Ahli Spiritualis Paranormal Tajudin Garut

Ahli Spiritualis Paranormal Tajudin Garut

Beliau lahir di garut menimba ilmu diberbagai daerah telah lama buka praktek. beliau bersedia membantu anda dalam bidang pengobatan medis dan non medis, pijat refleksi, karir dan propesi, lancar usaha, naik jabatan, penjagaan dan keselamatan, asmara (pengasihan/pelet), puter giling, pengisian ilmu kebatinan sekaligus pembersihan energi negatif, pengisian ilmu buhun.

Alamat : Sukaregang. garut. jabar

silahkan hubungi nomor ini : 085871363635 _ 085294131936

Iklan

Doa untuk saudaraku

Doa untuk saudaraku semoga kalian diberi kemenangan

Al-fath

doa kasih

jhd2  Jhd1

 

 

 

Rahasia ilmu Hikmah

Rahasia ilmu Hikmah

ilmu Hikmah

Belajar ilmu hikmah dimasyarakat sunda disebut ngahikmah atau ngelmu hikmah, sebelum seseorang menjadi ahli hikmah maka ia harus melewati beberapa tahap terlebih dahulu. menurut kyai ahli hikmah tahap paling awal adalah mengkaji dan mengaji alqur’an sebab inti dari sumber-sumber ilmu hikmah berasal dari alqur’an. seseorang diharuskan memahami ayat-ayat alqur’an, mengkaji maknanya dan mengamalkan isinya. setelah itu barulah dicoba menangkap hikmahnya (nilai magisnya) yang terkandung didalamnya. setelah mengkaji alqur’an seseorang juga harus menguasai ilmu aqidah atau ilmu tauhid (sebagai fondasi keimanan agar tidak tergelincir kepada kemusyrikan), ilmu fiqih atau hukum syareat islam (sebagai fondasi ibadah yg benar), ilmu nahwu,sorof dan tajwid (agar tidak salah dalam membaca alqur’an), ilmu tasawuf dan ahlakul karimah (sebagai fondasi dalam berhubungan dengan sesama mahluk ciptaan tuhan dari golongan manusia, jin atau malaikat). ilmu-ilmu tersebut merupakan fondasi yang harus dimiliki oleh seorang ahli hikmah. setelah semuanya terpenuhi barulah proses pembelajaran ilmu hikmah dapat dijalankan. seorang ahli hikmah sering juga disebut kyai hikmah, kyai menempati posisi tertinggi dalam hierarki pelaku ilmu hikmah, sebab kyai hikmah sendiri mempunyai pondasi yg kuat dalam ilmu agama (ilmu keislaman). berbeda dengan seseorang yg belajar ilmu hikmah tapi tidak disertai dengan belajar ilmu agama (tauhid, fiqih, nahwu, tasawuf dll.) mereka disebut sesepuh, orang pintar, dukun atau paranormal. 

Dikalangan para ahli hikmah mereka mengenal berbagai macam kitab hikmah yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu salah satunya kitab yang cukup terkenal yaitu kitab syamsul ma’arif dan mamba’u ushulul hikmah yang disusun oleh syeikh ahmad ali albuuni.

Dua kitab ilmu Hikmah yang dikarangan oleh Syeikh Ahmad bin Ali al-Buuni merupakan kitab yang sangat populer. Beliau orang yang diberi kelebihan oleh Allah s.w.t untuk menguak misteri huruf, mutiara-mutiara dan rahasia-rahasia yang ada di dalam Al-Quran dengan maksud untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Quran bukan semata untuk dibaca dan diambil fatwanya, atau diambil sebagai obat hati dalam akidah dan hukum-hukumnya, tapi juga mengandung keistimewaan yang luar biasa.

Ilmu yang termuat dalam kitab ini bukanlah ilmu biasa, tetapi ilmu spesial yang hanya layak diketahui oleh kalangan tertentu.  Al-Buuni membuat semacam “pagar” tertentu agar kitab ini tidak jatuh pada tangan yang tak tepat atau orang yang tak kompeten. Tak heran kitab ini, di kalangan santri di pesantren dulu, memiliki aura mistis yang membuatnya “angker”sangat wingit. Dalam pembukaan kitab ini, misalnya, Syekh al-Buuni dengan tegas membuat semacam “pernyataan” berikut ini: haram bagi siapa saja yang mendapatkan naskah kitab saya ini untuk memberi tahu kepada orang yang tak siap untuk menerima dan memahami isinya, atau menceritakan isi kitab itu di tempat yang kurang layak. Layakkah kalau isi kitab ini disebarkan di internet? Sedangkan kebanyakan yang melihatnya orang awam atau tidak tahu tentang syareat islam (tidak pernah mesantren).

Dalam tradisi Islam klasik, tampaknya terdapat suatu pandangan bahwa ada ilmu-ilmu tertentu yang harus disembunyikan dan hanya layak diberikan kepada orang-orang tertentu yang sudah memenuhi syarat tertentu. Pandangan semacam ini saya kira tidak hanya khas Islam, tapi juga ada pada beberapa masyarakat tradisional yang lain. Saya ingin menyebut hal ini sebagai “kosmologi mistis-feodal“.

Aura “kesucian” kitab ini juga ditandai dengan beberapa hal lain. Dalam halaman yang sama, misalnya, Syekh Ali al-Buni mengatakan bahwa siapapun tak boleh “menyentuh “kitabnya ini kecuali dalam keadaan suci (wa la tamussahu illa wa anta thahirun). Ilmu yang termuat dalam kitab ini bukan ilmu biasa, tetapi ilmu yang sangat khusus, dan karena itu harus diperlakukan secara khusus pula.

Lewat beberapa nukilan ilmu Hikmah, Imam al-Būnī dalam kitabnya, menerangkan : “Untuk bisa mencapai ilmu supranatural secara benar dan bisa dibuktikan akan hasilnya seorang ritualis harus bisa memahami segala isi ilmu yang terkandung di dalamnya baik berupa tata cara puasa, berzikir dan pendalamannya”. bagi orang yang percaya tentang amalan ilmu hikmah silahkan pelajari tapi niat hanya karena Allah semata dan bagi orang yang tidak percaya tentang ilmu hikmah jangan mempelajarinya karena akan membawa mudorot nantinya.. diantara pendalaman ilmu supranatural yang harus diketahui adalah sebagai berikut :

1. Mudawamah al-Zikr / Istiqomah Dalam Berzikir.

Dalam pembedaran ini seorang ritualis dituntut untuk selalu menjaga wiridannya secara istiqomah di setiap malam harinya. Sebab untuk bisa merasakan manfaat ilmu yang sedang dijalaninya, seorang ritualis harus bisa memilah peraturan apa yang harus dipilih dalam hal berzikir. Inilah tingkatan zikir menurut hukum para Ahli Hikmah :

a. Zikir Umum (maksimal 2 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 4 tahun untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

b. Zikir Khusus (maksimal 5 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 2, 5 tahun untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

c. Zikir Khususul Khusus (maksimal 7 atau 9 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 41 hari untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

2. Tarkunnafsi / Meninggalkan Adat Kebiasaan.

Mengulas arti tarkunnafsi menurut Imam Al-Buuni adalah : “Merubah segala kebiasaan hidup kita dengan jalan meniru kebiasaan para Ahlillah dengan kata lain mengendalikan nafsu badan lewat berbagai aktifitas tirakat seperti menahan lapar dengan cara berpuasa dan memakan makanan yang halal, menjauhi tidur/sedikit tidur, menahan mulut dari banyaknya bicara yang kurang bermanfaat di ganti dengan banyak berdzikir dan lain sebagainya”. meninggalkan adat kebiasaan merupakan jalan pembuka khawariqul adat (pintu kekeramatan).

3. Sidq al-Qalbi / Kejujuran Hati ( Akhlakul karimah )

Sebagai seorang supranaturalis ilmu Al-Hikmah, kejujuran dan kebersihan hati adalah kunci utama dalam hal penataan ilmu yang sedang dijalaninya. Mereka harus menjaga rasa dan pikirannya dari sifat berandai-andai,pikiran jorok/ negatif, ingin jadi orang sakti , ingin di puji, supaya terkenal ,sombong , was-was, sakit hati, dendam, suka menghina, suka menghujat, suka mencemooh, buruk sangka, mengadu domba, suka menuduh tanpa bukti yg jelas, iri dengki, dolim  dan lain-lain. Sebab bagaimana pun kuatnya batin seorang supranaturalis, apabila sifat tadi telah bersarang dan tidak secepatnya dibuang, maka lambat laun ilmu yang sudah menyatu dengan tubuhnya akan sirna dengan sendirinya, malah bisa menimbulkan gangguan kejiwaan. Seperti halnya di zaman sekarang, ilmu supranatural banyak dicari kerana berbagai faktor dan tujuan. Namun untuk memperdalam ilmu ini belum tentu semua berhasil meraihnya. Bagi seorang yang ingin memperdalam ilmu Al-Hikmah, maka kesabaran dan kedisplinan serta kesucian harus selalu terjaga. selain itu  banyaknya kegagalan biasanya dari faktor setengah-setengah dalam menjalani suatu ilmu.Diantara yang menjadi penyebab kegagalan lainnya adalah kerana kurangnya bimbingan dari guru yang mumpuni atau belajar tanpa guru.

Nah, untuk bahan pertimbangan para pencinta ilmu supranatural, kami akan membedarkan 3 tingkatan perjalanan ilmu supranatural, dimulai dari tingkat terendah. Inilah tahapannya :

1. Tingkat Rendah : Syak / Khayalan.

Lewat pengulasan para Ahli Hikmah, Syak/ Khayalan, sangatlah mengganggu dalam perjalanan seorang supranaturalis, mereka akan mudah dirasuki oleh bangsa jin hitam yang menyesatkan pola pikir kita. sebaliknya di jaman sekarang banyak ilmu yang menggunakan hayalan atau gambaran , biasanya ilmu ini bersumber dari luar seperti reiki dan pembukaan chakra yg berasal dari agama hindu dan budha , atau hipnotis yg berasal dari ilmu sihir mesir kuno, ilmu yg menggunakan mantra2 siluman  dll. Sedangkan menurut para ahli sufi, syak atau khayalan diartikan sebagai suatu kebohongan batin.

Lantas apa sesungguhnya definisi dari arti syak/khayalan tersebut? Inilah arti sesungguhnya : “Banyaknya berandai-andai atau suka berkhayal ke suatu tujuan tanpa di dasari semangat lahiriah. Seperti contoh, selalu mengelamun menjadi orang sakti, punya kelebihan yang menonjol,tapi dalam kenyataannya mereka hanya berharap-harap tanpa disertai dengan usaha keras. akhirnya setan merasuki pikiran dan mempengaruhi alam bawah sadarnya.sehingga ketika ibadah puasa, mengamalkan wirid dan dzikir menjadi tidak ikhlas niatnya hanya ingin sakti saja. akibatnya jadi banyak orang sakti yg di ruqiyah karena yg membantu ia sakti adalah setan. lalu ia menyalahkan ilmu hikmah asli islami padahal dia sendiri yg salah. pepatah menyatakan jiwa mencari jiwa , yang suci di sukai yg suci, jiwa yg kotor di sukai mahluk yg kotor, inilah pentingnya akidah keimanan serta ilmu agama dalam mempelajari ilmu hikmah. Pendapat lain, kurangnya bimbingan dari seorang guru yang mumpuni sehingga ketidak teraturan dalam penangkapan ilmu supranatural dan tidak menjadikannya luas dalam berfikir. Sifat seperti ini menurut para ahli hikmah dan ilmu sufi wajib dijauhkan dari diri seorang spiritualis. Mengapa? Kerana arti supranatural secara hakikatnya adalah mendalami dan menghayati salah satu Af’alulloh lewat rasa ruhaniah.

Dari pedoman arti supranatural tadi sudah jelas sekali bahwa penyelarasan antara lahiriah dan batiniah harus seimbang hingga mewujudkan suatu ilmu bisa tercapai kalau bisa tanpa adanya campur tangan dari makhluk lain. Dengan arti lain jangan sampai golongan jin hitam merasuki otak kita lewat tipu daya sehingga kita bisa tersesat sampai keluar dari jalur syariat Islam. Naudzu billahi minzalik.kita juga harus berhati-hati terhadap sebuah isyarah, bisikan atau mimpi bertemu para sesepuh ghoib. seorang waliyullah syeikh hasan as-syadili ra , berkata : apabila kamu mendapatkan ilham, kasyaf atau isyarah tapi tidak sesuai dengan ajaran kitab al-qur’an, sunah nabi, dan ijma’ para ulama sebaiknya tinggalkanlah. Mimpi/isyaroh seperti ini jangan sekali-kali dijadikan pegangan hidup bahkan harus dijauhi dari khayalan pikiran kita.

Dari kitab Tafsir Qowi dijelaskan, selain para nabi dan waliyullah kamil, arti mimpi apapun bentuknya adalah ziadatuttaqwa (jalan untuk selalu menambah arti ketaqwaan) kecuali kalau bermimpi bertemu para ahlillah, para nabi, para sahabat dan para malaikat semua wajib disyukuri dan dipatuhi apapun ucapannya kerana mimpi seperti ini benar adanya.

Menurut Imam Ibnu Muqotil, bangsa syaitan akan terus menyesatkan anak cucu Nabi Adam a.s. Satu diantaranya lewat ilmu sihir dan sebuah mimpi. Syaitan akan menyerupai siapa pun yang sedang digandrunginya baik menyerupai dedengkot orang sakti, linuwih dan lain-lain. Syaitan akan terus merayu dengan tutur bahasa yang sedemikian halus dengan suatu imaginasi, baik berupa harta kekayaan , kesaktian, jabatan, harta karun dan sebagainya, sehingga orang itu akan menjadi terlena dan takabur.

2. Tingkat Menengah : an / Antara Nyata Dan Tidak.

Dalam pembedaran Al-Hikmah tingkatan seperti ini sudah bisa dibilang supranaturalis. Ciri orang yang sudah mencapai tingkat ini adalah :

– Selalu mengistiqomahkan wiridan lebih dari 2 jam setiap wiridannya dan sudah melampaui beberapa tahun lamanya.

– Masih punya guru spiritual zahir, sehingga apapun kekurangan dalam suatu ilmu bisa cepat teratasi kerana adanya pengarahan dari Sang Guru tadi.

– Mengenal lebih dari 30% tentang seluk beluk adat istiadat bangsa ghoib sehingga dalam hidupnya banyak diberi/mampu berkomunikasi dengan mahluk gaib, menarik berbagai pusaka dari alam lain sebagai pemberian hibah bukan paksaan atau nyolong dari mahluk gaib.

Cara tingkatan seperti ini menurut para Ahli Hikmah belum dikatakan mumpuni sebab dalam kehidupannya masih ada sifat kadzib (bohong) yaitu masih dirasuki bisikan, isyaroh/mimpi yang kurang baik dari para jin hitam yang menyesatkan. Kunci utama dalam tingkatan ini harus selalu dekat dengan bimbingan Sang Guru mumpuni sehingga apapun perintang dalam menjalankan suatu ilmu bisa dinetralisir dengan keluasan ilmunya.

3. tingkat tinggi : tahqiq / benar adanya.

Dalam keterangan kitab  Hikmah, tingkat tahqiq tergolong mumpuni dalam hal menguasai ilmu supranatural. Konon orang seperti ini telah diakui kebenaran ilmu dan keikhlasan hatinya. Dalam keterangan ilmu Hikmah lainnya, orang yang sudah mencapai tingkat tahqiq, 60% telah menguasai 3 lapisan dunia lain seperti alam Jin Thurobi dan Alam Barry. Sedangkan menurut Ilmu Tasawuf, Tahqiq di sini terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

(1) Tahqiq Bil Asma’ / Diterimanya Sebuah Amalan.

Secara makna tafsir, orang yang sudah mengistiqomahkan salah satu ayat/ amalan hingga bertahun-tahun lamanya. Dan amalan ini sampai mendarah daging ke tubuh orang yg dimaksud, sehingga ia ikhlas dalam mengamalkannya karena sudah terbiasa, maka Allah s.w.t menerimanya dengan suatu hidayah. Karena melalui ayat inilah ia menjadi dekat dengan Allah sehingga semua doa dan keinginannya akan dikabulkan oleh Allah swt.

(2) Tahqiq Bis Sifat / Diterimanya Sebuah Keyakinan.

Orang yang sudah bertahun-tahun lamanya menjauhkan nafsu badan dengan jalan puasa lepas (tidak makan dan minum) atau menjauhi mata dari rasa ngantuk/tidur seperti puasa melek atau berkelana ke berbagai daerah dengan jalan kaki tanpa sedikit pun mata ini dipejamkan/ditidurkan.ia menempuh jalan spiritualnya dengan berjalan kaki , niat dan tujuannya hanya satu yaitu Allah swt , ada juga yg niatnya untuk mencari ilmu atau guru, dia menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal sedikitpun atau uang sepeserpun karena dia yakin bahwa Allah maha rahman, maha rahim dan maha pemberi rizqi. Dari riyadhoh seperti ini Allah s.w.t memberikan hidayah dengan perantaraan jin muslim sehingga para waliyullah selalu memberikan apapun yang dia minta, baik dari segi ilmu supranatural, rizqi, keselamatan  maupun isyarah yang nyata dan benar.

Dan yang perlu diketahui  dalam pengamalan suatu ayat atau asma tertentu ada 2 type pengamalan diantaranya :

1. Tabarruk

yaitu membaca ayat atau asma hanya sebagai sarana memohon berkah dari ayat atau asma tersebut… untuk type ini, TIDAK HARUS menyertakan qosam didalam pengamalannya.. sebagai contoh, misalnya kita mengamalkan asma ALLAH 66 kali setiap habis sholat, karena tidak ada ijazah, ya kita mengamalkannya sebagai tabarruk saja… memohon berkah asma ALLAH.. bilangannya kita ambil dari hisab jumal (arabic numerology)-nya. tidak diperlukan qosam khusus disini.. cukup baca shalawat dan doa setelah wirid asma ALLAH ini..

2. Istikhdam

yaitu fokus kepada penguasaan khodam ayat/asma tertentu. nah untuk pengamalan type ini mutlak diperlukan tatacara yang khusus.. tidak bisa mengarang-ngarang, harus dengan bimbingan seorang guru, karena ada kaifiyat tertentu dalam pelaksanaannya… misalnya asma ALLAH tadi, ada qosam khususnya…ada aturan waktu pembacaan dan teknik pembacaannya… ada tanda2 ketika khodam sudah hadir… ada tanda2 ketika sudah sepakat antara kita dengan khodam yang bersangkutan datang, dll. jadi, sebuah qosam tidak dapat berdiri sendiri…qosam hanyalah sebagian dari suatu paket istikhdam ayat/ asma tertentu… tanpa kelengkapan lainnya, qosam tidak akan berfungsi sempurna, malah bisa mencelakai pengamalnya.. karena qosam menyangkut pengambilan sumpah dan perjanjian antara kita sebagai pengamal dan sekelompok khodam & arwah yang terlibat dalam asma/ayat tertentu..

Mengenai khadam jangan mencap buruk semuanya, karena khadam kerap menjadi perantara terpenuhinya hajat kita oleh Allah, misalnya saat manjampe dengan ruqyah yang berasal dari Kitabullah, tanpa disadari khadam ayat dan jin muslimlah perantara terkabulnya hajat kita. Hindari istikhdam tanpa bimbingan guru/‘arif billah karena ilmu harus jelas silsilahnya dan muttashil untuk menghindari penyimpangan dan untuk membedakan yang haq dan bathil. Namun sebagai pemula, janganlah mengamalkan istikhdam, bersihkan hati dan perkuat jiwa dulu yang bisa dilakukan dengan mengikuti syareat, thariqah dan riyadhoh. khodam bisa malaikat atau jin/setan, tergantung amalannya semakin kuat tirakat /puasanya, level khodamnya juga makin bagus. nama khodam bisa  saja sama, yg membedakan kualitasnya. fungsinya khodam itu membantu mendo’akan kita. makin tinggi kualitas khodam, makin bagus pula akhlak org tsb,kalau ada ketimpangan (sakit2an, emosi) berarti ada agitasi/ketimpangan energi diantara keduanya ada baiknya sebelum riyadoh suatu ilmu, riyadoh dulu pondasinya, agar kuat nampung ilmu2 lainnya & meminimalkan efek negatif dr suatu ilmu salah satu pondasi ilmu adalah sholawat diantaranya :

SHOLAWAT NURRIDZATI,

 

BERIKUT INI ADALAH KOMENTAR DARI KH. MUSADDAD TERKAIT KEGAGALAN MENJALANKAN SEBUAH AMALAN ILMU HIKMAH :

1. AMALAN HENDAKNYA/SEBAIKNYA DITUJUKAN KARENA ALLOH SWT.

2. AKTIFITAS SESUATU AMALAN TIDAK LEPAS DARI ASPEK BONUS DARI SANG ILAHI YANG KEKUATANNYA UNTUK MENCAPAI MARDHOTILLAH.

3. DENGAN MENDEKATI DIRI KPD ALLOH SECARA ISTIQAMAH, SESEORANG DIMINTA/TIDAK PASTI TERSINGKAPLAH HIJAB ALAM GHAIB.

4. PENGERTIAN AMALAN DAN DZIKIR ADALAH INGAT KPD ALLOH YANG DI AKTUALISASIKAN DG LISAN,HATI, DAN PERBUATAN.

5.SETIAP KITA MENGAMALKAN SECARA ISTIQAMAH PADA HAQEQAT NYA MENABUNG ENERGI BATHIN.

6. METODE DZIKIR DAN BERAMAL SUATU ILMU TIDAK LEPAS DARI METODE ATAU ATURAN TERTENTU YANG BERFUNGSI MEMBANTU PROSES PENCAPAIAN KEHENINGAN BERTAQARUB KPD ALLOH SWT.

7.KITA HARUS BANYAK BERTAFAKUR DAN PEKA DALAM MEMBACA ISYARAH  DAN TANDA-TANDA ALAM.

8.SEORANG YANG SUDAH PANDAI DAN MENGUASAI SESUATU ILMU TINGKAT TINGGI BIASANYA PANDAI MEMBACA SITUASI DAN MENGONDISIKAN SUASANA BATHIN.

9. TERAKHIR BERGURULAH LANGSUNG KEPADA AHLINYA.

Demikian pemaparan singkat yang dapat penulis uraikan. Semoga dengan pemaparan ini akan ada hikmah yang bisa dipetik untuk suatu kemashlahatan kita, baik dalam pengenalan ilmu supranatural maupun manfaat lainnya.

keterangan panjang lebarnya tentang ilmu Hikmah ada dibuku Rahasia ilmu Hikmah, harga bukunya 70 rb (tidak termasuk ongkos kirim). bagi yg ingin beli silahkan hubungi nomor ini : 085294131936 atau 089667722270.

sejarah pencak silat di jawa barat

Sejarah Pencak Silat di Jawa  Barat

Berdasarkan alirannya, beladiri Pencak Silat yang ada di Jawa Barat dibagi berdasarkan beberapa aliran. Diantaranya Cimande, Cikalong, Syahbandar dan beberapa aliran lainnya lagi. Pencak Silat Cimande untuk pertamakalinya disebarkan oleh Sakir penduduk Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Sakir adalah salah seorang tokoh Pencak Silat, serta ilmu kebatinan Sakir dikenal “luhung elmu”nya. Karenanya, Sakir sangat disegani masyarakat. Penduduk setempat menganggap Sakir sebagai orang tua mereka sendiri. Banyak pula muridnya yang sengaja belajar Pencak Silat. Pada saat itu yang memerintah Kabupaten Cianjur ialah Bupati R. Aria Wiratanudatar II sebagai Bupati yang ke V dari keturunannya. R. Aria Wiratanudatar II juga dikenal dengan sebutan Dalem Enoh, memerintah Kabupaten Cianjur antara tahun 1776-1813. Setelah diketahui Dalem, diangkatlah Sakir menjadi guru Pencak Silat dan keamanan di Kabupaten. Diantara muridnya yang termashur ialah putra dalem Enoh yang bernama R. Wiranaga yang mendapat julukan Aria Cikalong.

sejarah silat cimande

Semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dsb. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Ada 3 versi utama yang sering diperdebatkan, yaitu:

1. Versi Pertama

Ini adalah versi yang berkembang di daerah Priangan Timur (terutama meliputi daerah Garut dan Tasikmalaya) dan juga Cianjur selatan. Berdasarkan versi yang ini, Abah Khaer belajar Silat dari istrinya. Abah Khaer diceritakan sebagai seorang pedagang (dari Bogor sekitar abad 17-abad 18) yang sering melakukan perjalanan antara Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dsb. Dan dalam perjalanan tersebut beliau sering dirampok, itu terjadi sampai istrinya menemukan sesuatu yang berharga.

Suatu waktu, ketika Abah Khaer pulang dari berdagang, beliau tidak menemukan istrinya ada di rumah… padahal saat itu sudah menjelang sore hari, dan ini bukan kebiasaan istrinya meninggalkan rumah sampai sore. Beliau menunggu dan menunggu… sampai merasa jengkel dan khawatir… jengkel karena perut lapar belum diisi dan khawatir karena sampai menjelang tengah malam istrinya belum datang juga.

Akhirnya tak lama kemudian istrinya datang juga, hilang rasa khawatir… yang ada tinggal jengkel dan marah. Abah Khaer bertanya kepada istrinya… “ti mana maneh?” (Dari mana kamu?) tetapi tidak menunggu istrinya menjawab, melainkan langsung mau menempeleng istrinya. Tetapi istrinya malah bisa menghindar dengan indahnya, dan membuat Abah Khaer kehilangan keseimbangan. Ini membuat Abah Khaer semakin marah dan mencoba terus memukul… tetapi semakin mencoba memukul dengan amarah, semakin mudah juga istrinya menghindar. Ini terjadi terus sampai Abah Khaer jatuh kecapean dan menyadari kekhilafannya… dan bertanya kembali ke istrinya dengan halus “ti mana anjeun teh Nyi? Tuluy ti iraha anjeun bisa Ulin?” (Dari mana kamu? Lalu dari mana kamu bisa “Main”?).

Akhirnya istrinya menjelaskan bahwa ketika tadi pagi ia pergi ke sungai untuk mencuci dan mengambil air, ia melihat Harimau berkelahi dengan 2 ekor monyet. (Salah satu monyet memegang ranting pohon.) Saking indahnya perkelahian itu sampai-sampai ia terkesima, dan memutuskan akan menonton sampai beres. Ia mencoba mengingat semua gerakan baik itu dari Harimau maupun dari Monyet, untungnya baik Harimau maupun Monyet banyak mengulang-ngulang gerakan yang sama, dan itu mempermudah ia mengingat semua gerakan. Pertarungan antara Harimau dan Monyet sendiri baru berakhir menjelang malam.
Setelah pertarungan itu selesai, ia masih terkesima dan dibuat takjub oleh apa yang ditunjukan Harimau dan Monyet tersebut. Akhirnya ia pun berlatih sendirian di pinggir sungai sampai betul-betul menguasai semuanya (Hapal), dan itu menjelang tengah malam.

Apa yang ia pakai ketika menghindar dari serangan Abah Khaer, adalah apa yang ia dapat dari melihat pertarungan antara Harimau dan Monyet itu. Saat itu juga, Abah Khaer meminta istrinya mengajarkan beliau. Ia berpikir, 2 kepala yang mengingat lebih baik daripada satu kepala. Ia takut apa yang istrinya ingat akan lupa. Beliau berhenti berdagang dalam suatu waktu, untuk melatih semua gerakan itu, dan baru berdagang kembali setelah merasa mahir. Diceritakan bahwa beliau bisa mengalahkan semua perampok yang mencegatnya, dan mulailah beliau membangun reputasinya di dunia persilatan.

Jurus yang dilatih:
1. Jurus Harimau/Pamacan (Pamacan, tetapi mohon dibedakan pamacan yang “black magic” dengan jurus pamacan. Pamacan black magic biasanya kuku menjadi panjang, mengeluarkan suara-suara aneh, mata merah dll. Silakan guyur aja dengan air kalau ketemu yang kaya gini. ).
2. Jurus Monyet/Pamonyet (Sekarang sudah sangat jarang sekali yang mengajarkan jurus ini, dianggap punah. Saya sendiri sempat melihatnya di Tasikmalaya, semoga beliau diberi umur panjang, kesehatan dan murid yang berbakti sehingga jurus ini tidak benar-benar punah).
3. Jurus Pepedangan (ini diambil dari monyet satunya lagi yang memegang ranting).

Cerita di atas sebenarnya lebih cenderung mitos, tidak bisa dibuktikan kebenarannya, walaupun jurus-jurusnya ada. Maenpo Cimande sendiri dibawa ke daerah Priangan Timur dan Cianjur Selatan oleh pekerja-pekerja perkebunan teh. Hal yang menarik adalah beberapa perguruan tua di daerah itu kalau ditanya darimana belajar Maenpo Cimande selalu menjawab “ti indung” (dari ibu), karena memang mitos itu mempengaruhi budaya setempat, jadi jangan heran kalau di daerah itu perempuan pun betul-betul mempelajari Maenpo Cimande dan mengajarkannya kepada anak-anak atau cucu-cucunya, seperti halnya istrinya Abah Khaer mengajarkan kepada Abah Khaer.

Perkembangannya Maenpo Cimande sendiri sekarang di daerah tersebut sudah diajarkan bersama dengan aliran lain (Cikalong, Madi, Kari, Sahbandar, dll). Beberapa tokoh yang sangat disegani adalah K.H. Yusuf Todziri (sekitar akhir 1800 – awal 1900), Kiai Papak (perang kemerdekaan, komandannya Mamih Enny), Kiai Aji (pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, perang kemerdekaan), Kiai Marzuk (Maenpo H. Marzuk, jaman penjajahan Belanda), dll.

2. Versi Kedua Menurut versi kedua, Abah Khaer adalah seorang ahli maenpo dari Kampung Badui. Beliau dipercayai sebagai keturunan Abah Bugis (Bugis di sini tidak merujuk kepada nama suku atau daerah di Indonesia Tengah). Abah Bugis sendiri adalah salah seorang Guru ilmu perang khusus dan kanuragaan untuk prajurit pilihan di Kerajaan Padjadjaran dahulu kala. Kembali ke Badui, keberadaan Abah Khaer di Kampung Badui mengkhawatirkan sesepuh-sesepuh Kampung Badui, karena saat itu banyak sekali pendekar-pendekar dari daerah lain yang datang dan hendak mengadu jurus dengan Abah Khaer, dan semuanya berakhir dengan kematian.

Kematian karena pertarungan di tanah Badui adalah merupakan “pengotoran” akan kesucian tanah Badui. Karena itu, pimpinan Badui (biasa dipanggil Pu’un) meminta Abah Khaer untuk meninggalkan Kampung Badui, dengan berat hati… Abah Khaer pun pergi meninggalkan Kampung Badui dan bermukim di desa Cimande-Bogor. Tetapi, untuk menjaga rahasia-rahasia Kampung Badui (terutama Badui dalam), Abah Khaer diminta untuk membantah kalau dikatakan dia berasal dari Badui, dan orang Badui (Badui dalam) pun semenjak itu diharamkan melatih Maenpo mereka ke orang luar, jangankan melatih… menunjukan pun tidak boleh. Satu hal lagi, Abah Khaer pun berjanji untuk “menghaluskan” Maenpo nya, sehingga tidak ada lagi yang terbunuh dalam pertarungan, dan juga beliau berjanji hanya akan memakai dan memanfaatkannya untuk kemanusiaan.
Oleh karena itu, dahulu beberapa Guru-guru Cimande tua tidak akan menerima bayaran dari muridnya yang berupa uang, lain halnya kalau mereka memberi barang… misal beras, ayam, gula merah atau tembakau sebagai wujud bakti murid terhadap Guru. Barang-barang itupun, oleh Guru tidak boleh dijual kembali untuk diuangkan.

Versi kedua ini banyak diadopsi oleh komunitas Maenpo dari daerah Jawa Barat bagian barat (Banten, Serang, Sukabumi, Tangerang, dsb). Mereka juga mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, misalnya Sera. Penca Sera berasal dari Uwak Sera yang dikatakan sebagai salah seorang murid Abah Khaer (ada yang mengatakan anak, tetapi paham ini bertentangan dengan paham lain yang lebih tertulis). Penca Sera sendiri sayangnya sekarang diakui dan dipatenkan di US oleh orang Indo-Belanda sebagai beladiri keluarga mereka.

3. Versi Ketiga
Versi ketiga inilah yang “sedikit” ada bukti-bukti tertulis dan tempat yang lebih jelas. Versi ini pulalah yang dipakai oleh keturunan beliau di Kampung Tarik Kolot – Cimande (Bogor). Meskipun begitu, versi ini tidak menjawab tuntas beberapa pertanyaan, misal: Siapa genius yang menciptakan aliran Maenpo ini yang kelak disebut Maenpo Cimande.

Abah Khaer diceritakan sebagai murid dari Abah Buyut, masalahnya dalam budaya Sunda istilah Buyut dipakai sebagaimana “leluhur” dalam bahasa Indonesia. Jadi Abah Buyut sendiri merupakan sebuah misteri terpisah, darimana beliau belajar Maenpo ini… apakah hasil perenungan sendiri atau ada yang mengajari? Yang pasti, di desa tersebut… tepatnya di Tanah Sareal terletak makam leluhur Maenpo Cimande ini… Abah Buyut, Abah Rangga, Abah Khaer, dll.
Abah Khaer awalnya berprofesi sebagai pedagang (kuda dan lainnya), sehingga sering bepergian ke beberapa daerah, terutama Batavia. Saat itu perjalanan Bogor-Batavia tidak semudah sekarang, bukan hanya perampok… tetapi juga Harimau, Macan Tutul dan Macan Kumbang. Tantangan alam seperti itulah yang turut membentuk beladiri yang dikuasai Abah Khaer ini. Disamping itu, di Batavia Abah Khaer berkawan dan saling bertukar jurus dengan beberapa pendekar dari China dan juga dari Sumatra. Dengan kualitas basic beladirinya yang matang dari Guru yang benar (Abah Buyut), juga tempaan dari tantangan alam dan keterbukaan menerima kelebihan dan masukan orang lain, secara tidak sadar Abah Khaer sudah membentuk sebuah aliran yang dasyat dan juga mengangkat namanya.

Saat itu (sekitar 1700-1800) di Cianjur berkuasa Bupati Rd. Aria Wiratanudatar VI (1776-1813, dikenal juga dengan nama Dalem Enoh). Sang Bupati mendengar kehebatan Abah Khaer, dan memintanya untuk tinggal di Cianjur dan bekerja sebagai “pamuk” (pamuk=guru beladiri) di lingkungan Kabupatian dan keluarga bupati. Bupati Aria Wiratanudatar VI memiliki 3 orang anak, yaitu: Rd. Aria Wiranagara (Aria Cikalong), Rd. Aria Natanagara (Rd.Haji Muhammad Tobri) dan Aom Abas (ketika dewasa menjadi Bupati di Limbangan-Garut). Satu nama yang patut dicatat di sini adalah Aria Wiranagara (Aria Cikalong), karena beliaulah yang merupakan salah satu murid terbaik Abah Khaer dan nantinya memiliki cucu yang “menciptakan” aliran baru yang tak kalah dasyat.

Sepeninggal Bupati Aria Wiratanudatar VI (tahun 1813), Abah Khaer pergi dari Cianjur mengikuti Rd. Aria Natanagara yang menjadi Bupati di Bogor. Mulai saat itulah beliau tinggal di Kampung Tarik Kolot – Cimande sampai wafat (Tahun 1825, usia tidak tercatat). Abah Khaer sendiri memiliki 5 orang anak, seperti yang dapat dilihat di bawah ini. Mereka inilah dan murid-muridnya sewaktu beliau bekerja di kabupaten yang menyebarkan Maenpo Cimande ke seluruh Jawa Barat.
http://www.kupload.com/out.php/i5010_AbahKhaer.JPG. Dan ini adalah gambaran dari salah seorang anak Rd. Aria Wiratanudatar VI, yaitu Aom Abas, yang setelah menjadi Bupati di Limbangan Garut juga bergelar Rd. Aria Wiratanudatar.

Sayangnya image tentang Abah Khaer sendiri tidak ada, cuma digambarkan bahwa beliau: “selalu berpakain kampret dan celana pangsi warna hitam. Dan juga beliau selalu memakai ikat kepala warna merah, digambarkan bahwa ketika beliau “ibing” di atas panggung penampilannya sangat expressif, dengan badan yang tidak besar tetapi otot-otot yang berisi dan terlatih baik, ketika “ibing” (menari) seperti tidak mengenal lelah. Terlihat bahwa dia sangat menikmati tariannya tetapi tidak kehilangan kewaspadaannya, langkahnya ringan bagaikan tidak menapak panggung, gerakannya selaras dengan kendang (“Nincak kana kendang” – istilah sunda). Penampilannya betul-betul tidak bisa dilupakan dan terus diperbincangkan.” (dari cerita/buku Pangeran Kornel, legenda dari Sumedang, dalam salah satu bagian yang menceritakan kedatangan Abah Khaer ke Sumedang, aslinya dalam bahasa Sunda, pengarang Rd Memed Sastradiprawira).
Cat: lain kali saya posting soal apa itu pangsi dan kampret seperti yang dipakai Abah Khaer yang diduga mempengaruhi cara berpakain pesilat-pesilat sekarang terutama dari Sunda.

jurus-jurus silat cimande
1. Jurus Kelid Cimande.

1.tonjok bareng,
2.tonjok saubelah,
3.kelid selup,
4.timpah seubelah,
5.timpah serong ,
6.timpah duakali,
7.batekan,
8.teke tampa,
9.teke purilit
10.tewekan,
11.kedutan,
12.guaran,
13.kedut guar
14.kelid dibeulah
15.selup dibeulah,
16,kelid tonjok
17.selop tonjok
18.kelid tilu,
19.selup tilu
20.kelid lima
21.selup lima
22 peuncitan,
23.timpah bohong
24.serong panggul,
25.serong guwil,
26.serong guar,
27.singgul serong,
28.singgul sebelah,
29.sabet pedang,
30.beulit kacang,
31.beulit jalak pengkor
32.pakala alit
33.pakala gede

2. Jurus Pepedangan Cimande.
– elakan sebeulah
– selup kuriling
– jagangan
– tagongan
– piceunan
– balungbang
– balumbang
– sabeulah
– opat likur
– buang dua kali
– selup kuriling langsung
– selop bohong.

3. Jurus Telapak Selancar.

Leluhur cimande

Yang sudah meninggal dan terletak di Kabupaten Bogor :
.
1. Embah Haji Abdullah Somad (Ayah Otjod)
2. Embah Atje (Ayah Atje)
3. Embah Rangga (Eyang Rangga)
4. Embah Ursi (Ayah Ursi)
5. Embah Karta Singa
.
Yang sudah meninggal dan terletak di Kota Madya Bogor :

1. Embah Khoer (Embah Khair) – Tanah Sareal Bogor (Kebun Raya)
2. Embah Dato – Bantar Jati Kaum
3. Embah Djapra – Kebun Raya Bogor
4. Embah Dalem – Batu tulis Bogor
5. Embah Jair – Bantar jati timur – Bogor
.
Di Kecamatan Semplak :
.
1. Embah Raden Harun Semplak Kaum
.
Di Kaum Pandak :
.
1. Embah Raden
.
Di Pelabuhan Ratu :
.
1. Embah H. Wali Sakti Kodratullah (leluhur Sukawayana)
2. Embah Genter Bumi
3. Embah Sukmawijaya
4. Embah Angka Jaya Sakti
5. Embah Rembang Karang Hawu
6. Embah Angguh
7. Eyang Sungsang Layang Laut Kidul
.
Di Kab. Cianjur :
.
1. Embah Dalam Cikundul Wiratanudatar
2. Aom Djamhur
3. Abah Sera
4. Abah Madi
5. Abah Kardi
6. Abah Kalong
7. Abah Kando
.
Di Kab. Sumedang :
.
1. Embah Djaka Raksa
2. Embah Djoko Perkasa
.
Di Kab. Garut :
.
1. Sunan Rahmat Leuweung Sancang Gadog Suci (Prabu Kean Santang)
2. Abah Madi
3. Abah Kari
4. Syah Abdul Muhyi – Pamijahan Tasikmalaya – Garut – Gosong Suci – syeh Djafar Sidik
.
Di Kab. Cirebon :
.
1. Susuhunan Kasepuhan
2. Susuhunan Kenoman
3. Susuhunan Cirebonan (Sunan Kecirebonan)
4. Syeh Syarief Hidayatullah (Syeh Mudaim)
5. Syeh Saikodirjaelani
6. Nyi MAs Panatagama
.
Di Seda Palembang :

1. Pangeran Maulana Muhammad
2. Pangeran Basisir
.
Di Banten :
.
1. Maulana Hasanudin – Mesjid Agung
2. Maulana Yusuf – Kasuniatan
3. Maulana Mansyur – Cikaduan
4. Syeh Asnawi – Caringin Labuhan Banten
.
Di Madura :
.
1. Maulana Malik Ibrahim – Bangkalan (Madura)
2. Maulana Magribi – Pemakasan
.
Guru – Guru Cimande
.
1. Abah Haji Gaos (Abah Encun) – Tari Kolot Cimande Girang
2. Abah Haji Miftah – Tari Kolot Cimande Girang
3. Abah Haji Karim – Tari Kolot Cimande Girang
4. Abah Haji Komar – Tari Kolot Cimande Girang
5. Abah Holili -Tari Kolot Cimande Girang
6. Abah Haji Lukman (Abah Enang) – Pasir Muncang
7. Abah Boim ( Cisempur)
8. Mang Sobari – Cisalada
9. Abah Hasbuna – Ciangsana
10. Abah Syafei – Kebon Pedes
11. Bapak Kyai Djasmani – Pandeglang
12. Bapak Kyai Moch, Yusuf – Batu Bandar Banten
13. Abah Sidik Bin enos – Tari Kolot Cimande
14. Abah Ayub Bin H. Abdul Rosyid – Cisaladana
15. Abah Haji Acih Jarkasih – Tari Kolot Cimande
16. Abah Open – Kebun Pedes
17. Abah Husin – Bojong Menteng
.
Catatan : Tentang leluhur Cimande ini dikutip dari buku catatan tahun 1961 dan disusun oleh Guru Besar Padjadjaran Cimande, Bapak H. Tb. Djamhari pada tanggal 14 September 1971.
sumbernya : http://padjadjarancimandepusat.blogspot.com

silat syahbandar

Silat Syahbandar di Indonesia banyak di kenal dengan banyak sebutan, diantaranya banyak yang menyebutnya Gerak Sabandar, Gerak Panca Tunggak, Jurus Lima. Dan Silat Syahbandar saat ini menjadi dasar / aliran dari berbagai Perguruan Pencak Silat di Indonesia.
Asal muasal dari Silat Syahbandar ini berawal dari seorang Pendekar Silat dari Pagaruyung, yaitu Moh. Kosim Ama Sabandar yang di lahirkan pada tahun 1766 di pagaruyung (Minangkabau Timur) dan meninggal pada tahun 1880 dan dimakamkan di wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam, beliau menyebutnya lebih tepat dengan istilah tenaga batin. Di Minang metode tersebut dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis yaitu Gayung Lahir dan Gayung Batin (gayung bersambut dan gayung tak bersambut ). Silat Minang itu dirangkum dari  4 aliran  : – Silat Harimau Campo, yg berasal dari Champa – Silat Kucieng Siam, yg berasal dari Siam – Silat Kambieng Utan, yg berasal dari Bhutan – Silat Anjueng Mualiem , yg berasal dari Persia. Yang kemudian oleh Nini Datuk Suri Dirajo dipoles dan disempurnakan menjadi Silek Tuo pada sekitar tahun 1190 M. … Next …

SEJARAH PERSILATAN JURUS LIMA

Persilatan Jurus Lima atau yg biasa dikenal dengan Jurus Syahbandar dikenal dengan beberapa nama antara lain; Langkah Empat(langkah ampek), Jalan lima, Gerak Anu Opat Kalima Pancer, Gerak Sabandar, Gerak Asror, Gerak Panca Tunggal,dll.
Dahulu dikenal sebagai kepandaian atau kelihaian dari Moh. Kosim Ama Sabandar , berasal dari Pagaruyung Sumatra Barat.

Sementara itu menurut penyelidikanku secara langsung ke Bukit Tinggi-Padangpanjang-Batusangkar, yg mana dalam hal ini aku sangat dibantu sekali oleh Bpk.Drs.Mid Djamal
(Dosen ASKI Padangpanjang) . Aku mendapatkan banyak keterangan yang menarik tentang aliran2 silat/pentjak Minangkabau. Berhubung Beliau adalah jg penulis dari sebuah buku yang berjudul “Aliran2 Silat Minangkabau”.

Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam, beliau menyebutnya lebih tepat dengan istilah tenaga batin. Di Minang metode tersebut dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis yaitu Gayung Lahir dan Gayung Batin (gayung bersambut dan gayung tak bersambut ).

Silat Minang itu dirangkum dari “4 aliran” :
– Silat Harimau Campo, yg berasal dari Champa
– Silat Kucieng Siam, yg berasal dari Siam
– Silat Kambieng Utan, yg berasal dari Bhutan
– Silat Anjueng Mualiem , yg berasal dari Persia.

Yang kemudian oleh Nini Datuk Suri Dirajo dipoles dan disempurnakan menjadi Silek Tuo pada sekitar tahun 1190 M.

RIWAYAT HIDUP MOH.KOSIM AMA SABANDAR

Dilahirkan pada tahun 1766 di Pagaruyung (Minangkabau Timur), meninggal pada tahun 1880 dimakamkan di Wanayasa, Purwakarta, Jawa-Barat. Berarti umurnya mencapai 114 thn.

Menurut keterangan dari Bpk.Letkol Ckh. Abdur Rauf,SH ( Sesepuh Pusaka Paguron Cikalong / PPC / Cianjur) Beliau pernah mendengar keterangan dari para Sesepuh Cikalong terdahulu bahwasanya Moh Kosim itu diusir dari Pagaruyung karena mengajarkan Silat Pusako kepada orang kebanyakan / masyarakat awam yg bukan Bangsawan atau keluarga kerajaan.

Diceritakan pula pada masa itu, beliau Moh Kosim adalah seorang pemuda bangsawan
Yang punya kegemaran berlomba perahu dengan orang kebanyakan, pergaulannya sehari-hari sangat dekat dengan masyarakat bawah.
Apalgi masa itu banyak terjadi ketidak adilan dan kesemena-menaan yg dilakukan oknum2 penguasa kerajaan terhadap rakyatnya.
Sehingga atas dasar itulah mengapa seorang pemuda bangsawan kerajaan, menjadi terketuk hatinya untuk mengajarkan pusako pentjak, yang menjadi symbol kebanggaan yg sangat diimpi2kan setiap pemuda minang. Sehingga semakin ramailah para pemuda minang yang belajar pentjak, dan hal ini kemudian menjadi santer terdengar pihak oknum2 kerajaan yg menjadi terganggu dan merasa khawatir terancam secara tak langsung, karena mulai menyebabkan perlawanan secara tak langsung dari masyarakat.

Kemudian akhirnya terjadi perselisihan paham antara Moh Kosim dengan keluarganya yaitu mengenai masalah “peraturan pentjak”. Moh Kosim dianggap keluarganya telah menyalahi peraturan, karena tak boleh mengajarkan pusako kepada orang kebanyakan.
Dan karenanya ( juga akibat fitnah dan gosokan dari oknum penguasa ) diambillah keputusan hukuman baginya, diusir dari Pagaruyung.
Sehingga pelajaran pentjak kepada orang kebanyakan menjadi tak selesai dan tak sempurna, sehingga bukan merupakan ancaman lagi bagi oknum penguasa untuk melanjutkan penindasanya kepada kaum lemah.

Dalam kepiluan hatinya terusir dan pergi meninggalkan kampung halamannya, Moh Kosim naik kapal kompeni, menuju ke Batavia.
Di kapal terjadilah suatu kejadian yang tidak diduga, entah karena sebab apa, terjadilah pertarungan antara Moh Kosim melawan salah satu jagoan kompeni. Dengan hanya satu kali gerakan saja , pecahlah kepala jagoan kompeni itu dihantam memakai lutut kaki.

Diceritakan selanjutnya sesampainya di Batavia, Moh kosim terlunta-lunta tak punya kegiatan dan pekerjaan berjalan tanpa arah dan tujuan mengikuti langkah kaki saja sehingga akhirnya sampailah di suatu tempat Desa Karang Tengah Cianjur.
Disanalah beliau ada yg memanggilnya, yaitu pemilik perkebunan / tuan tanah , R.H.Enoch untuk dipekerjakan sebagai centeng menjaga danau dan perkebunan kelapa.

Kemudian saat menjalankan tugasnya inilah terjadi lagi pertarungan berkali-kali antara pemuda minang ini melawan gerombolan perompak dan pengacau, yang selalu berakhir dengan tewasnya para perompak tersebut. Menjadi berita yg menggegerkan dilingkungan tersebut sehingga menjadi perhatian R.H.Enoch.

Memanglah dari sejak awal RH Enoch memanggil Moh Kosim, telah melihat ada sesuatu yang lain dari sikap tutur bahasa dan penampilannya. Dan peristiwa demi peristiwa yang terjadi di perkebunan telah memancing RH Enoh untuk menanyakan siapakah sebenarnya Moh Kosim.
Sehingga terbukalah jati diri seorang Pemuda Bangsawan Dari Pagaruyung.
Dan menurut keterangan selanjutnya, atas dasar inilah kemudian Moh Kosim diangkat mantu dinikahkan dengan puteri RH Enoh. Dan juga RH Enoh ikut mempelajari pentjak minang, serta Moh Kosim dijadikan sebagai guru pentjak untuk mengajarkan kepada sanak kerabat RH Enoh.

Mengenai postur tubuh perawakan Moh Kosim ialah dikatakan sebagai jangkung tinggi gede , tatapan mata dan pandangannya agung, berdada bidang tegap, dan tubuhnya kuat luar biasa. Adat tabiatnya sabar, sangat welas asih jika mengajar silat dan menghadapi murid-muridnya. Namun sangat teguh,tegas,dan sangat keras bila menghadapi bahaya dan menghadapi perusuh pengacau.
Dan dikatakan lagi sangat tinggi ilmu kebatinannya.
Bila melaksanakan pentjak tak pernah berlaku curang, jk berlaku demikian
Lagi pasti akan banyak yang celaka dan mati karena ulahnya.

Bila mengajarkan pentjak kepada murid2nya, berhubung keadaan fisik dan tenaganya yang sangat terlalu keras, maka beliau mengajarkannya secara lemes.

Karena kemasyhuran namanya inilah dikatakan menjadi sebab tertariknya Abang Kari dan Abang Mahdi serta Mbah Khaer untuk saling ber “Silaturrahmi”
Dalam artian saling “bersilat”. Dan ini kejadiannya diceritakan sangat tak masuk akal, ada yg mengatakan terjadilah pertarungan diantara sesama mereka selama 3 hari berturut-turut, bahkan ada yang mengatakan sampai 7 hari.
Dan kesudahannya, “tiada yang kalah dan tiada yang menang”.
Dan menjadi penyebab terjalinnya persahabatan persaudaraan yg erat diantara mereka.

SPESIFIKASI MANFAAT, FILOSOFIS, JURUS LIMA SYAHBANDAR.

Sebenarnya , masih banyak misteri yang melingkupi jurus lima Syahbandar.
Berikut ini adalah penjelasan sedikit2 dari hasil dialog kepada beberapa orang pendekar Syahbandar yang kemudian (mohon maaf) diramu berdasarkan pencerahan penulis pribadi yg didapat dari kemurahan Allah SWT.

Saya menghimbau kepada seluruh praktisi dan penerus syahbandar untuk menghayati jurus lima dalam latihannya, merenungkannya, mendiskusikannya, dan ikut mencari pemecahan misteri jurus lima Syahbandar. Mudah-mudahan hal tersebut akan menambah kemajuan bagi diri dan perguruan untuk pengamalan di masyarakat dan sambil terus menerus memohon ridho Allah.

Perlu diketahui bahwa saat ini di Jawa Barat saja banyak sekali para Pendekar Syahbandar yang hanya memakai jurus lima saja sebagai pegangannya dan juga pengajarannya. Bahkan, bila kita ingin dan kemudian minta diajarkan jurus lima tersebut akan sangat susah sekali mendapatkannya.

Bila kemudian telah didapat, kemudian belajar jurus2nya selanjutnya kita akan dibiarkan dalam kebingungan bagaimana cara untuk mempraktekannya dan memanfaatkannya dalam perkelahian. Atau bila dirasa sudah mendapatkan pencerahan akibat latihan dan praktek lapangan, dan sering kali timbul sesuatu berupa keanehan dan keajaiban. Kemudian terjadi pertentangan nurani, bagaimana kok bisa terjadi keanehan, apakah ada peran serta jin didalamnya ataukah memang hasil latihan tenaga murni manusia?,

Mungkin untuk sementara dapatlah diambil kesimpulan adalah bahwa semakin didalami
Jurus lima itu semakin kita merasakan banyaknya rahasia dan misteri yang terkandung didalamnya.
Oleh karena itu sebaiknya kita syukuri saja akan nikmat anugerah Allah ini, bila kita berhasil menemukan sekelumit manfaat dan pencerahannya, semoga dengan itu Allah SWT berkenan untuk membimbing kita dan memberikan ridhoNya kepada Jati Diri kita masing-masing.

JURUS KESATU SYAHBANDAR

Dikenal juga dengan istilah Keupeul, atau jurus Pancer. Maksudnya adalah jurus ini merupakan inti dari semua jurus. Jurus ini adalah jurs Isi Pengisian. Dari jurus inilah kemudian menjadi jalan bagi jurus yg lainnya. Dengan rumusan kata-katanya adalah Isi Satu salurkan Dua-Tiga-Empat-Lima. Atau Isi Satu salurkan Dua, tarik Tiga, liliwatan empat, angkat jatohan Lima.

Jurus Satu menjadi inspirasi jurus lainnya adalah demikian. Bila kita memohon kepada Allah SWT maka kita tengadahkan kedua tapak tangan keatas seperti berdo`a, saat itu rasakanlah kita mendapat suatu getaran yang kemudian kita ambil dengan menariknya perlahan posisi tapak tangan menjadi mengepal menuju kedada, dan turun sedikit kearah perut. Inilah yg disebut kejadian jurus satu dan pengisiannya. Pengisian getaran Ilahiah.
Dalam keterangan ma`rifat dijelaskan, jika memang sudah meresap maka jurus satu ini akan mampu menimbulkan bentuk lapisan hijab mencapai 11.000 hijab kedepan belakang kanan dan kiri (lebih kurang mencapai radius 220m)

Dan dari sinilah kemudian sering terjadi pencerahan2 fisik maupun batin, yg kemudian dalam prakteknya dibuktikan, hasil melatih focus jurus ini (minimal 100x ulangan)
Selama 7 hari berturut-turut, akan mampu untuk menjadi tahan pukul, tahan sakit, tahan tendangan,tahan bacokan.

JURUS KEDUA SYAHBANDAR

Jurus kedua ini terjadi dari akibat melaksanakan jurus Satu secara terus menerus rutin. Prosesnya demikian , bila kita terus menerus mengisi diri, maka diri kita akan penuh dengan getaran. Getaran ini akan luber dan mencari jalan untuk keluar/mengalir (mirip ya dengan porinsip Hukum Thermodinamika II). Proses penyaluran inilah yang menjadi jurus Kedua Syahbandar. Dan ini sangat sesuai dengan prinsip2 “Menerima maka berakibat akan memberi” atau “Memberi maka berakibat akan menerima”.
Apa-apa yang kita dapatkan maka kita amalkan, apa-apa yg kita terima ada diantara bagian itu yg harus disedekahkan. Jadi hidup kita ini jangan menjadi orang yg menerima saja, tapi harus juga memberi.
Jurus kedua ini juga merupakan sikap mental Tauhid, yaitu dari sikap meolak kemungkaran, kejahatan, dll.

JURUS KETIGA SYAHBANDAR

Jurus ketiga ini terjadi seperti pada prinsip yg telah diterangkan pada jurus kedua yaitu bahwa bila kita memberi maka berakibat kita akan menerima atau menarik imbalannya. Karena kita juga butuh penerimaan.
Namun jurus ketiga ini dalam praktek dapat disebutkan sebagai pancingan
Sebagai jurus yg menyembunyikan jurus yg lain/ yg disembunyikan keluarnya
Dan dapat menjadi jurus eksekusi.

JURUS KEEMPAT SYAHBANDAR

Jurus ini dikenal sebagai liliwatan. Inilah dalam aplikasi beladiri yg paling banyak dikembangkan dan digabungkan kepada Kari dan Mahdi.
Keunikan jurus ini ialah dalam prakteknya mampu untuk manipulasi tenaga lawan bukan dengan tenaga kita, melainkan dengan tenaga lawan itu sendiri melalui prinsip meliwatkan. Dan menimbulkan ketidakseimbangan pada gerakan lawan.

Terjadinya jurus empat ini adalah akibat dari gerakan2 tarik tolak-tolak tarik,
Menimbulkan perputaran energi atau gerakan2 memutar/melingkar/rotasi.

JURUS KELIMA SYAHBANDAR

Jurus ini dinamakan juga dengan istilah angkat junjung. Terjadinya jurus ini bisa dilihat dari fenomena daya liliwatan/perputaran. Untuk gerak rotasi itu terbagi dua. Seperti pada sentrifugal dan sentripetal. Maksudnya akibat dari gerakan putar menyebabkan arah perputaran naik keatas(layaknya angin puting beliung). Atau gerakan putar yang menjatuhkan/menarik kebawah (layaknya pusaran air).

Pada gerakan yang kelima inilah kemudian diambil maknya akan filosofi peningkata iman dan taqwa dan bukannya peningkatan keatas menjadi sombong, angkatlah derajat, martabat diri dan orang lain.

Jurus kelima menjadi makna pujian, jika kita mengangkat-angkat (memuji) orang, yang berakibat oramg itu jadi sombong, mk akan dimakan oleh siapa saja yang tak akan tahan melihat kesombongannya. Inilah makna jurus kelima untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yg zholim.

KLASIFIKASI,PENERANGAN,TARGET,&PERKEMBANGAN JURUS LIMA

1.Jurus Syahbandar

-Jurus Tunggal:

-Jurus tunggal Pancer (yaitu jurus 1)
-Jurus tunggal tolak (yaitu jurus 2,4,5)
-jurus tunggal tarik (yaitu jurus 3)

-Jurus Gabungan:

-Gabungan lima inti
-Gabungan lima inti acak
-Syahbandar Kari Mahdi Keras (17 jurus)
-Syahbandar Kari Mahdi Halus (21, 22, 25, jurus)
-Tangtung Alif

-Jurus Rasa:

-Gerak Rasa Sejati
-Silat Sejati
-Gerak Hadiran
-Gerak Ma`rifat

2.Variasi Langkah Kaki:

-Langkah hentak (sisi luar telapak)
-langkat sered gusur
-langkah seret C
-langkah seret hentak
-langkah kesot

3.Pernafasan:
-nafas tahan pada perut (prinsip Hu-Allah)
-nafas tahan pada dada dan perut
-nafas tolak pada dada dan perut
-tembakan sanalika

4.Inti Kekuatan / Tenaga
Sangat diyakini oleh para praktisi dan guru Syahbandar bahwa manusia itu kelemahannya pada perut, tetapi justeru kelebihan/kekuatan tenaga juga terdapat dari perut.

5.Etika Syahbandar
Ilmu Syahbandar diajarkan melalui proses ikatan bathiniah antara guru dan murid.
Tidak bisa dipelajari sendiri tanpa petunjuk guru, kecuali mendapat Wisik langsung
Dari Allah SWT, melalui Ruhaniah Guru2 terdahulu..

Para praktisi Syahbandar sejati tidak akan pernah berniat untuk secara sengaja merusak dan membunuh lawan. Tetapi berusaha untuk mengikuti ajaran luhur Syahbandar yaitu
“Menjatuhkan lawan untuk menyadarkannya”.
Oleh karena itu jika terpaksa akhirnya terjadi kerusakan dan kematian, maka kembalikanlah kesadaran prinsip kepada Surah Al Anfal:17
Yang artinya:
“Dan sekali-kali bukanlah engkau yang membunuh tetapi Akulah Allah yang membunuh, dan sekali-kali bukanlah engkau yang melontar tetapi Akulah Allah yg melontarnya.”

Dan kita harus meyakini bahwa tenaga dalam/tenaga batin itu adalah dari Allah, milik Allah, dan untuk jalan Allah.
Apa-apa yang kita lakukan dalam rangka memperoleh, memanfaatkan, dan merawat tenaga dalam itu hanyalah sekedar syareat saja, hakikatnya adalah kembali kepada Allah saja.

Seorang murid jika telah dirasa cukup pelajaran jurus2nya, maka akan mendapatkan restu dari guru yaitu berupa “pengisian” (pembangkitan Rasa) melalui do`a2, atau langsung antara guru dan murid melakukan “jual-beli” (jajal rasa) dan ririungan selamatan
Setelah sebelumnya itu disarankan kepada murid untuk berpuasa sunnah lillahi ta`ala.

6.Zikir
Aurod Rahasia
Yaitu bacaan dalam bentuk Ayat dan Mantera, yg isinya menyangkut inti rahasia gerak
Dan jalannya tenaga khas Syahbandar

Zikir Bergerak,
zikir bergerak ialah bacaan asma` yg dibaca dalam hati tatkala melaksanakan jurus;

– Zikir Asmak Lima
– Zikir Khofi
– Zikir Nafi Itsbat
– Zikir Ismuz Zat
– Zikir Khos Sirri

7.Target Syahbandar

Target Fisik:
Menguasai dan mendapatkan Sanalika, sesuai pemahaman dan kondisi masing-masing.

Target Batin:
Penguasaan Rasa dan Tangtungan Alif

Jati Diri:
Menemukan bentuk geraknya dan jalannya diri sejati dalam rangka pengamalan untuk mendapatkan ridho Allah semata.

8.Sasaran tembakan Syahbandar
Sasaran khusus:
– rangkai jantung, – rangkai limpa, -rangkai hati

Sasaran umum:
– Paru2 kanan dan kiri
– Pangkal paha kanan dan kiri
– Urat leher kanan dan kiri
– Lekuk tenggorokan
– Pangkal lengan kanan dan kiri
– Puser
– Siku lengan kanan dan kiri
– Ulu hati
– Daerah persendian/sambungan tulang pada seluruh tubuh
– Bebas , dimana saja yg terkena.

9.Jual-beli / ban-banan Syahbandar
Ban-banan Fisik:
– saling mengadu dengan menggunakan jurus syahbandar, namun masih bersifat kelit atau menjatuhkan lawan dengan memanipulasi tenaga lawan itu sendiri.
– Mampu menjatuhkan lawan dengan sedikit gerakan disertai kepekaan rasa
– Mampu memukul hanya dengan jarak sejengkal.
– Mampu memukul walaupun dalam keadaan menempel dan tanpa jarak lagi.
– Jual beli dengan menggunakan tenaga dalam/tenaga batin

Ban-banan Batin (ilmu senteran bathin)
Menggunakan jurus hanya dalam hati, menjatuhkan lawan cukup dengan menyenter jalur-jalur jalannya tenaga pada tubuh, baik dengan menggunakan isyarat tangan atau cukup dalam bayangan (ma`rifat)., dilakukan baik berhadapan maupun secara tidak berhadapan langsung (jarak jauh).

( penulis : ki sawung )

Kaisar

Metalica

Silat Banten Aliran Terumbu

Silat Banten Aliran Terumbu

Oleh : Nasrudin Attijani
Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama Abdul Fatah.
Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut .
Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut.
Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu.
Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Pada waktu syarif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya :
1. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang.
2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang.
3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang.
4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang.
Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat :
1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin
Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut.
1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin
2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada.
3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa )
Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang.
Mukjizat / Kesaktian Keturunan Terumbu
Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu.
Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun.
H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan.

KEBUYUTAN BANTEN

1. PARABU DEWARATU PULO PANAITAN
2. PRABU LANGLANG BUANA GUNUNG LOR PULA SARI
3. PRABU MUDING KALANGON PUNCAK MANIK GUNUNG LOR PULASARI
4. PRABU SEDASAKTI TAJO POJOK
5. PRABU MANDITI GUNUNG KARANG
6. PRABU BANGKALENG CANGKANG
7. NYAIMAS RATU WIDARA PUTIH SERAM TENGAH LAUTAN
8. NYAIMAS DJONG
9. KYAI AGU DJU
10. INDRA KUMALA GUNUNG KARANG PEPITU PAKUAN
11. MANIK KUMALA SUNGAI CIUJUNG
LELUHUR BANTEN
PANEMBAHAN SABAKINGKING RATU DJAYA CHASANUDDIN BIN SYARIEF HIDAYATULLOH MACHDUM GUNUNG DJATI (CIREBON) Beristri dengan ;
DEWI SITI FATIMAH binti RADEN CHASAN ABIL FATTACH SURYA ALAM ZAINIAL ABIDIN GELAGAH WANGI DEMAK MEMPUNYAI ANAK…..:
1.NYAIMAS RATU PEMBAYUN DIPANG UTARA BLORA
2.NYAIMAS RATU SARANENGAH JAMBI
3.NYAIMAS RATU KAMUDARAGI PALEMBANG
3.PANGERAN JUPRIE RATU JEPARA
4.PANGERAN PRINGGALAYA RATU BETAWI
5.PANGERAN PEJAJARAN RATU BOGOR
6.PANEMBAHAN PEKALONGAN MAULANA YUSUF RATU BANTEN
SULTHON MUCHAMMAD SABAKINGKING RATU BANTEN BERANAK CUCU :
1.SULTHON ABUL MUFAQIR ‘ABDUL QODIR KENARI
2.SULTHON ABUL MA’ANALI ACHMAD KENARI
3.SULTHON AGUNG ABUL FATEHI ABDUL FATTAH TIRTAYASA
4.SULTHON ABUNNASRI MAULANA MANSUR ABDUL QOHHAR CIKADUEUN
5.SULTHON ABUL FADLOLI
6.SULTHON ABUL MAHASIN MA’SUM
7.SULTHON ABDUL FATTAH MUHAMMAD SYIFA ZAINUL ‘ARIFIN
8.SULTHON SYARIFUDDIN RATU WAKIL MUHAMMAD WASI’
9.SULTHON ZAINUL ‘ASIKIN
10.SULTHON ABDUL MAFAQIR MUHAMMAD ALIYUDIN AWWAL
11.SULTHON ABDUL FATTAH MUHAMMAD MUHYIDIN ZAINUL SOLIHIN
12.SULTHON MUHAMMAD ISHAQ ZAINUL MUTTAQIN
13. SULTHON WAKIL PANGERAN NATAWIJAYA
14.SULTHON MUHAMMAD AKILLUDI TSANI
15.SULTHON WAKIL PANGERAN SURAMENGGALA
16.SULTHON MUHAMMAD SHOFIYUDIN
17.SULTHON MUHAMMAD ROFI-UDDA (DIASINGKAN DISURABAYA)

SEJARAH PERGURUAN PARAWALI TANAH BANTEN

1.SYEH MUHAMMAD SHOLEH GUNUNG SANTRI CILEGON
2.SYEH MUHAMMAD SHIHIB TAGAL PAPA MENGGER
3.SYEH ABDUL RO’UF PARAJAGATI CINGENGE
4.SYEH ABDUL GHANI MENES
5.SYEH MAHDI CARINGIN LABUAN
6.SYEH ABDURROHMAN ASNAWI CARINGIN LABUAN
7.SYEH WALI DAWUD CINGINDANG LABUAN
8.SYEH KIYAI MACHDUM ABDUL DJALIL KALIMAH BARRONI
GUNUNG RAMA SUKOWATI LABUAN
9.SYEH CINDRAWULUNG GUNUNG SINDUR TANGERANG
10.SYEH HAJI KAISAN
11.SYEH HAJI SILAIMAN GUNUNG SINDUR
12. SYEH KANJENG KYAI DALEM MUSTOFA GUNUNG SINDUR
13.SYEH KYAI BAGUS ATIK SULAIMAN QHOLIQ SERPONG

jamrud