Buku Hikmah

Daftar buku-buku

ilmu Hikmah
ilmu Asma
ilmu Asror
ilmu tenaga Dalam
ilmu Tenaga Dalam Alhikmah
ilmu Tenaga Dalam Asmaul husna
ilmu Hizib
ilmu kebal
ilmu kesaktian versi kejawen
ilmu kesaktian versi hikmah
ilmu kesaktian tingkat tinggi
ilmu pelet
ilmu pengasihan
ilmu gendam
ilmu hipnotis
ilmu Mahabbah
ilmu penglarisan dan penarik rizqi
ilmu kekayaan meraih harta
Rahasia sukses orang kaya
ilmu Hikmah dana gaib
ilmu tarik pusaka
ilmu khadam jin
ilmu khadam asma
ilmu khadam huruf
ilmu khadam ayat
ilmu khadam surat
ilmu khadam malaikat
ilmu terawangan indera ke enam
ilmu meraga sukma dan mecah raga
kumpulan mantra-mantra sunda
kumpulan mantra-mantra jawa
ilmu gaib kejawen
ilmu gaib sunda
ilmu gaib dayak
ilmu gaib sumatra
ilmu gaib bali
Occultisme
kumpulan doa-doa
kumpulan aurad
kumpulan dzikir
kumpulan sholawat
Amalan shalat dan wirid
Amalan dzikir tareqat
Tasawuf dan tarekat
ilmu pengobatan
ilmu Batin
ilmu Rajah dan wafaq

 

IMG0237A

Iklan

Doa untuk saudaraku

Doa untuk saudaraku semoga kalian diberi kemenangan

Al-fath

doa kasih

jhd2  Jhd1

 

 

 

Rahasia ilmu Hikmah

Rahasia ilmu Hikmah

ilmu Hikmah

Belajar ilmu hikmah dimasyarakat sunda disebut ngahikmah atau ngelmu hikmah, sebelum seseorang menjadi ahli hikmah maka ia harus melewati beberapa tahap terlebih dahulu. menurut kyai ahli hikmah tahap paling awal adalah mengkaji dan mengaji alqur’an sebab inti dari sumber-sumber ilmu hikmah berasal dari alqur’an. seseorang diharuskan memahami ayat-ayat alqur’an, mengkaji maknanya dan mengamalkan isinya. setelah itu barulah dicoba menangkap hikmahnya (nilai magisnya) yang terkandung didalamnya. setelah mengkaji alqur’an seseorang juga harus menguasai ilmu aqidah atau ilmu tauhid (sebagai fondasi keimanan agar tidak tergelincir kepada kemusyrikan), ilmu fiqih atau hukum syareat islam (sebagai fondasi ibadah yg benar), ilmu nahwu,sorof dan tajwid (agar tidak salah dalam membaca alqur’an), ilmu tasawuf dan ahlakul karimah (sebagai fondasi dalam berhubungan dengan sesama mahluk ciptaan tuhan dari golongan manusia, jin atau malaikat). ilmu-ilmu tersebut merupakan fondasi yang harus dimiliki oleh seorang ahli hikmah. setelah semuanya terpenuhi barulah proses pembelajaran ilmu hikmah dapat dijalankan. seorang ahli hikmah sering juga disebut kyai hikmah, kyai menempati posisi tertinggi dalam hierarki pelaku ilmu hikmah, sebab kyai hikmah sendiri mempunyai pondasi yg kuat dalam ilmu agama (ilmu keislaman). berbeda dengan seseorang yg belajar ilmu hikmah tapi tidak disertai dengan belajar ilmu agama (tauhid, fiqih, nahwu, tasawuf dll.) mereka disebut sesepuh, orang pintar, dukun atau paranormal. 

Dikalangan para ahli hikmah mereka mengenal berbagai macam kitab hikmah yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu salah satunya kitab yang cukup terkenal yaitu kitab syamsul ma’arif dan mamba’u ushulul hikmah yang disusun oleh syeikh ahmad ali albuuni.

Dua kitab ilmu Hikmah yang dikarangan oleh Syeikh Ahmad bin Ali al-Buuni merupakan kitab yang sangat populer. Beliau orang yang diberi kelebihan oleh Allah s.w.t untuk menguak misteri huruf, mutiara-mutiara dan rahasia-rahasia yang ada di dalam Al-Quran dengan maksud untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Quran bukan semata untuk dibaca dan diambil fatwanya, atau diambil sebagai obat hati dalam akidah dan hukum-hukumnya, tapi juga mengandung keistimewaan yang luar biasa.

Ilmu yang termuat dalam kitab ini bukanlah ilmu biasa, tetapi ilmu spesial yang hanya layak diketahui oleh kalangan tertentu.  Al-Buuni membuat semacam “pagar” tertentu agar kitab ini tidak jatuh pada tangan yang tak tepat atau orang yang tak kompeten. Tak heran kitab ini, di kalangan santri di pesantren dulu, memiliki aura mistis yang membuatnya “angker”sangat wingit. Dalam pembukaan kitab ini, misalnya, Syekh al-Buuni dengan tegas membuat semacam “pernyataan” berikut ini: haram bagi siapa saja yang mendapatkan naskah kitab saya ini untuk memberi tahu kepada orang yang tak siap untuk menerima dan memahami isinya, atau menceritakan isi kitab itu di tempat yang kurang layak. Layakkah kalau isi kitab ini disebarkan di internet? Sedangkan kebanyakan yang melihatnya orang awam atau tidak tahu tentang syareat islam (tidak pernah mesantren).

Dalam tradisi Islam klasik, tampaknya terdapat suatu pandangan bahwa ada ilmu-ilmu tertentu yang harus disembunyikan dan hanya layak diberikan kepada orang-orang tertentu yang sudah memenuhi syarat tertentu. Pandangan semacam ini saya kira tidak hanya khas Islam, tapi juga ada pada beberapa masyarakat tradisional yang lain. Saya ingin menyebut hal ini sebagai “kosmologi mistis-feodal“.

Aura “kesucian” kitab ini juga ditandai dengan beberapa hal lain. Dalam halaman yang sama, misalnya, Syekh Ali al-Buni mengatakan bahwa siapapun tak boleh “menyentuh “kitabnya ini kecuali dalam keadaan suci (wa la tamussahu illa wa anta thahirun). Ilmu yang termuat dalam kitab ini bukan ilmu biasa, tetapi ilmu yang sangat khusus, dan karena itu harus diperlakukan secara khusus pula.

Lewat beberapa nukilan ilmu Hikmah, Imam al-Būnī dalam kitabnya, menerangkan : “Untuk bisa mencapai ilmu supranatural secara benar dan bisa dibuktikan akan hasilnya seorang ritualis harus bisa memahami segala isi ilmu yang terkandung di dalamnya baik berupa tata cara puasa, berzikir dan pendalamannya”. bagi orang yang percaya tentang amalan ilmu hikmah silahkan pelajari tapi niat hanya karena Allah semata dan bagi orang yang tidak percaya tentang ilmu hikmah jangan mempelajarinya karena akan membawa mudorot nantinya.. diantara pendalaman ilmu supranatural yang harus diketahui adalah sebagai berikut :

1. Mudawamah al-Zikr / Istiqomah Dalam Berzikir.

Dalam pembedaran ini seorang ritualis dituntut untuk selalu menjaga wiridannya secara istiqomah di setiap malam harinya. Sebab untuk bisa merasakan manfaat ilmu yang sedang dijalaninya, seorang ritualis harus bisa memilah peraturan apa yang harus dipilih dalam hal berzikir. Inilah tingkatan zikir menurut hukum para Ahli Hikmah :

a. Zikir Umum (maksimal 2 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 4 tahun untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

b. Zikir Khusus (maksimal 5 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 2, 5 tahun untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

c. Zikir Khususul Khusus (maksimal 7 atau 9 jam dalam satu dudukan). Tahapan ini membutuhkan waktu 41 hari untuk bisa merasakan manfaatnya ilmu.

2. Tarkunnafsi / Meninggalkan Adat Kebiasaan.

Mengulas arti tarkunnafsi menurut Imam Al-Buuni adalah : “Merubah segala kebiasaan hidup kita dengan jalan meniru kebiasaan para Ahlillah dengan kata lain mengendalikan nafsu badan lewat berbagai aktifitas tirakat seperti menahan lapar dengan cara berpuasa dan memakan makanan yang halal, menjauhi tidur/sedikit tidur, menahan mulut dari banyaknya bicara yang kurang bermanfaat di ganti dengan banyak berdzikir dan lain sebagainya”. meninggalkan adat kebiasaan merupakan jalan pembuka khawariqul adat (pintu kekeramatan).

3. Sidq al-Qalbi / Kejujuran Hati ( Akhlakul karimah )

Sebagai seorang supranaturalis ilmu Al-Hikmah, kejujuran dan kebersihan hati adalah kunci utama dalam hal penataan ilmu yang sedang dijalaninya. Mereka harus menjaga rasa dan pikirannya dari sifat berandai-andai,pikiran jorok/ negatif, ingin jadi orang sakti , ingin di puji, supaya terkenal ,sombong , was-was, sakit hati, dendam, suka menghina, suka menghujat, suka mencemooh, buruk sangka, mengadu domba, suka menuduh tanpa bukti yg jelas, iri dengki, dolim  dan lain-lain. Sebab bagaimana pun kuatnya batin seorang supranaturalis, apabila sifat tadi telah bersarang dan tidak secepatnya dibuang, maka lambat laun ilmu yang sudah menyatu dengan tubuhnya akan sirna dengan sendirinya, malah bisa menimbulkan gangguan kejiwaan. Seperti halnya di zaman sekarang, ilmu supranatural banyak dicari kerana berbagai faktor dan tujuan. Namun untuk memperdalam ilmu ini belum tentu semua berhasil meraihnya. Bagi seorang yang ingin memperdalam ilmu Al-Hikmah, maka kesabaran dan kedisplinan serta kesucian harus selalu terjaga. selain itu  banyaknya kegagalan biasanya dari faktor setengah-setengah dalam menjalani suatu ilmu.Diantara yang menjadi penyebab kegagalan lainnya adalah kerana kurangnya bimbingan dari guru yang mumpuni atau belajar tanpa guru.

Nah, untuk bahan pertimbangan para pencinta ilmu supranatural, kami akan membedarkan 3 tingkatan perjalanan ilmu supranatural, dimulai dari tingkat terendah. Inilah tahapannya :

1. Tingkat Rendah : Syak / Khayalan.

Lewat pengulasan para Ahli Hikmah, Syak/ Khayalan, sangatlah mengganggu dalam perjalanan seorang supranaturalis, mereka akan mudah dirasuki oleh bangsa jin hitam yang menyesatkan pola pikir kita. sebaliknya di jaman sekarang banyak ilmu yang menggunakan hayalan atau gambaran , biasanya ilmu ini bersumber dari luar seperti reiki dan pembukaan chakra yg berasal dari agama hindu dan budha , atau hipnotis yg berasal dari ilmu sihir mesir kuno, ilmu yg menggunakan mantra2 siluman  dll. Sedangkan menurut para ahli sufi, syak atau khayalan diartikan sebagai suatu kebohongan batin.

Lantas apa sesungguhnya definisi dari arti syak/khayalan tersebut? Inilah arti sesungguhnya : “Banyaknya berandai-andai atau suka berkhayal ke suatu tujuan tanpa di dasari semangat lahiriah. Seperti contoh, selalu mengelamun menjadi orang sakti, punya kelebihan yang menonjol,tapi dalam kenyataannya mereka hanya berharap-harap tanpa disertai dengan usaha keras. akhirnya setan merasuki pikiran dan mempengaruhi alam bawah sadarnya.sehingga ketika ibadah puasa, mengamalkan wirid dan dzikir menjadi tidak ikhlas niatnya hanya ingin sakti saja. akibatnya jadi banyak orang sakti yg di ruqiyah karena yg membantu ia sakti adalah setan. lalu ia menyalahkan ilmu hikmah asli islami padahal dia sendiri yg salah. pepatah menyatakan jiwa mencari jiwa , yang suci di sukai yg suci, jiwa yg kotor di sukai mahluk yg kotor, inilah pentingnya akidah keimanan serta ilmu agama dalam mempelajari ilmu hikmah. Pendapat lain, kurangnya bimbingan dari seorang guru yang mumpuni sehingga ketidak teraturan dalam penangkapan ilmu supranatural dan tidak menjadikannya luas dalam berfikir. Sifat seperti ini menurut para ahli hikmah dan ilmu sufi wajib dijauhkan dari diri seorang spiritualis. Mengapa? Kerana arti supranatural secara hakikatnya adalah mendalami dan menghayati salah satu Af’alulloh lewat rasa ruhaniah.

Dari pedoman arti supranatural tadi sudah jelas sekali bahwa penyelarasan antara lahiriah dan batiniah harus seimbang hingga mewujudkan suatu ilmu bisa tercapai kalau bisa tanpa adanya campur tangan dari makhluk lain. Dengan arti lain jangan sampai golongan jin hitam merasuki otak kita lewat tipu daya sehingga kita bisa tersesat sampai keluar dari jalur syariat Islam. Naudzu billahi minzalik.kita juga harus berhati-hati terhadap sebuah isyarah, bisikan atau mimpi bertemu para sesepuh ghoib. seorang waliyullah syeikh hasan as-syadili ra , berkata : apabila kamu mendapatkan ilham, kasyaf atau isyarah tapi tidak sesuai dengan ajaran kitab al-qur’an, sunah nabi, dan ijma’ para ulama sebaiknya tinggalkanlah. Mimpi/isyaroh seperti ini jangan sekali-kali dijadikan pegangan hidup bahkan harus dijauhi dari khayalan pikiran kita.

Dari kitab Tafsir Qowi dijelaskan, selain para nabi dan waliyullah kamil, arti mimpi apapun bentuknya adalah ziadatuttaqwa (jalan untuk selalu menambah arti ketaqwaan) kecuali kalau bermimpi bertemu para ahlillah, para nabi, para sahabat dan para malaikat semua wajib disyukuri dan dipatuhi apapun ucapannya kerana mimpi seperti ini benar adanya.

Menurut Imam Ibnu Muqotil, bangsa syaitan akan terus menyesatkan anak cucu Nabi Adam a.s. Satu diantaranya lewat ilmu sihir dan sebuah mimpi. Syaitan akan menyerupai siapa pun yang sedang digandrunginya baik menyerupai dedengkot orang sakti, linuwih dan lain-lain. Syaitan akan terus merayu dengan tutur bahasa yang sedemikian halus dengan suatu imaginasi, baik berupa harta kekayaan , kesaktian, jabatan, harta karun dan sebagainya, sehingga orang itu akan menjadi terlena dan takabur.

2. Tingkat Menengah : an / Antara Nyata Dan Tidak.

Dalam pembedaran Al-Hikmah tingkatan seperti ini sudah bisa dibilang supranaturalis. Ciri orang yang sudah mencapai tingkat ini adalah :

– Selalu mengistiqomahkan wiridan lebih dari 2 jam setiap wiridannya dan sudah melampaui beberapa tahun lamanya.

– Masih punya guru spiritual zahir, sehingga apapun kekurangan dalam suatu ilmu bisa cepat teratasi kerana adanya pengarahan dari Sang Guru tadi.

– Mengenal lebih dari 30% tentang seluk beluk adat istiadat bangsa ghoib sehingga dalam hidupnya banyak diberi/mampu berkomunikasi dengan mahluk gaib, menarik berbagai pusaka dari alam lain sebagai pemberian hibah bukan paksaan atau nyolong dari mahluk gaib.

Cara tingkatan seperti ini menurut para Ahli Hikmah belum dikatakan mumpuni sebab dalam kehidupannya masih ada sifat kadzib (bohong) yaitu masih dirasuki bisikan, isyaroh/mimpi yang kurang baik dari para jin hitam yang menyesatkan. Kunci utama dalam tingkatan ini harus selalu dekat dengan bimbingan Sang Guru mumpuni sehingga apapun perintang dalam menjalankan suatu ilmu bisa dinetralisir dengan keluasan ilmunya.

3. tingkat tinggi : tahqiq / benar adanya.

Dalam keterangan kitab  Hikmah, tingkat tahqiq tergolong mumpuni dalam hal menguasai ilmu supranatural. Konon orang seperti ini telah diakui kebenaran ilmu dan keikhlasan hatinya. Dalam keterangan ilmu Hikmah lainnya, orang yang sudah mencapai tingkat tahqiq, 60% telah menguasai 3 lapisan dunia lain seperti alam Jin Thurobi dan Alam Barry. Sedangkan menurut Ilmu Tasawuf, Tahqiq di sini terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

(1) Tahqiq Bil Asma’ / Diterimanya Sebuah Amalan.

Secara makna tafsir, orang yang sudah mengistiqomahkan salah satu ayat/ amalan hingga bertahun-tahun lamanya. Dan amalan ini sampai mendarah daging ke tubuh orang yg dimaksud, sehingga ia ikhlas dalam mengamalkannya karena sudah terbiasa, maka Allah s.w.t menerimanya dengan suatu hidayah. Karena melalui ayat inilah ia menjadi dekat dengan Allah sehingga semua doa dan keinginannya akan dikabulkan oleh Allah swt.

(2) Tahqiq Bis Sifat / Diterimanya Sebuah Keyakinan.

Orang yang sudah bertahun-tahun lamanya menjauhkan nafsu badan dengan jalan puasa lepas (tidak makan dan minum) atau menjauhi mata dari rasa ngantuk/tidur seperti puasa melek atau berkelana ke berbagai daerah dengan jalan kaki tanpa sedikit pun mata ini dipejamkan/ditidurkan.ia menempuh jalan spiritualnya dengan berjalan kaki , niat dan tujuannya hanya satu yaitu Allah swt , ada juga yg niatnya untuk mencari ilmu atau guru, dia menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal sedikitpun atau uang sepeserpun karena dia yakin bahwa Allah maha rahman, maha rahim dan maha pemberi rizqi. Dari riyadhoh seperti ini Allah s.w.t memberikan hidayah dengan perantaraan jin muslim sehingga para waliyullah selalu memberikan apapun yang dia minta, baik dari segi ilmu supranatural, rizqi, keselamatan  maupun isyarah yang nyata dan benar.

Dan yang perlu diketahui  dalam pengamalan suatu ayat atau asma tertentu ada 2 type pengamalan diantaranya :

1. Tabarruk

yaitu membaca ayat atau asma hanya sebagai sarana memohon berkah dari ayat atau asma tersebut… untuk type ini, TIDAK HARUS menyertakan qosam didalam pengamalannya.. sebagai contoh, misalnya kita mengamalkan asma ALLAH 66 kali setiap habis sholat, karena tidak ada ijazah, ya kita mengamalkannya sebagai tabarruk saja… memohon berkah asma ALLAH.. bilangannya kita ambil dari hisab jumal (arabic numerology)-nya. tidak diperlukan qosam khusus disini.. cukup baca shalawat dan doa setelah wirid asma ALLAH ini..

2. Istikhdam

yaitu fokus kepada penguasaan khodam ayat/asma tertentu. nah untuk pengamalan type ini mutlak diperlukan tatacara yang khusus.. tidak bisa mengarang-ngarang, harus dengan bimbingan seorang guru, karena ada kaifiyat tertentu dalam pelaksanaannya… misalnya asma ALLAH tadi, ada qosam khususnya…ada aturan waktu pembacaan dan teknik pembacaannya… ada tanda2 ketika khodam sudah hadir… ada tanda2 ketika sudah sepakat antara kita dengan khodam yang bersangkutan datang, dll. jadi, sebuah qosam tidak dapat berdiri sendiri…qosam hanyalah sebagian dari suatu paket istikhdam ayat/ asma tertentu… tanpa kelengkapan lainnya, qosam tidak akan berfungsi sempurna, malah bisa mencelakai pengamalnya.. karena qosam menyangkut pengambilan sumpah dan perjanjian antara kita sebagai pengamal dan sekelompok khodam & arwah yang terlibat dalam asma/ayat tertentu..

Mengenai khadam jangan mencap buruk semuanya, karena khadam kerap menjadi perantara terpenuhinya hajat kita oleh Allah, misalnya saat manjampe dengan ruqyah yang berasal dari Kitabullah, tanpa disadari khadam ayat dan jin muslimlah perantara terkabulnya hajat kita. Hindari istikhdam tanpa bimbingan guru/‘arif billah karena ilmu harus jelas silsilahnya dan muttashil untuk menghindari penyimpangan dan untuk membedakan yang haq dan bathil. Namun sebagai pemula, janganlah mengamalkan istikhdam, bersihkan hati dan perkuat jiwa dulu yang bisa dilakukan dengan mengikuti syareat, thariqah dan riyadhoh. khodam bisa malaikat atau jin/setan, tergantung amalannya semakin kuat tirakat /puasanya, level khodamnya juga makin bagus. nama khodam bisa  saja sama, yg membedakan kualitasnya. fungsinya khodam itu membantu mendo’akan kita. makin tinggi kualitas khodam, makin bagus pula akhlak org tsb,kalau ada ketimpangan (sakit2an, emosi) berarti ada agitasi/ketimpangan energi diantara keduanya ada baiknya sebelum riyadoh suatu ilmu, riyadoh dulu pondasinya, agar kuat nampung ilmu2 lainnya & meminimalkan efek negatif dr suatu ilmu salah satu pondasi ilmu adalah sholawat diantaranya :

SHOLAWAT NURRIDZATI,

 

BERIKUT INI ADALAH KOMENTAR DARI KH. MUSADDAD TERKAIT KEGAGALAN MENJALANKAN SEBUAH AMALAN ILMU HIKMAH :

1. AMALAN HENDAKNYA/SEBAIKNYA DITUJUKAN KARENA ALLOH SWT.

2. AKTIFITAS SESUATU AMALAN TIDAK LEPAS DARI ASPEK BONUS DARI SANG ILAHI YANG KEKUATANNYA UNTUK MENCAPAI MARDHOTILLAH.

3. DENGAN MENDEKATI DIRI KPD ALLOH SECARA ISTIQAMAH, SESEORANG DIMINTA/TIDAK PASTI TERSINGKAPLAH HIJAB ALAM GHAIB.

4. PENGERTIAN AMALAN DAN DZIKIR ADALAH INGAT KPD ALLOH YANG DI AKTUALISASIKAN DG LISAN,HATI, DAN PERBUATAN.

5.SETIAP KITA MENGAMALKAN SECARA ISTIQAMAH PADA HAQEQAT NYA MENABUNG ENERGI BATHIN.

6. METODE DZIKIR DAN BERAMAL SUATU ILMU TIDAK LEPAS DARI METODE ATAU ATURAN TERTENTU YANG BERFUNGSI MEMBANTU PROSES PENCAPAIAN KEHENINGAN BERTAQARUB KPD ALLOH SWT.

7.KITA HARUS BANYAK BERTAFAKUR DAN PEKA DALAM MEMBACA ISYARAH  DAN TANDA-TANDA ALAM.

8.SEORANG YANG SUDAH PANDAI DAN MENGUASAI SESUATU ILMU TINGKAT TINGGI BIASANYA PANDAI MEMBACA SITUASI DAN MENGONDISIKAN SUASANA BATHIN.

9. TERAKHIR BERGURULAH LANGSUNG KEPADA AHLINYA.

Demikian pemaparan singkat yang dapat penulis uraikan. Semoga dengan pemaparan ini akan ada hikmah yang bisa dipetik untuk suatu kemashlahatan kita, baik dalam pengenalan ilmu supranatural maupun manfaat lainnya.

keterangan panjang lebarnya tentang ilmu Hikmah ada dibuku Rahasia ilmu Hikmah, harga bukunya 70 rb (tidak termasuk ongkos kirim). bagi yg ingin beli silahkan hubungi nomor ini : 085294131936 atau 089667722270.

ILMU MAGNETISME

ILMU MAGNETISME

ilmu magnetis adalah ilmu yang menggunakan kekuatan dari magnetis tubuh berupa daya tarik atau daya tolak. ilmu magnetisme ini di gerakkan dengan menggunakan pernapasan dan olah rasa. zat magnetis adalah energi elektro magnetik tubuh, ilmu magnetisme yg semula diperoleh oleh dr. frank anton yosmer dari wina ini akhirnya menjadi semakin terkenal setelah mengalami beberapa koreksi yg cukup meyakinkan di sekitar dasar yg di terapkan oleh dr. maximillian hell. tubuh manusia berada dalam lautan medan magnet yg di hasilkan, bumi, bulan, bintang, matahari dan alam semesta. setiap sel tubuh manusia adalah dinamo magnet kecil. tubuh manusia berfungsi sebagai penghantar atau konduktor gelombang elektro magnetik. magnet yg ada di dalam tubuh manusia ini di sebut magnet hayati atau magnet biologi. daya magnet ini dapat menjadi sebuah daya tarik atau daya tolak yg mampu mempengaruhi orang lain. daya ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan di antaranya : ilmu pengasihan, hipnotisme, telepati, tenaga dalam, ilmu kebal dll. ilmu magnetis adalah merupakan dasar dari ilmu hipnotis dan ilmu lainnya. menurut para ahli ilmu gaib, sesungguhnya jiwa itu apabila ia membulatkan tekad dan perhatian dengan penuh perasaan kepada seseorang maka ia dapat melampaui sesuatu perasaan yg lain yang tak dapat di tangkap oleh panca indra kecuali oleh perasaan itu sendiri, inilah cara kerja ilmu magnetis dan telepati.

Pada manusia getaran arus kemagnetan itu memancar melalui urat-urat asabat ( saraf ) yg bertebaran di permukaan kulit yg dikontrol oleh saraf pusat di otak. dimana didalam arus itu memuat pikiran-pikiran dan kehendak yang bisa mempengaruhi orang lain, jalan pikiran ini tidak langsung menuju ke otak tetapi melalui asabat dulu setelah dari tubuh maka arus itu menuju ke otak dan dari otak di intruksikan kembali ke seluruh tubuh berupa perbuatan atau kesadaran jiwa oleh objek itu sendiri dan pada akhirnya keadaan itu bukan lagi datang dari seorang ahli magnetis tetapi merupakan hasil dari pikirannya sendiri. kedalam arus asabat itu disertai dengan perasaan, disitu ia terbentur ke bidang kerja telepati, dengan gabungan telepati ini ia dapat mempengaruhi langsung ke alam bawah sadarnya, untuk hasil yang lebih baik disertai dengan sentuhan tangan ke tubuh orang tersebut.

Magnetisme adalah ilmu yang menggunakan kekuatan prana, rasa, dan sifat sebagai daya kuasa dan penyembuhan. seseorang yg memiliki kekuatan gaib maghnetis mempunyai cara bernapas yg halus, panjang dan teratur. tenaga asli magnetis adalah aliran gaib yg sanggup menaklukkan magnet orang lain berupa daya tarik dan karismat,  sehingga disukai semua orang terutama lawan jenis, sedangkan daya tolak magnetis berupa aura magnetis yang berguna untuk perlindungan semacam tenaga dalam. orang yg daya magnetisnya lemah akan mudah tertarik oleh sumber2 magnet yg lebih kuat daya magnetis bisa kita himpun dengan pernapasan dan bersikap baik terhadap alam dan mahluk hidup lain serta peduli terhadap mereka.

Elemental Magic

Elemental Magic

Empat Elemen of Magic

Dalam hal magis ada empat elemen utama yang membentuk alam ini. Bumi, Air, Api, dan udara, mereka ini adalah unsur-unsur alam. Masing-masing memiliki energi dan semangat tersendiri. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Langkah pertama dalam perjalanan rohani kita untuk memperdalam dunia magi dan metafisika adalah mengenal elemen-elemen ini. Mengenal mereka lebih dekat sebagai individu, air yang selalu kita minum, api yaitu terdapat di cahaya matahari yang menerangi bumi, angin yang selalu membawa oksigen untuk kita, bumi tempat kita berpijak. dan kita merasakannya, merasakan mereka, mendengar mereka, dan melihat mereka sehari-hari, yang kalau ditelaah secara cermat unsur- unsur ini sangat penting bagi kehidupan dialam ini. Kenali mereka untuk siapa mereka, dan belajar karakter mereka dengan baik. Bila kita menghormati mereka seperti Anda menghormati nenek atau kakek, menghormati mereka seperti Anda menghormati seorang kyai, pendeta atau presiden, maka mereka akan menghormati dan membantu kita. mereka adalah kehidupan dan ruh dari alam. Mereka akan datang untuk mengenal kita, ketika kita datang untuk mengenal mereka, dan segera akan menjadi sahabat yang kuat bagi kita.

Di dalam Bab Basmalah diriwayatkan bahwa setelah Qolam menulis Huruf BA, Sin dan Mim dari lafadz Basmalah, Kemudian Qolam menulis Lafadz Jaljalah ALLOHU. dari Huruf Alif keluar Cahaya merah sehingga dari cahaya tsb terciptalah Api, Kemudian dari Huruf Lam pertama keluar Cahaya Hitam yaitu Tanah, Dari huruf Lam kedua keluar cahaya Kuning yaitu Angin dan dari Huruf Ha keluar Cahaya Putih yaitu Air, Masing- masing Elemen mempunyai Khodam, Huruf, Wifiq , Azimah serta Qosamnya,

Para sesepuh jaman dulu ditanah jawa mengenal elemen ini dalam bentuk keilmuan seperti braja geni, banyu braja. bayu braja dan braja karang atau didalam pewayangan dikenal dengan ilmu batara karang, batara geni, batara banyu dan batara bayu, gabungan dari kelima unsur itu disebut pancasona. di dunia islam kita mengenal ilmu saefi geni, saefi angin, saefi banyu, dan saefi bumi. ilmu-ilmu tersebut menggunakan kekuatan dari spirit elemental.

Unsur  Saefi Geni

Api nama lainnya asch (ibrani), agni, geni, seneu, tejas, ahmar,  dll.
– arahnya selatan, warnanya merah, planetnya matahari.
-sahabat nabi yg mempunyai sifat api yaitu sifat haebah/disegani adalah sayyidina umar al-faruq ra.
– dalam rukun islam unsur api ada pada puasa.
-unsur api dalam shalat ada pada posisi berdiri.
– jiwa (nafs) yg berunsur api adalah nafsu amarah.
sifat baiknya : semangat, bergairah, -sifat buruknya: emosional, angkuh, sombong dan keras kepala.

orang yang ingin menguasai unsur api (ilmu saefi geni) maka ia harus bisa mengendalikan sikap buruk dari unsur api tsb.

Selamat datang di dunia ajaib yang telah ada selama ini.

Elemen klasik dalam Hinduisme

Keberadaan lima elemen juga dapat ditemukan di India, mendahului penggunaannya di Yunani. mahabhuta Pancha, atau “lima elemen besar”, dari Hindu adalah kshiti atau Bhumi ( bumi ), ap atau jala ( air ), tejas atau agni ( api ), Marut atau pavan ( udara atau angin ), Vyom, atau Shunya atau akash ( eter atau batal ). Hindu percaya bahwa semua ciptaan, termasuk tubuh manusia, terdiri dari lima unsur penting dan bahwa setelah kematian, tubuh manusia larut ke dalam unsur-unsur lima alam, sehingga menyeimbangkan siklus alam.

Empat Unsur Elemen dalam agama yunani

Elemen Bumi, Air, Api, dan Udara pada awalnya dikenal di barat lewat kebudayaan Yunani.  Dalam filsafat, ilmu pengetahuan, dan pengobatan kuno di Yunani, keempat elemen ini mewakili realitas yang ada di alam semesta. Filsuf Empedocles (492-432 SM) menyebutnya sebagai 4 ‘akar‘ atau 4 ‘dasar‘.
Hippocrates (460~377 SM), Bapak Kedokteran, juga menggunakan konsep keempat elemen ini untuk pengobatan, yaitu teori bahwa penyakit timbul akibat ketidakseimbangan 4 cairan dalam tubuh (Humorism).
Plato (427-347 SM) dianggap filsuf Yunani pertama yang menggunakan kata ‘element’ atau ‘elemen’. Kata Yunani kuno untuk ‘element’ (stoicheion) berarti ‘huruf’ (atau alfabet), yaitu unit dasar untuk membentuk kata-kata.

Filsuf Aristoteles (384-322 SM), murid dari Plato, guru dari Alexander yang Agung, menjelaskan tentang 4 elemen klasik ini dalam bukunya “Physics” :

Elemen Udara : arti pertama adalah basah, arti kedua adalah panas
Elemen Api     : arti pertama adalah panas, arti kedua adalah kering
Elemen Air     : arti pertama adalah dingin, arti kedua adalah basah
Elemen Bumi : arti pertama adalah kering, arti kedua adalah dingin

Selanjutnya filsuf Archimedes (287-212 SM) menambahkan elemen kelima, yaitu Ether. Kata ‘ether’ berasal dari kata ‘aether‘ yang diartikan sebagai esensi. Ether juga diartikan sebagai ‘kekosongan‘, ‘kehampaan‘ atau ‘ide’.

Dalam Kitab Konfusian disebutkan adanya lima unsur dasar alam yaitu eter, api, udara, air dan bumi, yang masing-masing mempunyai derajat kehalusan dan masing-masing mempunyai keselarasannya sendiri. Bangsa Cina memperkenalkan pula konsep maskulin Yang yang berkualitas cahaya, panas, dan kering seperti dilambangkan oleh Matahari, dan konsep femini Yin yang membawa kualitas bayang-bayang, sejuk, dan lembab seperti Bulan. Belitan kedua gaya ini membangkitkan keteraturan, rasa, dan segala sesuatu yang ada.

Dalam tradisi Wicca, ada keyakinan dalam lima elemen klasik, walaupun tidak seperti di Yunani kuno, mereka dianggap sebagai simbol yang bertentangan dengan literal, yaitu, mereka adalah representasi dari tahapan materi. Kelima elemen dipanggil selama ritual magis banyak, terutama ketika menyucikan lingkaran sihir. Kelima unsur Udara, Api, Air dan Bumi, ditambah eter (atau Roh), yang menyatukan empat lainnya. Secara tradisional dalam Craft Gardnerian, setiap elemen dikaitkan dengan titik kardinal kompas; Air dengan timur, Api dengan selatan, Air dengan barat, utara dan Bumi dengan Roh dengan pusat.

Menurut Robert Cochrane dari Tubal Kain Clan Bumi terkait dengan selatan, Api dengan timur, barat dan Air dengan utara,  dan masing-masing yang dikendalikan oleh seorang dewa yang berbeda yang dilihat sebagai anak-anak dewa-dewi yang bertanduk. Kelima unsur dilambangkan oleh lima poin pentagram, simbol yang paling mencolok yang digunakan Wicca.

Uraian tentang 4 unsur

Bumi

Bumi, merupakan alam yang subur, stabil, lembab, landasan dan gravitasi. Ritual yang terkait dengan unsur bumi adalah, kemakmuran, uang, kekayaan, pekerjaan, kesuburan, pertumbuhan, dan landasan. Beberapa tumbuhan yang terkait dengan unsur ini adalah, nilam, lumut, kacang, vetivert, akar, pakis, Evergreens, tempat yang Terkait dengan unsur ini yaitu, kebun, lembah, gua, hutan, taman, dapur, ruang bawah tanah, lubang, lembah, dan tambang. Batu yang berhubungan dengan bumi adalah, batu hijau seperti zamrud dan peridot, atau batu berat seperti batubara atau batu beban. Ada juga hewan yang berbagi dengan energi bumi mereka, adalah kuda, cacing tanah, semut, berang-berang, sapi, anjing, dan hewan menggali seperti tahi lalat dan tikus tanah. Logam yang terkait dengan unsur ini adalah, sebagian besar logam besi, karena dari Bumi, semua logam berhubungan ke elemen. Bumi memiliki energi reseptif, mengumpulkan dan menyimpan energi sebanyak mungkin, seperti baterai. Hal-hal lain yang berhubungan dengan unsur ini adalah, warna hijau dan coklat, arahnya utara, inderanya peraba, dan ‘simbol alamnya batu, gandum, garam, tanah dan biji-bijian. Tanda-tanda astrologi yang berkaitan dengan bumi adalah: Taurus, Virgo, dan Capricorn. Ritual atau pekerjaan yang terkait dengan Bumi adalah, mengubur, gambar di pasir atau tanah, dan penanaman, jenis sihir magnet, gambar, simpul, mengikat, batu, dan berkebun.

Bumi

Getaran bumi adalah feminin atau yin. Api dapat berfungsi sebagai kekuatan mengaktifkan, namun bumi menyediakan substansi yang memberikan formulir untuk keinginan Anda. Stabil, reseptif, berbuah, pasif, memelihara, tenang, lambat bergerak, inner-diarahkan, dan abadi, bumi energi digambarkan terbaik dengan Ibu Pertiwi sendiri. Dalam alkimia, segitiga yang mengarah ke bawah dengan garis horizontal melalui itu melambangkan unsur tanah.

Warna hijau, pertanian, pohon oak, batu, terapi pijat, roti, kasmir, leather furniture, dan obligasi pemerintah semua sesuai dengan elemen bumi – Anda bisa melihat mengapa? Penyihir memanfaatkan energi bumi ketika mereka ingin mendorong pertumbuhan dan / atau kelimpahan, untuk membuat mimpi menjadi kenyataan, atau untuk menghasilkan hasil yang tahan lama. Jika tujuan Anda adalah untuk menarik kekayaan atau melindungi rumah Anda, Anda akan ingin memasukkan elemen bumi menjadi mantra Anda.

Earth magic sering melibatkan menggambar pada kesuburan Ibu Pertiwi. Beberapa mantra kemakmuran, misalnya, merekomendasikan menanam benih untuk mewakili tujuan Anda. Seperti yang Anda air dan merawat benih, Anda simbolis memelihara impian Anda. Sebagai tanaman tumbuh dan tumbuh subur, niat Anda akan berbuah.

Bumi
oleh Skye Alexander

Anda dapat dengan mudah memahami sifat dasar dari unsur tanah dengan melihat tanah di bawah kaki Anda. Energi bumi stabil, padat, praktis, subur, abadi, sabar, dan aman, digambarkan terbaik dengan Ibu Pertiwi sendiri. Anda menyiratkan karakteristik ini ketika Anda menggambarkan seseorang sebagai “turun ke bumi” atau Earth menyediakan substansi yang memberikan formulir untuk niat Anda “bersahaja.”. Hal ini terkait dengan tubuh fisik dan panca indera.

Mitos dari Sumeria kuno dan Guatemala menggambarkan manusia sebagai yang dibentuk dari tanah. Menurut Yunani kuno, langit dilahirkan ke dalam keberadaan dari rahim Gaia, ibu yang mengawasi semua kelimpahan bumi. Beberapa cerita asli Amerika berbicara tentang jiwa menunggu kelahiran kembali di dalam rahim bumi (bawah tanah). Dalam tradisi Slavia tanah begitu sakral bahwa seseorang ditempatkan satu tangan di tanah ketika membuat janji.

astrologi, Taurus, Virgo, dan Capricorn membuat tanda-tanda bumi. Orang yang lahir di bawah tanda ini biasanya praktis, dapat diandalkan, stabil, tekun, sensual, dan tertarik pada keuangan dan / atau hal-hal materi. Ketika Anda menjadi lebih akrab dengan elemen bumi dan mengembangkan pengetahuan, yang mendalam intuitif dari energi yang terkait dengan itu, Anda hanya akan merasakan secara alami hal yang beresonansi dengan getaran nya. Berikut adalah beberapa hal yang penyihir mengasosiasikan dengan elemen bumi:

* Utara
* Hijau
* Angka-angka empat dan delapan
* jet, pirus, perunggu, aventurine, batu giok
* pine Mint, sage, thyme, adas, lavender, valerian, anyelir, holly, oak, pinus
* Kapas, rami, kulit
* Timah, memimpin

Udara

Unsur berikutnya adalah udara. Mengudara, bergerak, segar, suspensi, bersuara, terbang, dan kecerdasan. Ritual untuk udara meliputi instruksi, kebebasan, barang yang hilang supaya kembali, perjalanan, studi dan pengetahuan. herbal yang terkait dengan unsur ini adalah bunga, dill, daun, sapu, jintan, kayu putih, majoram, pala, peppermint, dan thyme. Tempat yang terkait dengan unsur ini adalah, dataran, sekolah, menara, bandara, kantor, perpustakaan, puncak gunung, dan kantor psikiater. Beberapa hal lain yang berhubungan dengan udara adalah, batu seperti mika dan batu apung, binatang seperti burung, serangga bersayap, laba-laba, dan tembaga logam dan timah. Kuning adalah warna yang paling disamakan dengan udara, dan ‘arahnya timur. Elemen ini berhubungan dengan indera penciuman dan pendengaran dan ‘tanda-tanda astrologi adalah Gemini, Libra, dan Aquarius. Bentuk ritual termasuk menangguhkan, mengipasi, melempar, berpikir positif, dan visualisasi, simbol alam asap dupa, bunga, dan bulu dan berhubungan dengan jenis berikut sihir, konsentrasi, sihir angin, dan ramalan, waktu Sok ‘hari adalah fajar.

Udara

Energi udara adalah maskulin atau Yang. Simbol alkimia adalah segitiga atas-menunjuk dengan garis horizontal melalui itu. Biasanya elemen ini dikaitkan dengan ide-ide, alam komunikasi, mental dan bahasa, ketidakstabilan, fleksibilitas, gerakan cepat, dan interaksi sosial. Jika Anda ingin mendapatkan rasa yang baik dari unsur udara, pikirkan angin. Angin tidak pernah diam dan dengan cepat dapat berubah dari angin nyaman untuk badai kencang. Angin juga membawa serbuk sari untuk memupuk tanaman, seperti ide-ide bergerak di antara orang-orang untuk memperkaya budaya.

Udara
oleh Skye Alexander

Amati angin dan Anda akan memahami sifat dasar dari unsur udara. Energi Angin adalah berubah, ringan, fleksibel, halus, substansial, dan otak. Anda menyiratkan karakteristik ini ketika Anda menggambarkan seseorang sebagai “bertingkah” atau “ketololan.”

Angin atau udara adalah elemen yang paling sulit dipahami dari unsur-unsur karena tidak terlihat, tidak berwujud, dan tidak konsisten: seperti angin, bisa lembut atau keras, lembab atau kering. Pernah diam, dengan cepat dapat berubah dari angin nyaman untuk badai kencang. Angin juga membawa serbuk sari untuk membuahi bunga dan tanaman, seperti ide-ide bergerak di antara orang-orang untuk memperkaya budaya.

Athame mewakili unsur udara. Dalam tarot, gugatan pedang berkaitan dengan unsur udara. Kartu dalam setelan ini menggambarkan situasi yang melibatkan ide-ide atau komunikasi. Dalam astrologi, Gemini, Libra, dan Aquarius adalah tanda air. Orang yang lahir di bawah tanda ini cenderung berorientasi mental, banyak bicara, mudah bergaul, berubah, dan tertarik dalam dunia ide.

Salah satu legenda yang paling dikenal luas melibatkan unsur udara bercerita tentang seorang pria yang dikirim untuk menangkap angin – kisah yang telah menjadi metafora untuk tugas yang mustahil. Lain “udara” Motif adalah kesucian ucapan, untuk udara dihubungkan dengan komunikasi. Dalam versi Alkitab tentang penciptaan, napas Tuhan menciptakan kehidupan – Firman itu subur.

Ketika Anda menjadi lebih akrab dengan unsur udara dan mengembangkan pengetahuan, yang mendalam intuitif dari energi yang terkait dengan itu, Anda akan secara alami memahami yang hal beresonansi dengan getaran ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang penyihir mengasosiasikan dengan unsur udara:

* Timur
* Kuning
* Angka-angka lima dan sebelas
* Garnet, zircon, aquamarine, jelas kuarsa, opal
* Ginseng, allspice, cengkeh, honeysuckle, azalea, lily dari lembah, apel, murbei
* Sutra, kain kasa, bulu
* Tembaga, platinum

Api

‘Sifatnya merusak, memurnikan, energik, pembersihan, kuat dan seksual. Ritual biasanya terdiri dari jenis kelamin, keberanian, energi, wewenang, perlindungan, dan kekuatan. Tumbuh-tumbuhan yang berhubungan dengan unsure ini adalah Fire, duri, cabe, kaktus, kopi, akasia, teluk, anyelir, kayu manis, cengkeh, ketumbar, bawang putih, daun holly, lavender, marigold, bawang merah, merica, rosemary, bunga matahari, tembakau, vanili, dan walnut. Tempat yang baik untuk melakukan sihir Fire, sumber air panas, padang pasir, ruang loker, kamar tidur, gunung berapi, oven, dan bidang atletik. Hal-hal lain yang terkait dengan unsur ini adalah, batu jasper, kuarsa, dan lava, kuningan logam dan emas, warna merah dan emas, dan selatan arahnya. Hewan yang digunakan dalam sihir Fire kadal, lebah, kalajengking, hiu, dan ular. ‘arah api adalah selatan dan perusahaan bentuk ritual yang membara, pemanasan, dan pembakaran. Its ‘tanda-tanda astrologi yang Aires, Leo, dan Sagitarius dan’ simbol alam lava, benda dipanaskan, dan api. Akhirnya ia memiliki waktu siang hari, dan ‘jenis yang paling kuat dari sihir badai, waktu, bintang, dan lilin.

Api

Api adalah maskulin atau Yang. Energi aktif, tegas, merangsang, panas, kering, luar-berorientasi, energi, individual, dan mengarahkan diri sendiri. Metafisika juga menghubungkan unsur api dengan Roh dan akan, untuk kekuatan kreatif hal yang menjiwai. Dalam alkimia, segitiga atas-menunjuk berfungsi sebagai simbol untuk unsur api. Untuk memahami sifat dari unsur api, menganggap matahari. Inti dari tata surya, kehangatan matahari, cahaya, dan vitalitas sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Warna merah, olahraga, pertempuran fisik, aktivitas yang kuat, makanan pedas, musik rock, kaktus, dan Corvette semua mendapat bagian dalam unsur api. Dapatkah Anda memastikan common denominator yang mendasari semua hal-hal yang tampaknya berbeda?

Penyihir memanfaatkan elemen api ketika mereka ingin memulai proyek-proyek baru, memecah situasi stagnan, atau menambah semangat untuk usaha apapun. Jika Anda tidak memiliki inisiatif, sihir api dapat membantu Anda memulai. Jika Anda melakukan mantra untuk memulai usaha bisnis atau merangsang gairah dalam hubungan bersemangat, Anda akan ingin menyertakan dosis besar dan kuat dari unsur api. Api ajaib membawa energi dari unsur api ke mantra Anda. Sihir lilin mungkin merupakan bentuk paling populer dari sihir api. Proses pengisian kristal di bawah sinar matahari adalah contoh lain mantra api sederhana.

Unsur Api

Menurut wikipedia Api adalah zat panas yang ditimbulkan dari benda yang terbakar, berasal dari proses oksidasi sehingga berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat terlihat oleh mata manusia) dan suhu panas yang juga dapat menimbulkan asap. Dengan kata lain api adalah hasil akhir dari reaksi kimiawi pembakaran yang berunsurkan bahan bakar,oksigen dan panas.

Api (warnanya-dipengaruhi oleh intensitas cahayanya) biasanya digunakan untuk menentukan apakah suatu bahan bakar termasuk dalam tingkatan kombusi sehingga dapat digunakan untuk keperluan manusia (misal digunakan sebagai bahan bakar api unggun, perapian atau kompor gas) atau tingkat pembakar yang keras yang bersifat sangat penghancur, membakar dengan tak terkendali sehingga merugikan manusia (misal, pembakaran pada gedung, hutan, dan sebagainya.)

Seperti pada pengertian api diatas bahwa api terdiri dari beberapa unsur yaitu bahan bakar(fuel), oksigen (oxygen) dan panas (heat), ini biasanya digambarkan dalam bentuk segitiga api (triangle of fire). Panas adalah suatu bentuk energy atau daya yang dapat dihasilkan dari reaksi kimia, kerja mekanik, Dekomposisi bahan organik oleh jasad renik dan radiasi matahari. Sumber-sumber panas juga terdapat pada bunga api listrik, api terbuka, gesekan, benturan, busur api las, listrik statis, factor alam dan lain-lain. Energi panas tidak dapat diukur secara langsung. Suhunya hanya mengukur derajat panas suatu benda, bukan jumlah panas didalam benda tersebut. Pemadamannya dapat dilakukan dengan memindahkan panas atau meniadakan sumber panas yang biasa disebut pendinginan. Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah. Setiap benda memiliki energi dalam yang berhubungan dengan gerak acak dari atom-atom atau molekul penyusunnya.

Api
oleh Skye Alexander

Sifat-sifat dasar dari unsur api yang jelas di bawah sinar matahari atau api perapian. Energi Api yang menyegarkan, aktif, merangsang, mudah menguap, dan panas. Anda menyiratkan karakteristik ini ketika Anda menggambarkan seseorang sebagai memiliki “berapi-api” alam. Api juga menyiratkan rasa kebersamaan dan koneksi: suku awal berkumpul di sekitar api untuk memasak, bercerita, dan merayakan kehidupan. Meskipun cahaya api dan kehangatan mencerahkan kehidupan – memang, panas matahari dan cahaya yang penting bagi kehidupan di bumi – api dapat dengan cepat mengamuk di luar kendali dan pergeseran dari kreatif untuk kekuatan destruktif. Terkait dengan inspirasi, unsur api juga berhubungan dengan kehendak, dalam hal ini menjiwai energi.

Tongkat mewakili unsur api, dan baju tongkat di tarot berkaitan dengan elemen api. Kartu dalam setelan ini menggambarkan kegiatan kreatif dan / atau spiritual, serta situasi yang melibatkan gairah atau inspirasi. Dalam astrologi, Aries, Leo, dan Sagitarius adalah tanda-tanda unsur api. Orang yang lahir di bawah tanda ini cenderung tegas, impulsif, self-directed, penting, mandiri, petualang, dan percaya diri.

The Nostradamus mistikus besar beralih ke unsur api secara teratur untuk visinya. Saat ia menjelaskan dalam salah satu tulisannya, “Rahasia yang terungkap oleh roh halus api.” Pyromancy (meramal dengan api) terus menjadi sarana favorit ramalan antara penyihir dan Wicca.

Ketika Anda menjadi lebih akrab dengan unsur api dan mengembangkan pengetahuan, yang mendalam intuitif dari energi yang terkait dengan itu, Anda hanya akan merasakan secara alami hal yang beresonansi dengan getaran ini. Berikut adalah beberapa hal yang penyihir mengasosiasikan dengan elemen api:

* Selatan
* Merah
* Angka-angka satu dan tiga
* Topaz, amber, ruby, berlian, bloodstone, tiger-eye
* Cayenne, almond, cendana, kunyit, bunga matahari, marigold, abu, maple
* Wol, brokat, Lame
* Emas, besi

Air

Air adalah elemen akhir kita akan mengeksplorasi, dengan ‘memurnikan nya, menenangkan, mencintai, mengalir dan penyembuhan alam. Ritual yang berkaitan dengan elemen ini adalah cinta, psikis, tidur, mimpi, pernikahan, persahabatan, pemurnian, dan perdamaian. Tumbuh-tumbuhan yang paling erat terkait dengan Air adalah air bunga lili, rumput laut, selada, mawar, apel, chamomile, catnip, mentimun, gardenia, geranium, jeruk manis, poppy, valerian, vanili, ungu dan willow. Tempat yang akan melakukan sihir Air yaitu, mata air, danau, sungai, kolam, laut, sumur, air mancur dan sungai. Hal-hal lain yang berhubungan dengan sihir air adalah batu aquamarine, amethyst, dan turmalin biru, perak logam, merkuri, dan tembaga, dan warna biru. Its ‘energi reseptif, perusahaan, barat arahnya, dan’ rasa adalah rasa. Bentuk ritual termasuk dowsing, mencuci, mandi, dan dilusi, dan ‘tanda-tanda astrologi adalah Cancer, Scorpio, dan Pisces. Akhirnya perusahaan simbol alam secangkir air dan kerang, dan ‘jenis terkait sihir es, laut, salju, dan kabut cermin, dan waktu’ nya hari adalah senja.

Air

Getaran air adalah feminin atau yin. Alkemis menggunakan segitiga yang mengarah ke bawah untuk melambangkan elemen ini. Reseptif, pasif, dingin, tenang, inner-directed, beradaptasi, cairan, intuitif, dibeda-bedakan, dan kreatif, elemen air biasanya dikaitkan dengan emosi. Untuk memahami karakteristik dari elemen ini, amati berbagai bentuk alami. Gelombang laut, hujan yang memelihara tanaman, dan sungai yang mengikis tanah dan batu dari waktu ke waktu bahkan semua menggambarkan berbagai aspek air.

Esensi air hadir dalam warna biru, perahu layar, minuman beralkohol, puisi, lukisan, mimpi, dan parfum – Anda bisa melihat mengapa? Mantera yang dirancang untuk mendorong perasaan romantis antara dua orang, untuk menginspirasi imajinasi, atau untuk meredakan situasi antagonis bisa mendapatkan keuntungan dari percikan elemen air. Mantra air sering melibatkan cairan dari beberapa jenis, seperti air, anggur, atau jus buah. Tuangkan cairan yang Anda pilih ke dalam piala khusus atau piala. Fokus pada tujuan Anda, mental memproyeksikan niat Anda ke dalam cairan. Kemudian minum minuman untuk membuat keinginan Anda menjadi kenyataan. Jika mantra Anda melibatkan hubungan dengan orang lain, mengundang dia untuk berbagi minuman ajaib dengan Anda.

Air
oleh Skye Alexander

Pikirkan gelombang laut pergeseran dan hujan yang memelihara tanaman untuk memahami kualitas dari unsur air. Energi air adalah reseptif, sejuk, tenang, inner-directed, cairan, intuitif, dibeda-bedakan, dan kreatif. Penyihir menghubungkan elemen air dengan emosi. Legenda di dunia berlimpah dengan dewa air yang melindungi pelaut, serta makhluk mitologi, seperti sirene, yang memikat pelaut untuk kematian mereka. Penghormatan untuk air dapat ditemukan di banyak kebiasaan dan takhayul, dari menjatuhkan koin ke sumur suci (untuk meminta roh air untuk memberikan keinginan) untuk mead mengalir ke laut (sebagai korban) sebelum perjalanan.

Dalam kotak peralatan penyihir, piala melambangkan unsur air. Dalam tarot, gugatan cangkir berkaitan dengan air, kartu dalam setelan ini menggambarkan kondisi emosional dan hubungan. Dalam astrologi, Cancer, Scorpio, Pisces dan membentuk tanda-tanda air. Orang yang lahir di bawah tanda ini cenderung murung, intuitif, imajinatif, sensitif, pribadi, dan mudah dipengaruhi. Ketika Anda menjadi lebih akrab dengan elemen air dan mengembangkan pengetahuan, yang mendalam intuitif dari energi yang terkait dengan itu, Anda akan mendapatkan perasaan yang hal beresonansi dengan getaran berair. Berikut adalah beberapa hal yang penyihir mengasosiasikan dengan unsur air:

* Barat
* Blue Biru
* Nomor dua
* Moonstone, mutiara, karang, naik kuarsa, amethyst
* Jasmine, air lily, iris, anggrek, raspberry, lotus, ylang-ylang, willow
* Sutra, rayon
* Perak

Hubungan shalat lima waktu dengan unsur elemen

Unsur Elemen Dalam shalat :

Ihram (Berdiri) = Hakikat unsur Api atau hakikat Malaikat Izrail.
KAKI (sifat Qahar Allah).

Munajah (Ruku’) = Hakikat Angin atau hakikat Malaikat Mikail.
PUSER (sifat Jamal Allah).

Mi’raj (Sujud) = Hakikat Air atau hakikat Malaikat Jibril.
DADA (sifat Jalal Allah).

Malaikat Jibril dalam sujud = Jibril menemani rasul pada waktu Isra’ dan Mi’raj dari Masjidil Haram (hati) ke Masjidil Aqsa (Arasy/otak) terus ke Sidratul Muntaha, tetapi Jibril tidak sampai ke rab-rab buana (sidratul muntaha/lapisan langit ke 7).

Tabdil (Duduk) = Hakikat Tanah atau hakikat Malaikat Israfil.
KEPALA (sifat Kamal Allah).

ketika kita sedang melakukan shalat secara tidak langsung energi kita menyerap energi kelima unsur dasar elemen alam semesta. untuk orang yang tahu tentang ilmu ini silahkan berbagi ilmu disini.

Linkin Park

7 HARI LATIHAN MEMBUKA POTENSI DIRI

7 HARI LATIHAN MEMBUKA POTENSI DIRI

Hari pertama ; latihan melihat warna

Warna-warna menjadi penting untuk dipelajari maknanya menurut frekwensi masing-masing warna. Karena setiap warna memiliki kadar-kadar tertentu. Seperti contoh kadar warna biru. Peringkat kadar warna biru itu memiliki peringkat frekwensi berbeda mulai dari biru gelap sampai dengan pada biru keputih-putihan. Anda akan segera kami ajak mempelajari penjelasan-penjelasan tentang frekwensi warna agar mudah dapat memahami.
Terlebih dulu siapkan pinsil berwarna, crayon, atau cat air. Sebaiknya pinsil berwarna yang lengkap warnanya, dan sebuah buku atau lembaran kertas untuk digunakan sebagai catatan harian. Kelak pada setiap latihan cantumkan selalu tanggal dan jam Anda melakukan latihan. Dan berapa lama Anda melakukannya. Tulislah semua kesan-kesan yang muncul dan Anda rasa penting sebagai informasi dalam memperkaya khasanah pengetahuan kewaskitaan yang menjadi unik bagi pribadi Anda.

Pilihlah suatu sudut rumah dan waktu yang tepat serta menjamin ketenangan Anda selama Anda melakukan latihan ini. Sekarang duduklah dengan nyaman. Kemudian pejamkan mata Anda. Buatlah tubuh dan pikiran senyaman dan setenang mungkin. Pusatkan kini pikiran Anda pada pernafasan. Tariklah napas pelahan-lahan dan dalam-dalam melalui hidung. Lalu tahanlah napas Anda menurut kemampuan, sepanjang menjamin kenyamanan Anda . Harap diingat, jangan sampai timbul perasaan sesak nafas yang membuat Anda tersengal-sengal. Apalagi sampai mengganggu kenyamanan. Kemudian buanglah nafas pelahan-lahan melalui hidung sampai perut dan paru-paru kosong. Perhatikan, tidak dibenarkan mengeluarkan nafas dari mulut karena kelak kemudian hari akan mengganggu Cakra Ajna dan titik beku pada pangkal hidung. Ulangi prosesi ini sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Atau menurut kenyamanan Anda. Anda dapat melakukan lebih dari yang dipersyaratkan. Hal itu tidak menjadi soal.Bagi mereka yang belum memahami perlu dijelaskan, saat itu sesungguhnya keadaan kesadaran Anda dalam kondisi Beta. Dengan memperpanjang waktu cara bernafas yang santai itu, Anda sedang dipandu untuk mengkondisikan alam bawah sadar pada keadaan Alpha.

Perhatikan pandangan Anda pada Cakra Ajna yang terdapat pada kedua alis, dan lihatlah seolah-olah terdapat sebuah layar lebar di pikiran Anda. Saat itu kewaskitaan Anda mulai menyibak. Anda akan melihat aneka warna yang mengapung berseliweran. Sudah barang tentu pada awalnya Anda cuma melihat pemandangan hitam legam. Sabar saja. Lanjutkan. Pada akhirnya warna itu akan datang dengan sendirinya. Santai. Perhatikanlah layar itu terus. Suatu bentuk warna akan menjelma.Akhirilah pengalaman hari itu. Dan catatlah penglihatan Anda tentang warna sebagai pengalaman Anda hari itu. Sekarang kita mulai meneliti penyebabnya.
Mengapa warna itu yang muncul?
Bukan tak mungkin Anda mendapatkan diri Anda melihat aneka macam warna.Bagaimana hubungannya dengan cakra-cakra Anda? Apakah Anda mengaktifkan cakra-cakra yang menghasilkan hubungan penglihatan pada warna-warna tersebut? Atau adakah bagian tubuh Anda yang sedang memerlukan pengobatan? Dan berhubungan dengan warna tersebut? Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan munculnya warna tersebut pada hari itu?

Apabila Anda mengenal warna dalam spektrum sebagaimana dalam penglihatan kasat mata, hal ini menunjukkan bahwa anda sedang bergerak di dalam frekwensi-frekwensi tertinggi. Gambarkan semampu Anda akan warna yang Anda lihat saat itu. Karena Anda akan melihatnya kembali. Anda juga dapat menguraikan suatu penjelasan tentang warna yang Anda telah lihat itu dengan mencoretkan suatu garis. Ciptakanlah dalam bentuk-bentuk geometris atau menurut apa saja yang mengalir di pikiran Anda. Tak usah mencoba untuk menilai coret-coretan Anda.. Nanti Anda akan kembali pada hal tersebut. Bila saat latihan itu muncul 2 warna dalam penglihatan saat itu, kerjakan tehnik tersebut di atas dengan cara yang sama. Yang perlu diingat Anda hanya melihat 2 warna saja pada hari pertama latihan. Tidak lebih.

Hari ke-2 latihan visualisasi

caranya : gambarlah beberapa simbol dalam ketas putih , seperti simbol segitiga , bujur sangkar, bulat, bulan sabit dll. setelah selesai perhatikan gambar tesebut dengan seksama lalu pejamkan mata dan gambarkan kembali gambaran tersebut di benak anda , ulangi latihan ini beberapakali di selangi dengan istirahat.

Hari ke-3 ; Membentuk lambang “ya” dan “tidak”.

Hari ini kita akan membentuk simbol “ya” dan “tidak” untuk digunakan sebagai kunci dasar menjawab hal-hal yang meragukan. Pejamkanlah mata Anda. Bernafaslah dalam-dalam. Anda dapat juga melihat warna bila menghendakinya.
Niatkan: “Saya memerlukan sebuah kesan yang menjadi lambang kata “tidak”.
Nantikanlah beberapa saat hingga munculnya sebuah kesan yang membuat seluruh perhatian Anda terpusatkan pada kesan tertentu yang muncul. Bila anda memerlukan bernapas dalam-dalam, lakukanlah kembali, Anda akan memperoleh sebuah simbol misalnya, huruf “T”. Sekarang mintalah sebuah simbol sebagai tanda untuk kata “ya”. Maka sekali lagi Anda akan dipertemukan dengan sebuah simbol. Bersabarlah. Bila Anda tidak memperoleh sesuatu pertanda, lakukanlah sekali lagi kelak.

Di antara lambang-lambang konyol, saya pernah mendapatkan suatu jawaban, “mendapatkan” hadiah buku yang saya butuhkan – bila sesuatu “dapat” terjadi. Sebuah pintu terkunci – bila sesuatu tidak akan terjadi. Melihat teratai sedang mekar – menunjukkan suatu peristiwa akan terjadi. Mengapa saya memperoleh tanda-tanda tersebut? mungkin itu yang paling baik bagi saya. Sesungguhnya saya mengharapkan lambang berupa huruf-huruf “T” dan “Y”, tetapi ternyata tidak begitu yang terjadi. Masih ada beberapa contoh lain dan sebagai perlambang yang konyol-konyol sdan aneh guna menggambarkan kedua kata sederhana tersebut, tetapi hal tersebut ternyata buat saya pribadi selalu memberikan jawaban tepat.

Hari ke-4. Memohon sebuah pesan.

Bersiap-siaplah sebagaimana biasa. Santai. Bernapas pelahan-lahan dan dalam-dalam selama beberapa kali sampai Anda merasa benar-benar santai. Mungkin Anda tidak perlu perlama-lama lagi bernapas dalam-dalam guna mencapai kondisi Alpha. Bila demikian, pejamkan mata dan tenangkan pikiran.Lihatlah layar di depan mata ketiga di antara dua alis. Sekarang Anda akan memproyeksikan pikiran tersebut. Memikirkan salah satu pemandu gaib atau mengundang Kesadaran Tinggi yang merupakan kumpulan kesadaran.
Katakanlah:”Tolong, berilah saya suatu pesan untuk hari ini.” Mata ketiga Anda mulai menyingkap terbuka
Suatu warna atau macam-macam warna akan muncul sekali gus. Teruskan mengamati layar pikir Anda. Mungkin Anda akan melihat satu atau beberapa pesan. Berilah tenggang waktu. Dan tetaplah mengawasi kemunculan bentuk  suatu pesan atau mungkin juga serangkaian bentuk-bentuk pesan. Untuk hari ini, jangan memaksakan diri mencari penjelasannya. Anda hanya menonton saja dulu, tak ubah serperti menonton suatu petunjukan film tanpa perlu menilainya dan mencari arti penampakan pesan-pesan tersebut.

Jangan juga bertanya apa-apa. Setelah dapat melihat pesan tersebutm berhenti saja dan mencatatnya. Bila Anda tak dapat menentukan pesan-pesan tersebut untuk pertama kali, biarkan saja begitu dalam catatan Anda. Akan tiba saatnya bahwa arti yang sebenarnya akan muncul. Mungkin pesan-pesan tersebut sangat pribadi bagi Anda. Atau mungkin juga berhubungan dengan masalah-masalah yang universal.

Hari ke-5 Menemukan kunci Anda,

Kali ini siapkan suatu tempat sunyi
Siapkan catatan harian Anda dan alat perekam suara
Hari ini Anda memerlukan hari istimewa. Duduklah atau berbaring dengan
perasaan nyaman. Santai dan bernafaslah dalam-dalam.bila dirasa perlu,
Tetaplah berpikir.
Pejamkan mata. Lihatlah layar dalam pikiran Anda..Ikutilah keheningan dari
irama pikiran sampai Anda masuk ke dalam suatu ruang penampakan. Rekamlah segala sesuatu yang muncul dalam ruang penampakan yang sangat mungkin menampilkan perwujudan mahluk-mahluk dari alam gaib. Mungkin mahluk-mahluk gaib tersebut ingin berbicara pada Anda sebelum Anda melanjutkan pada sesi pelajaran-pelajaran berikut.

Saat kesan-kesan pengalaman tersebut mencapai akhir, saatnya Anda
melanjutkan langkah berikutnya. Hari ini Anda perlu menanyakan tentang suatu kesan penglihatan yang menurut Anda pikir atau Anda rasakan nerupakan pemicu terjadinya penglihatan tersebut.
Harap Anda ingat, apa yang sedang Anda baca pada sesi pelajaran hari ini,
sesungguhnya Anda tengah mengaktifkan DNA Anda. Dan Anda siap menerima suatu Kebijaksanaan masa silam yang pada waktunya kelak akan menjadi milik Anda pribadi.. Yakni bila memang dikehendaki Anda akan memperoleh Ruang Rekaman Akasha,

Pada saat hari ini Anda melihat layar penampakan, Anda akan mengaktifkan
kunci-kunci Anda untuk mengunci sebuah warisan kenangan pengalaman yang sudah turun-temurun. Kini secara mental tanyakanlah kunci-kunci Anda. Santai dan lihatlah apa-apa yang bermunculan di layar ingatan Anda. Mungkin saja Anda mendengar suara-suara, mungkin juga munculnya nada-nada tertentu.
Jangan buka mata Anda. Hingga kesan-kesan itu berhenti dengan sendirinya.
Rekamlah pesan-pesannya dalam rekaman suara.pada saat kesan-kesan itu muncul kepermukaan layar penampakan.Kelak Anda harus mencatatnya kembali dalam catatan harian

Hari ke-6. Bertanya 2 soal spiritual yang bersifat Univesal dan Pribadi.

Persiapkan segala sesuatu sebagaimana biasa.
Duduk atau berbaringlah dengan perasaan nyaman.
Santai dan bernafaslah dalam-dalam dan pelahan-lahan bila memang anda merasa perlu.Tetaplah berpikir. Pejamkan mata. Pusatkan perhatian pada layar pikir Anda. Mungkin kesan-kesan yang muncul mulai segera mengalir dan semakin jelas. Ikuti saja perkembangan arusnya untuk memperoleh penampakan selanjutnya. Rekam semua yang Anda lihat sebagai mahluk-mahluk alam gaib yang mungkin ingin berbicara pada Anda, sebelum Anda melanjutkan pelajaran hari ini.
Begitu kesan-kesan berakhir terhenti, Anda pun harus telah siap. Kita akan
menanyakan 2 pertanyaan spiritual hari ini. Satu yang berhubungan dengan
universal, satunya lagi hal yang pribadi, dan tunggulah dengan sabar dan
diam. Bila minggu lalu Anda belum memperoleh jawaban “ya” dan “tidak” atau lupa, sebaiknya pertama-tama yang Anda harus lakukanadalah menanyakan hal tersebut.

Hari ke-7. Lanjutan Kewaskitaan dan Persiapan Petualangan ke alam jagad raya

Apa yang akan terjadi dalam penglihatan salam pelajaran hari ini,
sesungguhnya telah Anda masuki tanpa Anda sadari pada pelajaran-pelajaran
sebelumnya. Kini kita lanjutkan. Ikutilah pengembaraan ingatan Anda..
Pusatkan segenap perhatian pada kesan-kesan yang Anda terima iru dalam
rekaman suara untuk selanjutnya Anda tetap menuliskannya dalam catatan
harian.
Ikuti saja petualangan tersebut masuk ke sistem Bima Sakti atau mungkin juga
pengembaraan lain dengan menjelajahi galaksi-galaksi lain.
Nikmatilah penampakan tersebut.
Anda mungkin melihat banyak bentuk perwujudan, atau hanya suatu kesan
tertentu seperti misalnya bulan, Mars dst.
Pusatjanlan suatu kesan seluruh alam jagad raya yang tak terbatas, dan
lihatlah bentuknya, warnanya, baunya, mungkin ada bunyi, mungkin juga ada
rasa, ada yang tercium. Anda sekarang sudah memulai berkelana jauh. …..

Pertanyaan 1, pertanyaan yang bersifat alam jagad raya: “Apakah yang hendak kau perlihatkan padaku tentang alam jagad raya ini?” Santai dan tunggulah penjelasan-penjelasan yang akan menerangkan hal-hal tersebut. Rekamlah.

Pertanyaan kedua: “Apakah saya menggenggam suatu frekwensi tertentu planet bumi ini?” Pertanyaan ini membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”.Hal ini mungkin diikuti suatu frekwensi warna, pola=pola dasar suatu bentuk tertentu atau apa saja yang diharapkan oleh mahluk-mahluk gaib yang ingin bersamamu saat itu. Ini akan menjadi pemicu Anda. Berbagai kesan akan muncul memperlihatkan wujudnya bagi setiap pertanyaan.

Linkin Park

clairvoyance, chakra, ilmu yoga kundalini

Clairvoyance, chakra dan yoga kundalini

Penulis : kisawung

Cakra itu tempat perlintasan mahluk gaib, dia adalah berhubungan dengan saudara batin kita manusia. Beberapa cakra yg berkaitan dengan kemampuan clairvoyant ialah :
– cakra jantung
– cakra ajna
– cakra dahi
– cakra mahkota

Terdapat dua pusat energi/cakra yg bertugas untuk kemampuan menerawang;
Cakra Dahi, untuk frekwensi tinggi dari badan energi eterik dan yg lebih tinggi seperti pada gelombang FM
Cakra Ajna, untuk vibrasi rendah; physical extra vision, energi kotor, energi rendah,dan yg lebih rendah seperti pada gelombang AM
Cakra Ajna dan Cakra Dahi ibarat di ibaratkan dua camera monitor, layar monitornya ialah cakra yg terdapat di belakang kepala (sekitar kelenjar pineal) Sedangkan Cakra Jantung bertanggungjawab untuk membuat otak lebih peka merasakan. Gelombang eterik yg biasanya suka menghambat penglihatan tembus pandang, adalah juga untuk menghambat mahluk2 eterik / mahluk halus tidak terlalu masuk dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Meditasi ialah suatu aktifitas keseharian yg dapat membuat gelombang eterik menjadi tipis sehingga membuat kita mampu merasakan adanya sesuatu yg aneh, Dan kondisi inilah merupakan peringkat pertama dari kondisi clairvoyant.

Peringkat pertama clairvoyant:
Anda bisa melihat gaib tetapi dengan penglihatan yg samar dan tdk begitu jelas.
Untuk meningkatkan kemampuan ini ialah ada baiknya utk mampu berterima kasih dan juga mampu mensyukuri kemampuan yg ada sehingga kemampuan ini akan bertambah secara otomatis. Jika kita tak mau mensyukuri dan berterima kasih dengan sikap yg tak sabaran bahkan juga keluhan complain, maka buktikanlah kemampuan tsb akan berhenti dan bahkan lenyap.

Peringkat kedua clairvoyant:
Anda bisa melihat seperti melihat dari lobang kecil (mengintip) :D, atau seperti melihat orang yg ada disamping dengan pandangan mata yg tetap kedepan.

Peringkat ketiga clairvoyant:
Anda melihat seolah ada kilatan cahaya sekejap mata. Dan ini disebut penglihatan tak stabil. Maka dengan meditasi kita mampu melihatnya dengan stabil.

Peringkat keempat clairvoyant:
Anda mampu melihat dengan kondisi seperti melihat dari lobang sebesar lobang pensil

Peringkat kelima clairvoyant:
Anda mampu melihatnya dengan sangat jelas sekali

Peringkat keenam clairvoyant:
Anda mampu menyetel penglihatan terawangan secara focus Baik dengan cara to zoom in / to zoom out

Kondisi clairvoyant:

– Cakra Ajna mengecil

– Cakra Dahi membesar

– Cakra kepala belakang membesar

– Cakra Jantung membesar

Yg perlu diperhatikan untuk melakukan clairvoyant ialah bahwa jaringan eterik tidak boleh dipaksa untuk melihat hal2 gaib. Karena jika kita memaksa maka jaringan eterik tsb akan semakin kuat memprotect. Sehingga inilah yg dikatakan justeru dengan konsentrasi menyebabkan factor kegagalan yg banyak dialami para praktisi pemula.

CHAKRA

Didalam tubuh manusia terdapat pusat simpul -simpul saraf yang di sebut chakra, kata chakra berasal dari bahasa sansekerta yang artinya Roda, yaitu roda perputaran energi yang berputar ke kiri dan ke kanan.bentuk chakra seperti corong dengan permukaan terbuka . Chakra adalah pusat-pusat energi vital dalam berbagai tingkatan pengalaman atau kesadaran . chakra adalah tempat keluar masuknya energi etherik ,chakra berfungsi sebagai penyalur energi dan penyerap energi alam.
Chakra mampu mengatur keluar masuknya energi dan pendistribusian energi tersebut kepada organ -organ tubuh di sekitar chakra yang bersangkutan . Apabila sebuah chakra tidak berfungsi dengan baik akan berdampak negatif pada organ -organ tubuh di sekitarnya .

Sepanjang Sushumna, ada tujuh pusat-pusat bathin (psychic centers) mulai dari Muladhara Chakra. Mereka tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka dipercaya berbentuk seperti bunga teratai dengan warna-warna yang berbeda, dan masing-masing mengendalikan kegiatan dari organ indriya yang berbeda.

vMuladhara Chakra (pada dasar dari tulang belakang) memiliki empat daun bunga dan mengendalikan bau dengan unsure padat. = Tempat pada tulang punggung di antara payu pastha atau dubur dan kelamin.
vSwadishthana Chakra (pada dasar kelamin) memiliki enam daun bunga dan mengendalikan rasa, dengan unsure cair, = Tempat pada tulang punggung diantara nadi pusar dengan upastha/alat kelamin.
vManipura Chakra (di seberang pusar) mempunyai sepuluh daun bunga dan mengendalikan pandangan, dengan uncur cahaya =Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan Nadi/Pusar.
vAnahata Chakra (sejajar dengan hati) mempunyai duabelas daun bunga dan mengendalikan sentuhan, dengan udara = Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan hulu hrdaya atau hulu hati/jantung.
vWisuddha Chakra (pada jakun kerongkongan) memiliki enam belas daun bunga dan mengendalikan pendengaran, dengan unsur ether = Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan tempatnya Kerongkongan.
vAjna Chakra (di antara alis) memiliki dua daun bunga dan mengendalikan pikiran. = Terdapat pada tulang punggung dan sejajar dengan letaknya bhrumadya/Kening
vSahasrara Chakra (terletak diatas titik paling atas dari kepala) mempunyai seribu daun bunga. Disini Yogi telah meperoleh Kesadaran Kosmis.= Tempatnya pada SiwaDwara/Ubun-Ubun dan sehasra cakra ini sering pula disebut Siwasthana Brahmaranda.

ilmu yoga

Yoga merupakan salah satu jalan keselamatan dalam “ HINDUISME”, yaitu cara untuk mencapai “ MOKSA ATAU KELEPASAN”. Yoga berarti : “ USAHA MENDISIPLIN DIRI UNTUK MEREALISASIKAN KEHADIRAN TUHAN DALAM DIRI”, tetapi Yoga dapat juga berarti suatu usaha mengatur kekuatan alam dan roh, dan juga dapat berarti sebagai usaha “ penyatuan diri dengan yang ilahi”.

Watson menjelaskan sebagai berikut :
Latar belakang Yoga adalah Hinduisme. Praktek Yoga, dengan bermacam-macam sikap tubuh dan latihan-latihan yang beraneka ragam, memimpin seseorang kepada pembebasan diri sendiri dan kesadaran keallahan. Tujuan Yoga adalah untuk mempersatukan manusia dengan “KESADARAN KOSMIK”, atau untuk percikan keallahan yang tiap-tiap orang memilikinya. Yoga mengajarkan “ REINKARNASI”. Ada empat bentuk Yoga :

1. Karma yoga mengajarkan persatuan rohani melalui tindakan yang benar.
2. Bhakti yoga mengajarkan persatuan dengan Yang Mulia melalui devosi kepada seorang guru
3. Juana yoga yang mengajarkan jalan kepada “ALLAH” melalui pengetahuan.
4. Raja yoga mengajarkan kesadaran akan keallahan melalui kontrol pikiran.

Yang paling terkenal di dunia Barat adalah Hatayoga, satu subdivisi dari Raja Yoga. Tahap-tahapnya yang delapan itu adalah sebagai berikut : penyucian tubuh, pembentukan sikap tubuh, pembentukan sikap tubuh untuk menghasilkan energi batin, kontrol nafas, menenangkan pikiran, konsentrasi, meditasi dan persatuan dengan “ ALLAH”.

Yoga dan Alkitab berlawanan satu sama lain. Dalam Yoga manusia berpusat pada diri sendiri, sedangkan dalam Alkitab, manusia berpusat pada Tuhan  Dalam buku pedoman Yoga , diberikan keterangan singkat , antara lain :

* Tiap organ tubuh, mempunyai hubungan dengan jiwa.
* Tiap orang memiliki tabiat tubuh dan tabiat jiwa yang berlawan satu dengan yang lain untuk menjadi unggul. Keselarasan dan kesatuan dari kedua tabiat itu dapat dicapai melalui latihan jiwa.
* Diri manusia sifatnya mahakuasa, mahatahu dan mahahadir.
* Diri manusia sifatnya mengatasi segala sesuatu dan hadir di dalam seluruh alam dunia, tanpa awal dan tanpa akhir, tanpa lahir dan tanpa mati.
* Hal-hal kebendaan berada di tingkat lebih bawah dari pada pikiran, kecerdasan dan roh.
* Yoga meliputi semua hal yang berhubungan dengan tubuh dan alam metafisik
* Yoga membayangkan satu perpaduan dari pda alam tubuh dan alam metafisik.
* Sorga dan Neraka adalah hasil pikiran manusia.

Dalam praktek Yoga juga dilakukan pengucapan “ MANTRA” (kata-kata suci) yaitu Om-Ram, dan sasaran dari latihan yoga adalah untuk membangun Kundalini ! Kundalini adalah : “ kekuatan ilahi yang sedang tidur dalam diri manusia “, yang dianggap terletak diantara kemaluan dan lubang pantat, dan berbentuk seperti ular, karena itu disebut “ Kekuatan Ular”. Gerakan-gerakan Yoga ada juga yang merupakan gerakan penyembahan matahari, seperti yang dengan jelas dapat dilihat gerak “ Surya Namaskar”. Dalam Yoga ada anggapan bahwa dalam diri manusia ada 7 letak Chakra, dan melalui latihan, kekuatan Kundalini bisa dibangunkan dan naik keatas dan bersatu dengan Syiwa di Sahasrara Chakra ( letaknya di otak), maka tercapailah Samadhi dan Kebebasan, dan kemudian Yogi ( orang yang berlatih yoga) itu akan mendapatkan kekuatan batin ( Siddhis) dimana ia bisa hidup selama disukainya!

Kebanyakan sistem Yoga terbagi atas 4 bagian :

-Bagian I : meliputi semua senam untuk membetulkan bagian tubuh, latihan bernafas, latihan konsentrasi, tepekur, meditasi. Juga termasuk apa yang disebut latihan untuk memahirkan diri sendiri. Biasanya dikatakan bahwa orang Kristen dapat ikut bagian pertama ini, dan beberapa dokter malahan menasihatkan untuk menyembuhkan pasiennya dengan cara ini.
-Bagian II : Ialah pengendalian kesadaran. Sebagai contoh, guru dari bagian II ini dapat mengontrol dan memerintah sistem urat syaraf perut. Mereka dapat dengan sederhana melalui konsentrasi, menambah dan mengurangi peredaran darah dan dari sini mereka membuat cuping telinga menjadi merah, dan pada waktu yang sama mereka memadukan warna lain di cuping telinga yang lain. Yang lain dapat meyebabkan tanda salib di telapak tangannya, walaupun tidak bersangkut paut soal agama. Yang lain dapat menusuk pisau menembus tangan dan pipinya. Lukanya tidak berdarah, tetapi tertutup sama sekali pada saat pisau dicabut keluar dan sembuh dalam bebrapa jam.
-Bagian III : Ialah pengontrolan atas kekuatan tabiatnya. Seorang yogi, melalui konsentrasi dapat melepaskan tenaga batinnya ( sebenarnya adalah kekuatan kuasa gelap di dalam dia), yang cukup kuat untuk melelehkan es, dapat memadamkan api.
-Bagian IV : Bersangkut paut dengan dunia sihir dan kuasa-kuasa di udara. Disini meliputi penggunaan dan praktek segala persoalan dengan roh-roh, pengembaraan jiwa ke mana-mana dan phenomena-phenomena kuasa gelap.

Pengertian Yoga

Yoga dari bahasa Sansekerta berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Secara harfiah, definisi yoga adalah untuk ‘bergabung dan bersatu secara percuma.’ Nah apa saja yang diusahakan yogi untuk digabungkan dan dipersatukan atau persatuan? Jawabannya terletak pada konsep tiga unsur manusia yang diyakini dalam agama India kuno. Bagi mereka, manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu pikiran, tubuh, dan jiwa. Tujuan akhir seorang siswa yang melakukan praktek yoga adalah untuk mempersatukan ketiga unsur tersebut dan mencapai persatuan dengan ‘Sang Tuhan’ atau ‘Pikiran Alam Semesta’.” [1].

Yoga adalah salah satu jalan keselamatan dalam Hinduisme, yaitu cara mencapai Moksa atau kelepasan. Yoga berarti usaha mendisiplin diri untuk merealisasikan kehadiran Tuhan dalam diri, dan juga berarti usaha mengatur kekuatan alam dari roh, dan juga sebagai usaha penyatuan diri dengan zat ilahi. “
Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun.[2]

Sedangkan pengertian Yoga menurut Ensiklopedi umum adalah sistim ajaran gaib yang diperkembangkan Hinduisme dengan maksud membebaskan orang dari dunia khayalan seperti yang difahami dengan pancaindera. Pembebasan ini sukar dan mungkin memerlukan beberapa kali umur hidup. Yogi (penganut yoga) yang percaya akan pantheisme (kepercayaan bahwa dunia dengan segala isinya adalah Tuhan) mencari persatuan dengan jiwa seluruh alam dunia. Penganut yoga yang atheis (tidak mengakui adanya Tuhan) mencari perasingan yang sempurna dari segala jiwa-jiwa lainnya dan pengetahuan diri sendiri yang sempurna. Kemudian terakhir yang dicari ialah kemuliaan penerangan sempurna. Para penganut yoga memakai disiplin jasmani untuk mencapai itu: penyucian, kebersihan, samadi, dan latihan. [3]
Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi, yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita. Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra, Hatta Yoga serta beberapa sastra lainnya.[3] Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya adalah Karma Yoga/Marga, Jnana Yoga/Marga, Bakti Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga.

Di India, dalam kitab Upanishad dijumpai ajaran mistik (kebatinan) Hindu yang mengajarkan ‘usaha penyatuan zat manusia (atman) dengan zat semesta (brahman),’ usaha mana dilakukan dengan praktek meditasi, pengetahuan mistik dan latihan pernafasan. Zat itu dinamakan Prajapati yang dalam Upanishad Svetasvatara disebut: “Aku (self) itu adalah api, matahari, angin, bulan; sama juga dengan langit berbintang, itu adalah Brahman, air, Prajapati.” (Lin Yu Tang, The Wisdom of China & India, hlm.50. A.G. Honig dalam buku ‘Ilmu Agama I,’ menyebut hubungan antara ‘zat’ itu dan ‘manusia’ berikut: “Pada hekekatnya hanya ada satu zat, yaitu yang ‘ada’. ‘Zat’ ini dapat disebut ‘Prajapati’, tetapi ia tidak dibayangkan sebagai dewa yang berpribadi, yang berdiri di luar dunia, melainkan ‘dasar segala hal’ yang tidak berpribadi. Untuk menyatakan ‘dasar segala hal’ itu, upanishad-upanishad selalu memakai istilah ‘Brahman.’
Di dalam upanishad-upanishad mulailah manusia mendapat perhatian yang besar. Di sini manusia dipandang sebagai cermin dunia. Segala daya kekuatan alam semesta itu bertemu di dalam manusia seperti sinar cahaya yang bertemu pada titik api. Agni, dewa api, Vayu, dewa angin, dan dewa-dewa lainnya berkedudukan di dalam manusia. Dengan konsekwen, maka manusia digambarkan sebagai mikro-kosmos.’ Suatu pikiran yang lebih lanjut ialah: Kalau dunia ini pada hakekatnya satu, maka manusia pun pada hakekatnya adalah satu juga.

Yang dimaksud dengan itu ialah, bahwa segala daya kekuatan di dalam manusia hanya mempunyai satu dasar kekuatan saja. … Maka perkataan yang dipakai orang untuk menunjukkan kesatuan hidup yang terdalam pada manusia ialah ‘atman,’ sebuah perkataan yang asal mulanya berarti nafas.” (hlm.85).
Sejarah Yoga
Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali (sekitar 2.500 SM), dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194 sutra. Bagian pertama disebut: Samadhipada, sedangkan bagian kedua disebut: Sadhanapada, bagian ketiga disebut: Vibhutipada, dan yang terakhir disebut: Kailvalyapada.

yoga marga

Maharsi Patanjali adalah pelopor ajaran Yoga yang merupakan bagian dari filsafat Hindu yaitu Sad Darsana. Buku beliau yang bernama Yogasutra terdiri dari empat bagian yaitu :

1. Samadhi-pada, tentang sifat, tujuan dan bentuk ajaran yoga yang menjelaskan adanya perubahan-perubahan pikiran dalam melakukan yoga.
2. Sadhana-pada, tentang tahapan-tahapan pelaksanan yoga, cara mencapai samadhi dan pahala yang akan didapat oleh mereka yang telah mencapai samadhi.
3. Wibhuti-pada, tentang hal-hal yang bersifat bathiniah, kekuatan bathin yang didapat oleh mereka yang melaksanakan yoga.
4. Kaiwalya-pada, tentang alam kelepasan dan keadaan jiwa yang telah dapat mengatasi keterikatan pada keduniawian.

Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan yoga adalah pencapaian moksa melalui kesadaran yang disebut sebagai “wiwekajnana” yaitu pengetahuan tentang apa yang salah dan apa yang benar menurut ajaran Hindu. Sebagaimana telah diuraikan dalam Jnana Marga, maka dapatlah dikatakan bahwa Jnana Marga adalah dasar fundamental bagi Yoga Marga, karena untuk mencapai kesadaran Wiwekajnana para siswa haruslah mempelajari Weda, Upanisad, Smrti, Itihasa dan Purana. Hal ini ditegaskan oleh Maharsi Patanjali bahwa kelepasan dari ikatan duniawi dapat dicapai melalui pengetahuan langsung terhadap perbedan atman/jiwa dengan hal-hal yang bersifat jasmani seperti badan, pikiran dan sifat ke-akuan kemudian mewujudkannya melalui pengendalian fungsi indria, pengendalian pikiran, dan pengendalian “aku”
Yoga dilaksanakan melalui delapan tahapan dikenal dengan nama “Astangga-yoga” yaitu : Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Prtyahara, Dharana, Dhyana, dan Samadhi.

YAMA
Adalah pengendalian diri tahap pertama yang terdiri dari lima perintah :

1. Ahimsa, artinya tidak menyakiti, tidak membunuh, tidak melakukan kekerasan, tidak melukai mahluk hidup apapun dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
2. Satya, artinya kebenaran dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
3. Asteya, artinya pantangan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya sendiri, apalagi mencuri.
4. Brahmacarya, artinya mengendalikan nafsu sex atau lebih bagus lagi tidak menikmati, memikirkan dan membicarakan sex.
5. Aparigraha artinya tidak menerima pemberian materi dari orang lain.

NIYAMA
Adalah pengendalian diri tahap kedua yang terdiri dari lima perintah :

1. Sauca, artinya suci lahir bathin menuju keadaan Sattwasudhi (kesucian pikiran), Saumanasya (hati yang selalu gembira), Ekagrata (pemusatan budhi), Atmadarsana (realisasi diri yang sejati),
2. Santosa, artinya puas dengan apa adanya yang membawa kepada rasa bahagia,
3. Tapa, artinya tahan uji terhadap godaan-godaan adharma dan keduniawian,
4. Swadhyaya, artinya rajin mempelajari ajaran-ajaran Agama serta meresapkan kedalam pikiran,
5. Iswarapranidhana, artinya bhakti yang mutlak kepada Hyang Widhi.

YOGA ASANA
Asana adalah sikap duduk pada waktu melaksanakan yoga. Buku Yogasutra tidak mengharuskan sikap duduk tertentu, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada siswa sikap duduk yang paling disenangi dan relax, asalkan dapat menguatkan konsentrasi dan pikiran dan tidak terganggu karena badan merasakan sakit akibat sikap duduk yang dipaksakan. Selain itu sikap duduk yang dipilih agar dapat berlangsung lama, serta mampu mengendalikan sistim saraf sehingga terhindar dari goncangan-goncangan pikiran. Sikap duduk yang relax antara lain : silasana (bersila) bagi laki-laki dan bajrasana (metimpuh-bhs. Bali, menduduki tumit) bagi wanita, dengan punggung yang lurus dan tangan berada diatas kedua paha, telapak tangan menghadap keatas.

PRANAYAMA.
Pranayama adalah pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lobang hidung dengan tujuan menyebarkan prana (energi) keseluruh tubuh. Pranayama terdiri dari : Puraka yaitu memasukkan nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan Recaka yaitu mengeluarkan nafas. Puraka, kumbhaka dan recaka dilaksanakan pelan-pelan bertahap masing-masing dalam tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada dalam tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun. Bagi siswa yang ingin memperdalam atau mengkhususkan diri dalam Yoga Kundalini, selanjutnya dapat membaca petunjuk-petunjuk yang diuraikan aadalam buku Sri Swami Sivanandaji Maharaj.

PRATYAHARA.
Pratyahara adalah penguasaan panca indria oleh pikiran sehingga apapun yang diterima panca indria melalui syaraf ke otak tidak mempengaruhi pikiran. Panca indria adalah : pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah dan rasa kulit. Pada umumnya indria menimbulkan nafsu kenikmatan setelah mempengaruhi pikiran. Yoga bertujuan memutuskan mata rantai olah pikiran dari rangsangan syaraf ke keinginan (nafsu), sehingga citta menjadi murni dan bebas dari goncangan-goncangan. Jadi yoga tidak bertujuan mematikan kemampuan indria. Untuk jelasnya mari kita kutip pernyatan dari Maharsi Patanjali sebagai berikut :Sva viyasa asamprayoga, cittayasa svarupa anukara, iva indriyanam pratyaharah, tatah parana vasyata indriyanam. Artinya :

Pratyahara terdiri dari pelepasan alat-alat indria dan nafsunya masing-masing, serta menyesuaikan alat-alat indria dengan bentuk citta (budi) yang murni. Makna yang lebih luas sebagai berikut : Pratyahara hendaknya dimohonkan kepada Hyang Widhi dengan konsentrasi yang penuh agar mata rantai olah pikiran ke nafsu terputus.

DHARANA.
Dharana artinya mengendalikan pikiran agar terpusat pada suatu       objek konsentrasi. Objek itu dapat berada dalam tubuh kita sendiri, misalnya “selaning lelata” (sela-sela alis) yang dalam keyakinan Sivaism disebut sebagai “Trinetra” atau mata ketiga Siwa. Dapat pula pada “tungtunging panon” atau ujung (puncak) hidung sebagai objek pandang terdekat dari mata. Para Sulinggih (Pendeta) di Bali banyak yang menggunakan ubun-ubun (sahasrara) sebagai objek karena disaat “ngili atma” di ubun-ubun dibayangkan adanya padma berdaun seribu dengan mahkotanya berupa atman yang bersinar “spatika” yaitu berkilau bagaikan mutiara. Objek lain diluar tubuh manusia misalnya bintang, bulan, matahari, dan gunung. Penggunaan bintang sebagai objek akan membantu para yogin menguatkan pendirian dan keyakinan pada ajaran Dharma, jika bulan yang digunakan membawa kearah kedamaian bathin, matahari untuk kekuatan phisik, dan gunung untuk kesejahteraan. Objek diluar badan yang lain misalnya
patung dan gambar dari Dewa-Dewi, Guru Spiritual, dll. yang bermanfaat bagi terserapnya vibrasi kesucian dari objek yang ditokohkan itu. Kemampuan melaksanakan Dharana dengan baik akan memudahkan mencapai Dhyana dan Samadhi.

DHYANA.
Dhyana adalah suatu keadaan dimana arus pikiran tertuju tanpa putus-putus pada objek yang disebutkan dalam Dharana itu, tanpa tergoyahkan oleh objek atau gangguan/godaan lain baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Gangguan/godaan yang nyata dirasakan oleh Panca Indria baik melalui pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah maupun rasa kulit. Ganguan/godan yang tidak nyata adalah dari pikiran sendiri yang menyimpang dari sasaran objek Dharana. Tujuan Dhyana adalah aliran pikiran yang terus menerus kepada Hyang Widhi melalui objek Dharana, lebih jelasnya Yogasutra Maharsi Patanjali menyatakan : “Tatra pradyaya ekatana dhyanam” Artinya : Arus buddhi (pikiran) yang tiada putus-putusnya menuju tujuan (Hyang Widhi). Kaitan antara Pranayama, Pratyahara dan Dhyana sangat kuat, dinyatakan oleh Maharsi Yajanawalkya sebagai berikut : “Pranayamair dahed dosan, dharanbhisca kilbisan, pratyaharasca sansargan, dhyanena asvan gunan : Artinya : Dengan pranayama terbuanglah kotoran
badan dan kotoran buddhi, dengan pratyahara terbuanglah kotoran ikatan (pada objek keduniawian), dan dengan dhyana dihilangkanlah segala apa (hambatan) yang berada diantara manusia dan Hyang Widhi…

SAMADHI.
Samadhi adalah tingkatan tertinggi dari Astangga-yoga, yang dibagi dalam dua keadaan yaitu : 1) Samprajnatta-samadhi atau Sabija-samadhi, adalah keadaan dimana yogin masih mempunyai kesadaran, dan 2) Asamprajnata-samadhi atau Nirbija-samadhi, adalah keadaan dimana yogin sudah tidak sadar akan diri dan lingkungannya, karena bathinnya penuh diresapi oleh kebahagiaan tiada tara, diresapi oleh cinta kasih Hyang Widhi. Baik dalam keadaan Sabija-samadhi maupun Nirbija-samadhi, seorang yogin merasa sangat berbahagia, sangat puas, tidak cemas, tidak merasa memiliki apapun, tidak mempunyai keinginan, pikiran yang tidak tercela, bebas dari “catur kalpana” (yaitu : TAHU, DIKETAHUI, MENGETAHUI, PENGETAHUAN), tidak lalai, tidak ada ke-”aku”-an, tenang, tentram dan damai. Samadhi adalah pintu gerbang menuju Moksa, karena unsur-unsur Moksa sudah dirasakan oleh seorang yogin. Samadhi yang dapat dipertahankan terus-menerus keberadaannya, akan sangat memudahkan pencapaian Moksa.  Katha
Upanisad II.3.1. : Yada pancavatisthante, jnanani manasa saha, buddhis ca na vicestati, tam ahuh paramam gatim,  Artinya : Bilamana Panca Indria dan pikiran berhenti dari kegiatannya dan buddhi sendiri kokoh dalam kesucian, inilah keadaan manusia yang tertinggi……………….

Jenis-jenis Yoga

Secara garis besar Yoga ada 4 jenis, yaitu :
Karma Yoga, Bakti Yoga, Jnana Yoga, dan Raja Yoga.
Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, Kriya Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Raja Yoga.

Karma Yoga, yoga yang dilakukan melalui kehidupan tanpa pamrih. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi persoalan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma, maka harus diterima dan dihadapi. Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasip, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktip dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan.

Bila anda praktisi Karma Yoga, maka persoalan apapun yang terjadi harus anda terima, tidak melarikan diri. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun persoalan dan membuat persoalan baru. Persoalan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau – tidak mau, suka-terpaksa, semua harus dihadapi. Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bakti Yoga, yoga yang dilakukan dengan berbakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bakti Yoga (Bakta) bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua mahluk ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan-NYA merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta. Cinta seorang Bakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin – yang kaya, yang indah – yang buruk, yang pintar – yang bodoh, yang beriman – yang kafir. Semuanya dicintai, bahkan binatang, tumbuhan, dan batu-batuan pun tidak luput dari kecintaan seorang praktisi Bakti.

Jnana Yoga, yoga yang dilakukan dengan jalan pengetahuan. Praktisi yoga ini adalah para intelektual, dengan cara mengkikis kebodohan manusia. Dengan terkikisnya kebodohan, maka manusia semakin pandai. Semakin pandai manusia, terhapuslah kemiskinan, ketidak-adilan, dan kesewenangan. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya. Itulah tugas para praktisi Jnana Yoga.

Raja Yoga, yoga yang dilakukan dengan cara mempraktekkan secara langsung tata cara pengedalian pikiran dan kesadaran indra-indra manusia. Raja Yoga memuat berbagai disiplin fisik dan pikiran, semua dilakukan dalam rangka menuju kepenyatuan seorang hamba dengan Tuhan. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan, Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Bagi praktisi yoga, yang penting adalah pelaksanaannya.

Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah. Sebagaimana praktek Sholat, tidak pernah memisahkan antara “bacaan” (doa-doa) dengan “gerakan-gerakannya”, semuanya sakral. Seorang praktisi Yoga yang sempurna, juga melakukan praktek Bakti, Karma, dan Jnana. Sebagaimana seorang yang taat beragama, tidak hanya melakukan ritual peribadatan pada Tuhan saja, tapi juga melakukan semua aturan moralitas dan hukum yang telah digariskan.

Yoga Sutra yang disusun oleh Maharshi Patanjali ini adalah teks klasik terbesar dan terutama dalam aliran filsafat Yoga India. Ia dinyana telah ditulis 2500 tahun lalu; jadi kurang lebih sejaman dengan Buddha Gotama.  Bahkan ada yang berpendapat bahwa teks ini telah disusun tak kurang dari abad ke-2 SM. Di dalamnya, sutra-sutra tentang Yoga atau penyatuan universal benar-benar pendek dan akurat; menegaskan secara lengkap, rinci dan akurat bagian-bagian yang esensial. Mengingat kepadatan dan kepekatan kandungan makna spiritual-filosofisnya, Yoga Sutra dianjurkan untuk dijelaskan dan di-interpretasikan oleh seorang Guru Yoga melalui komentar-komentar. Praktek Yoga dipandang sebagai pelengkap dari dan dalam satu kesatuan pandang dengan filsafat Sankhya. Tujuan-pokoknya adalah merealisasikan kebebasan Jiva dari kungkungan Maya.
Ketidak-cukupan informasi tentang Yoga telah mengundang tak sedikit persepsi keliru di kalangan awam tentangnya. Yoga seringkali dikacaukan dengan Tapa, atau bahkan dengan sesuatu yang berbau klenik yang mendekati takhyul, atau memandangnya hanya dari sudut-pandang kegaiban-kegaiban dan kanuragan saja, telah menggugah penulis untuk menghadirkan buku ini di tengah-tengah kita semua.

Untuk ini, ada baiknya diketengahkan paparan Sri Swami Sivananda—pendiri The Divine Life Society—tentang Yoga.
“Yoga bukanlah mengurung diri di dalam gua-gua, bukan pula berkelana di hutan-hutan lebat sekitar pegunungan Himalaya. Ia juga bukan hanya memakan jenis makanan yang berupa sayur-mayur dari pegunungan. Brahman bukanlah pengecut yang lari dari hiruk-pikuknya komunitas dan pemukiman manusia. Praktekkan sajalah Yoga di rumah Anda sendiri. Manakala hasrat untuk mempraktekkannya muncul, ini berarti bahwa kebebasan telah berada dalam jangkauan Anda, oleh karenanya manfaatkanlah peluang ini sebaik-baiknya…..Menjalani kehidupan sebagai seorang Yogi, tidaklah mesti menelantarkan siapapun juga atau mengabaikan kewajiban-kewajiban melekat Anda. Ia bermakna merubah sikap hidup dari kebiasaan mengerjakan sesuatu yang sia-sia, menuju jalur yang secara pasti mengantarkan langsung kepada Tuhan. Ia dibarengi dengan perubahan prilaku dalam menjalani kehidupan serta metode-metodenya guna membebaskan diri Anda dari berbagai belenggu dan kemelekatan. Kebenaran dan pengabaian keakuan, sebenarnya merupakan masalah sikap-batin”.

Sesuai sistematika dari teks aslinya, Kidung Kelepasan Patanjali inipun disajikan dalam 4 bagian (pãda), masing-masing adalah:
• Samãdhi Pãda.
• Sãdhana Pãda.
• Vibhuti Pãda.
• Kaivalya Pãda.

Samãdhi Pãda —Hakekat Penyatuan Agung.

Pãda yang tersusun dalam 51 sutra ini memaparkan tentang landasan spiritual-filosofis Yoga, hakekat dari penyatuan dan hakekat ketuhanan dalam Yoga. Dalam bagian ini akan banyak kita temukan paparan yang menyangkut intisari keimanan Hindu, yang juga berhampiran dengan Buddha, serta penerangan yang amat bersesuaian dengan Upanishad-upanishad dan Veda Sruti. Dari bagian ini pula, bila kita cermati, kesinambungan antara Sanhkya Darsana dan Vedanta terjembatani dengan Shastrãgama-shastrãgama lain. Pãda ini merupakan pembuka yang berisikan pembekalan dalam tahap persiapan, sebagai landasan pijak dan kerangka dasar seorang sadhaka, seorang penekun di jalan spiritual.
Samãdhi Pãda terutama menjelaskan beberapa jenis Samãdhi sesuai dengan tersisa atau tidaknya objek di dalam Samãdhi, yang dicapai bersama dengan terhentinya pusaran-pusaran pikiran. Kaivalya, yang merupakan isu sentral dari Yoga Sutra ini, hanya dicapai melalui Nirvikalpa atau Nirbija Samãdhi. Walaupun demikian, jenis pencapaian lain tetap merupakan pencapaian tinggi yang merupakan penghampiran pra yang tertinggi. Pembekalan mendasar, seperti ketidak-melekatan (vairagya) dan pembiasaan laku-spiritual (abhyasa) juga diberikan, sebelum seorang sadhaka benar-benar terjun dalam praktek kehidupan spiritual secara intens.

Sãdhana Pãda — Paparan Praktis Praktek Spiritual.

Pãda yang tersusun dari 55 sutra ini memberikan paparan praktis bagi seorang sadhaka. Disini mulai diperkenalkan Yama, Niyama, Pranayama dan Pratyahara, serta persiapan untuk memasuki tiga-serangkai Samyama —Dharana-Dhyana-Samadhi. Samyama baru dipaparkan secara panjang lebar pada Vibhuti Pãda. Metode pembebasan psikologis dan spiritual yang terdiri dari delapan tahapan ini, juga dikenal dengan Ashtanga Yoga.

Disini juga diingatkan akan bahaya dari siddhi bagi seorang sadhaka sejati. Secara keseluruhan prinsip-prinsip praktis dari Yoga dapat ditemukan disini dalam paparan yang lugas. Sebagai paparan praktis, di dalam mengikuti Sãdhana Pãda ini kita juga acapkali seakan-akan sedikit ‘dipaksa’ untuk mengerti tentang sistem Yoga praktis tertentu, terutama Hatha Yoga dan Laya Yoga atau Kundalini Yoga.

Vibhuti Pãda — Paparan tentang Kekuatan dan Kesempurnaan.

Disini dipaparkan tuntunan praktis yang lebih tinggi, terutama tentang tiga-serangkai Samyama, melalui mana kekuatan-kekuatan spiritual, kegaiban-kegaiban, hingga kesempurnaan Yoga bisa dicapai.

Bagi yang mempunyai naluri mistis yang kuat, bagian yang tersusun oleh 56 sutra ini, bisa merupakan bagian yang paling menarik. Disini juga disampaikan peringatan-peringatan untuk tidak melaksanaan Yoga hanya demi perolehan kekuatan-kekuatan dan kegaiban-kegaiban itu, apalagi terikat padanya. Ini dapat dengan mudah menjatuhkan sang penekun.

Kaivalya Pãda — Menggapai Kebebasan Sejati.

Di antara ke-empat Pãda, Kaivalya Pãda inilah yang tersingkat. Disini paparan terasa padat, yang utamanya difokuskan pada pencapaian Kaivalya dan tentang bagaimana seorang Yogi yang telah mencapai status itu. Disini Patanjali tak lupa menyelipkan lagi tatanan etika-moral luhur dari seorang Yogi Sempurna —yang dalam ajaran Vedanta kita kenal sebagai Jivanmukta, ia yang telah terbebaskan dari siklus Samsara dan tak terlahirkan kembali di alam manapun —di antara 34 sutra pembentuknya.

Jadi, secara keseluruhan, ke-empat Pãda benar-benar membentuk satu kesatuan integral, yang kait-mengait satu sama lain, mengalir dan berlanjut, saling memperjelas dan mempertegas. Ini juga berarti meminta praktisi mempelajari Yoga Sutra —guna memperoleh pemahaman yang baik tentang praktek Yoga itu sendiri— secara berulang-ulang, bolak-balik ke depan dan kembali ke belakang. Ia memang merupakan manual-praktis yang tersaji dalam satu kesatuan bahasan komprehensif, menyeluruh dan terpadu. Guna menunjang bahasan-bahasan, dengan segala kerendahan hati, di akhir buku ini penyusun sajikan sebuah tulisan lepas sebagai appendiks.
Dalam kesempatan yang bersahaja ini, kiranya pada tempatnyalah kita bersyukur dan bersujud dengan penuh hormat kepada Maharshi Patanjali, atas kemurahan hati beliau yang tanpa pamerih telah menyusun sistematika praktis serta melahirkan satu aliran filsafat (darsana) agung yang tiada duanya, yang dapat mengantarkan manusia menuju Kebebasan Sejati.

8 Tahapan Untuk Yoga

Berdasar pada tulisan tertua tentang yoga yang dibuat oleh seorang tokoh legenda bernama Patanjali (sekitar 2.500 SM), ada langkah atau tahap-tahap tertentu yang harus dilalui seorang manusia untuk menguasai atau mengenal yoga. Tahapan tersebut berupa 8 langkah atau tingkatan yang dikenal dengan istilah Astanga (Asthangga), Asta = 8, tanga = Tangga, atau 8 tingkatan (tangga). Tingkatan tersebut berupa :

1. Yama ; Kontrol etis, perlakuan kita terhadap faktor eksternal dalam kehidupan
2. Niyama ; Penguasaan spiritual dalam memelihara kemurnian hidup sebagai manusia ciptaan Tuhan
3. Asana ; Rangkaian gerak postur untuk melatih serta memelihara juga meningkatkan fungsi seluruh bagian tubuh
4. Pranayama ; Seni pernapasan yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan secara menyeluruh
5. Pratyahara ; Penguasaan diri yang bersifat internal. Kemampuan untuk fokus terhadap apa yang ada dalam ‘diri seorang manusia’.
6. Dharana ; Konsentrasi, apabila kita mampu memelihara fokus tadi secara lebih intens.
7. Dhyana ; Sebuah level di mana fokus tadi menjadi sesuatu yang bersifat otomatis, panjang namun tanpa beban. Pelakunya mampu membuat diri mereka fokus penuh konsentrasi namun terlihat luar biasa relaks serta nyaman.
8. Samedhi ; Saat semua pencapaian positif tersebut telah termanifestasi dalam semua aspek kehidupan sang manusia pelaku yoga.

Falsafah Yoga Menurut Agama Non Islam

Falsafah yoga hampir diterima oleh semua agama, namun Islam tidak pernah menerima falsafah yoga. Islam merupakan agama yang amat mementingkan eksklusivisme yaitu perbedaan yang mendasar dalam hal yang berkaitan dengan konsep ketuhanan. Contoh penerimaan agama lain terhadap yoga adalah sebagai berikut:
a) Yoga Hindu: Mengatakan bahwa kita bisa bersatu dengan Tuhan dengan Roh masih ada dalam tubuh, disaat seseorang itu masih hidup di dunia ini [4]. Jalan akhir keluar dari dukkha dan samsara yang terus-menerus terjadi ini hendaklah belajar cara-cara mengamalkan Yoga dengan sungguh-sungguh. [5]
b) Yoga Buddha: Hasil dari pertapaannya, Gautama Buddha mendapat Kegemilangan Rohaniah ( Enlightened ).
c) Yoga Yahudi: Yahudi juga menerima Yoga. Mereka menggunakan cara yang sama seperti latihan bernafas, membaca mantra dan melakukan pose-pose tubuh tertentu (Asana) untuk  mencapai kesadaran Ilahi ( consciousness) [6]
d) Yoga Kristian: Kepercayaan Yoga Kristian ialah “Kesatuan Roh dengan Tuhan”, berarti Yoga sesuai dengan Kristian. Yoga Kristian mengatakan bahwa kita bersatu dengan Allah selepas mati.[7]

Yoga dan Kekuatan Siddhi ( Metafisik)

Kemampuan seperti ‘clairaudience’ (mendengar suara yang tak dapat didengar oleh telinga manusia normal), ‘clairvoyance’ (kemampuan untuk melihat obyek yang atidak ada didepan indrya mata), dan ‘telepathy’ (kemampuan untuk mengirim dan menerima pikiran) adalah beberapa Siddhi (occult power) yang dikenal oleh manusia. Begitu pula kemampuan untuk mengadakan dan menghilangkan sesuatu sesuai dengan keinginan disebut juga Siddhi.
Menurut agama Hindu, Siddhi dikembangkan dalam diri manusia dengan mengangkat kekuatan Kundalini atau kekuatan ular melalui saraf tulang belakang. Kekuatan Kundalini ini berada pada ‘Muladhara’ di balik organ seksual pada dasar dari saraf tulang belakang manusia. Diyakini bahwa ketika seorang manusia berkembang secara spiritualitas, kekuatan ini bangkit secara perlahan dan bergerak melewati enam pusat (Chakra) di saraf tulang belakang (spinal cord) dan akhirnya menjadi satu pada titik paling atas dalam otak yang disebut ‘Sahasrara‘. Pada titik itu orang tersebut mengembangkan Siddhi.

ASTANGGA YOGA

Sekitar 100 SM, Tantra dibagi menjadi delapan cabang atau tahapan oleh Patanjali, selanjutnya diberi nama Astangga Yoga.
Yoga mengedepankan kontrol atas aktivitas-aktivitas tubuh, indra, dan pikiran. Ia tidak ingin membunuh tubuh, pada sisi lain, ia merekomendasikan penyempurnaannya. Pikiran yang baik, memerlukan tubuh yang baik pula. Keduanya harus dirawat dan dikendalikan agar mampu mengantarkan kita menuju cita-cita hidup tertinggi. Kemelekatan pada objek-objek duniawi membuyarkan perhatian tubuh dan pikiran. Untuk mengatasi masalah ini, Yoga memberikan delapan tahapan berjenjang untuk mendisiplinkan tubuh dan pikiran. Delapan tangga tersebut disebut Astangga Yoga, yaitu :

(1) Yama,
(2) Niyama,
(3) Asana,
(4) Pranayama,
(5) Prathyahara,
(6) Dharana,
(7) Dhyana, dan
(8) Samadhi.

Dua yang pertama, yaitu Yama dan Niyama dipandang sebagai etika Yoga yang harus dilaksanakan sebelum menginjak tahapan berikutnya.

1) Yama, artinya pantangan yang mencakup pantang menyakiti makhluk lain baik dalam pikiran, kata-kata maupun perbuatan (ahimsa), pantang berbuat salah (satya), pantang mencuri (asteya), pantang mengumbar nafsu (brahmacharya), dan pantang memiliki hak orang lain (aprigraha).
2) Niyama, artinya pembudayaan diri dan termasuk penyucian (sauca) eksternal dan internal, kedamaian (santosa), bertapa (tapa), belajar (svadhyaya) dan pemujaan kehadapan Tuhan (Isvharapranidhana).
3) Asanas secara harfiah berarti “sikap tubuh yang nyaman”. Selama dalam gerakan yang nyaman ini tubuh tetap dalam keadaan yang sangat rileks dan pernafasan yang sangat dalam yang secara alamiah menyertai sikap tubuh ini, membawa sejumlah besar oksigen diserap ke dalam aliran darah. Selama asanas energi dikumpulkan tidak dikeluarkan. Asanas memberi efek pada setiap aspek dari fisik. Menyeimbangkan sekresi kelenjar, mengendurkan dan memperbaiki sistim syaraf dan otot, merangsang sirkulasi, meregangkan tendon, melenturkan persendian, memijat organ-organ dalam dan menenangkan serta mengkonsentrasikan pikiran. (Asanas akan mengontrol kelenjar, kelenjar akan mengontrol sekresi/produksi hormon dan sekresi hormon akan mengontrol kecendrungan pikiran). Kehidupan modern membuat kita selalu berpacu dengan waktu. Tekanan pekerjaan dan peningkatan emosional akan menyebabkan depresi yang meluas bahkan mungkin beberapa penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh pikiran. Kita telah kehilangan kedamaian mental kita. Yoga adalah solusi yang jelas. Postur-postur dalam yoga akan menyeimbangkan kelenjar endokrin yang dapat menenangkan dan mengontrol emosi kita. Pernafasan yang dalam selama asanas akan menenangkan dan memberikan energi yang banyak pada pikiran.
4) Mengendalikan Energi vital (Pranayama). Hidup adalah suatu energi (prana) dalam tubuh. Energi atau kekuatan ini menjaga fungsi-fungsi tubuh dengan cara menggetarkan sel-sel, saraf, organ, dan lain-lain. Getaran ini didapatkan dari denyut prana (kekuatan hidup) yang berulang-ulang. Jika seseorang yogi mengarahkan pikirannya menuju lapisan intuisi terhalus, maka ia harus membuat tubuhnya dalam keadaan damai dengan cara mengendalikan denyut prana yakni dengan pranayama, artinya mengontrol nafas dan berkaitan dengan pengaturan-pengaturan nafas ke dalam, menahan nafas dan nafas ke luar. Ini sangat berguna bagi kesehatan dan sangat kondusif bagi konsentrasi pikiran.
5) Prathyahara, artinya mengontrol indra-indra dan terdiri atas penarikan indra-indra dari objek-objeknya. Indra-indra kita mempunyai kecendrungan yang besar bergerak ke luar untuk memenuhi keinginannya. Indra-indra tersebut harus selalu dicek dan diarahkan agar bergerak ke dalam, revolusi ke dalam. Ini merupakan proses introversi diri.
6) Dharana, artinya memusatkan pikiran pada satu objek meditasi seperti ujung hidung atau tengah-tengah jidat atau bayangan suatu deva, dan sebagainya. Pikiran harus ditegakkan, kuat dan terfokus, seperti nyala lilin. Ia tenang, tegak, tak tergoyahkan oleh fluktuasi-fluktuasinya.
7) Dhyana, artinya meditasi dan terdiri atas aliran yang tak terganggu pikiran di sekitar objek meditasi (prtyayaika-tanaka). Ini adalah kontemplasi teguh tanpa adanya istirahat.
8) Samadhi, artinya konsentrasi. Ini merupakan tahapan terakhir di dalam sistem yoga. Di sini pikiran benar-benar diserap di dalam objek meditasi. Di dalam dhyana tindakan meditasi dan objek meditasi tinggal terpisah. Tetapi di sini mereka menjadi satu. Ini merupakan alat bantu tertinggi untuk merealisasikan penghilangan modifikasi-modifikasi mental yang merupakan tujuannya.

CATUR MARGA YOGA

Catur marga adalah empat buah jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan moksartamjagathita. Keempat ini sama utamanya.
Yang disebut Catur Marga Yoga itu adalah :
1. Bhakti Marga Yoga
2. Karma Marga Yoga
3. Jnana Marga Yoga
4. Raja Marga Yoga.

Setiap orang bebas memilih salah satu dari keempat jalan ini, sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing, tidaklah mesti orang harus berpegangan pada satu marga saja, bahkan keempatnya itu hendaknya digerakkan secara harmonis seperti halnya seekor burung.
Kalau diumpamakan bahwa sayap kiri dari burung adalah Jnana Marga, maka sayap kanannya adalah Bhakti Marga. Seekor burung akan bisa melayang dengan baik kalau sayap kiri dan akannya seimbang.
Burung tidak akan bisa mencapai tujuanya yang dikehendaki walaupun memiliki daya dorong yang kuat.
Kemudian sayap ekor yang berfungsi sebagai kemudi mengarahkan sebaik-baiknya supaya jangan terbangnya menyimpang dari tujuan.

Ø Bhakti Marga Yoga, mengutamakan penyerahan diri dan mencurahkan rasa;
Ø Karma Marga Yoga, mengutamakan kerja tanpa pamerih untuk kepentingan diri sendiri, dengan mengutamakan pengabdian sebagai motivator dari geraknya;
Ø Jnana Marga Yoga, mengutamakan akal yang membangkitkan kesadaran;
Ø Raja Marga Yoga mengajarkan pengendalian diri dan konsetrasi.

Manusia yang akalnya hebat tetapi tanpa rasa adalah sama dengan Komputer atau Mesin, sebaliknya orang yang rasa (emosinya) tinggi tanpa diimbangi dengan akal, akan menjadi “kedewan-dewan”, bhakti dan jnana sangat perlu hebat tetapi harus seimbang.
Akal yang hebat dan rasa yang kuat akan sangat berguna kalau dapat diarahkan ke suatu tujuan yang baik, sebab itu diperlukan konsentrasi supaya jangan menyimpang dari arah (Raja Marga Yoga).
Kalau akal dan rasa sudah seimbang arah sudah terpusat maka orang akan bisa mencapai prestasi yang sangat tinggi. Prestasi yang tinggi kalau digunakan untuk kepentingan diri sendiri akan membahayakan, oleh sebab itu perlu kehebatan yang dimiliki oleh manusia itu diabdikan untuk kepentingan orang banyak (Karma Marga).
Demikianlah akal dan rasa dipadukan secara seimbang, tekad yang kuat dan terkendalikan serta terarah ditujukan untuk pengabdian.
Jadi fokus Yoga dalam Hindu Dharma adalah pada Sang Atman (Jivatma).

KEKUATAN KUNDALINI

Menurut Kitab-kitab Tantra, ada kekuatan hebat yang sangat rahasia di dalam tubuh manusia yang disebut kekuatan Kundalini atau kekuatan ular. Ia berbaring seperti seekor ular dalam gulungan atau bentuk yang tidak aktif pada dasar dari tulang belakang di Muladhara Chakra. (Tiga dari saraf yang paling penting dari tubuh manusia, Sushumna, Ida dan Pinggala, juga berawal dari titik yang sama). Menurut Tantra, karena kekuatan yang hebat ini tetap tidur (dormant) selama kehidupan seseorang, kebanyakan orang tidak menyadari keberadaannya. Dipercayai bahwa ketika seorang manusia mengembangkan spiritualitas dengan meditasi atau latihan Pranayama, kekuatan ini bangkit ke atas perlahan-lahan melalui saraf Sushumna. Bergeraknya ke atas secara perlahan dari kekuatan Kundalini ini dikenal sebagai kebangkitan dari Kundalini.

Kekuatan ini begerak ke atas secara perlahan-lahan dan mantap dan tidak melesat ke atas dalam satu garis lurus. Ketika melewati setiap pusat batin (psychic center), orang itu akan memiliki kendali penuh atas organ-organ indriyanya. Misalnya, bila ia mencapai Manipura Chakra di seberang pusar, orang itu akan mempunyai kendali penuh atas atas pandangan. Tidak ada Samadhi (persatuan dengan Tuhan) yang dapat dilakukan tanpa kebangkitan kekuatan ini. Dikatakan bahwa kekuatan Kundalini melewati keenam Chakra dan akhirnya bersatu dengan Sahasrara di atas (tiara, crown) dari kepala. Ketika ini terjadi orang tersebut telah mencapai kesadaran kosmis, bentuk tertinggi dari pengejawantahan (Tuhan).

misteri yoga dan kundalini sakti.

Setiap orang mempunyai tenaga spiritual rahasia yang berbeda dan berpusat di ujung tulang ekor. Tenaga ini di dalam ajaran-ajaran spiritual kuno India dinamakan kundalini. Bagi orang kebanyakan, tenaga kundalini itu berada dalam keadaan tidur. Namun bagi yang mengerti, kundalini itu merupakan kekuatan sumber atau kekuatan dasar dari segala kekuatan di dalam badan. Baik yang bersifat kasar ataupun halus, dan mereka akan berusaha untuk membangkitkan Kundalininya.

Kundalini memulai kebangkitannya dari pusatnya di Cakra Muladhara, melewati Cakra Swadhisthana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visuddha, Cakra Ajna, dan akhirnya mencapai Cakra Sahasrara, yaitu Cakra ke tujuh dan Cakra pusat terakhir dengan seribu pusat. Antara cakra ke tujuh dan cakra ke enam terdapat sebuah titik pusat yang dinamakan Bindu Visarga. Pusat ini yang memegang peranan sangat penting dalam kebangkitan kundalini.

Berbagai agama dan kepercayaan memiliki cara masing-masing yang berbeda untuk membangkitkan kundalini, dengan sistem dan tujuan yang berbeda pula. Beberapa diantaranya yang masih terpukau oleh kekuatan-kekuatan bawah, berusaha membangkitkan kundalini dengan tujuan mendapatkan kekuatan-kekuatan gaib, tenaga dalam  dan lain-lain. Namun tidak semua yang berusaha membangkitkan kundalini mempunyai tujuan untuk membebaskan dirinya dari khayalan dan kepalsuan. Malah sebaliknya berusaha memusatkan praktek-praktek pembangkitan kundalininya untuk tujuan merealisasikan Sang Diri Sejati. Mereka yang telah berhasil membangkitkan kundalininya akan mampu menjadi tuan dari keinginan-keinginannya.

Kata Cakra menunjukkan arti perputaran roda. Masing-masing cakra merupakan pusat-pusat roda pemutaran dari berbagai tenaga-tenaga yang berlainan di pusat-pusat yang berbeda pula di dalam tubuh manusia. Lancar tidaknya, atau berhasil tidaknya pemutara dan pembangkitan ditentukan oleh sejauh mana yang bersangkutan berhasil menyucikan pusat-pusat kekuatan tersebut. Tentu, serta saluran-saluran nadinya, khususnya tiga buah nadi, yaitu Ida, Pinggala dan Susumna nadi.

Spiral adalah kekutan daya hidup alami dan pertumbuhan. Spiral ini terus tumbuh dan tidak persis sama ditemui pada setiap orang. Spiral ini merupakan bentuk dari ‘curve’ dimana satu dan yang lain ukurannya berbeda tetapi bentuknya sama. Spiral bekerja dengan dua cara dan keluar masuk menuju sumbernya. Spiral ini dapat menentukan dan mengeliminasi hal-hal yang telah terjadi, secara tidak langsung dapat mencapai bagian yang lebih besar dan hal yang baru.

Misteri Yoga dan Kundalini Sakti (2)

Menurut Kitab-kitab Tantra, ada kekuatan hebat yang sangat rahasia di dalam tubuh manusia yang disebut kekuatan Kundalini atau kekuatan ular. Ia berbaring seperti seekor ular dalam gulungan atau bentuk yang tidak aktif pada dasar dari tulang belakang di Muladhara Chakra. (Tiga dari saraf yang paling penting dari tubuh manusia, Sushumna, Ida dan Pinggala, juga berawal dari titik yang sama). Menurut Tantra, karena kekuatan yang hebat ini tetap tidur (dormant) selama kehidupan seseorang, kebanyakan orang tidak menyadari keberadaannya. Dipercayai bahwa ketika seorang manusia mengembangkan spiritualitas dengan meditasi atau latihan Pranayama, kekuatan ini bangkit ke atas perlahan-lahan melalui saraf Sushumna. Bergeraknya ke atas secara perlahan dari kekuatan Kundalini ini dikenal sebagai kebangkitan dari Kundalini.

Kekuatan ini begerak ke atas secara perlahan-lahan dan mantap dan tidak melesat ke atas dalam satu garis lurus. Ketika melewati setiap pusat batin (psychic center), orang itu akan memiliki kendali penuh atas organ-organ indriyanya. Misalnya, bila ia mencapai Manipura Chakra di seberang pusar, orang itu akan mempunyai kendali penuh atas atas pandangan. Tidak ada Samadhi (persatuan dengan Tuhan) yang dapat dilakukan tanpa kebangkitan kekuatan ini. Dikatakan bahwa kekuatan Kundalini melewati keenam Chakra dan akhirnya bersatu dengan Sahasrara di atas (tiara, crown) dari kepala. Ketika ini terjadi orang tersebut telah mencapai kesadaran kosmis, bentuk tertinggi dari pengejawantahan (Tuhan).

hasil dari YOGA:
Tahap Pertama
Pada pranayama tahap pertama, badan yogi mulai berkeringat.
Bila demikian ia harus mengusapnya dengan baik-baik, kalau tidak badannya kehilangan dhatu (humor)nya.

Tahap Kedua dan Ketiga
-Pada tahap kedua terasa gemetar pada badan dan pada tahap ketiga, meloncat, kira-kira seperti seekor kodok dan bila pelaksanaannya menjadi semakin tinggi, akan mahir berjalan diudara.
-Bila yogi dapat terangkat diudara dan lepas dari tanah, walaupun tetap dalam keadaan padmasana, maka ketahuilah bahwa ia telah mendapatkan vayu-siddhi (berhasil mengatasi udara), yang menghancurkan kegelapan dunia ini.
-Tetapi selama (ia belum mendapatkannya), patuhilah segala aturan-aturan dan pemabtasan yang fitentukan diatas.
Dari kesempurnaan pranayama ikutilah pengurangan tidur, buang air dan kencing.
-Yogi yang memahami secara benar akan bebas dari penyakit dan kesedihan atau duka cita; ia tak pernah memperoleh keringat (busuk), air ludah dan cacing-cacing usus.
-Bila pada badan pada pelaku tak terdapat penambahan lender, angin ataupun empedu; maka kemungkinan ia dapat bebas dalam ketakteraturan istirahat dan makanannya.
-Kemudian tak ada hal merugikan yang akan menyertai, walaupun yogi makan banyak atau makan terlalu sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali. Berkat kekuatan dari pelaksanaan yang konstan, yogi mendapatkan bhucari-siddhi, ia bergerak seperti kodok yang melompat diatas tanah, bila kaget dengan tepukan tangan.
-Sesungguhnya, banyak halangan-halangan yang keras dan sangat tak mungkin untuk diatasi didalam yoga, namun sang yogi harus melanjutkan pelaksanaannya disegala bahaya, walaupun nyawanya telah mencapai kerongkongan.
-Kemudian biarkanlah si pelaku dengan duduk pada tempat terpencil dan mengekang nafsunya, dengan pengulangan yang tak terdengar, mengucapkan pranava panjang Om, agar supaya menghancurkan segala halangan.
-Pelaksana yang bijaksana melalui pengaturan pernafasan secara pasti menghancurkan krma-nya, apapun yang diterimanya pada kehidupan yang sekarang, ataupun dimasa lalu.
-Yogi yang hebat dengan 16 pranayama dapat menghancurkan bermacam-macam kebajikan dan kejahatan yang tertimbun dalam kehidupan masa lalunya.
-Pranayama ini menghancurkan dosa, seperti api yang membakar habis setimbunan kapas yang membuat yogi bebas dari dosa, selanjutnya menghancurkan semua ikatan perbuatan baiknya.
-Yogi yang hebat setelah memperoleh 8 jenis tenaga fisik dan melewati lautan kebajikan dan kejahatan, melalui pranayama dapat bergerak dengan bebas melalui tri bhuvana.
-Kemudian secara berangsur-angsur ia akan membuat dirinya sendiri dapat melaksanakan selama 3 ghati (sekali dalam 1 jam, ia akan dapat menahan pernafasan selama jangka waktu tersebut). Melalui ini, yogi tak disangsikan lagi mendapatkan semua tenaga yang didambakannya.

Potensi Terpendam Hatha Yoga      

Fenomena dari spiral ini memberikan suatu pola evolusi suatu individu dan mencapai level kosmik. Pada intinya, Hatha Yoga merupakan kundalini sakti yaitu lingkaran ular berbentuk spiral yang menggambarkan kekuatan dan  tenaga potensial yang terpendam, yang pada dasarnya terdapat di dalam diri setiap orang. Kundalini mengandung arti panas dan sakti berarti kekuatan. Jadi kundalini sakti berarti tenaga spiral yang panas, diam terbaring namun merupakan tenaga yang potensial. Dan tenaga ini siap meluncur ke atas bila sudah dibuka pembungkusnya dan jalurnya sudah dibersihkan.

Di dalam kitab Gheranda-Samhita (3.9) dinyatakan bahwa kundalini terletak di Muladhara di daerah bagian bawah abdomen. Salah satu cara untuk merangsang cakra ini dengan menekan lapisan abdomen dengan tumit dan kedua sisi dari kaki, dimana tumit menekan lubang dubur dan mata kaki menekan solar plexus, dan merangsang kundalini dengan mengkontraksikan lubang dubur(bhanu).

Kundalini merupakan tenga yang dahsyat dan menyebar sehingga diyakini sebagai sumber kehidupan. Terdapat titik khusus dalam matrix tubuh yng menyimpan tenaga potensial untuk merangsang atau mendapatkan tenaga tersebut. Dan satu dari titik itu menjadi perhatian khusus dalam Hatha Yoga.

Tujuan pertama dari Hatha Yoga adalah untuk membersihkan nadi sehingga dapat memperlancar prana, dan kemudian mendorong naik kekutan Kundalini. Pengaktifan tenaga laten yang dahsyat ini dilakukan menimbulkan transformasi yang mendalam dari yogi dan mempercepat perkembangan kesadaran akan identitasnya. Tahapan utama dalam proses transformasi ini ditunjukkan secara bersamaann dengan pembukaan dan penutupan kundalini di berbagai Cakra yang terletak di citrini-nadi dalam jalur Susumna, dan sampai pada puncaknya di Sahasrara –padma.

Sering orang-orang terserongkan oleh tanda-tanda tertentu yang kadang hanya merupakan getaran-getaran dari reaksi sentuhan awal kundalini. Mereka langsung mengatakan bahwa kundalini telah bangkit. Beberapa indikasi bangkitnya kundalini akan muncul setelah yang bersangkutan menunjukkan cara hidup yang diperlukan untuk itu. Kundalini tidak akan dapat bangkit jika yang bersangkutan tidak menjauhkan diri dari sifat-sifat yng tidak terpuji, termasuk sifat-sifat tidak terpuji yang sangat tersembunyi, yang sering bersembunyi pula di dalam kegiatan-kegiatan yang tampaknya saleh.

Beberap indiksi bangkitnya kundalini dapat diyakini jika terjadi adanya hentakan di Cakra Muladhara, ketika rambut berdiri pada pangkalnya saat Uddiyana, Jalandhara, dan Mulabandha muncul secara otomatis, saat nafas berhenti tanpa dikehendaki, saat Kevala Kumbhaka (konsentrasi penuh pada Prana) datang dengan sendirinya tanpa ditahan. Saat merasakan aliran prana mengalir ke atas menuju Sahasrara, saat mengalami pengalaman mistik, saat terucapnya mantra gaib OM berulang kali secara otomatis, saat tidak ada pikiran duniawi dalam benak, saat meditasi mata menjadi satu di trikuta (di antara dua alis mata), saat samsavi-mudra bereaksi, saat itu dikatakan bangkitnya kundalni. Selama meditasi, seolah-olah tidak merasakan badan, saat bola mata tertutup dan tidak terbuka tanpa dikehendaki, saat seperti adanya liran listrik mengalir naik-turun melalui saraf, saat itu dikatakan kundalini telah bangkit.

MISTERI YOGA DAN KUNDALINI SAKTI 3

Keseimbangan Nadi Ida dan Pingala

Psychiatris Amerika dan Opthalmologist Lee Sannella membuat kajian mendetail tentang ciri psychologist dn physioplogis dari “pengalaman kundalini” mencatat, bahwa sensasi pisik seperti gatal, bergerak-gerak, berdenyut, rasa panas-dingin yang amat sangat, penglihatan sinar dan perasaan adanya sumber suara, dan juga adanya “sparm” dan melilit seperti proses pembentukan  “archetypa”(multi bentuk) atau paling tidak dalam phase seperti itu. Lebih lanjut gambar klinis bangkitnya Kundalni juga diamati.

Menurut text India, Kundalini bangkit atau dibangkitkn pada jalur tulang belakang bergerak ke atas melalui  susumna bagian tengah dan berakhir setelah mencapai mahkota kepala. Sedangkn Lee Sannela menyatakan gambar klinis Kundlini bergerak dari bagian kaki dan pinggang menuju bagian atas kepala, kemudian turun ke bagian muka, bergerak menuju tenggorokan sampai tujuan akhir di daerah abdominal. Dalam hal ini Sannella memberi istilah ‘physio Kundalini’ untuk membedakan kajiannya dengan Yoga tradisional (India). Dinyatakan dengan jelas bahwa physio- Kundalini merupakn mekanisme terpisah yang bisa diaktifkan sebagai bangkitnya Kundalini secara menyeluruh.

Diantara study kajian Sannella, seorang wanita berumur 41 tahun dan telah lama melakukan latihan meditasi menyampaikan pengalaman sensasi-sensasi seperti rasa panas khususnya di bagian tulang belakang, yang diikuti adanya persepsi-persepsi cahaya dalam tengkorak kepala dan bergerak ke bawah di bagian tulang belakang.

Pengalaman tersebut berlanjut selama beberapa minggu, dan selama itu wanita  teresebut tidak merasa bermeditasi, sementara itu rasa panas yang mengalir dalam tubuhnya meningkat begitu dahsyat seakan menghancurkan system sarafnya. Bahkan orang lainpun merasakan rasa panas yang amat sangat saat menyentuh pinggang bagian bawahnya. Timbulnya gejala seperti itu menunjukkan kebiasaan yang berlanjut antara aspek bawah sadar dan organ fisik manusia. Sebagai halnya dalam Hatha Yoga, mekanisme dari organ badan kasar (Sthula Sarira) seperti pernafasan dan kontraksi otot dimanfaatkan untuk menrangsang Kundalini. Dari sudut pandang para Yogi, aktifitas dari beberapa kelenjar dari seseorang dapat diolah dengan baik secara bersamaan dalam satu matrix psychophysical.

Sehubungan dengan manifestasi bangkitnya Kundalini, Marshall Govindan menguraikan persepsi internal tentang cahaya yang menakjubkan (besar) di daerah Ajna-Cakra sebagai awal kebangkitan Kundalini. Selama tahapan ini, Govindan juga menyatakan bahwa pikiran menjadi lebih tenang dan nafsu makan berkurang. Nafas terus-menerus mengalir melalui hidung selama beberapa hari. Hal ini mengindikasikan seimbangnya Nadi Ida dan Pingala. Bahkan kadang ilusi ledakan Kundalini, dimana Govindan menjelaskan hal ini sebagai isyarat hentakan listrik dari jalur tulang belakang bergerak ke atas menuju Sahasrara.

Govindan juga menyatakan adanya suara musik (Nada) terdengar, dan tekanan perasaan tersebut membawanya menuju alam bawah sadar. Tubuh fisik akan menyesuaikan selama pembangkitan awal, dan baik detak jantung dan nafas mungkin berhenti sehingga terlihat mati fisik. Tetapi, jika dibuka kelopak matanya, matanya bersinar seperti mutiara karena pengaruh energi dimana interaksi dalam dirinya (supra-physical) menjadi suatu pengalaman dengan cahaya penuh kebahagiaan. (habis/jok)

Moksa

Menurut kitab-kitab Upanisad, moksa adalah keadaan atma yang bebas dari segala bentuk ikatan dan bebas dari samsara. Yang dimaksud dengan atma adalah roh, jiwa. Sedangkan hal-hal yang termasuk ikatan adalah :

1) pengaruh panca indria,
2) pikiran yang sempit,
3) ke-akuan,
4) ketidak sadaran pada hakekat Brahman-Atman,
5) cinta kasih selain kepada Hyang Widhi,
6) rasa benci,
7) keinginan,
8) kegembiraan,
9) kesedihan,
10) kekhawatiran/ketakutan, dan
11) khayalan.

Moksa dapat dicapai oleh seseorang baik selama ia masih hidup (disebut : Jivam Mukta), maupun setelah meninggal dunia (disebut : Videha Mukta). Jika selama masih hidup seseorang itu mencapai moksa maka ia telah mencapai tingkat moral yang tertinggi, kehidupannya sempurna (krtakrtya), penuh dengan kesenangan (atmarati) karena terbebas dari 11 jenis ikatan yang disebutkan diatas, memandang dirinya ada pada semua mahluk (eka-atma-darsana), memandang dirinya ada pada alam semesta (sarva-atma-bhava-darsana). Kesenangan juga tercapai karena pengetahuan dan kesadaran bahwa brahman-lah atman yang ada didirinya (brahmanbhavana). Jika moksa dicapai setelah meninggal dunia maka terjadilah proses menyatunya atman dengan brahman sehingga atman tidak lahir kembali sebagai mahluk apapun atau bebas dari samsara, disebut juga sebagai kedamaian abadi (sasvatisanti).

Moksa adalah tujuan hidup manusia yang tertinggi yang dapat dicapai oleh setiap manusia bila ia :

1) Mampu membebaskan atman dari ikatan.
2) Mempunyai pengetahuan utama (paravidya) tentang brahman.
3) Melaksanakan disiplin kehidupan yang suci.
Oleh karena itu moksa juga dikatakan sebagai pahala yang tertinggi dari Hyang Widhi atas karma manusia utama, suatu anugerah yang maha mulia.

Ada kutipan Svetasvatara Upanisad I.6 yang sangat indah :
Sarvajive sarvasamsthe brhante asmis, hamso bhramyate brahmacakre, prthag atmanam pretitaram ca justas, tatas tenamrtatwam eti.
Artinya : Dalam roda Brahman yang maha besar dan maha luas, didalamnya segala sesuatu hidup dan beristirahat, sang Angsa mengepak-epakkan sayapnya dalam melakukan perjalanan sucinya. Sejauh dia berpikir bahwa dirinya berbeda dengan Sang Maha Penggerak maka ia dalam keadaan tidak abadi. Apabila dia diberkahi oleh Hyang Widhi maka ia mencapai kebahagiaan sejati dan abadi.

Makna dari sloka upanisad di atas adalah :
Sekalipun anda telah melaksanakan disiplin kehidupan suci dan membebaskan atman dari ikatan-ikatan, namun bila anda tidak menyadarkan atman bahwa Brahmanlah atman, maka anda belum mencapai moksa
KESIMPULAN : Moksa adalah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati adalah sorga yang sebenarnya. Moksa dapat dicapai dengan upaya yang tekun melaksanakan.

Michael Jackson