaikat yang sudah dipanggil akan membantu kesulitan apapun yang dialami oleh si pemanggil dengan syarat harus mengamalkan amalan yang diberikan oleh bangsa malaikat itu bila sipemanggil setuju maka malaikat itu akan menjadi sahabat sipemanggil sampai dia meninggal dunia.jadi malaikatnya tidak bisa diwariskan kecuali si pewaris mengamalkan apa yang diamalkan oleh orang yang memberikanya baik tata cara memanggil,amalan dan syarat yang diminta oleh malaikat .

– BANGSA JIN : Dalam kemunculan disertai suara yang tegas bila kita tidak berilmu dan tidak diberi benteng ghaib biasanya jin yang dipanggil akan mengajak bertarung,tapi bila kita berilmu dan diberi benteng ghaib dia akan bicara dengan sopan,senyum,penuh persahabatan dan tidak berani sama kita bahkan Jin itu mau disuruh apapun sesuai dengan kemampuanya.Biasanya bila Jin sudah datang dia akan memberikan suatu amalan yang bersifat memaksa yaitu amalan yang diberikan oleh jin harus dikerjakan maka jin akan membantu apapun yang kita perintah,bila kita tidak mengerjakan maka jin itu tidak mau membantu lagi bila anda setuju dengan syaratnya maka jin itu jadi sahabat si pemanggil,dan setiap hari harus mendoakan jin itu dan pada hari tertentu menyediakan minyak tertentu atau membakar menyan dll. Sebagai tanda terimakasih dan mempererat persahabatan itu berlaku bagi bangsa jin muslim, bukankah sesama umat muslim adalah saudara. Dan bila memanggil bangsa selain jin muslim tentu syaratnya berbeda lagi sesuai dengan syarat yang berlaku pada bangsa jin itu.Dan untuk menghadapi bangsa Jin diperlukan doa atau mantra2 yang bisa membikin Jin itu takut,terbakar,terusir,atau sampai membunuh bangsa jin itu sendiri .Bagaimana peran Tenaga Dalam untuk mengusir Jin? Tenaga Dalam adalah suatu tenaga yang tersimpan dalam tubuh dalam prinsipnya Tenaga Dalam untuk kesehatan bukan untuk melawan bangsa Jin atau memasuki alam ghaib dengan aman,karena Tenaga Dalam kurang efektif bila berhadapan dengan bangsa Jin sekalipun Tenaga dalamnya sempurna,bila kita berhadapan dengan Jin lalu memukul Jin itu dengan Tenaga Dalam Jin itu tidak akan mati atau sakit yang parah, biasanya Jin bila dipukul dengan Tenaga Dalam hanya tepental saja dan Jin itu pasti akan membalas dengan pukulan2nya,bila anda menghadapi Jin yang sakti, sudah jelas anda akan dihajar habis habisan.Dalam sejarah nabi,tidak ada nabi dan rosul menggunakan Tenaga Dalam untuk menaklukan Jin ataupun memasuki alam ghaib tapi nabi dan rosul menggunakan doa atau mantra2 yang sudah tertulis dalam kitab baik Taurat,Zabur,Injil,ataupun Al Qur’an . Di dalam aliran kejawen pun para sesepuh jawa menggunakan mantra2 saktinya untuk menghadapi bangsa Jin ,bukan menggunakan tenaga dalam,karena beliau tahu Tenaga Dalam tidak efektif bahkan bisa mengancam jiwanya bila tetap menggunakan Tenaga Dalam ,Biasanya sesepuh jawa untuk menghadapi Bangsa Jin menggunakan ilmu Qulhu Geni,Qulhu Sungsang,Komara Geni,Inti Lebur Seketi,Qulhu Derga Balik dll. Karena ilmu2 itu bisa membakar bangsa Jin bahkan dalam radius 5 meter bila memiliki ilmu2 itu Jin sudah kepanasan dan tidak berani mendekat.Sesepuh jawa untuk mengobati gangguan Jin seperti : Kesurupan,santet,teluh,tenung dll.pasti menggunakan ilmu2 itu karena tidak terlalu mengeluarkan banyak tenaga.Dan biasanya untuk melihat tanda kehadiran atau memasuki alamnya bangsa Jin, sesepuh jawa menggunakan ilmu Suket Kolonjono.Sedangkan bangsa malaikat tidak bisa dilihat dengan ilmu Suket Kolonjono karena malaikat tingkatanya lebih halus dan lebih tinggi.Tetapi bangsa Malaikat dan bangsa Jin memiliki beberapa persamaan dalam kedatanganya atau kehadiranya

Dalam tanda2 kedatanganya antara bangsa MALAIKAT DAN JIN memiliki persamaan sebagai berikut : biasanya sebelum muncul ada angin sepoi2 tapi kadang2 anginya kencang ,lalu munculnya cahaya kadang putih ,merah ,biru dll,datangnya kabut yang menyelimuti ruangan bila dalam pemanggilan berada dalam ruangan, adanya perubahan alam seperti merah senja, kehijauan,atau putih biru , adanya goncangan seperti gempa bumi,adanya suatu makhluk yang mengelus atau memijat kita, barulah MALAIKAT ATAU JIN muncul untuk mengucap salam sebagai tanda kedatanganya.

Bangsa MALAIKAT DAN JIN bisa untuk membantu : Memajukan usaha apapun,mengatasi kesulitan ekonomi,hutang,menarik harta karun,untuk uang bibit,untuk merubah kertas jadi uang,hipnotis,gendam,untuk pengasihan,mengembalikan orang pergi,merukunkan suami istri,mengembalikan pacar yang selingkuh,suami/istri yang selingkuh,mencari jodoh,memanggil saudara kembar,menjadi penyanyi,artis,pemimpin,disayang bos,atasan,di sayang semua orang,untuk mengumpulkan massa,kesaktian,trawangan,penyembuhan medis non medis dll.sesuai dengan kemampuan malaikat dan jin itu.Jadi bila kita sering berdoa kepada Allah maka kita akan selalu dapat pertolongan dari Allah,Entah melalui malaikat,jin,hewan,tumbuhan,sesama manusia atau benda mati .Tidak ada dalam sejarah dalam Al Qur’an Allah menolong manusia dibumi secara langsung sekalipun itu nabi dan rosul,baik mulai nabi Adam As sampai nabi Muhammad SAW.Bila ada yang mengatakan ditolong langsung oleh Allah itu adalah suatu kesombongan apalagi berani mengatakan bisa melihat Allah secara langsung.Dalam prinsipnya berdoa itu pasti dibantu oleh khodam baik Malaikat,jin dll.karena bacaan yang menggunakan tulisan arab,yang sesuai dengan Al Qur’an setiap hurufnya mengandung khodam malaikat dengan jumlah tertentu,bila menggunakan bahasa jawa atau bahasa lainya tapi tujuanya semua ke Allah yang ikut mendoakanya bisa malaikat atau jin bahkan bila kita membaca sahadat yang ikut mendoakan dan menyaksikan semua makhluk, baik benda mati ataupun yang hidup.Jadi mintalah apapun kepada Allah karena itu adalah hak anda sebagai hambaNYA dan setelah itu baru pasrahkanlah.Dan itulah beberapa fenomena2 ghaib yang sering kita jumpai baik di sengaja ataupun tidak sengaja yang sering kita jumpai di masyarakat.

Wafiq Azizah

MENEMBUS GUGUSAN LANGIT DAN GUGUSAN BUMI

WormHole gugusan-bintang

MENEMBUS GUGUSAN LANGIT DAN GUGUSAN BUMI

Allah s.w.t menantang masyarakat jin dan manusia supaya mereka mau dan mampu bergerak maju dan berkarya. Mereka tidak boleh tinggal diam hanya berpangku tangan tetapi mengharapkan keberuntungan. Mereka bahkan ditantang untuk menembus gugusan langit dan gugusan bumi. Diundang untuk datang ke Istana-Nya, dipersilahkan memasuki haribaan-Nya, menikmati hidangan yang tersedia, namun itu dengan syarat, terlebih dahulu mereka harus mampu menguasai ilmu dan teknologi yang berkaitan dengannya atau dengan istilah Qur’ani disebut “sulthon”. Allah s.w.t berfirman:

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Hai masyarakat jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus gugusan langit dan gugusan bumi, maka tembuslah, kalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan “Sulthon” (QS. ar-Rahman; 55/33)

“Sulthon” dari kata sallatho artinya menguasai, kalau dikaitkan dengan ayat di atas berarti penguasaan. Kadang-kadang Sulthon juga berarti Penguasa atau Raja. Maka maksud ayat ialah: “Kalian tidak akan mampu menembus gugusan langit dan gugusan bumi, sebelum kalian terlebih dahulu mampu menguasai Ilmu pengetahuan dan teknologinya”. Sedangkan lafad “aqthor” adalah kata jamak dari lafad qithrun, artinya gugusan. Jadi “aqthor”, artinya beberapa gugusan. Sedangkan tantangan yang dimaksud adalah menembus gugusan langit dan gugusan bumi yang ada di alam semesta.

Kalau orang mencari makna ‘gugusan langit’ dalam ayat di atas, barangkali mereka masih berpikir untuk menafsirkan ayat tersebut dengan langit bumi yang ada di atas kepala. Langit yang bisa dilihat dengan mata, yang ada mataharinya, ada bulan dan bintangnya. Coba kalau ayat tersebut dikaji lebih luas dan lebih dalam lagi. Di manakah letak gugusan bumi itu? Padahal bumi yang kita pijak hanya satu dan terdiri dari tanah dan batu. Kalau demikian: Bagaimana cara orang bisa menembusnya? Dengan alat apa orang mampu menggali lubang tembus itu? Siapa pula yang pernah berhasil melakukannya?

Padahal Allah s.w.t juga berfirman di dalam QS. ath-Thalaq Ayat 12, bahwa Allah s.w.t menciptakan tujuh langit dan bumi sepertinya. Oleh karena itu, pasti yang dimaksud gugusan langit dan gugusan bumi di dalam ayat tersebut bukan langit dan bumi yang lahir saja, akan tetapi juga gugusan-gugusan langit dan bumi batin yang terletak di dalam keajaiban-keajaiban ciptaan Tuhan yang ada dalam jiwa manusia. Allah s.w.t berfirman:

وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan di bumi terdapat tanda-tanda (Kekuasaan Allah) bagi  orang  yang telah yakin -Dan juga pada jiwamu, apakah  kamu tidak melihat?”.
(QS. Adz-Dzariyaat; 51/20-21)

Jika orang sudah memaklumi bahwa penguasaan ilmu dan teknologi menjadikan syarat utama bagi terwujudnya kemudahan-kemudahan hidup di dunia, maka demikian pula untuk kehidupan manusia di alam ruhaniah. Tidak bisa tidak, seorang hamba harus menguasainya pula untuk memenuhi tantangan Tuhannya bagi pengembaraan ruhaniahnya. Dalam arti menembus belenggu hawa nafsu, mendobrak barak-barak setan yang ada di dalam hati, mencuci hati dan menyepuh ruhani dengan jalan melaksanakan ibadah dan pengabdian di jalan Allah.

Ilmu pengetahuannya adalah mutiara-mutiara wahyu yang teruntai di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits Nabi sedangkan teknologinya adalah sunnatullah yang sudah tersedia dalam jiwa manusia itu sendiri. Manusia tinggal menghidupkan kembali teknologi itu dengan melaksanakan pengembaraan ruhaniah yang terbimbing. Pertama adalah usaha yang kuat dan tepat dari seorang hamba untuk menolong di jalan Allah, selanjutnya adalah datangnya pertolongan Allah s.w.t —sebagai buah ibadah yang dijalani itu, guna terpenuhi segala maksud dan segala kebutuhan yang diharapkan.

Yang di luar adalah alam besar dan yang di dalam jiwa manusia adalah alam kecil. Masing-masing alam tersebut penuh dengan rahasia dan misteri. Manakala seorang hamba bermaksud mencari Tuhannya, mengadakan pengembaraan ruhaniah untuk wushul dengan Allah s.w.t. Pencarian itu tidaklah harus dilakukan di alam yang luar, tapi di alam yang dalam. Yaitu dengan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah s.w.t. Merontokkan hijab-hijab basyariah yang menyelimuti hati dengan dzikir dan fikir kepada Tuhannya. Mengekang kendali hawa nafsu dengan kendali ibadah supaya setan tidak mampu memanfaatkannya untuk membelokkan arah perjalanan.

Adapun pelaksanaan tawasul secara ruhaniah di dalam  pelaksanaan ibadah tersebut berfungsi untuk mencari penerang jalan yang dilalui. Seperti ketika purnama sedang menampakkan mukanya yang rupawan, ke mana saja sang musafir melangkahkan kaki, dengan senang hati bulan dan bintang selalu mengiringi perjalanan. Seperti itulah gambaran orang bertawasul kepada guru ruhaniah, rahasia ‘nur tawasul’ itu akan setia mengiringi perjalanan sehingga seorang musafir selalu mendapat bimbingan. Sang salik  akan selamat sampai tujuan meski  setan selalu menghadang dengan segala jebakan di tengah jalan.

MENYINGKAP ALAM GHAIB 2

MENYINGKAP ALAM GHAIB 2

3.    Seorang hamba dengan Ilmu dan Kehendak Allah s.w.t berpotensi dapat melihat dan mengetahui alam gaib.

Ketika  Nabi s.a.w bermi’roj dengan dikawal malaikat Jibril, Beliau dipertontonkan oleh Allah s.w.t kepada alam gaib. Yakni keadaan di surga, di neraka dan keadaan-keadaan yang akan menimpa umatnya di masa yang akan datang. Dengan ini menunjukkan bahwa yang dimaksud alam gaib itu bukan alam Jin atau alam Malaikat dan bahkan alam Ruh (ruhaniah), semua itu sesungguhnya merupakan alam yang masih berada di dalam dimensi alam Syahadah walau berada pada dimensi yang berbeda dari bagian dimensi yang ada di dunia. Yang dimaksud dengan alam gaib adalah masa yang belum terjadi atau alam yang akan datang.

Surga dan Neraka dikatakan gaib karena keberadaannya setelah hari kiamat. Mati dikatakan gaib karena datangnya pada waktu yang akan datang. Jadi, hikmah terbesar dari perjalanan ruhani manusia dengan mengadakan pengembaraan ruhaniah (bertawasul) untuk berisro’ mi’roj kepada Allah s.w.t dengan ruhaninya, adalah terbukanya hijab-hijab basyariah sehingga dengan matahatinya atau firasatnya yang tajam manusia dapat mengetahui alam gaib atau apa-apa yang akan terjadi pada dirinya.

Kejadian-kejadian yang terjadi pada masa dahulu dan yang akan datang dikatakan gaib. Alam barzah dan alam akherat, tentang neraka, tentang shiroth, semuanya dikatakan gaib karena kejadiannya pada masa yang akan datang. Demikian pula sejarah-sejarah para Nabi terdahulu dikatakan gaib, karena terjadi pada masa lampau. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:

ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ

“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang kami wahyukan kepada kamu (Ya Muhammad) padahal kamu tidak hadir beserta mereka” . (QS. Ali Imran; 3/44)

Tidak ada yang mengetahui hal yang gaib kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang ingin mengetahuinya, maka jalannya hanya satu yaitu dengan mengimani apa-apa yang sudah disampaikan oleh Wahyu Allah s.w.t, kemudian ditindaklanjuti dengan amal ibadah (mujahadah dan riyadhah). Selanjutnya, apabila Allah s.w.t menghendaki, maka orang tersebut akan dibukakan matahatinya. Allah s.w.t telah mengisyaratkan demikian dengan firman-Nya:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ

“Dan pada sisi Allahlah Kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”. (QS. al-An’am;  6/59)

Apa yang akan terjadi dalam waktu satu jam mendatang dikatakan gaib. Karena tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang yang mempunyai firasat tajam kemudian dia seakan-akan mengetahui apa-apa yang akan terjadi, hal itu bisa terjadi, karena yang demikian itu dia melihat dengan “Nur Allah”. Demikianlah yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah s.a.w, yang artinya:”Takutlah kamu akan firasatnya orang-orang yang beriman, karena sesungguhnya dia melihat dengan Nur Allah”.

Kadang-kadang hanya dengan kekuatan cinta, firasat seseorang bisa menjadi tajam kepada orang yang dicintainya. Seorang ibu misalnya, yang sedang jauh dengan anaknya, kadang-kadang tanpa sebab, ibu itu mengalami perasaan yang gundah-gulana, ketika dia mencoba menghubungi anaknya, ternyata anaknya sedang sakit. Kalau kekuatan cinta antara sesama makhluk saja—bahkan kadang terjadi dalam kondisi yang masih haram misalnya, mampu menjadikan tajamnya firasat, apalagi cinta seorang hamba terhadap Tuhannya.

Seorang hamba yang selalu bertafakkur, memikirkan Kekuasaan dan Kebesaran Allah s.w.t hal tersebut semata-mata terbit dari dorongan rasa cinta dan rindunya, hatinya akan menjadi bersih dari kotoran-kotoran yang menempel, bersih dari hijab-hijab yang menutupi dinding penyekat alam batinnya sehingga pada gilirannya matahatinya akan menjadi cemerlang dan tembus pandang. Demikian itu telah ditegaskan Allah s.w.t dengan firman-Nya:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”. (QS. al-Ankabut; 29/69)

Apa saja yang terjadi di waktu yang akan datang, dari urusan rizki, urusan jodoh, urusan mati dan sebagainya, baik penderitaan ataupun kebahagiaan, yang terjadi di dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akherat, semua itu dikatakan hal yang gaib, karena tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Adapun Jin dan Malaikat dan bahkan Ruh atau ruhaniah tidaklah termasuk dari golongan Alam Gaib dalam arti yang disebut Metafisika akan tetapi termasuk dari golongan Alam Syahadah atau yang disebut Alam Fisika, hanya saja fisiknya berbeda dengan fisik manusia. Bau harum misalnya, walau tidak tampak fisiknya, tidak termasuk Alam Gaib tapi Alam Syahadah, atau alam yang bisa dirasakan, hanya saja untuk merasakannya membutuhkan alat, dan alat itu ialah indera penciuman.

Seandainya ada seseorang yang tidak mempunyai indera penciuman atau indera penciumannya sedang rusak misalnya. Walaupun orang lain dapat merasakan bau harum, dia tidak, yang demikian itu bukan karena bau harum itu tidak ada, tapi karena indera penciuman orang tersebut sedang tidak berfungsi. Demikian juga terhadap suara, akan tetapi untuk merasakan suara membutuhkan alat yang berbeda. Kalau merasakan bebauan dengan alat hidung, maka merasakan suara dengan alat telinga. Orang tidak bisa merasakan bau harum dengan telinga dan suara dengan hidung, masing-masing harus dirasakan dengan alat yang sudah dipersiapkan Allah s.w.t menurut kebutuhan kejadiannya. Seperti itu pulalah keadaan yang ada pada dimensi yang lain, dimensi jin, dimensi malaikat dan bahkan dimensi ruhaniah.

Jin dan malaikat misalnya, sebenarnya mereka juga adalah makhluk fisik, bukan metafisika. Asal kejadian fisik jin diciptakan dari api, sedang fisik malaikat diciptakan dari cahaya. Sebagaimana manusia yang asal kejadiannya diciptakan dari tanah, bentuk kejadian selanjutnya tidaklah tanah lagi, melainkan terdiri dari tulang dan daging, maka demikian juga yang terjadi terhadap makhluk jin dan malaikat.

Meskipun fisik jin diciptakan dari api dan malaikat diciptakan dari cahaya, kejadian selanjutnya tidaklah api dan cahaya lagi, tapi dalam bentuk fisik tertentu yang oleh Allah s.w.t telah ditetapkan tidak bisa dirasakan dengan indera mata manusia. Namun demikian, bentuk fisik jin dan malaikat itu boleh jadi bisa dirasakan oleh manusia dengan indera yang lain selain indera mata. Indera tersebut bisa disebut dengan nama atau istilah apa saja, indera keenam misalnya, atau dengan istilah-istilah atau nama – nama yang lain.

Semisal suara telah ditetapkan oleh Allah s.w.t tidak bisa dirasakan oleh hidung, tapi harus didengar oleh telinga, maka telinga atau hidung hanyalah istilah-istilah yang ditetapkan bagi alat perasa yang dimaksud supaya manusia dapat dengan mudah memahami atau mengenal terhadap alat perasa tersebut. Allah s.w.t berfirman:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia (setan jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu, dari dimensi yang kamu tidak bisa melihatnya “. (QS. 7; 27)

Bukan berarti manusia tidak dapat mengobservasi atau berinteraksi dengan jin karena jin berada pada dimensi yang di atasnya, akan tetapi hanya saja untuk mengobserfasi atau berinteraksi dengan jin itu manusia tidak bisa dengan mempergunakan indera mata. Sebagaimana berinteraksi dengan suara tidak bisa mempergunakan indera hidung, akan tetapi harus mempergunakan alat perasa yang lain yang sesuai menurut kebutuhannya.

Allah s.w.t menghendaki manusia tidak dapat melihat jin, karena sesungguhnya matanya sedang tertutup oleh hijab-hijab basyariah. Ketika penutup mata itu dibuka, maka penglihatan manusia akan menjadi tajam. Artinya mempunyai kekuatan untuk tembus pandang sehingga saat itu manusia dapat merasakan alam-alam yang ada di sekitarnya. Allah s.w.t telah menegaskan hal itu dengan firman-Nya:

فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

“Maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu   pada hari itu menjadi amat tajam “. (QS.Qaaf.; 50/22).

Istilah yang dipergunakan Allah s.w.t untuk membuka penutup penglihatan manusia di dalam ayat di atas adalah firman-Nya: فكشفنا عنك غطاءك   “Fakasyafnaa ‘anka ghithooaka” Kami singkapkan darimu penutup matamu, atau penutupnya dihilangi, atau hijabnya dibuka. Ketika manusia tidak dapat berinteraksi dengan dimensi yang lain berarti karena penglihatannya sedang ada penutupnya. Oleh karena itu ketika penutup itu dibuka, maka penglihatannya menjadi tajam atau tembus pandang. Ini adalah rahasia besar yang telah menguak sebuah misteri tentang alam-alam yang ada di sekitar alam manusia.

Bahwa jalan untuk menjadikan mata manusia menjadi tembus pandang supaya kemudian manusia mampu berinteraksi dengan dimensi yang lain,—dengan istilah melihat jin misalnya, adalah hanya dengan mengikuti tata cara yang berkaitan dengan istilah di atas. Tata cara itu ialah dengan jalan melaksanakan mujahadah di jalan Allah. Sebagaimana yang telah disampaikan Allah s.w.t dalam firman-Nya di atas, QS. 29/69 yang artinya: “Dan orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”.( QS. 29; 69)

Allah s.w.t yang menciptakan Hukum Alam secara keseluruhan. Maka hanya Allah s.w.t pula yang mampu merubahnya. Seandainya seorang hamba menginginkan terjadi perubahan terhadap hukum-hukum tersebut, maka tidak ada cara lain, dia harus tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang sudah ditetapkan pula, meskipun perubahan yang dimaksud tersebut, juga merupakan sunnah yang sudah ditetapkan.

“Mujahadah di jalan Allah”, adalah suatu istilah untuk menyebutkan sesuatu yang dimaksud. Atau nama dari suatu tata cara bentuk sarana untuk mendapatkan petunjuk dari Allah s.w.t. Supaya dengan itu penutup mata manusia dibuka sehingga penglihatannya menjadi tajam. Sedangkan hakekat mujahadah sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah s.w.t, hanya Allah s.w.t yang mengetahuinya. Oleh karena itu, kewajiban seorang hamba yang menginginkan terjadinya perubahan-perubahan atas dirinya supaya usahanya dapat berhasil dengan baik, yang harus dikerjakan ialah, terlebih dahulu dia harus mengetahui dan mengenal dengan benar terhadap apa yang dimaksud dengan istilah mujahadah itu.

Oleh karena yang dinamakan mujahadah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ilmu pengetahuan saja, melainkan juga amal atau pekerjaan, bahkan mujahadah adalah ibarat kendaraan yang akan dikendarai manusia untuk menyampaikannya kepada tujuan, maka cara mengenalnya, lebih-lebih cara mengendarainya, seseorang harus melalui tahapan praktek dan latihan. Untuk kebutuhan ini—seorang hamba yang akan melaksanakan mujahadah harus dibimbing seorang guru ahlinya. Allohu A’lam.