Rahasia Asma suryani

Rahasia Asma suryani

ASMA’ SURYANI adalah salah satu cabang ilmu hikmah yang mempunyai kemampuan yang tinggi, ASMA’ SURYANI mempunyai kemampuan yang multi guna, kegunaan utama ASMA’ SURYANI adalah untuk keslamatan, pengobatan dan mampu menaklukan bangsa jin. ASMA’ SURYANI ini juga sangat berbahaya bagi orang yang mengamalkanya bila tidak hati2 dalam belajar. ASMA’ SURYANI ini bisa diturunkan baik secara lisan atau tulisan, ada dua pendapat tentang hal ini , pendapat pertama tidak boleh di tulis dan pendapat kedua paling bagus diajarkan secara tertulis agar mudah dipahami secara keseluruhan, karena bila seseorang yang diturunkan ASMA’ SURYANI tidak memahami apa yang diajarkan, maka ASMA’ SURYANI bisa mencelakakan dirinya sendiri. kita ambil menurut apa yg baik menurut kita dan mursyid kita yg mengajarkan ilmu suryani ini karena beliau tahu lebih banyak daripada kita.

Dalam menurunkan ASMA’ SURYANI tidaklah melalui proses yang berbelit belit yang penting sang guru tahu tata cara menurunkan ilmu yang akan diajarkan kepada orang lain atau murid baru. Selama menurunkan ASMA’ SURYANI sang guru harus bersih dan orang yang akan diisi juga harus dalam keadaan bersih, agar ilmu yang diturunkan sempurna dan tidak berbahaya bagi sang murid baru. Setelah pengisian ilmu, yang harus dilakukan sang murid adalah memulai wirid untuk pengasahan agar ilmu yang baru dipelajari menjadi lebih tinggi.
ASMA’ SURYANI bisa digunakan bila kita dalam keadaan tenang. Bila ingin menaklukan bangsa jin maka kita harus meningkatkan ilmu ASMA’ SURYANI pada level tertinggi, maka seluruh bangsa jin akan takluk kepada kita, bahkan dia akan menghormati dimanapun kita berada, Bahkan bila kita mengobati penyakit non medis jin yang ada dalam tubuh orang yang akan kita obati akan gemetaran dan ketakutan. Bila ilmu ini jatuh kepada orang jahat ( dukun jahat ) maka ilmu ini bisa untuk menaklukan tuyul dan berbagai jenis pesugihan dan kekayaan dimuka bumi ini, jadi sebenarnya ilmu ini sangat berbahaya bagi orang lain dan diri sendiri bila tidak bisa mengontrol atau menggunakan dengan baik.

Sedangkan untuk keslamatan bisa dibaca tiap hari. ASMA’ SURYANI juga bisa digunakan untuk kekebalan dan lembu sekilan, serta memantulkan orang yang menyerang kita walaupun orang yang menyerang kita mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Dalam keadaan kita tenang maka ilmu ini akan bekerja dengan sempurna. Orang yang menggunakan ASMA’ SURYANI dengan keadaan marah maka sebagian tubuhnya sudah dikuasai oleh jin jahat bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukanya, karena bila menggunakan dalam keadaan marah maka jiwanya sudah menyatu dengan jin jahat dan dia sendiri yang akan dikendalikan oleh jin, apabila terjadi hal semacam itu, maka jalan satu satunya adalah memusnahkan ilmu ASMA’ SURYANI didalam tubuhnya. Dan orang yang memusnahkanyapun harus mempunyai kemampuan mengisi dan memusnahkan suatu ilmu yang diatas ilmu ASMA’ SURYANI, apabila orang tersebut tidak mempunyai kemampuan itu, maka sang penyembuhpun bisa mengalami keadaan yang serupa. semoga ulasan ini bermanfaat bagi orang yang ingin belajar ASMA’ SURYANI

Ya Habibi

http://www.youtube.com/watch?v=-uMFvNT7KG0

Alchemist

Alchemist

Alkimia adalah protosains(suatu bidang studi yang tampak sejalan dengan fase awal metode ilmiah dengan pengumpulan informasi dan formulasi hipotesis, tapi melibatkan spekulasi bahwa bidang tersebut belum dibuktikan secara eksperimen maupun belum diverifikasi atau diterima berdasarkan konsensus ilmuwan. Protosains dibedakan dengan berbagai bentuk spekulasi lain karena pembentukannya diupayakan untuk tetap sejalan dengan semua bidang riset ilmiah yang berhubungan lainnya untuk dapat dibuktikan sesegera mungkin.) yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama. Dua tujuan yang saling berkaitan yang diupayakan oleh banyak ahli alkimia adalah batu filosof, sebuah zat mitos yang memungkinkan terjadinya transmutasi logam biasa menjadi emas; dan panacea universal, obat yang dapat menyembuhkan segala penyakit dan memperpanjang usia. Alkimia dapat dipandang sebagai cikal-bakal ilmu kimia modern sebelum dirumuskannya metode ilmiah.

Kata alkimia berasal dari Bahasa Arab al-kimiya atau al-khimiya (الكيمياء atau الخيمياء), yang mungkin dibentuk dari partikel al- dan kata Bahasa Yunani khumeia (χυμεία) yang berarti “mencetak bersama”, “menuangkan bersama”, “melebur”, “aloy”, dan lain-lain (dari khumatos, “yang dituangkan, batang logam”). Etimologi lain mengaitkan kata ini dengan kata “Al Kemi”, yang berarti “Seni Mesir”, karena bangsa Mesir Kuno menyebut negerinya “Kemi” dan dipandang sebagai penyihir sakti di seluruh dunia kuno.

Pada umumnya, orang menganggap ahli alkimia sebagai ahli pseudosains yang berupaya mengubah timah menjadi emas, meyakini bahwa semua materi tersusun atas empat unsur tanah, udara, api, dan air, dan mengulik pingiran mistisisme dan Sihir. Dari sudut pandang masa kini, upaya dan keyakinan mereka dianggap memiliki keabsahan terbatas, tetapi kalau mau objektif, kita harus menilai mereka dalam konteks zaman mereka. Mereka mencoba menjelajahi dan menyelidiki alam sebelum tersedianya sebagian besar alat dan praktik ilmiah dasar, dan alih-alih bergantung pada pegalaman, tradisi, pengamatan dasar, dan mistisisme untuk mengisi lobang-lobang ini.

Untuk memahami para ahli alkimia, cobalah merenungkan betapa ajaibnya perubahan suatu zat menjadi zat lain, yang menjadi dasar metalurgi sejak dimulainya ilmu ini pada akhir zaman Neolitikum, bagi kebudayaan yang tidak memahami fisika atau kimia secara formal. Bagi ahli alkimia, tak ada alasan kuat untuk memisahkan dimensi kimiawi (material) dengan dimensi penafsiran, perlambangan, atau filsafat. Pada masa itu, fisika yang tak memiliki wawasan metafisika dianggap tak lengkap seperti halnya metafisika yang tak memiliki perwujudan fisik. Jadi, lambang dan proses alkimia biasanya memiliki baik makna batiniah yang merujuk pada perkembangan spiritual praktisinya, maupun makna material yang berkaitan dengan perubahan fisik zat.

Transmutasi logam biasa menjadi emas melambangkan upaya menuju kesempurnaan atau ketinggian tertinggi eksistensi. Ahli alkimia meyakini bahwa seluruh alam semesta sedang bergerak menuju keadaan sempurna; dan emas, karena tak pernah rusak, dianggap zat yang paling sempurna. Dengan mencoba mengubah logam biasa menjadi emas, mereka sebenarnya mencoba membantu alam semesta. Maka, cukup logis jika mereka berpikir bahwa dengan memahami rahasia ketakberubahan emas, mereka akan menemukan kunci untuk menangkal penyakit dan pembusukan organik; demikianlah pertautan antara tema-tema kimiawi, spiritual, dan astrologi menjadi ciri-ciri alkimia zaman pertengahan.

Maka, penafsiran naif sebagian ahli alkimia, atau harapan palsu yang dipromosikan sebagian yang lain, jangan sampai mengurangi nilai upaya para praktisi lain yang lebih tulus. Selain itu, bidang alkimia banyak berubah sepanjang zaman, dimulai sebagai cabang metalurgis/obat agama, menjadi dewasa menjadi bidang studi yang kaya dan sah, berdevolusi menjadi mistisisme dan penipuan blak-blakan, dan akhirnya memberikan sebagian pengetahuan empiris dasar untuk bidang kimia dan obat-obatan modern.

Hingga abad ke-18, alkimia dianggap sebagai ilmu serius di Eropa; contohnya, Isaac Newton mengabdikan banyak waktu untuk Seni ini. Ahli alkimia terkemuka lainnya di dunia Barat adalah Roger Bacon, Santo Thomas Aquinas, Tycho Brahe, Thomas Browne, dan Parmigianino. Penurunan alkimia dimulai pada abad ke-18 dengan lahirnya kimia modern, yang memberikan kerangka kerja yang lebih teliti dan andal untuk transmutasi zat dan obat-obatan, dalam desain baru alam semesta yang berdasarkan materialisme rasional.

Idealisme transmutasi zat dalam alkimia menjadi terkenal lagi pada abad ke-20 ketika para fisikawan mampu mengubah atom timah menjadi atom emas melalui reaksi nuklir. Namun, atom emas baru ini, karena merupakan isotop yang labil, hanya bertahan lima detik lalu terurai. Lebih belakangan, laporan mengenai transmutasi unsur atas-tabel — dengan cara elektrolisis atau kavitasi suara — menjadi pusat kontroversi fusi dingin (cold fusion) pada tahun 1989. Tak satu pun klaim-klaim ini dapat diduplikasi. Dalam kedua kasus ini, kondisi yang diperlukan berada jauh di luar jangkauan para ahli alkimia kuno.

Perlambangan alkimia sesekali digunakan pada abad ke-20 oleh psikolog dan filosof. Carl Jung memeriksa kembali perlambangan dan teori alkimia dan mulai menunjukkan makna batin dalam pekerjaan alkimia sebagai jalan spiritual. Filsafat, lambang, dan metode alkimia menikmati kelahiran kembali dalam konteks posmodern, seperti gerakan New Age. Bahkan sebagian fisikawan bermain-main dengan gagasan alkimia dalam buku-buku seperti The Tao of Physics dan The Dancing Wu Li Masters.

Sejarah alkimia menjadi bidang akademis yang giat. Seraya bahasa ahli alkimia yang kabur — dan tentunya hermetis — perlahan-lahan dapat “dipecahkan sandinya”, para ahli sejarah menjadi semakin menyadari hubungan intelektual antara alkimia dengan segi-segi lain sejarah budaya Barat, seperti masyarakat Rosicrucian dan masyarakat mistis lainnya, sihir, dan tentu saja evolusi sains dan filsafat.

Alkimia mencakup beberapa tradisi filsafat yang tersebar selama empat ribu tahun dan tiga benua, dan ketertarikan umum mereka pada bahasa yang penuh sandi dan perlambangan menyulitkan kita melacak hal-hal yang memengaruhi dan hubungan “genetisnya”.

Kita dapat membedakan sedikitnya dua benang utama, yang tampaknya tidak bercampur, setidaknya pada tahap-tahap awal: alkimia Tiongkok, berpusat di Tiongkok dan wilayah pengaruh budayanya; dan alkimia Barat, yang pusatnya berpindah-pindah antara Mesir, Yunani dan Roma, dunia Islam, dan akhirnya kembali ke Eropa. Alkimia Tiongkok berkaitan erat dengan Taoisme, sementara alkimia Barat mengembangkan sistem filsafatnya sendiri, yang hanya sedikit berkaitan dengan agama-agama besar Barat. Masih belum terjawab apakah kedua benang ini memiliki asal-usul yang sama, atau sejauh apa mereka saling memengaruhi.

Alkimia dan Astrologi

Alkimia di dunia Barat dan tempat-tempat lain yang mempraktikkannya secara luas berkaitan dan bertautan erat dengan astrologi bergaya Yunani-Babilonia tradisional; dalam berbagai hal, alkimia dan astrologi dibangun untuk saling melengkapi dalam pencarian pengetahuan gaib. Secara tradisional, setiap tujuh planet dalam tata surya yang dikenal orang zaman itu bertalian dengan, menguasai, dan mengatur logam tertentu.

Karena Isaac Newton merupakan ahli alkimia yang terkenal pada masanya, sedangkan astrologi dan alkimia (sampai sekarang pun) begitu berkaitan erat, mungkin sekali Newton memiliki pengetahuan yang baik tentang astrologi, atau setidaknya pemahaman dasar mengenai metodologi astrologi yang berkaitan dengan alkimia. Maka, secara logis, seseorang pastilah tahu banyak tentang astrologi agar dapat menggunakan alkimia secara efektif, dan Newton serta para ahli alkimia terkemuka lainnya tentu mengetahui hal ini.