Belajar Baca Kitab Arab Gundul

kitab-kuning

Belajar Baca Kitab Arab Gundul

Membaca kitab arab gundul [tulisan arab tanpa harakat] atau disebut juga kitab kuning adalah sebuah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syar’i dan para calon da’i. Kemampuan membaca kitab gundul akan sangat membantu setiap muslim dan muslimah dalam memahami dalil Al-Kitab maupun As-Sunnah.

Ilmu yang menopang kemampuan ini adalah nahwu dan sharaf. Ilmu nahwu adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas tentang keadaan akhir kata di dalam kalimat dan perubahan yang terjadi padanya. Adapun ilmu sharaf adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas pembentukan kata sebelum disusun ke dalam kalimat.

Kedua ilmu ini sangat penting untuk dipelajari. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan bisa

membedakan antara pelaku [fa’il] dan objek [maf’ul bih]. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan mengenali keadaan akhir dari suatu kata; apakah ia bisa berubah akhirannya ataukah tetap. Dengan ilmu nahwu pula seorang akan bisa membaca akhir kata dengan benar; apakah ia harus dibaca dhammah, fat-hah, atau kasrah misalnya.

Ilmu sharaf juga tidak kalah pentingnya. Karena dengan memahami sharaf kita bisa mengetahui asal suatu kata dan pola-pola perubahannya. Suatu kata kerja bisa diubah menjadi kata benda. Suatu kata kerja aktif bisa diubah menjadi kata kerja pasif. Bagaimana cara membentuk kata perintah, dan lain sebagainya. Semua ini bisa dipelajari dalam ilmu sharaf atau disebut juga ilmu tashrif.

Meskipun demikian kedua ilmu ini juga belum cukup untuk menjadi ‘senjata yang ampuh’ untuk menaklukkan kitab-kitab gundul. Sebab di samping nahwu dan sharaf, seorang penimba ilmu juga harus memiliki kosakata/mufradat yang cukup untuk bisa berlatih membaca kitab. Namun, hal ini bukanlah masalah yang harus ditakuti.

Betapa banyak orang yang tadinya tidak mengenal bahasa arab sama sekali dan tidak menghafal mufradat secara rutin dan terprogram namun berhasil meng-gondrongi [baca: mengharokati] tulisan arab gundul dan bahkan mampu menerjemahkannya. Tentu saja ini semua terwujud berkat taufik dan pertolongan Allah semata.

Selain itu, ada satu hal yang perlu untuk ditekankan di sini; bahwa kemampuan baca kitab ini tidak akan berarti apabila tidak digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang benar, yaitu untuk memahami Al-Kitab dan As-Sunnah. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi para pemula untuk mencari majelis-majelis ilmu yang membahas kitab para ulama salaf. Dengan demikian dia akan terbiasa mendengar penjelasan, ungkapan, dan istilah para ulama; terlebih lagi dalam masalah aqidah dan tauhid yang itu merupakan perkara paling fundamental di dalam agama Islam.

untuk membaca kitab kuning bukanlah hal yang sulit. Hanya butuh tiga bekal saja :

1. Matan ajurumiyah,dan ilmu nahwu

2. Amtsilatu Tasrifiyah,fan ilmu sharaf.Bagi yang mau dapet aplikasi kitab versi hape silahkan donlot disini.

3. Kamus bahasa arab  atau kalau mau agak komplit beli aja munawir,

Kitab Matan dan Kitab Syarah

Diantara istilah yang perlu diketahui oleh para penimba ilmu adalah matan dan syarah. Matan adalah teks asli tanpa uraian penjelasan. Sepeti misalnya matan Shahih Bukhari, matan Shahih Muslim, matan ‘Umdatul Ahkam, matan Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah, matan Kitab At Tauhid, dsb. Adapun yang dimaksud dengan syarah adalah penjelasan terhadap matan-matan tersebut. Sehingga bisa kita temukan kitab-kitab yang berisi syarah terhadap Sahih Bukhari, Sahih Muslim, ‘Umdatul Ahkam, Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah, ataupun Kitab At Tauhid.

Kitab syarah ini pun beraneka ragam. Ada diantara kitab syarah ini yang ringkas, dan biasa disebut dengan istilah ta’liq/komentar atau hasyiyah/catatan pinggir. Misalnya ta’liq terhadap Matan al-’Aqidah ath-Thahawiyah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dan kitab Hasyiyah Tsalatsatul Ushul karya Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah.

Ada lagi yang berupa uraian panjang lebar, dan inilah yang sering disebut dengan istilah syarah. Semacam kitab syarah Sahih al-Bukhari yang berjudul Fat-hul Bari karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullah atau kitab syarah ‘Umdatul Ahkam yang berjudul Taisir al-’Allam karya Syaikh Abdullah Al-Bassam rahimahullah.   

Cara Mendapatkan karomah

Cara mendapatkan karomah seperti para wali

Dalam kitab al-Futuhat, Ibnu ‘Arabi menyebutkan kitabnya yang berjudul Mawaqi’ al-Nujum, yang sering dipujinya sebagai kitab yang sangat bagus dalam mengupas masalah karamah yang muncul dari anggota-anggota tubuh yang taat. Anggota tubuh itu adalah mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, kaki, dan hati. Apabila masing-masing anggota tubuh menaati hukum syara’ dan dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab, maka akan muncul karamah. Dalam kitab tersebut disebutkan berbagai pengetahuan, rahasia ilmu hakikat, dan manfaat ilmu syariat.

1. Mata

Di antara karamah mata jika digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah mampu melihat tamu dari jarak jauh sebelum ia datang, bisa melihat dari balik dinding tebal, melihat Ka’bah ketika shalat, dan lain-lain. Di antara karamah lainnya adalah dapat menyaksikan alam malakut spiritual baik malaikat, penghuni ketinggian (mala’ul a’la), jin, Nabi Khidir, dan para Abdal.

Di antaranya pula ada yang dibukakan baginya alam ghaib di hadapan pandangan matanya, sehingga ia dapat melihat apa saja yang terselubung di sebalik dinding, bahkan ia dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh orang dirumahnya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah kasyaf. Misalnya jika seorang wali mendatangi rumah seorang yang telah berbuat zina atau mabuk atau mencuri atau berbuat maksiat, maka wali itu dapat mengetahuinya, seperti yang terjadi pada Syeikh Ibnu Arabi. Mukasyafah semacam ini dikhususkan bagi mereka yang hidup secara wara’. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui gerak gerik orang, misalnya seorang wali bergerak hatinya ingin bertemu dengan gurunya, maka gurunya segera hadir di hadapannya. Ada pula jenis karamah berupa didatangkannya sebuah pohon kepada seorang wali, kemudian wali itu menikmati buah dari pohon yang hadir di hadapannya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui segala jenis batu-batu mulia dan logam-logam mulia yang ada di perut bumi, meskipun demikian, seorang wali yang diberi karamah jenis ini tidak memperdulikan sedikit pun tentang harta kekayaan yang terpendam itu.

karamah Abu Ishak As-Syirazi dapat melihat Ka’bah sedangkan beliau berada di kota Baghdad.

Adakalanya seorang wali diberi kehebatan peribadi yang dapat menyebabkan kematian orang tertentu ketika ia melihat diri wali tersebut. Hal ini pernah terjadi pada seorang pembesar yang mati ketika berhadapan dengan Abu Yazid Al Busthami. Adakalanya seorang yang berhadapan dengan seorang wali seperti ini, maka ia akan tunduk, bahkan akan mengakui apa sahaja yang tersembunyi dalam hatinya. Kejadian seperti ini banyak terjadi.

Mendapat perlindungan Allah dari segala kejahatan yang akan menimpa. Bahkan kejahatan yang semula direncanakan itu akan berbalik jadi kebaikan. Hal ini terjadi pada diri Imam Syafi’I apabila beliau akan dihukum oleh khalifah Harun Rasyid, tetapi akhirnya dengan izin Allah beliau dibebaskan.

2. Telinga

Bila telinga digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, karamah yang akan muncul adalah mendengar kabar gembira bahwa sang pemiliknya merupakan salah seorang yang diberi hidayah dan akal oleh Allah. Ini merupakan karamah terbesar, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah, Sebab itu sampaikanlah kabar kembira kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya (QS Al-Zumar [39]: 17-18).

Karamah lainnya adalah dapat mendengar ucapan benda mati, sehingga terdengar semua benda bertasbih kepada Allah dengan bahasa yang jelas, sebagaimana bahasa manusia.

Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa ilmu yang dapat memahami segala ucapan benda-benda yang mati, sehingga seorang wali yang diberi karamah seperti ini, ia dapat mendengar ucapan tasbih benda-benda yang mati. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui segala rahsia benda-benda yang hidup. Di antaranya pula ada yang diberi karamah segala macam ilmu pengetahuan, baik yang berupa ilmu-ilmu zahir mahupun ilmu-ilmu bathin. Seorang yang diberi karamah berupa ini, ia akan dapat memahami berbagai macam persoalan dunia dan akhirat. Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa tingkatan-tingkatan Al Quthbiyah. Di antaranya pula ada yang diberi karamah pengetahuan dan kasyaf, sehingga dapat membedakan mana-mana pendapat mazhab-mazhab yang benar. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat melihat dan mendengar hal-hal yang ghaib, sehingga antara yang terang dan yang terselubung tidak ada beda baginya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat berbicara dengan makhluk alam malakut dan dapat mendengar guratan-guratan pena di Lauh Mahfuz.

Karomah Syeikh Ibrahim Bin Adham. Beliau pernah mendengar suara dari pohon delima yang minta dimakan. Ketika Ibrahim Bin Adham makan buahnya, tiba-tiba pohon itu bertambah tinggi dan buahnya yang masam berubah jadi manis, serta dapat menghasilkan dua kali setiap tahun.

3 Lidah

Ketika lidah digunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menghindari kemaksiatan, karamah yang akan muncul adalah mampu berbicara dan bercakap-cakap dengan alam yang lebih tinggi (alam a’la). Jadi, apabila seorang hamba memperoleh karamah atas telinganya, maka ia akan bisa memanggil dan berhubungan dengan para penghuni alam yang lebih tinggi. Apabila ia hanya sekedar berbicara dengannya, penghuni alam itu tidak menjawabnya. Apabila terjadi pembicaraan antara dia dengan mereka, maka kemampuannya berbicara dengan mereka adalah karamah lisan, kemampuannya mendengar ucapan mereka adalah karamah telinga, dan kemampuannya menyaksikan mereka adalah karamah mata. Demikian juga anggota-anggota tubuh lainnya, karena ada hubungan antara anggota-anggota badan dan ketaatan yang dilakukannya. Di antara karamah lainnya adalah mampu mengatakan suatu keadaan sebelum terjadinya, memberitahukan hal-hal gaib, dan akan munculnya benda-benda.

Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat berkata-kata dengan makhluk alam arwah, sehingga ia dapat mengetahui keadaan mereka yang sudah wafat, walaupun telah wafat bertahun tahun. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat melenyapkan dirinya dari alam wujud ke alam ghaib, sehingga ia dapat menghilang dari suatu majlis tanpa pengetahuan mereka yang hadir.

Karamah Abu Said ibnu Abil Khair Al Maihani. Singa dan binatang yang lain takut kepadanya. Ada pula sebahagian wali yang dipatuhi segala benda seperti yang terjadi pada diri Syeikhul Islam Izzudin Ibnu Abdis Salam beliau pernah berkata kepada angin di waktu peperangan antara kaum Muslimin dan umat Nasrani: “Hai angin terbangkan musuh-musuh kami”. Dengan izin Allah kaum Nasrani diterbangkan angin dan dilempar ke tanah sampai binasa.

Karamah lain pernah terjadi pada seorang wali yang diancam oleh seorang raja zalim. Raja zalim itu berkata: “Tunjukkanlah padaku bukti kebenaranmu, jika tidak, aku akan hukum kamu”. Pada waktu itu si wali melihat dekatnya kotoran unta. Maka ia berkata: “Lihatlah itu”. Tiba-tiba kotoran unta itu jadi sebungkal emas. Kemudian ia melihat sebuah tempat air yang tidak ada airnya. Si wali itu melemparkan tempat air yang kosong itu ke udara. Ketika tempat air itu jatuh tiba-tiba telah berisi air penuh dan tempat air itu terjungkir. Namun air yang didalamnya tidak tertumpah setitik pun. Melihat kejadian tersebut raja itu hanya berkata: “Ini hanyalah perbuatan sihir belaka”. Kemudian raja memerintahkan untuk melemparkan si wali ke dalam api yang bernyala-nyala. Tidak lama si wali tersebut segera keluar dan menarik putera raja yang masih kecil ke tengah api yang sedang menyala. Melihat kejadian ini raja hampir jadi gila, kerana putera satu-satunya diseret ke tengah api yang sedang menyala. Setelah beberapa saat, si wali keluar bersama putera raja itu dari api, sedang ditangan kanan putera raja itu memegang buah apel dan dikirinya memegang buah delima. Raja bertanya pada puteranya: “Wahai puteraku, dari mana kamu tadi?” Jawab si putra: “Aku dapat dari sebuah kebun”.Mendengar keterangan putera raja itu para pembesar kerajaan hanya berkata: “Itu hanyalah suatu sihir belaka”. Kemudian raja berkata kepada si wali: “Jika kamu dapat minum racun ini, aku akan percaya padamu”. Setelah itu, si wali minum racun itu. Namun ia tidak mati hanya bajunya sahaja yang koyak. Kemudian ditambah lagi meminum racun. Setiap kali minum racun ia tetap hidup hanya bajunya saja yang koyak-koyak. Pada terakhir kali ketika ia diberi minuman racun lagi bajunya tidak koyak dan ia pun selamat.

Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat menjadikan air asin atau payau menjadi air tawar dan segar. Karamah seperti ini pernah diberikan kepada Syeikh Abdullah Ibnul Ustad Al Marwazi sahabat Syeikh Abu Madyan.

4. Tangan

Di antara karamah yang akan muncul bila tangan dipergunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah munculnya warna putih bersih tanpa noda di tangan ketika dimasukkan ke dalam saku seperti yang terjadi pada Nabi Musa as, memancarkan air di sela-sela jari yang terjadi pada Nabi Muhammad Saw., melemparkan tanah ke muka musuh, sehingga mereka kalah. Para wali Allah dengan kehendak-Nya mengepalkan tangan ke udara, lalu ketika mereka membukanya muncullah perak, emas, dan lain-lain.

Diriwayatkan bahawa sebahagian wali ada yang diikuti oleh hujan. Salah seorang dari mereka bernama Syeikh Abul Abbas As Syatir, ia sering menjual hujan dengan harga beberapa dirham. Kisah semacam ini banyak terjadi, sehingga sukar untuk dimungkiri kewujudannya.

Karamah Abu Turab, ketika beliau menghentakkan kakinya ke bumi, maka Allah mengeluarkan air dari tanah itu. Kata Imam Subki: “Di antara jenis karamah seperti ini ialah terpancarnya sumber mata air di musim kemarau dan bumi tunduk pada seorang yang memukulkan kakinya ke bumi”. Pernah diceritakan bahawa ada seorang yang berjalan ke kota Mekkah untuk berhaji. Dalam perjalanan itu ia merasa haus sekali. Namun ia tidak mendapat seteguk air pun. Kemudian ia menemui seorang fakir yang bertongkat. Tepat di tempat itu terpancarlah sumber mata air yang dapat memberikan minuman kepada para jemaah haji yang sedang lewat di tempat itu. Semua jemaah haji yang lewat di tempat itu membekali dirinya dengan air yang terpancar di bawah tongkat si fakir.

Karomah lain Adakalanya untuk menulis sebuah karangan sahaja seorang akan menghabiskan seluruh umurnya. Apalagi akan menulis berpuluh-puluh buah karangan dalam waktu yang sangat singkat. Karamah semacam ini termasuk jenis karamah waktu dapat menjadi panjang. Jenis karamah ini pernah dialami oleh Imam Syafi’i Rahimullah. Beliau mampu mengarang berpuluh-puluh kitab, padahal sebenarnya waktunya tidak akan cukup untuk melakukan hal itu, disebabkan kesibukan beliau sehari-harinya untuk mengkhatamkan Al Qur’an setiap harinya dengan bacaan yang penuh oleh tadabbur dan di bulan Ramadhan pun beliau dapat mengkhatamkannya dua kali setiap harinya. Di samping itu, beliau juga di sibukkan oleh banyaknya memperdalami ilmu pengetahuan, memberikan pelajaran, berzikir dan banyaknya penyakit yang dialaminya. Dalam suatu riwayat dikatakan bahawa beliau menderita tiga puluh macam penyakit. Karamah semacam ini dialami juga oleh Imamul Haramain Abul Ma’ali Al Juwaini. Dengan umur yang tidak panjang, beliau mampu mengarang beberapa buah kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk mengarang berpuluh-puluh kitab disebabkan kesibukan beliau dalam belajar dan mengajar serta berzikir.

Jenis karamah seperti ini diberikan juga kepada seorang wali yang mampu mengkhatamkan Al Quran sebanyak lapan kali dalam sehari. Imam Nawawi juga diberi Allah kemampuan untuk mengarang berpuluh-puluh kitab dalam waktu singkat. Sebenarnya umur beliau yang sedemikian itu tidak cukup untuk mengarang kitab sebanyak itu. Ditambah lagi dengan berbagai macam ibadah yang beliau lakukan setiap harinya. Karamah seperti ini diberikan juga kepada Imam Taqiuddin As Subki. Beliau mampu menulis berpuluh-puluh kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk menulis kitab sebanyak itu disebabkan beliau sangat sibuk memberi pengajaran, tekun beribadat, banyak membaca Al Quran dan berzikir. Sebenarnya jika kita hitung pekerjaan besar yang dikerjakannya dengan umurnya yang singkat, pasti tidak cukup untuk memenuhi sepertiganya, namun Allah memberinya barakah dalam umur, sehingga beliau dapat merampungkan segala tugas besar dipikulnya.

5. Perut

Di antara karamah yang muncul bila perut digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan —tidak termasuk dalam kategori makr dan istidraj— adalah terpeliharanya perut dari makanan, minuman, dan pakaian yang tidak halal dengan munculnya tanda yang disampaikan oleh Allah. Adakalanya tanda itu muncul dalam dirinya sendiri atau dari sesuatu yang bersifat syubhat atau haram, sehingga ia hanya memperoleh sesuatu yang baik saja. Dikisahkan bahwa ketika disajikan makanan syubhat kepada Al-Harits al-Muhasibi r.a., mengucurlah keringat di sela-sela jarinya. Begitu juga yang terjadi pada ibunda Abu Yazid al-Busthami r.a. ketika sedang mengandung Abu Yazid, tangannya tidak pernah menyentuh makanan haram. Pada wali lain, muncul suara yang berkata “jauhi”. Wali lainnya jatuh pingsan ketika menemukan makanan yang tidak halal. Ada juga wali yang

makanan haram di hadapannya berubah menjadi darah, berwarna hitam, seekor babi, dan lain-lain yang Allah khususkan bagi para wali dan orang-orang suci-Nya.

Karamah lain yang muncul karena ketaatan perut adalah makanan yang sedikit bisa mengenyangkan orang banyak. Ini merupakan warisan dari Rasulullah Saw. Ketika itu, Rasulullah menggelar sebuah tikar kulit dan didatangi oleh pemilik gandum dengan memberikan setangkai gandumnya dan pemilik biji-bijian dengan memberikan setangkai biji-bijiannya, hingga terkumpullah sedikit makanan. Beliau berdoa agar makanan itu diberkati, lalu orang-orang mengisi tempat yang mereka bawa dengan makanan itu sampai penuh, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim.

Karamah perut yang lainnya adalah dapat membuat satu macam makanan di atas piring menjadi berbagai macam jenis makanan sesuai dengan keinginan orang-orang yang hadir di tempat itu. Termasuk karamah perut lainnya adalah didatangi jin atau raja yang membawakan makanan, minuman, dan pakaiannya, atau menggantungkannya di udara.

Karamah lain dalam maqam ini adalah mampu mengubah air minum yang asin dan pahit menjadi manis. Ibnu ‘Arabi berkata, “Saya pernah meminum minuman seperti itu dari tangan Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ustad Al-Marwazi Al-Hajj, termasuk murid khusus Abu Madyan r.a., beliau selalu disebut sebagai Al-hajj al-mabrur. Makanan halal itu adakalanya diperoleh dengan bekerja atau dengan menjauhi dosa-dosa, seperti yang dikatakan beberapa syaikh, “Ahli ma’rifat adalah orang yang tidak memadamkan cahaya ma’rifatnya sebagai cahaya wara’nya, maka ketika diperoleh barang halal, sedikit saja cukup baginya. Bila ia melaksanakan hal ini, maka tumbuh dalam batinnya keinginan melakukan perbuatan baik yang diwujudkan Allah dalam jiwa hamba ini sebagai karamah karena kedudukan dan kejujurannya.” Dan dari kehendak kuat itu keluar semua yang telah kami sebutkan dan banyak karamah yang belum terlintas dalam benak manusia.

Di antaranya pula ada yang diberi karamah tidak tersentuh makanan, minuman dan pakaian yang berasal dari hasil syubhat, apa lagi yang haram. Jenis karamah ini, biasanya si wali diberi tanda tertentu oleh Allah jika ada makanan, minuman dan pakaian dari hasil syubhat yang menyentuh dirinya. Di antara yang mendapat karamah macam ini adalah ibunya Abu Yazid Al Bustami. Setiap kali ia mendapat makanan atau minuman yang syubhat, maka tangannya berpeluh dan gementar, sehingga ia harus menjauhi makanan dan minumannya.

Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa makanan atau minuman sedikit yang dihidangkan dapat menjadi banyak. Karamah ini pernah diberikan kepada Syeikh Abu Abdullah At Tawudi ketika ia menyuruh kawannya ke tukang jahit, maka ia mengeluarkan sepotong kain yang sempit dari balik bajunya, kemudian ia menyuruh kawannya untuk membawanya ke tukang jahit seraya berkata: “Dari kain yang sempit ini buatlah pakaian yang cukup untuk beberapa orang”. Nyatanya kain yang sedemikian sempit itu dapat mencukupi pakaian untuk beberapa orang.

Disebutkan bahawa ada seorang ingin menguji karamah Syeikh Isa Al Hattar. Ia menyuruh pelayannya membawa dua botol minuman keras kepada beliau. Setelah kedua botol itu diterima oleh Syeikh Isa, maka ia menuang isi kedua botol itu seraya berkata kepada sebilangan orang yang ada di sisinya: “Minumlah minyak samin ini”. Maka minuman keras yang ada di kedua botol itu berubah menjadi minyak samin yang rasanyaamat lazat. Kisah karamah jenis ini sering terjadi.

6. Kemaluan

Di antara karamah yang dihasilkan ketika kemaluan dipergunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah anugerah dari Allah berupa rahasia menghidupkan orang-orang mati, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan penderita lepra, dan meninggalkan semua perkara yang membuatnya melupakan Allah. Allah berfirman, Dan Maryam puteri ‘Imran yang memelihara

kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami (QS Al-Tahrim [66]: 12). Dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (QS Al-Anbiya’ [21]: 91). Dalam hal ini, Ibnu ‘Arabi juga telah menjelaskan secara mendalam hubungan-hubungan lain antara ketaatan anggota tubuh dan karamah yang dikeluarkannya, hikmah-hikmah dan rahasia ilmu hakikat.

Karamah seperti ini pernah terjadi pada Syeikh Sirri As-Saqathi. Seorang pernah menemuinya ketika beliau sedang menyembuhkan orang yang sakit kusta dan buta. Syeikh Abdul Qadir Jailani pernah berkata kepada seorang anak yang sakit lumpuh, buta dan kusta: “Berdirilah engkau dengan izin Allah”. Dengan izin Allah, maka anak tersebut segera bangun tanpa suatu cacat pun.

Imam Taajus Subki memberi contoh karamah Abi Ubaid Al Busri. Beliau pernah berdoa kepada Allah agar kudanya yang mati ditengah medan perang dihidupkan kembali. Doa beliau terkabul dan kuda Abi Ubaid akhirnya hidup kembali.

Pernah Mifraj Ad Damamini berkata kepada anak burung yang telah dipanggang: “Terbanglah wahai burung dengan izin Allah”. Ucapan beliau terkabul dan burung itu hidup kemudian terbang.

Syeikh Ahdal pernah memanggil kucing yang telah mati. Akhirnya kucing itu hidup dan datang kepada Syeikh Ahdal.

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata kepada seekor ayam yang baru di makan dagingnya: “Hai ayam hiduplah kau dengan izin Zat yang dapat menghidupkan tulang belulang”.

Dengan izin Allah, tulang belulang tersebut berubah wujudnya menjadi ayam kembali.

Pernah Abi Yusuf Dahmani berkata kepada seorang mayat:

“Hai fulan, hiduplah dengan izin Allah”. Ucapan beliau terkabul sehingga mayat itu hidup kembali selama beberapa waktu.

Imam Subki pernah bercerita: “Aku pernah dengar kisah Syeikh Zainuddin Al Faruqy Asy Syafi’i, bahawa pada suatu hari ada seorang anak kecil jatuh dari atap rumahnya lalu mati. Ketika Syeikh Zainuddin melihat kejadian itu, beliau berdoa kepada Allah. Maka dengan izin Allah, anak kecil yang mati itu hidup kembali.

Selanjutnya Imam Subki berkata: “Sesungguhnya kejadian semacam itu tidak terhitung banyaknya. Dan aku yakin benar adanya karamah seperti itu. Hanya saja yang belum pernah kudengar adanya seorang wali yang dapat menghidupkan orang

mati yang telah lama atau yang sudah menjadi tulang belulang. Yang kami dengar hanyalah pada diri sebagian Nabi di zaman dulu.Dan itu pun merupakan suatu mukjizat baginya. Bukan termasuk jenis karamah. Yang mungkin terjadi pada diri seorang Nabi terdahulu adalah menghidupkan suatu kaum yang telah mati beberapa abad, kemudian mereka dihidupkan. Dengan izin Allah kaum itu hidup selama beberapa waktu. Yang tidak mungkin terjadi dimasa ini adalah adanya seorang wali yang menghidupkan Imam Syafi’i atau Abu Hanifah, kemudian keduanya dapat hidup lama dan bergaul dengan masyarakat seperti pada waktu sebelumnya.

7. Kaki

Di antara karamah yang akan muncul jika digunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan ada-lah mampu berjalan di atas air, dapat mengelilingi bumi, dan berjalan di udara. Hikayat-hikayat tentang maqam ini sangat terkenal, saking terkenalnya hingga tidak perlu lagi kami jelaskan di sini. Kitab-kitab kumpulan syair dipenuhi hikayat-hikayat tentang karamah ini. Karena Allah Swt. adalah pemilik para wali, maka Dia memunculkan semua karamah ini bersama mereka. Ibnu ‘Arabi menyatakan, “Kami telah menyaksikan dengan jelas penempuh jalan ini berjalan di atas air dan di udara, dan dapat melipat bumi.”

Karamah seperti ini pernah terjadi pada diri seorang wali yang berada di Masjid kota Tursus (Turki). Wali tersebut pernahtergerak dalam hatinya ingin pergi ke Masjidil Haram, kemudian beliau memasukkan kepalanya dikantungnya lalu mengeluarkannya kembali. Maka dengan izin Allah, wali itu telah berada di Masjidil Haram . Kisah semacam ini pada umumnya dikisahkan secara berurutan dari orang-orang yang dapat dipercaya.

Karamah di kalangan ahli Sufi dengan “Alamul Mithsal, iaitu antara alam yang nyata dan alam arwah. Orang yang yang mendapat karamah seperti ini dapat berubah bentuk dan berpindah tempat dengan bebas. Karamah seperti jenis ini pernah di alami oleh seorang wali yang bernama Qadhibul Bani. Orang yang tidak mengenal beliau akan menyangkanya tidak pernah melakukan solat dan ia membencinya. Pada suatu hari, ketika beliau dicela oleh seorang yang menyangkanya tidak pernah melakukan solat, di saat itu Allah memperlihatkan karamahnya, sehingga beliau dapat berubah dalam beberapa bentuk yang menunjukkan bahawa beliau sedang melakukan solat. Beliau bertanya : “Dalam gambaran atau bentuk manakah yang kamu lihat aku tidak solat?” Perkara serupa ini pernah terjadi pula pada seorang wali yang pernah dilihat oleh seorang ketika beliau sedang berwudhu di Masjid Sayufiah di Cairo. Orang itu menegur: “Hai orang tua, nampaknya cara kamu berwudhu itu tidak tertib”. Jawab si wali: “Aku tidak pernah berwudhu dengan cara yang tidak tertib. Hanya saja anda tidak dapat melihatku, kalau anda dapat melihat, pasti kamu akan melihat ini”. Beliau berkata demikian sambil memegang tangan orang itu, sampai ia dapat melihat Ka’bah, kemudian beliau membawanya ke Mekkah dan menetap di sana selama beberapa tahun.

Di antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillah sedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Mas’aa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketika mendengar teman-temannya menjawab “Tidak”. Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : “Siapa saja yang kamu temui ?” lalu si murid menjawab : “Tuanku… saya melihat tuanku di sana “. Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : “Orang besar itu bisa memenuhi dunia. Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya”.

8. Hati

Di antara karamah hati ketika digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah mampu mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Ibnu ‘Arabi berkata, “Ketahuilah anakku, Allah telah menolongmu, menerangi hatimu, melapangkan dadamu, dan menyucikan pakaian serta hatimu. Segala karamah yang berkaitan dengan anggota tubuh lainnya merujuk dan kembali kepada hati. Kalau tidak ada hati, maka seluruh anggota tubuh lainnya tidak berarti.

Setiap perbuatan berasal dari hati, kalau tidak didasari keikhlasan sebagai aktivitas hati, maka amal tersebut bagai debu beterbangan, tidak bermanfaat dan tidak mendatangkan kebahagiaan.” Allah berfirman, Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Dan Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat, dan tiap-tiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa berhijrah kepada dunia dan perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.” Dari sini jelaslah bahwa sudi dan ternodanya semua perbuatan lahir maupun batin tergantung pada hati. Jadi, gerakan atau diamnya anggota tubuh untuk menaati syariat dan melakukan maksiat hanya berdasarkan pada perintah dan kehendak hati.

Gagasan muncul pertama kali di dalam hati. Apabila hati ingin mewujudkan gagasan itu, maka ia mempertimbangkan anggota tubuh mana yang sesuai untuk melakukan gagasan itu, lalu hati menggerakkan anggota tubuh yang dipilihnya untuk mewujudkan gagasan itu, baik untuk ketaatan maupun kemaksiatan, dan atas anggota tubuh itulah pahala dan siksa diberikan. Tidakkah kamu merenungkan bagaimana Allah menganggap pandangan pertama kepada seorang perempuan bukan muhrim yang dilakukan tanpa sengaja dan tidak diniati dalam hati sebagai suatu hal yang dimaafkan dan tidak dikenai siksa?

Demikian pula ketika seorang hamba melakukan perbuatan salah tanpa sengaja, maka Allah benar-benar telah mengampuni perbuatannya itu, sebagaimana bila hati menghendaki dan berniat melakukan kemaksiatan, tetapi tidak jadi melakukannya, maka niatnya itu tidak ditulis dan tidak dihitung, selama belum dilakukan atau hanya sebatas ucapan semata. Adapun jika hati berniat melakukan ketaatan, maka ia akan diberi ganjaran sesuai dengan niat dan harapannya, meskipun ia belum melakukan ketaatan yang telah diniatkannya, niatnya telah ditulis sebagai kebaikan. Bila kamu meyakini hal ini, maka tetaplah yakin bahwa hati adalah pemimpin raga. Seluruh karamah yang muncul dari anggota tubuh merujuk kepada hati, dan hati itu sendiri dapat memunculkan karamah-karamah tertentu.

Karamah hati lainnya adalah Allah Swt. memperlihatkan kepadanya semua yang tersimpan di dunia, berupa rahasia-rahasia, alasan dan sebab perintah-Nya, atau apa pun yang mewujud dalam alam, baik spiritual maupun non spiritual

Menurut Imam Tajuddin Assubkiy bahwa diantara bentuk karamat adalah sepuluh macam, dan sungguh lebih banyak dari itu, yg pertama adalah Menghidupkan yg mati, kedua adalah berbicara dg yg mati, yg ketiga adalah terbelahnya lautan dan keringnya lautan, keempat adalah berubahnya bentuk, kelima adalah berjalan diatas air, keenam adalah ucapan hewan dan benda, ketujuh adalah taatnya hewan, kedelapan adalah digulungnya waktu, kesembilan terdiamnya lidah atau terucapkannya, kesepuluh adalah terkeluarkannya harta karun, demikian dijelaskan dengan panjang lebar oleh Imam Tajuddin Assubkiy Dalam kitabnya Thabaqatussyafi’i Al Kubra Juz II hal 338 cetakan Darul Ihya.

SiHiR JIN

Sihir jin

Dari website Majelis Rasulullah asuhan Habib Munzir Al Musawwa , jamaah menanyakan bagaimana caranya menangkal sihir, pelet dan pengaruh jin.

Berikut ini jawaban dari Habib Munzir

Anda jangan risau, Nabi kita Muhammad saw telah mengajari penangkalnya, anda membacalah surat Al Baqarah, memang surat itu panjang, namun anda bisa membacanya sedikit sedikit, bila selesai misalnya dua halaman, maka tiupkan di air, teruslah demikian hingga sempurna surat Al Baqarah,atau anda mengajak beberapa orang teman sama sama membaca didepan air yg terbuka atau botol air terbuka, bila selesai maka anda minumkan pada ayah anda, tanpa perlu ia ketahui, misalnya anda masukkan di wadah airnya, atau Bak mandinya, atau yg sekiranya akan diminum olehnya atau tersentuh dg tubuhnya.Cobalah saudaraku, resep agung ini selalu mujarab, bila anda menemui kendala teruslah konsultasi dg saya mengenai kelanjutannya, penangkal sihir dengan resep nawabiy adalah sabda beliau saw : “Barangsiapa yg setiap hari di pagi hari memakan 7 kurma Ajwah, maka tak akan bisa ditembus dengan sihir dan tak akan dicelakai racun (Shahih Bukhari).atau surat AL Baqarah, sabda Rasulullah saw, Rumah yg dibacakan padanya surat Albaqarah akan membuat semua syaitan dan jin jahat menghindar” (Shahih Muslim).
Lanjutkan dzikir ratib al haddad tersebut, penangkal jin sudah terkandung padanya, yaitu akhir sura AL Baqarah dan ayat Kursi, barangsiapa yg membacanya maka semua jin akan menyingkir, saya sarankan anda mendawamkan ratib alattas, ia adalah salah satu kumpulan dzikir nabawiy yg sangat kuat menentang dan melawan sihir atau kekuatan penunduk dari sihir bacalah subhanallahi wabihamdih 1000X pada sebotol air lalu minumkan pada semuanya, insya Allah semua sihir itu sirna. bacalah surat Albaqarah di hadapan bejana, surat itu panjang sekali, maka bisa dibaca sedikit sedikit, atau dibagi bagi oleh beberapa orang, lalu bejana air itu siramkan dirumah dan minumkan pada semua penghuni rumah, telah bersabda Rasulullah saw :”Sungguh Jin dan syaitan itu akan keluar dari rumah yg dibaca padanya surat Albaqarah” (Shahih Muslim)

( sumber : majelis Rasulullah )

Terapi Ruqiyah

‘RUQIYAH’, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran –terutama pada ayat tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.

Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalaة nsurat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan. Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah. Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah. Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia. Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya “menolak dan membentengi diri dari sihir” menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:

1. Metode Istinthaq

Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.

2. Metode Istilham

Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.

3. Metode Tahshin

Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur’an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu. Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu. Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya. Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.

4. Hijamah

Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.

5. Obat-obatan

Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ‘Ajwah kepada si penderita. Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda,“Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari.” (HR. Bukhari). Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ‘Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do’a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

6. Ruqyah

Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar’iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Qur’an, zikir dan do’a).

Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i yaitu dengan zikir, do’a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do’a.

Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, diantaranya: A. Surat Al-Fatihah. B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286. C. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
D. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
E. Surat Al-A’raf khususnya ayat 54-55.
F. Surat Al-Mu’minun khususnya ayat 115-118.
G. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
H. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
I. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Sedangkan do’a-do’a yang dianjurkan diantaranya:

اللهم رب الناس اذهب البأس اشف أنت الشافى لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما.

“Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilah kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.”

بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم الله أرقيك.

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.”

أعيذك بكلمات الله التامة من شر ما خلق.

“Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan”

Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca do’a-do’a berikut ini:

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم.

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)

Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.

Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do’a dan usaha, sumber kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.

Nabi saw. Bersabda:

Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb: A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.

B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G.Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.

Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i (sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah (mata pencaharian rutin).

ayat-ayat ruqyah : Surat Al Fatihah : 1-7 , Surat Al Baqarah [2]: 255-257, Surat An Nisa’ : 56, Surat Al A’raf : 117-122 (diulang-ulang), Surat Yunus : 81 – 82 (diulang-ulang), Surat Ash Shaafaat : 1-10.

Winner

Tasbih Katak

Tasbih Katak

Rosululloh bersabda “ LA TAQTULUU AD-DOFADIA’A FA INNA NAQIQOHUNNA TASBIHUN
artinya : Janganlah kalian semua membunuh katak-katak,karena sesungguhnya suara-suara mereka merupakan Tasbih kepada Alloh.
Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dari sayyidina Anas dari sayyidina Malik sesungguhnya Rosululloh S.A.W telah bersabda “ Sesungguhnya Nabi Dawud A.S telah menyangka pada dirinya sendiri bahwa tidak ada seorang pun dari mahluqnya Alloh yang bertasbih seutama tasbihnya, Maka Alloh menurunkan seorang malaikat di mihrobnya Nabi Dawud AS kemudian Malaikat itu berkata “ Hai dawud Fahamilah apa-apa yang disuarakan oleh katak, dengarkanlah suaranya sesungguhnya katak tesebut mengucapkan YA MUSABBIHA BI KULLI LISANIN WA YA MADZKURO BI KULLI MAKANIN SUBHANAKA WA BI HAMDIKA SUBHANAL MALIKIL QUDDUS WA MUNTAHA ILMUKA .( Wahai Dzat yang di sucikan oleh tiap-tiap lisan wahai Dzat yang di ucapkan di tiap-tiap tempat maha suci engkau ya alloh, maha suci dengan segala pujimu ya alloh,Maha suci Alloh yang maha memiliki segenap kesucian dan ilmu engkau ya alloh yang tiada akhirnya.

Wali Band

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

73 Manfaat Dzikir Bagi Manusia

73 Manfaat Dzikir Bagi Manusia

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup. Di antara dzikir-dzikir tersebut yaitu subhanallah 33 kali, alhamdu lillah 33 kali, allahu akbar 33 kali dan lailaha illallaah 165 kali. pengamalannya di lakukan setiap selesai shalat 5 waktu . Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridah.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.
Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya dari sekarang.

Amalan Wirid Dan Doa

Agar do’a kita cepat terkabul perhatikan adab2 berdo’a antara lain:
– Suci badan dari hadast, pakaian dan tempat dari najis.
– Halal apa yg dimakan dan minum, juga pakaian penutup aurat.
– Mengangkat dua belah tangan, dan menyapu kemuka setelah berdoa.
– Yakin dan mantap bahwa do’a akan di kabulkan.
– Dengan suara rendah (lemah-lembut).
– Dilakukan dg menghadap kiblat, khusyuk dan tadhorruk.
– Lebih utama stlh sholat hajat, setelah tengah malam 1/3 malam
– Melakukan do’a pd saat2 mustajab. yaitu pd saat sepertiga akhir dari waktu malam.
– Berdo’a pd saat di antara adzan dan iqomah. atau sesudah shalat fardhu.
– Ketika imam duduk diantara dua khutbah sampai dilakukan shalat jum’ah.
– Sesudah sholat ashar sampai tenggelam matahari hari jum’ah.
– Membaca hamdalah, sholawat salam pd nabi MUHAMMAD SAW

Niat :
A`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.
Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah,
nawaytu ‘r-riyaadhah, nawaytu ‘s-suluuk, lillahi ta`ala fii haadza ‘l-masjid.

Makna kita melakukan Wudhu.
Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada 1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:
Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.
· Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.
· Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari menyebut selain Allah.
· Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.
· Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
· Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
· Maka dia akan disucikan dua kali.
Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah.
Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan serta kelakuan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran serta perasaan kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.
mengucapkan “rabbunAllah” sekali.  Jika kalian mengucapkannya seratus kali atau berapa pun yang kalian sukai, tidak ada batasan berapa kali malaikat akan turun pada kalian. Jadi ketika awliyaullah mengucapkan, “rabbunallah,” itu tidak seperti yang kita ucapkan; surga akan terbuka bagi mereka dan mereka membusanai pengikutnya dengan itu..

Wirid / Dzikir lengkap Setelah Sholat Fardlu ( Amalan Nabawiyyah )

Setelah Sholat fardhu sebaiknya kita membaca wirid/doa sehingga pahala kita bertambah banyak dan dosa-dosa kita insya allah diampuni. Selanjutnya apabila kita dipanggil olehNya, maka kita sudah bersih dari dosa-dosa dan dimasukkan ke dalam golongan yang beruntung yaitu yang mendapat surga (jannah) sebagai balasan dari Alloh SWT. Wirid ini tergolong wirid panjang tetapi apabila kita baca setiap hari maka kita akan hapal dengan sendirinya. Wiridnya adalah sbb:

Astaghfirullohhal adziim li wali wali dayya wali ashabil khuquqil wa jibati alayya wali jamiil mu’minin wal mu’minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa ‘i minhum wal amwaat (3x)

Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (3x)

Allahumma laa mani’a lima a’thaina wala mu’thiya lima mana’ta wala roodda lima qodhoita wala yanfa’u dal jaddi minkal jadd.

Allahumma ajir na minan-naar. 3 kali

Allohumma antassalam, waminkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayinaa Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darossalam, tabarokta Robbanaa wata a’laita yaa dzaljalali wal ikraam

Audzubillahiminassyaithonirrojiim, Bismillahirrohmanirrokhiim
teruskan dengan membaca : Al Fatehah , kemudian baca :
Wa ilahukum ilahu wakhid , La ilaahailla huwarrohmaanurrokhiim

teruskan dengan membaca ‘ayat Kursi’ dan akhir surat albaqarah

kemudian teruskan dengan beberapa ayat dari Al Qur’an dibawah ini :

Syahidallohu annahu La ilaa ha ila huwa walmalaikatu wa ulul ilmi qoiman bil qisthi La ilaa ha illa huwal aziizul hakiim Innaddiina i’ndallohil islam
Qulillohumma malikulmulki, tu’tilmulka man tasyaa’, wa tanziulmulka miman tasyaa’ wa tu’izu man tasyaa’ wa tudzillu man tasyaa’ biyadikal khoir Innaka alaa kulli syaiin qodiir. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijunnaaharo fillaili, Wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijulmayyita minal hayyi, Wa tarzuqu man tasyaa’ bi ghoiri hisaab

Subhanalloh (33x) , Alhamdulillah (33x) , Allohuakbar (33)
Allohu Akbar Kabiirau wasubhanallohi bukrotau waashiilla
La ilaaha illallohu wahdahuu la syariikalah lahulmulku wa lahulhamdu yuhyi wa yumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir
La khaula wala quwata illa billahil a’liyil aziim
Allohumma sholli wasallim alaa sayyidinaa Muhammad a’bdika wa rosuulika nabiyyil ummiyyi wa a’laa aalihii wa shohbihii wasallim
Wa hasbunaallohu wani’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mal nashiir
La khaula wala quwata illa billahil a’liyil aziim, Astaghfirullohhal adziim.

ilahii anta maqshuudii wa ridhooka mathluubii a’thinii mahabbatika wa ma’rifatika, nawaitu taqarruban lillahi ta’ala.

afdholud dzikra fa’lam annahu laa ilaaha illallaah : LAA ILAAHA ILLALLAAH 165 kali atau 100 kali.

laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullaah saw.

Doa :
Alhamdulillahirobbil a’lamiin, hamdan yuuafii ni’mah wa yukafii maziidah
yaa Robbanaa lakalhamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhikal kariim wa aziim sulthonik
Allohumma Sholli wasalim alaa sayidinaa Muhammad, sholatan tunjinaa bihaa min jami’il ahwaali wal afaat, wa taqdhilanaa bihaa min jami’il hajaat, wa tuthohirunaa bihaa min jami’is sayi’at, wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’laa ddarojaat, wa tubalighunaa bihaa aghsol ghoyat min jami’il khoirot fil hayaati wa ba’dal mamaati.

Allahummarham ummata sayyidina muhammad allahumma farrij an ummati sayyidina muhammad
Allohumma inna nasa’luka luthfa fimaa jarot bihil maqoodiir
Allohumma inna nasa’luka min khoiri masa’alaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad ‘abduka wa rosuuluka, wa na’udzubika min syarri masta’adzaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad ‘abduka wa rosuuluka
Allohumma inna nasa’luka muujibaati rohmatika, wa azaa’ima maghfirotika,
wa ssaalamatan min kulli istmin, wal ghoniimatan min kulli birrin, wal fauza bil jannah, wan najaata mina nnaar, wal a’fwa ‘indalhisaab

Robbanaa laa tuzig quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablana miladunka rohmah, innaka antal wahhaab
Robbanaghfirlanaa wali walidiina kamaa robayanaa shoghiiroo, wal jamiil mu’minin wal mu’minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa’ i minhum wal amwaat
Robbanaa aaatinaa fiddunyaa khasanah, wa fil aakhiroti khasanah, wa qinaa ‘adzabannaar.
Wa shollallohu alaa sayidinaa muhammad wa alaa aalihii wa shohbihii wa sallim, walhamdulillahi robbil ‘alamiin. Amiin.

Ketahuilah wahai umat Islam

SiKSAAN  MENINGGALKAN SOLAT
“Apakah yang menyebabkan kamu semua masuk neraka Saqar ini? Mereka menjawab: Kami tidak termasuk golongan orangorang yang bersembahyang.” AlMudathsir:42,43)

Siksaan Ketika Hidup Di Dunia
Allah kurangkan keberkatan umurnya. Rezekinya dipersempitkan oleh Allah. Tidak ada tempat baginya di sisi agama Islam. Doanya tertolak. Hilang cahaya soleh dari wajahnya. Amal kebajikan yang dilakukannya langsung tidak diberi pahala.

Siksaan Ketika Sakaratul Maut
Ia akan menghadapi sakaratul maut dalam keadaan hina. Matinya dalam keadaan menderita kelaparan. Matinya dalam keadaan yang tersangat haus walaupun diberi minum air sebanyak tujuh lautan.

Siksaan Ketika Di Dalam Kubur
Allah akan menyempitkan kuburnya dengan sesempit-sempitnya. Kuburnya akan digelapkan. Allah akan menyiksanya dengan pedih sehingga hari Qiamat.

Siksaan Ketika Berada Di Akhirat
Ia akan dibelenggu dan diseret ke padang Mahsyar oleh malaikat. Allah tidak akan memandangnya dengan pandangan belas kasihan. Allah tidak akan mengampuni dosanya dan dia akan disiksa dengan keras di dalam neraka.

Nisbah Dosa Bagi Orang-Orang Yang Meninggalkan Sembahyang Setiap Waktu
SUBUH : Ia akan disiksa selama 60 tahun di dalam neraka.
ZUHUR : Dosanya seperti membunuh 1000 jiwa orang Islam.
ASAR : Dosanya seperti ia meruntuhkan Kaabah.
MAGHRIB : Dosanya seperti ia berzina dengan ibunya (jika lelaki) atau berzina dengan bapanya (jika perempuan).
ISYAK : Allah tidak redha ia hidup di bumi Allah ini dan disuruh  agar mencari bumi yang lain.

SIKSA NERAKA

HUKUM MENGUMPULKAN DUA WAKTU SEMBAHYANG

Dalam kesibukan kadangkala ada antara kita yang lalai atau sengaja menggabungkan waktu sembahyang zuhur dengan asar ( sembahyang di akhir waktu zuhur dan diikuti sembahyang asar sebaik sahaja masuk waktunya)

Renungkan hadis Rasulullah SAW di bawah yang menghalang perbuatan tersebut

Saad bin Abi waqas bertanya Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan sembahyangnya maka jawab baginda ” yaitu orang yg mengakhirkan waktu sembahyangnya dari waktu asalnya hingga sampai waktu sembahyang lain. Mereka telah mensia-siakan dan melewatkan waktu sembahyangnya, maka mereka diancam dengan neraka wail”.
Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut mentafsirkan hadis di atas” yaitu orang yang melengah-lengahkan sembahyang mereka sehingga lewat waktunya
mereka neraka jahanam tempat kembalinya”.
Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda ” Sesiapa yang mengumpulkan dua sembahyang tanpa ada halangan, maka sesungguhnya dia telah memasuki pintu besar dari pintu dosa-dosa besar”. (Riwayat Al-Hakim) Wallahua’lam

SiKSA NERAKA BUKAN KEPALANG

Mereka yang meninggalkan sembahyang akan menerima siksa di dunia
dan di alam kubur tidak terlepas daripada tiga siksaan.Tiga jenis siksa di dalam kubur ialah:-

1. Kubur akan menghimpit-himpit serapat yang mungkin sehingga berselisih tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3. Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” dan ular itu berkata:

“Allah menyuruh aku memyiksa engkau kerana engkau mensia- siakan sembahyang Subuh.”

Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dihentak hingga terjunam ke perut bumi kerana meninggalkan sembahyang Zuhur. Kemudian dipukul lagi kerana meninggalkan sembahyang Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isyak dan seterusnya hingga ke waktu Subuh semula. Demikianlah berterusan seksaan oleh Sajaul Aqra hinggalah hari Kiamat.

MALAS SOLAT LIMA WAKTU

Didalam neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya
adalah ular-ular bersaiz sebesar tengkuk unta dan panjangnya
sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain selain mengigit orang-
orang yang tidak menunaikan sembahyang semasa hidup mereka. Bisa
ular itu pula menggelegak di dalam badan mereka selama 70 tahun
sehingga luruh seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh mereka
kembali pulih lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan solat

Orang yang tidak sembahyang akan disiksa dengan 15 siksa; 6 daripadanya akan diterima di dunia, 3 siksa tatkala hendak mati, 3 siksa lagi ketika berada di alam kubur dan 3 siksa lagi di hari kiamat.
Enam siksa semasa hidup di dunia:
1. Ditinggalkan berkat pada umurnya.
2. Allah akan menghapuskan tanda-tanda orang salih daripada mukanya.
3. Tiap-tiap amal yang dikerjakan tiada diberikan pahala kepadanya.
4. Segala doanya tiada diperkenankan oleh Allah.
5. Dia dimarahi dan dibenci oleh segala makhluk di dunia.
6. Tidak ada baginya bahagian daripada doa orang-orang salih.
Tiga siksa tatkala hendak mati:
1. Dia mati dalam kehinaan.
2. Mati dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Mati dalam keadaan yang sangat haus, sehinggakan jika dituangkan kepadanya sekelian air laut di dunia ini, dia tetap
merasa tidak puas.

Tiga siksa ketika di alam kubur:
1. Disempitkan kuburnya.
2. Dinyalakan api, di mana dia akan membalik-balikkan dirinya didalam bara api itu.
3. Allah mngerahkan ular yang paling besar untuk menyebat mayat
itu, yang mana dinamakan ular itu ‘SHAJKUL AKRAK’ dan ular itu akan berkata, Sesungguhnya aku telah disuruh oleh Tuhanku untuk memukul engkau dari Subuh hingga ke Zuhur, dipukul pula hingga ke Asar dengan sebab engkau sia-siakan waktu Zuhur. Begitulah seterusnya tiap-tiap hari dan malam sehingga hari kiamat.

Tiga siksa di hari kiamat:
1. Allah memerintahkan malaikat azab agar menghela orang yang tidak sembahyang itu ke dalam neraka.
2. Allah menilik pada orang yang tidak sembahyang itu dengan tilikan yang murka.
3. Allah akan mengira orang yang tidak sembahyang itu dengan kiraannya yang paling berat dan terus disumbatkan ke dalam neraka sebagaimana firman Allah yang bermaksud, “Apa yang membawa kamu ke neraka?” Mereka menjawab, “Kami , tidak sembahyang.”

Wali Band

Ramuan untuk pengobatan penyakit dari jenis sihir

Ramuan untuk pengobatan penyakit dari jenis sihir

Berbeda dengan amalan, petunjuk dibawah ini bisa digunakan untuk penyembuhan santet/sihir, kesurupan dll yakni dengan menggunakan ramuan tradisional. Silahkan pilih salah satu dari beberapa petunjuk berikut ini :

Resep Pertama
Sediakan 1 buah pisang mas, inggu, jadam, bawang putih, belerang/tanah cempaka, lumut pada batu nisan. Semua bahan digiling halus lalu digosok pada bagian yang sakit sebanyak 2x sehari (pagi dan malam). Lakukan sampai sembuh.

Resep Kedua
Sediakan beras 1 genggam, kulit jeruk purut 6 potong dibakar dulu hingga lembab. 1 butir bawang putih, kemenyan 1 ibu jari. Semua bahan digiling halus dan kemudian digosok merata pada bagian yang sakit.

Resep Ketiga
Sediakan 1 buah jeruk limau, jadam, inggu, bawang putih, minyak kelapa 2-3 sendok. Caranya : jeruk limau dibakar di atas bara api sampai hitam, diperas dan diambil airnya. Bahan lain digiling halis, lalu dicampur dengan minyak kelapa dan air perasan jeruk limau tadi. Lalu digosok pada tubuh yang sakit secara merata.

Bagaimana cara membuat benteng gaib untuk rumah maupun diri pribadi tanpa mantra? simak caranya berikut ini :

Pagar Gaib Rumah
Untuk mencegah gangguan mahluk gaib dan santet/sihir orang jahat yang menyerang ke rumah kita. Ambil 1 pisau karatan, segenggam garam, 1 ruas bangle (sejenis dgn jahe dan kunyit), bawang putih 1 butir, dan jeruk purut 1 butir. Semuanya dibungkus denga kain kuning dan ditanam di depan rumah atau ditaruh di atas loteng rumah.

Pagar Gaib pribadi (terutama untuk wanita hamil)
Ini supaya tidak diganggu oleh mahluk-mahluk ghaib. Ataupun gangguan dari orang2 yg sedang menjalani ritual ghaib, dan membutuhkan janin sebagai syaratnya. Ambil 1 gunting kecil, dan 1 ruas bangle. Bungkus dengan kain kuning dan ikat dengan benang. Paling baik kalau benangnya ada 7 macam warna.

Pagar Gaib Anak-anak
Untuk mendiamkan anak yang sering menangis di waktu maghrib atau menjelang subuh. Biasanya anak bayi yang sering menangis di waktu magrib dan menjelang subuh bisa terjadi karena adanya gangguan mahluk ghaib. Untuk menenangkannya ambil 1 ruas bangle kemudian dihaluskan. Taruh bangle yg dihaluskan itu di kening bayi tersebut. Maka anak tersebut akan terbebas dari gangguan ghaib.

Menangkal Segala Jenis Ilmu Hitam dan Mahluk Halus

Untuk menangkal segala santet, kerasukan jin, iblis, tenung sihir, dan segala
ilmu hitam perantaraan jin dan orang jahat coba baca amalan dibawah ini :
“laa ilaha illalahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi
wa yumiitu wa huwa alaa kulli syai-in qodir”
Ayat diatas dibaca setiap selesai sholat subuh sebanyak 100 kali.

Sedikit pengalaman “Pagar Gaib” rumah yang udah dicoba..

Ambil bambu kuning sebesar ibu jari potong kira2 1 jengkal sebanyak jumlah sudut tanah/rumah yang akan di’pagar’..
‘isi’ bambu2 tsb dg cara sbb :
– mengambil wudhu terlabih dahulu..
– duduk bersila sambil menghadap ke bambu2 tsb..
– dalam hati niatkan untuk membentengi rumah/tanah dengan pagar gaib..
– letakkan tangan dengan telapak menghadap ke bambu (seperti orang yang akan mentransfer ilmu) dan fokuskan pandangan mata ke arah bambu..
– atur nafas pelan2 (nafas perut)..
– baca “Bismillahirrohamnirrohiim” dalam hati sambil menahan nafas di perut lalu hembuskan..lakukan sebanyak 7 kali..
Setelah di’isi’, tanam bambu2 tsb di setiap sudut rumah/tanah yang akan di”pagar”..

catatan :
– bambu yang sudah di’isi’ jangan sampai terlangkahi oleh manusia..
– bambu ditanam posisi berdiri dan tidak ada bagian bambu yang keluar di permukaan..
– si pengisi tidak perlu orang yang berilmu tinggi atau mempunyai tenaga dalam..yang penting tahu arti bacaan Basmallah tsb..(tapi kalo si pengisi punya tenaga dalam lebih mantabb lg sih )

pengalaman :
pernah menguji cara ini di rumah paman gw..saat gw masukin santet/teluh, bambu di posisi arah datengnya santet itu tiba2 meledak dan santet itu musnah..

Amalan uang Berkah

Amalan Uang Berkah

Robbi inni qobalta nafsan far hamha wa in arsaltaha

an tahfazoha bima tahfazu bihi ibadakas sholihin

do`a ini dibaca 3x, tatkala kita menerima uang dari hasil usaha atau dari pemberian siapapun.
setelah didoakan kemudian ditiupkan kepada uang tersebut.
insya Allah, uang yg sudah kita doakan itu akan menjadi berkah tatkala dibelanjakan lagi.
tapi ingat ini bukan sekali-kali “uang balik” ini adalah “uang berkah” yang jika dibelanjakan, maka dia akan memanggil teman2nya (uang2) secara gaib, meluncur kepada si pembaca do`a tsb , dan ingat lagi, sekali-kali bukanlah uang itu akan datang dan muncul secara tiba2, tetap saja uang datangnya itu melewati jalur dan jalan usaha, atau pergaulan / silaturrahmi..

Supaya orang gampang mengeluarkan uangnya

Robbana ya Quddus, `ajilana fil fulusinnasi `ajma`in

do`a ini sangat bagus bagi mereka yg berprofesi sebagai sales marketing.
jika do`a ini dibaca tatkala sedang melakukan transaksi penjualan, maka si calon pembeli akan tergugah semangat dan simpatinya kepada anda, sehingga ia akan dengan senang hati mau membeli product2 yang anda tawarkan.cara melakukan do`a ini ialah dibaca dalam hati 1x ketika berjabatan tangan dengan customer..dan harus dengan keyakinan penuh akan kebesaran dan keagungan Allah.
cara ini juga dapat dipakai ketika kita sedang kepepet dan butuh bantuan dana dari siapapun.

( ki sawung )

Salam mim baid