ilmu pelet

Ilmu pelet

penulis : kisawung

Ilmu pelet dan ilmu pengasihan adalah salah satu cabang ilmu gaib yang khusus berfungsi untuk mempengaruhi alam bawah sadar seseorang agar tertanam rasa cinta atau sayang yang dalam kepada orang yang mengirim pelet/pengasihan tersebut. Di tanah jawa, ilmu pelet dan pengasihan telah ada sejak jaman jawa kuno. Bahkan mungkin sama kunonya dengan nenek moyang orang jawa. Tidak ada keterangan yang reliable mengenai siapa yang mengenalkan ilmu pelet pertama kali, kapan dan di dimana itu terjadi. Menurut pengamatan atas berbagai kitab kuno,ilmu pelet dan pengasihan -seperti aliran mistik lainnya- berkembang seiring dengan perkembangan bahasa dan budaya. Berubahnya tatanan budaya dan bahasa juga mengubah tatacara ritual dan bahasa mantra yang digunakan ilmu pelet.

Ajian ajian pelet dikenal hampir ada disemua budaya nusantara ini ,di Belitong disebut “kemat”. Di daerah jawa apalagi banyak sekali nama ajian ajian tersebut  misalnya : semar mendem ,puter giling ,aji kencono wungu,jaran goyang, aji sukma sejati dan bermacam jenis nama pelet dengan disertai laku yang berbeda beda juga serta syarat syarat tertentu yang harus dijalankan ketika menjalankan atau mengamalkan ilmu tersebut.

Pelet itu berasal dari nama seorang tokoh legendaris, ialah Nini Pelet dari gunung Ciremai Cirebon, dan Mbah Buyut Pelet dari Pajajaran. spirit dari Nini Pelet / Nyi Pelet ialah Djinn Quraesin  dari Rawa Onom Banjar Parahyangan zaman Prabu Selang Kuning

sebagian berpendapat dewi quraesin ini bukan dari rawa onom banjarpataruman tapi bertempat di kaki gunung ciremai salah satu panglima ratu jin nyi endang sukaesih carancang kancana putra dalem arya wiratanu/jaya sasana cikundul. Dewi Quraesin dan Nyi Pelet itu dapat dikalahkan keilmuannya oleh Ki Buyut Mangun Tapa dari Cirebon keturunan Mbah Kuwu Cakrabuana dan Kitab Ilmu Pelet Dewi Quraesin dapat direbut oleh Ki Buyut dan dipelajari juga disempurnakan dengan keilmuan hikmah sehingga Ilmu Pelet Jaran Goyang sekarang terbagi menjadi 2 silsilah dan khodam ada yang berasal dari siluman Ular Dewi Quraesin ada yang berasal dari khodam Ki Buyut Mangun Tapa.

Cara kerja pelet ajian ini rata rata sama yaitu setiap ajian memiliki khadam atau jin yang menguasai atau yang bisa di perintahkan untuk menpegaruhi pikiran dan hati lawan jenis yang ingin dituju dengan ilmu pelet ini.Jadi intinya ketika seseorang mengamalkan pelet aji tersebut maka ia sebenarnya sedang berkerjasama dengan khadam atau jin penguasa ilmu pelet tersebut untuk menpegaruhi agar lawan jenisnya suka pada pelaku ajian ini.. Kelebihan pelet ini adalah asalkan pelaku ajian ini bisa menaati aturan ilmu pelet ini maka lawan jenisnya akan bertekuk lutut padanya ,namun bila sasaran pelet aji ini menpunyai iman yang kuat biasanya sulit ditembus malah nanti balik ke pelaku sendiri yang menbuat ia semankin cinta namun sakit karena cinta tak terbalas.

Dan apabila lawan jenisnya terpengaruhpun oleh aji ini biasanya rumah tangganya akan sering banyak gonjang ganjing karena bersifat cinta yang dipaksa  dan juga melibatkan makhluk gaib lain, yang dalam bahasa jawa disebut sebagai perewangan. yang punya filosofi:

“Saiki aku ngewangi koe ,sesok mati gantian koe ngewangi aku”

“Sekarang aku jadi pembantumu,besok kalau kamu mati maka kamu akan jadi pembantuku”

Jadi para pembaca sekalian saya sarankan lebih baik tak usahlah pakai jenis pelet ini untuk mendapatkan belahan hati anda.Lebih banyak mudaratnya daripada manfaat dan kebahagiaan buat anda.

media pelet : Batu Akik Combong, Kayu Yusuf, Ekor cabang dua kadal, Bulu sayap burung pelatukbawang, bulu bebek kimpoi, tali ijuk cucuk hidung kerbau, ikan tempel, 7 jenis lumut, mustika kantil, dll.

Pengasihan dan Mahabbah sedikit beda,  bedanya kalau pengasihan itu ada kecenderungan memanfaatkan 3 hal :

– kekuatan dari diri sendiri

– kekuatan bantuan guru

– kekuatan dari bantuan energy mantra

sedangkan Mahabbah ialah dengan mengambil keberkatan dari suatu amalan / dzikir

macam-macam sumber ilmu pelet :

1.pelet alami yaitu pelet yg berasal dari keturunan yang sudah ada sejak lahir.

2. pelet yang di timbulkan karena kekuatan benda mati seperti cincin, buluh perindu, susuk dll.

3. pelet yang di timbulkan karena kemustajaban doa atau mantra

4. pelet yang di timbulkan karena kekuatan mahluk lain seperti jin atau khadam.

5. pelet yang di timbulkan karena kekuatan jiwa atau kekuatan batin seseorang.

Diantara ciri-ciri orang yg terkena Pelet :

1. Sering terbangun dimalam hari lalu bingung, karena heran tidak mengenali tempatnya.

2. Timbulnya perasaan nafsu birahi atas bayangan seseorang yg selalu saja muncul .

3. Sering merasa pusing kepalanya di saat magrib, jam 22.00, dan pas bangun tidur

4. Makan dan minum mulai dirasa tidak enak / hilangnya nafsu makan

5. Sering mengeluarkan airmata padahal tidak dalam keadaan yg sedih

6. Sering tidak nyambung jika ditanya

7. Mulai suka menyendiri dan mengurung diri dalam kamar

8. Mulai suka bepergian tetapi tidak tau arah dan tujuannya

9. Mulai suka tersenyum dan tertawa atau menangis tanpa sebab yang jelas.

10. Saat tidur di malam hari, tiba-tiba mulai senang dengan tanpa busana / telanjang.

11. Mulai sering keluar jalan di malam hari dalam keadaan mata tertutup/ tidur berjalan.

Sifat Ilmu Pelet

Reaksi sangat cepat, kurang dari 24 jam. Reaksinya sangat keras sehingga orang yang terkena pelet tidak lagi berpikir rasional.Daya tahan cinta hasil pelet hanya 40 hari, bisa diperpanjang.Bisa digunakan untuk kebaikan, main-main atau tujuan jahat, sesuai niat pemilik ilmu pelet.Pelet hanya bisa digunakan untuk mempengaruhi satu orang dalam suatu saat.Syarat menguasainya berat, Kecuali jika dengan bantuan Guru (pengisian)

Sifat Pengasihan / Mahabbah

Reaksi lambat antara 21-100 hari. Sifat kasih sayang yang dihasilkan sangat lembut hingga seorang yang terkena pengasihan tidak terganggu Daya tahan tidak terbatas waktu Hanya berhasil bila bertujuan baik, untuk dinikahi, menyadarkan pasangan selingkuh dll.Ada jenis ilmu pengasihan yang bisa mempengaruhi banyak orang dalam satu saat.

Cara Memiliki Ilmu Pelet

Jika Anda ingin memulai semua dari nol, maka Anda akan menemui banyak kesulitan dan kegagalan dalam mengusai ilmu pelet. Sedangkan agar bisa mempengaruhi orang dengan ilmu pelet, Anda harus mengirim kekuatan pelet tersebut kepada orang yang Anda tuju. Bila orang yang Anda tuju lemah secara spiritual, pengiriman ilmu pelet akan sangat mudah.Namun bila orang yang Anda tuju kuat spiritualnya atau memiliki amalan pelindung, maka proses menaklukan bisa menjadi sangat sulit. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang benar-benar menguasai ilmu pelet.

Ada tiga cara yang bisa Anda tempuh agar memiliki ilmu pelet atau ilmu pengasihan ;

1. Memulai dari nol dengan cara berpuasa dan ritual sendiri.
2. Megikuti pengisian ilmu pelet. Puasa lebih ringan atau tanpa puasa sama sekali. Hasilnya sangat terjamin jika Guru yang mengisi Anda telah menguasai ilmu pelet dengan sempurna.
3. Menggunakan Minyak Pelet atau Pengasihan. Cara ini cocok bagi Anda yang sangat sibuk sehingga butuh media cepat untuk pelet atau pengasihan. Khusus untuk tujuan pelet ada minyak khusus yang rahasia, sedangkan untuk pengasihan Anda bisa menggunakan Mustika pengasihan.

Pelet dengan penarikan sukma

tarik sukma: adalah menarik sukma seseorang untuk tujuan membuka rahasia dan pengakuannya,mempengaruhinya, menasehatinya, bahkan untuk menghukumnya. sedangkan media-media :
– Foto, ini digunakan aselinya untuk visualisasi dalam rangka affirmasi dahulu dengan cara dibayangkan, namun hal itu cukup sulit konsentrasinya sehingga dengan media foto dianggap lebih memudahkan untuk visualisasi karena diantara syarat untuk keberhasilan ialah visualisasi harus jelas
– Tanggal lahir, ini maksudnya untuk mencari saat lemahnya seseorang, diyakini dalam satu bulan, manusia itu ada bioritmik saat mana ada waktunya kuat dan ada waktunya atau hari nya dimana kondisi seseorang itu dalam keadaan lemah.. nah saat kondisinya lemah secara bioritmik itulah saat yang pas untuk dipengaruhi..istilah dulunya itulah disebut sebagai saat pengapesan seseorang, saat sialnya..
sesakti apapun orangnya… pasti ada saat lemahnya… saat pengapesannya  satu-satu nya cara untuk memelet jarak jauh ialah dengan dilengkapi teknik Puter Giling namun itupun memerlukan sarana rambutnya atau bekas benda yg pernah dipakainya untuk hasil yang cepat dan maksimal
jika puter giling dilakukan tanpa media itu, maka harus tahu nama ibu target namun cara ini agak berproses lambat itupun teknik puter giling tidak bisa diajarkan secara jarak jauh atau hanya sekedar by tulisan… itu harus diajarkan langsung.

Pelet jarak jauh

1. kendala pelet jarak jauh ialah simpel saja, jika sudah bereaksi, kita tidak melihatnya
dan target juga bingung bagaimana mengungkapkan hasratnya, yang lebih ditakutkan ialah
karena setiap pelet itu hakekatnya menaikkan nafsu birahi, maka target akan melampiaskan
hal itu kepada orang dekat yang ada disekitar pergaulannya.
2. benda batu-batuan yg biasanya sinkron dengan pelet ialah batu combong, batu kecubung, batu kristal, intan, berlian , mirah siam, ruby, topaz kuning, opal kalimaya,dll masih banyak lagi

Ilmu pelet dengan Media Jeruk
ada banyak jenisnya terutama dilihat dari fisik jeruk itu misalnya :
– Jeruk Purut
ini biasa digunakan untuk pengobatan, deteksi, dan juga pekasih/pellet bahkan media jeruk purut ini sangat ampuh sebagai booster dalam melakukan puter giling caranya: inilah yang susah dijelaskan by tulisan karena harus langsung dengan cara prakteknya
– Jeruk Limau Kedangsa
pernah dahulu dibuka thread tersebut dengan Suhu Omtatok sebagai pembimbingnya
menurut Suhu Omtatok, ilmu supranatural dengan media jeruk ada mencapai belasan ilmu sesuai dengan jenis jeruk yang ada sampai belasan dan setiap satu jeruk , terdapat puluhan cara kegunaannya .

kalo di simalungun nama nya uttei mukkur,di semua puak batak maw pun melayu biasa menggunakan jeruk ini,baik itu untuk tenung maw pun tuk obat..cara membelah jeruk purut juga beda2 tergantung pemakaian nya..ada yg belah 4,ada yg belah 8 ada juga dengan cara di putar..biasanya org2 dri sana klo merantau mandi jeruk purut,hanya modal jeruk purut yg udah di doain aja gak ada yg laen2..kadang aku mikir kok ga ada ritual macam2 pikir ku..dan biasa nya klo pisau nya yg membelah pisau bertuah biasa nya jeruk purut tsb manjur tuk di gunakan..

media darah :
ambillah setetes kita darah dari dada kanan sebelah atas atau ambillah setetes darah kita dari ujung jari manis kanan, kata teman saya klo media mani sm darah bs dicampur supaya efeknya lebih baik.                                                                                                                                                                     media mani :
ambillah mani kita masukkan ke botol kecil lalu dipendam selama 40 hari
media rambut
ini untuk puter giling dimasukkan ke dalam gulungan kertas kecil yg sudah dirajah atau diletakkan di sebuah roda/kipas angin maka terpanggillah target untuk selalu mencari diri kita
media kuku
seluruh kuku tangan dan kaki di ambil sedikit2 lalu dibakar jadi abu

media ludah
jika untuk menarik target maka ludah target kita buat puter giling seperti pada rambut
jika untuk memelet, maka ludah kita dari pangkal lidah diambil setelah terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang Telaga Kal Kautsar semua bahan itu bisa digabung dan menjadi Ramuan Pelet Sari Tubuh untuk diminumkan dengan tata cara yang tidak bisa dijelaskan melalui info tulisan tetapi harus diperlihatkan cara untuk membuatnya .

Pelet suku using

Salah satu kelompok masyarakat adat yang memiliki tradisi unik dan langka di daerah Jawa Timur adalah suku using. Kelompok masyarakat yang terletak di daerah pinggiran Banyuwangi ini memiliki tradisi lisan warisan kerajaan Blambangan, yakni tidak lain adalah memuja mantra. Mantra adalah Do’a Sakral kesukuan yang mengandung Magis dan berkekuatan Ghoib. Diantara mantra yang sering dipakai adalah Sabuk Mangir dan Jaran Goyang. Kedua mantra ini masing masing memiliki kekuatan magis yang berlainan. Sabuk Mangir merupakan mantra yang pada prakteknya digunakan untuk pengasihan(mendapatkan jodoh) secara halus. Sedangkan Jaran Goyang merupakan mantra yang digunakan untuk pengasihan secara kasar. Buku Memuja Mantra; Sabuk Mangir dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi berusaha membahas secara komprehensif ihwal praktek santet suku Using Banyuwangi. Buku yang ditulis oleh Heru S. Saputra, Dosen Universitas Jember (UNEJ) ini berangkat dari penelitian lapangannya di tiga tempat desa kultural Using yang berbasis mantra seperti Desa Kemiren dan Olehsari (keduanya di Kecamatan Gajah) serta Mangir (Kecamatan Rogojampi).

Tradisi bermantra sebenarnya sejak lama telah mengakar kuat dalam kehidupan kelompok etnik Using. Pada dasarnya, masyarakat Using memiliki berbagai macam mantra. Namun secara garis besar dapat dipilah menjadi tiga jenis.  Pertama, mantra berjenis santet yang berfungsi sebagai pengasihan- kemudian dikenal dengan istilah – magi kuning jika mengandung positif dan magi merah jika mengandung negative. Kedua, mantra berjenis sihir yang bersifat merusak dan berpotensi menghilangkan nyawa- kemudian dikenal dengan istilah – magi hitam. Ketiga, mantra yang bersifat positif, yakni mantra yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit- kemudian dikenal dengan istilah magi putih. Artikel hanya membahas pada mantra berjenis santet, yakni mantra Sabuk Mangir dan Mantra Jaran Goyang. Alasannya dua mantra inilah yang sering digunakan masyarakat Using. Magi bagi masyarakat Using merupakan sesuatu yang diyakini mampu memberi kekuatan ghaib dan mampu mempengaruhi alam pikiran dan prilaku seseorang. Sedangkan santet merupakan salah satu jenis ngelmu yang dimiliki masyarakat using, yakni ngelmu pengasihan.

Pada umumnya, Mantra Sabuk Mangir digunakan oleh para kawula muda untuk mendapatkan jodoh. Mereka melakukan mantra ini dilandasi dengan ketulusan hati, yakni untuk mendapatkan kebahagiaan secara hakiki. Proses bekerjanya kekuatan magi pada mantra Sabuk Mangir berjalan dengan halus atau pelan – pelan sehingga seseorang yang terkena oleh mantra tersebut tidak akan menyadari bahwa dirinya terkena ngelmu ghaib. Oleh karena itu, pengaruh kekuatan magi terhadap kesadaran seseorang terasa alami. Mantra yang dapat digunakan oleh laki-laki untuk memikat perempuan atau digunakan oleh perempuan untuk memikat laki-laki ini tidak memiliki dampak social yang berarti. Sementara itu, Mantra Jaran Goyang termasuk jenis Mantra santet bermagi merah digunakan untuk pengasihan ( percintaan ) antarinividu dengan diwarnai rasa dendam. Proses bekerjanya kekuatan magi pada mantra Jaran Goyang berjalan lebih kasar atau cepat sehingga seseorang yang terkena mantra akan berprilaku tidakwajar atau tidak alami. Pada umumnya, Mantra Jaran Goyang ini digunakan oleh laki-laki untuk memikat perempuan. Namun, mantra Jaran Goyang ini memiliki dampak social yang negative, baik bagi si subjek ( pemantra ) maupun si objek. Selain itu, hasil pemanfaatan mantra Jaran Goyang bersifat fariatif dari tingkatan tergila-gila sampai gila beneran.

Fungsi mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang bagi masyarakat using dapat dipilah menjadi dua fungsi individual dan social. Fungsi individual tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan psoikis dan biologis Sementara itu, fungsi sosial mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang dapat bersifat integrative ( menyatu ) dan disintegratif ( memisah). Kedua fungsi ini berlaku ketika mereka tidak mampu memanfaatkan mekanisme budaya lokal. Budaya local yang digunakan untuk mencari jodoh misalnya Gredhoan ( mencari jodoh sesuan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW ), Bathokan ( mencari jodoh dengan memanfaatkan media warung tradisional ) dan Mlayokaken atau Colongan ( mencari jodoh dengan cara melarikan atau mencuri pacar untuk dinikahi ).  Selain fungsi utama sebagai pranata social tradisional, fungsi social lain mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang adalah sebagai penekan atau pemaksa berlakunya tata nilai dalam masyarakat, sebagai peningkatan perasaan solidaritas kelompok, dan sebagai penebal kekuatan emosi religiusitas atau kepercayaan terhadap kekuatan supranatural. Hal ini merupakan potret khasanah tradisi local masyarakat Using Jawa Timur yang tergolong langka. ane pernah dikasi wjangan sama almarhum penasihat spritual papa ane di surabaya..tiba2 aja dia ngomong gini.. “dik,seandainya nanti kamu berminat belajar ilmu2 pengasihan mbah minta tolong jangan pernah tergoda pakai jaran goyang..”dan sampe sekarang ane baru tau ternyata efeknya sebegitu kerasnya.

pelet marongge

Pelet Marongge memang dahsyat dan selalu diburu orang yang memerlukan. Pelet ini diyakini paling ampuh dalam memikat asmara lawan jenis. Ritual memperoleh pelet Marongge pun unik. Yakni dengan ziarah di makam Mbah Gabug, lalu berendam di Sungai Cilutung dan membuang pakaian dalam. Ilmu pelet adalah ilmu yang sering diburu orang. Diantaranya oleh mereka yang sulit bertemu jodoh, usaha selalu rugi dan peruntungan negatif. Dan ilmu pelet Marongge, lebih dikenal sebagai pemikat asmara. Ilmu pelet ini didasar ilmu yang berasal dari Ajian Si Kukuk Mudik, milik Mbah Gabug yang terkenal pilih tanding. Bila ditelusuri lebih jauh, Ajian Si Kukuk Mudik berasal dari legenda keramat Marongge. Marongge sendiri sebenarnya nama sebuah desa di Kecamatan Tomo, Kab Sumedang. Lokasinya di sebuah bukit yang berada di jalan raya Tolengas dan Cijeungjing, berbatasan dengan Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka dan juga dekat bendungan Jatigede. Menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak yang cukup menanjak. Seratus meter kemudian terdapat kompleks pemakaman umum Desa Marongge. Di dalamnya terdapat tiga bangunan. Salah satunya paling dikeramatkan karena diyakini kuburan karuhun sebagai ujung dari asal-usul ilmu pelet Marongge. Tiada lain adalah makam Mbah Gabug, Mbah Stayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Setiap hari selalu saja ada yang berziarah ke lokasi ini, kecuali Selasa. Peziarah tampak membludak bila malam Jumat kliwon tiba. Saat itulah ritual nyacap ajian ilmu pelet Marongge dilakukan. Terkadang, pengunjung mencapai ratusan orang. Bahkan suatu kali pernah mencapai seribu orang ketika Jumat kliwon bertepatan dengan bulan Maulud.

Mbah Gabug

Mbah Gabug adalah wanita ayu asal Mataram yang bermukim di Kampung Babakan, dekat Keramat Marongge sekarang. Di sanalah Mbah Gabung dahulu tinggal bersama tiga saudara wanitanya, Mbah Setayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Keempat bersaudara ini dianugerahi paras yang ayu. Bahkan kecantikan mereka terkenal ke penjuru negeri. Sehingga tidak sedikit raja, pangeran dan pemuda yang terpikat.

Ajian Kukuk

Menurut kuncen Abdul Halim, mendapatkan ilmu pelet Marongge harus dengan mengikuti ritual yang berpuncak pada malam Jumat kliwon. Ritual itu disebut nyacap ajian (cara memperoleh ajian). Biasanya, sejak Kamis siang para peziarah sudah berdatangan. Mereka datang dari berbagai tempat. Menjelang malam mereka melakukan tawasul sambil mengungkap hajat masing-masing di sekitar makam Mbah Gabung dengan dipimpin kuncen. Saat tengah malam, mereka berbaris dan berjalan menuju Sungai Cilutung. Jaraknya sekitar 400 meter dari makam keramat Marongge. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak melintasi jalan Tolengas-Cijeungjing, menyusuri jalan setapak, hingga mencapai Sungai Cilutung yang lebarnya 50 meter.

Seluruh peserta turun ke sungai yang airnya tidak terlalu dalam. Sambil mandi dan berendam, mereka membaca mantera yang diberi kuncen diiringi ungkapan agar tercapai segala keinginan. Acara berendam ini, kata Abdul Halim, merupakan ritual yang paling penting dalam prosesi mendapatkan ilmu pelet Marongge.saat selesai melaksanakan ritual mandi , semua yang naik dari sungai di hampiri kupu-kupu emas dating secara misterius dalam jumlah yg banyak. Dan hingga mendekati akhir prosesi, mereka diharuskan melepaskan pakaian dalam, lalu dihanyutkan di sungai itu. Konon, ritual buang pakaian dalam itu sebagai bentuk membuang segala kesialan. Selepas itu, prosesi nyacap ajian ini pun selesai. Ketika keluar dari sungai, para peserta menganggapnya sebagai memasuki babak baru dalam hidupnya. “Ada semacam semangat dan keyakinan yang tumbuh. Kalau ingin jodoh mereka jadi percaya diri,” ungkap Abdul Halim. Kabarnya, ketika berada di dalam air itu, seseorang yang beruntung kerap menemukan jodohnya seketika di tempat itu pula. Misalnya, entah kenapa tiba-tiba seseorang baik laki-laki atau perempuan bisa berkenalan dengan pasangannya. Dan selanjutnya mereka pun berjodoh. Wallahu ‘alam bissawab.

Minyak Pelet
Minyak Pelet ialah berasal dari pengajaran alam kepada mereka yg mau berfikir pada peristiwa hewan ketika berusaha habis-habisan hendak memikat betina maka apakah yg dia lakukan, hewan itu ada yang mengeluarkan aroma tertentu berupa keringat, dan aroma keringat itulah yg membuat si betina menjadi birahi ini pada kasus kijang gunung, yg keringatnya kemudian menjadi butiran kristal lalu dinamakan dia sebagai MUSK atau MISK, selain pada kijang gunung, ini juga terjadi pada musang dan pada burung enggang

tingkat keberhasilannya, ialah saat itu juga, dan targetnya ialah making love jadi pelet minyak akan selalu berujung kepada perbuatan sex sebagai hasilnya itulah sebab, pelet yang ampuh dari minyak hewan tiada yang permanen, kecuali, pada jenis dari Burung Cinto kasih, Ular , dan hewan-hewan yg suka berjodoh dan selalu sepasang adanya, mungkin seperti merpati yg terkenal menjadi legenda maka alam mengajarkan kepada manusia yg berfikir untuk mendayagunakannya sebagai bentuk solusi kepada permasalahan asmara yang menimpa manusia . jika white musk, atau musk oil , dioleskan pada nadi kita maka itu akan merelease aksi pheromone pada tubuh kita secara agak maksimal dengan syarat tambahan ialah pada situasi cuaca yg agak panas dan hal itu tidak akan berpengaruh jika pada kondisi tubuh yg menurun suhu panasnya, karena pheromone akan aktif ketika kita agak berkeringat dan musk oil akan bereaksi dengan keringat kita itu menyebabkan pancaran pemikat kepada siapapun yg berada didekat kita dengan tanda-tanda orang itu merasa nyaman didekat kita dan selalu berusaha meminta perhatian kita kepadanya dalam suasana sangat akrab white musk yang baik ialah yang baunya tidak menyengat bisa diperoleh di toko minyak arab atau toko aromatherapy.

Kobe

slank

jamrud

macam-macam Buhur

Macam-macam buhur

1.MAGRIBI
Buhur ini terbuat dari bahan kayu gaharu dan jayu cendana yang di haluskan denagn campuran minyak khusus.warnanya agak hitam legam dan agak basah aromanya agak menyengat dan bila di bakar asapnya berwarna putih ke hijauan untuk memilih buhur ini haruslah teliti dan berhati –hati.karena buhur ini telah beredar 100 macam lebih dengan bahan berbeda tetapi namanya berbeda

Sebagai buhur berkelas,kita harus tahu man yang bisa di pakai dan mana yang tidak.sebagai antisipasinya,cobalah ambil sedikit buhur tersebut,dan gosokkan pada kedua telapak tanagn anda.apabila buhur tersebut berminyak serta mengandung noda kecoklatan,maka itulah yang harus diplih

2.APEL JIN
Madat ini tebuat dari ampas madu lebah lanceng yang dicampur denagn minyak khusus ,warnanya hitam bercampur putih kekuning.bila dibakar baunya lembut namun cepat menyebar keseluruh ruangan.asapnya berwarna hitam keputihan.untuk meneliti asli tidak nya apel jin tersebut coba ikuti cara sebagai berikut
-apabila dipegang terasa lengket dan sulit dilepaskan
-bila ditekan akan terasa lembek dan tadak mudah patah atau putus
-bila ditempelkan pada sehelai kain bekasnya tidak akan luntur

3.BUHUR JA’FARON
Terbuat dari daun pohon salwa yang dikeringkan.daun tersebut nantinya ditumbuk dan mengelurkan getah berwarna merah seperti warnah darah dan sudah mengndung aroma wangi secara alami
Buhur ini tidak bisa ditiru dan diracik oleh orang – orang indonesia.karena pohonnya hanya tumbuh di sekitar gurun pasir dan hanya terdapat di daerah arab sudi,yaman,turki dan sekitarnya.

4.BUHUR AMBAR
Buhur ini terbuat dari serutan pohon kurma ambar yang dicampur denagn minyak zaitun serta sepuluh minyak khusus lain nya.warna nya merah muda dan agak kering.bila dibakar asap nya sedikit,namun aromanya sangat merebak lebut seta enak dihirup. Buhur ini sangat disukai oleh para sahabat nabi SAW,karena kelembutannya seta wanginya yang sanagt khas.untuk mendapatkan buhur ambar sangat lah susah ,dikeranakan harganya sepuluh kali lebih mahal dari buhur(bisa jutaan rupiah)

5.BUHUR SULTHON
Terbuat dari serutan kulit kayu cendana yang dicampur denagn sebuk menyan arab.warnanya hitam keputihan ,aromanya khas bau kemenyan dan mudah dikenali

6.BUHUR MALIK ATAU AL MULKU
Bahan nya dari kayu setnngi serta daun sirih yang dihaluskan dengan campuran minyak cendana merah,armanya sedikit menyengat dan berwarna hitam kemerahan.
Bila dibakar asapnya berwarna putih hitam atau bisa semu hijau.ciri yang akurat untuk memilih buhur ini adalah bila di pegang terasa dingin

7.BUHUR AL YAMANI
Buhur ini berasal dari negara yaman.daun terbuat dari 7 getah pohon yang berbeda,warnanya hitam dan mengandung butiran kristal merah.
Baunya sangat lembut dan tidak menyengat hidung.ciri dari buhur ini adalah bila kita menghirup bau nya seolah ingin batuk,bersin atau gatal tenggorokan.

8.BUHUR SALWA
Terbuat dari kayu salwa yang dicampur dengan cendana merah atau disebut juga minyak saidina ali.warnanya ada yang merah juga ada yang hitam.ciri dari buhur ini adalah bila di pegang akan meninggalkan warna yang membekas di tangan

9.BUHUR AL UDUD
Buhur ini tidak banyak keberadaan nya karena bahannya yang sangat sulit dicari yaitu pohon attakif dan hanya ada di negara baghdad(irak).warna nya putih cream dan bentuknya seperti pasta.buhur ini sangat di sukai sekali oleh seluruh bangsa gaibiyah

10.FATHUL JIN
Buhur ini di khususkan sebagai sarana penghubung bangsa jin ,warnanya putih dan berbentuk kristal.bila dibakar asapnya sangat banyak dan berwarna putih bersih.untuk membuktikan keaslian buhur ini celupkan butiran kristal putih pada segelas air tawar.bila butiran tersebut berwarna seperti warna air,berarti buhur itulah yang asli.karena banyak buhur yang berbentuk butiran kristal namun terbuat dari bahan kimia yang tidak bisa berubah warna.

( sumber : KWA . penulis : pangeran pengasih )

Goodbless

ilmu gaib suku dayak

ilmu gaib suku dayak

Suku paser

Paser (org2 biasa menyebut Pasir) merupakan salah satu suku asli Kalimantan selain Kutai, Dayak, Tidung, Banjar dan Melayu.
Kemungkinan masih satu rumpun dengan Dayak karena dari segi bahasa,dan adat istiadat masih ada kesamaan.
Suku Paser banyak di temui di daerah Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Suku Paser sendiri terdiri lagi sub2 suku, seperti Paser Pematang di daerah Sadurangas / Benuo, Seratai ; Paser Telake di daerah Olong Telake, Longkali, Pinang Jatus, Olong Gelang, Pias, dll ; Paser Hadang di daerah Hadang ; Paser Modang di daerah Modang ; Paser Migi ; Paser Mayang ; Paser Balik yang merupakan penduduk asli Balikpapan, dll saya lupa.
Saya sendiri merupakan Paser Telake & Pematang dari pihak Bapak dan Paser Pematang / Benuo dari pihak Ibu.
Kebudayaan Paser sendiri bercampur dengan kebudayaan kesultanan, karena dulunya ada Kesultanan Paser yang berpusat di Sadurangas/Benuo/ Belengkong di daerah Sungai Kandilo.
Menurut Sempuri (cerita rakyat Paser), Islam masuk ke Paser sekitar thn 100 an Hijriah dibawa oleh Tuan Guru dari Yaman.
Menurut Sempuri, sejarah tua Paser bersal dari kehidupan purba di sungai Telake, dengan tokoh2 nya Datu’, Nalau dan Ayus. Nah dari orang2 ini konon menurunkan suku2 Paser, Kutai, Dayak.
Juga menurt Sempuri, Kerajaan Tua Paser dengan Rajanya Tuo Ono’ terdapat di daerah sungai Telake.
Setelah Islam masuk berdiri Kesultanan Paser dengan raja nya yg pertama seorang perempuan yang di sebut Putri Botung / Petung, yang semula berpusat di Lempesu, lalu pindah ke Benuo.

Klo dari suku Paser, adat2 yang mirip dengan dayak seperti :
– Belian: ritual utk peyembuhan massal yang dilakukan oleh seorang atau sepasang Mulung (org yg melakukan Belian)
– Besipung: semacam opera atau sandiwara ghaib, yg di adakan di dalam Lou Olai (Rumah besar) yang gelap, dimana seorang tetua adat memanggil roh2 org2 dulu yang merupakan pelaku sejarah sehingga terjadilah sandiwara yang dpt di dengar oleh org2 yg hadir.

Lemu (ilmu ghaib) yg srg saya dgr di suku Paser:
– Parang Maya: menggunakan tangan seperti parang / mendau.
– Pedang pekir: menggunakan jari telunjuk seperti pedang.
– Pedang kendali : melempaskan/ melemparkan senjata, setelah sasaran tertumpas semua, maka senjata akan kembali ke pemilik nya,. lemu ini yang dulu di guanakan Panglima Sentik ketika menumpas seluruh gerombolan Bajak Laut di sekitar perairan Balikpapan.
– Cuca’ peruntus: menghancurkan organ2 dalam tubuh.
– Cuca’ mayat: membuat org menjadi hidup seperti mayat.
– Cuca’ bangkai : menbuat org mebusuk.
– Lemu Selisih, Kuyar Mais, Lowong Botuk, Polong, dll saya byk yg lupa.

ini salah satu pelet versi paser :
Loking torik olo buo
Malan alas damu royan
Bolum berik mono kito
Lupo mangun delap beam

untuk tangkal guna2 dengan cara ilmu dayak caranya ambil batang rotan yg kulitnya agak mnghitam,ambil bambu kuning pas bulan purnama ke 1 ikat dengan bnang sutra panjang 1 jngkal tanganmu 9 warna lalu ikat dngan pita merah seindah mungkin,bungkus dngan kain sutra kuning,cukup dikantongi dibawa kmana2 maka tak akan terkna apa2

Balian ialah Tokoh Spiritual Suku Dayak, dalam istilah Dayak … ilmu itu disebut sebagai Lemu
namun sangat jarang yang mengungkap tentang Lemu yang ada…seperti yang tersohor dan ter ekspose keluar ialah kehebatan Minyak Pelet Dayak:
Minyak Hadangan, Minyak Pitunduk, Minyak Sinyong nyong,
Minyak Buronq Buta (Bambu Buta) , Minyak Bulu Perindu (Gunung Bondang)
dan minyak lainnya:
Minyak Bumi (buat tangkal dan pengobatan)
Minyak Bintang ( buat anti celaka/mati dan pengobatan)

hal lainnya yang mantap ialah:
– Mandau Batu yang bajanya bisa lemas dan layaknya samurai bisa dibengkokkan
– Kalung Manik-manik bernuansakan magis ( aku punya satu )
– piring antik basah (anti kebakaran)
– Guci-guci keramat
Mandau Maya, versi dayak : (parang beneran yg diterbangkan ribuan jin/roh-roh untuk membunuh org) mkax terkdang gk da knal kasihan( ia pank,jin yg bwa). versi melayu(islam) : dengan menggunakan tgn yg di ibaratkan tangan maka sejauh mata memandang musuh2 bsa ditebas( hnya di dlam tubuhnya ),klo ini pernah dicoba ama paman sy tp dicoba ama buah pisang yg.titimpas/titebang dari jauh dengan tngan trus setelah kulit pisangnya di buka maka keliatanlah klo buahnya udh terbelah(bayangin klo sasaranya badan org,bklan putus tu jantungnya n mati). rata2 org2 islam melayu di kalimantan pegang ilmu ginian..

Mandau batu  merupakan bahan mandaunya berasal dari besi yang terkandung di dalam batu kali, di Kalimantan Tengah sendiri ada dua aliran sungai yang menjadi asal batu tersebut yang biasanya di sebut Sanaman Mantikei (asal dari sungai Mantikei berada di Kabupaten Katingan ) dan Sanaman Montalat (asal dari sungai Montalat berada di Kabupaten Barito Utara) ciri besi ini berbentuk cair (semacam otak dari batu) itu saja yang saya tau. Maaf kalau OOT sekedar pengetahuan.
ritual – ritual suku dayak :
– Ritual Balian Tolak Bala/Penyakit (sewaktu terjadi wabah muntaber tahun 1974)
– Ritual Tiwah (atau apa yah aku lupa, dimana ada kerbau dikejar rame-rame ditusuk)
– Ritual Tattoo Dayak yang termasyhur itu ( pemain band dunia sampai datang minta itu)

sesungguhnya Tiwah merupakan Upacara Terakhir dari rentetan upacara kematian bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan (Kaharingan merupakan agama asli masyarakat Dayak), dan ini bukanya memanggil roh leluhur, demikian sesungguh adanya dan semoga menjadi pengetahuan kita semua.

Tambahan :
Kalimat tentang adanya kesaktian/kepercayaan tidak saja hanya dipakai sebagai hiasan kesusastraan belaka melainkan dapat dipandang sebagai pendapat yang berakar-akar dalam bumi kepercayaan bangsa Indonesia, dari masa lampau sampai sekarang masih mempercayai akan adanya benda halus yang bernama kesaktian, termasuk pengetahuan bathin orang-orang Dayak. Adapun nama-nama pengetahuan bathin orang-orang Dayak tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Parang-maya, yaitu orang yang kena mati badan separo, atau leher seakan-akan ada bekas luka, atau tangan mendadak tak bisa bergerak, atau badan biru, tangan sepotong.
2. Pipit Berunai, yaitu semacam binatang kecil seperti busuk dipelihara dalam botol, dikasih makan timah atau waja/besi, menurut kepercayaan binatang tersebut dapat diperintahkan menyerang musuh.
3. Tumbak Gahan, yaitu pengetahuan ini biasanya terdapat di daerah Barito Selatan, Barito Timur dan Pasir (Tanah Grogot).
4. Awoh, yaitu khusus pengetahuan untuk membengkak atau merusak mata jadi buta, atau koreng yang tak dapat diobati lagi, daging lepas-lepas.
5. Kiwang, Kibang, Pakihang, yaitu khusus untuk memelihara kebun, ladang, rumah dll, orang yang kena dapat bengkak, sakit perut, berak-berak mendadak, badan lemas. Ada juga yang dinamai Pakihang Leket, orang yang terkena lemas tak dapat berjalan/berpindah tempat.
6. Panikam Jantung, yaitu khusus kekuatan bathin menikam jantung, orang terus hilang nafas dan kelihatan bekas dibelakang atau didepan bersamaan tempat jantung.
7. Petak Malai, yaitu tanah malai, tanah yang berkhasiat untuk menjinak binatang-binatang yang liar, menjinak manusia. Tanah ini didapat dari Bukit Bondang, Bukit Raya, Bukit Kaminting, Gunung Kelam dan disungai Samba dekat kampung jala hulu sungai Katingan.
8. Dll.. (sumber Kalimantan Membangun)

Panah terong adalah ilmu gaib yang memanfaatkan terong susu (buah terong yang ada benjolannya mirip payudara wanita), buahnya sudah langka dan mungkin hanya ada di kalimantan. Kemudian terong ini ditusuk pakai kayu yang dibentuk menjadi panah. Kayunya diambil dari pohon beringin yang angker. Lalu dipanahkan ke arah sasaran.

Akibatnya pada korban adalah akan sakit bisul biasanya dikepala yang sakitnya luar biasa, dan gak bakal sembuh-sembuh, apabila terong yang dipanahkan tsb sudah busuk dan pecah, maka pecah pulalah bisulnya yang kemudian disusul dgn meninggalnya sang korban.

budaya supranatural Dayak, Khmer / Kampuchea /kamboja , bahkan Thai/Siam ialah hampir sama dan mirip…jika pada saat ini sedang maraknya Sak Yant ( Tattoo Rajahan ala Thai ) maka pada suku Dayak itu dari jaman dahulu kala sudah ada . bahkan Tattoo Mistik Dayak dinyatakan yg paling tua walau sederhana bentuknya sehingga seorang pemain Band tingkat dunia berkenan langsung datang ke pedalaman Kalbar untuk memasang Tattoo Dayak di badannya  orang Thai, Khmer, Melayu, Dayak, sama-sama suka Nyirih (daun sirih)

ada lagi ilmu dari dayak untuk mengetahui aroma bau tubuh manusia dari suku tertentu di indonesia yaitu para dukun di pedalaman mencari perempuan hamil dari suku A yang berusia 7 bulan, setelah ibunya dimatikan sedangkan anak 7 bulan diambil untuk dilaksanakan ritual diambil darahnya ditempatkan dikuali setelah itu ritual dengan anak buahnya [biasanya panglima perang dengan anak buahnya] setelah selesai didoakan [dimantrai] masing2 peserta meminum darah tersebut, maka hasilnya maknyus dan mantap karena para peserta tersebut dapat mencium aroma tubuh atau keringat dari suku A tersebut.

jenis2 ilmu hitam suku dayak
misalnya :
1. pukulan berat bumi = itu efeknya kalo kena kita membuat badan jadi berat… saking beratnya kaki kita bisa patah ngangkat badan kita sendiri. bisa juga langsung lumpuh se umur hidup.
2. panah Lombok = itu di kirim tengah malam lewat udara.. yang kena bisa mati kepedasan… atau dari badan kita bisa keluar lombok.
3. panah terong = sama seperti di atas.. tapi bedanya jika kena ini bisa badan kita jadi ungu seperti terong .. dalam 3 hari yakin deh pasti mati.
4. bulu perindu = bulu yang di simpan.. buat ngawinin anak orang.. yakin pasti di terima ama itu cewek, bulunya di rendam dalam air trus suruh minum tu cewe.
5. Mandau menangis = (Punya keluarhga gua). kata kakek kakeknya saya. mandau itu menangis karena di dalamnya ada roh2 musuh perang dulu yang terjebak di dalam.

Sembilan Ilmu Hitam Khas Suku Dayak

1.Tinju Sembilan Pintu.. Pukulanmu jadi kuat.. sekali pukul bisa mati..
2.Ajian Berat Bumi.. Badanmu di buat berat dan akhirnya tulangmu gak bisa menahan beban tubuhmu, tulangmu patah semua dan akhirnya mati.
3.Panah Terong.. sejenis santet seperti di jawa, kita mengirimnya dimalam hari, bagi siapa yang kena.. badan kita menjadi ungu seperti terong, dalam jangka 3 hari pasti mati jika tidak cepat di obati.
4.Panah Lombok.. Sejenis santet juga.. jika terkena badan kita akan merah dan kita merasa kepedasan.. kita akan haus terus tetapi selalu kepedasan.. tubuhmu akan lama kelamaan menjadi lemas dan dalam jangka waktu paling lama 1 minggu pasti mati.
5. Bulu Perindu.. sejenis barang gaib.. di pakai untuk menaklukkan lawan jenis yang kita inginkan… jika ada yang jual… pasti PALSU!!! karena di tidak bisa diperdagangkan.. ini di ambil dari dunia gaib.
6. Minyakbintang.. minyak gaib yang di pakai untuk menyembuhkan patah tulang.. dalam seminggu pasti tulang akan tersambung.. separah apapun patahnya..
7.Kalung Babi.. barang gaib yang di ambil bila kita bertarung melawan siluman babi yang tinggal di pedalaman hutan kalimantan. berguna bagi para preman karena kita akan kebal bacok, peluru dan ancaman benda tajam apapun. tapi efek sampingnya kita akan terkena panu tanpa bisa disembuhkan.
8. Mandau Siluman.. ini dia baru paling macho.. bisa mencari musuh di manapun berada..dengan target memutuskan kepala musuh.
9.Balsem Jahat.. Balsem yang di taro di benda yang sering di gunakan oleh target kita.. dalam kurang dari 4 hari pasti mati dengan diagnosa serangan jantung..
TAPI INGAT.. SEMAKIN TINGGI ILMU HITAM YANG DI AMBIL, SEMAKIN SIAL JUGA HIDUP KITA. Karena TUHAN TIDAK SUKA JIKA ADA ANAK2NYA YANG BERSEKUTU DENGAN SETAN.

Mandau adalah senjata sejenis parang dengan panjang kira-kira 1/2 meter. Biasanya hlu mandau diberik ukiran burung enggang dengan hiasan rambut manusia. Mandau dibuat oleh pandai besi yang memiliki ilmu gaib. Mandau terdiri dari dua maca, yaitu mandau tampilan dan mandau biasa. Mandau tampilan biasaya digunakan untuk perang dan upacara. Sementara mandau biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Mandau asli harganya dimulai dari Rp. 1 juta rupiah. Mandau asli yang berusia tua dan memiliki besi yang kuat bisa mencapai harga Rp. 20 juta rupiah per bilah. Mandau untuk cideramata biasanya bergagang kayu, harganya berkisar Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000 tergantung dari besi yang digunakan. Mandau asli mempunyai penyang, penyang adalah kumpulan-kumpulan ilmu suku dayak yang didapat dari hasil bertapa atau petunjuk lelulur yang digunakan untuk berperang. Penyang akan membuat orang yang memegang mandau sakti, kuat dan kebal dalam menghadapi musuh.Mandau dan penyang adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan turun temurun dari leluhur.

Sekarang banyak orang yg mudah di adu domba, terjadi banyak kerusuhan karena mereka telah dihasut untuk saling serang, ada orang ketiga yang berperan dalam hal ini maka waspadalah.

mantra sunda ( jangjawokan)

JANG JAWOKAN/AJIMANTRA DALAM KEBUDAYAAN SUKU SUNDA

JANG JAWOKAN adalah suatu bacaan mantra,jampi, asihan, singlar, jangjawokan, rajah, ajian, dan pelet yg ada dalam budaya masyarakat sunda.

pertama kita ulas dulu kata MANTRA perkataan atau ucapan yang mendatangkan daya gaib (misal dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya);susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.MANTRA dibagi menjadi 7 bagian yaitu jampe jampi, asihan pekasih, singlar pengusi, jangjawokan jampi, rajah ‘kata-kata pembuka jampi, ajian ,ajian/jampi ajian kekuatan’, dan pelet ‘guna-guna. ketujuh bagian tersebut dapat dikelompokkan ke dalam mantra putih ‘white magic dan mantra hitam black magic.adapun pembagian tersebut berdasakan maksud dan tujuan mantra itu sendiri, mantra putih digunakan untuk kebaikan sedangkan mantra hitam digunakan untuk kejahatan.

– Mantra adalah kata2 yang penuh arti dan rahasia sifatnya, serta mempunyai maksud dan kekuatan tertentu

( G. Pudja , Wedaparikram)

– Mantra adalah doa yang merupakan rumus-rumus, yang terdiri atas suatu rangkaian kata-kata ghaib, yang dianggap mengandung kekuatan, dan kesaktian untuk mencapai secara otomatis, apa yang dikehendaki oleh manusia. Seringkali diucapkan dalam bahasa yang tidak dipahami oleh sebagian besar orang2 didalam masyarakat karena menggunakan bahasa kuno atau bahasa asing. Memang justeru karena itulah yang memberikan suasana ghaib dan keramat.

(Koentjaraningrat, beberapa pokok Antropologi Sosial, 1981).

– Bahwa Japa, Mantra, Donga, Sidikara, Aji-aji, artinya hampir sama. Yaitu berupa kata-kata atau kalimat yang dianggap memiliki kekuatan ghaib. Formulasi mantra dan doa itu umumnya disebut dengan Rapal. Membaca Rapal dengan bersuara disebut dengan Ngemelake Rapal. sedangkan membaca Rapal dalam hati disebut dengan Matek Rapal.

Rapal yang di Mel kan atau di Watek dapat ditujukan kepada : Tuhan, Diri sendiri, Orang lain, Barang, Mahluk Halus.Rapal yang ditujukan kepada Tuhan umumnya dimaksudkan untuk memohon kepada Tuhan agar tercapai apa yang dicita-citakan.Rapal yang ditujukan kepada diri sendiri dimaksudkan agar memiliki Daya Kekuatan Ghaib, memiliki Kekuatan luar Biasa (kesaktian), atau agar dapat memiliki kemampuan untuk menguasai orang lain.

Rapal yang ditujukan kepada Benda atau Barang, dimaksudkan untuk memasukkan atau menghilangkan daya kekuatan ghaib dari barang itu. Rapal yang ditujukan kepada Mahluk halus, dimaksudkan untuk menghadirkan mahluk Halus agar dimintai pertolongan atau untuk mengusir mahluk halus lain supaya tidak mengganggu dan tidak mendatangkan kerugian pada manusia. (S. Padmosoekotjo, Ngengrengan Kasusastraan Jawa II)

– Deskripsi penggunaan dan kegunaan Mantra terdapat pada naskah : Sastra Parwa, Ramayana, Bharata Yudha, Smaradahana, Sumanasantaka, Bhomantaka, Sastra Kidung. Dikatakan bahwa Mantra ialah berupa rumus-rumus Religius atau Magis, pujian, atau doa terhadap para Dewa. Rumus-rumus itu mengandung suasana sakral dan mempunyai kesaktian karena isinya, sifat sakral, atau kekuasaan Magis dari orang yang memakainya dan karena bahasa yang dipakai sambil mengucapkannya. Disertai sarana-sarana seperti Pepujian, Persembahan Bunga, gerak tangan Mudra, suku kata dan rumus-rumus sakral. Sehingga Sang Dewa turun dan bersemayam ke dalamnya.

(Zoetmulder, Kalangwan 1983)

– Mantra yang tertulis pada kertas atau benda tipis lainnya atau berbentuk berupa gambar disebut sebagai Rajah.

(Padmosoekotjo)

– Mantra / doa , seandainya diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia maka hilanglah suasana keramat yang ditimbulkannya.

(Koentjaraningrat)

– Doa diucapkan dalam rangka kegiatan Religius, sementara Mantra diucapkan dalam rangka kegiatan Magis. Namun dalam prakteknya sering sukar dibedakan secara tajam antara perbuatan Religius dan perbuatan Magis, karena yang Religius dengan serta merta berobah ke sifat Magis, Implikasinya adalah Doa dengan serta merta berobah menjadi Mantra.

(Fischer, 1980)

– Mantra dapat dipakai oleh siapa saja, namun dalam hal-hal khusus atau luar biasa, pada saat seseorang merasa tidak mampu melakukannya, urusan penggunaan Mantra diserahkan kepada pemilik Mantra yang profesional (Pandita , Dukun).

– Mantra yang ditujukan kepada Tuhan/ Roh/ Mahluk Halus :

— Pemakai bersifat memohon

— Pemakai bersifat dikuasai

— Hasil yang diperoleh dari meminta ditentukan oleh “perkenan” pihak yang diminta

— Hasil yang diperoleh sering tidak disadari bahkan bisa berakibat Tranche

— Hasil yang diperoleh dalam batas-batas tertentu tidak menyatu dengan pemakai mantra

– Mantra yang ditujukan kepada Magi :

— Pemakai bersifat menyuruh

— Pemakai bersifat menguasai

— Hasil yang didapat ditentukan oleh kemampuan si pemakai

— Hasil yang diperoleh relatif disadari dan membentuk pribadi si pemakainya

— Hasil yang diperoleh akan menyatu kepada si pemakai

– Tenaga Magis kata-kata dalam mantra masih dipercaya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya para penjual makanan akan menyimpan daun cemara dengan harapan daun cemara itu memiliki kekuatan Magis agar para pembeli Mara (berdatangan). Orang Desa menyimpan padinya di lumbung dengan dialasi daun keluwih diharapkan menimbulkan tenaga magis agar padinya itu “luwih” ( lebih ) sehingga bisa bertahan sampai panen mendatang.

Adanya pembagian antara mantra putih (white magic) dan mantra hitam
(black magic) sebenarnya sulit untuk diukur dalam pengertian tidak ada pembeda secara nyata di antara keduanya, karena sering terjadi penyimpangan tujuan dari mantra putih ke mantra hitam tergantung kepada siapa dan bagaimana akibat yang ditimbulkan oleh magic tersebut. Dapat dicermati bahwa mantra putih di antaranya bertujuan untuk menguasai jiwa orang lain, agar diri dalam keunggulan, agar disayang, agar maksud berhasil dengan baik, agar perkasa dan awet muda, berani, agar selamat, untuk menjaga harta benda, mengusir hantu atau roh halus, menaklukan binatang, menolak santet, untuk menyembuhkan orang sakit. Adapun kategori mantra hitam diantaranya bertujuan untuk mencelakai orang agar sakit atau mati, membalas perbuatan jahil orang lain, dan memperdayakan orang lain karena sakit hati.

Keberadaan mantra putih maupun mantra hitam itu sendiri berpangkal pada kepercayaan masyarakat pendukung di dalamnya yang memunculkan fenomena yang semakin kompleks di jaman sekarang. Sejumlah penilaian, sikap, dan perlakuan masyarakat Sunda terhadap mantra semakin berkembang. Ada sebagian masyarakat yang begitu mengikatkan secara penuh maupun sebagian dirinya terhadap mantra dalam kepentingan hidupnya. Sebagian masyarakat lainnya secara langsung atau tidak langsung menolak kehadiran mantra dengan pertimbangan bahwa menerima mantra berarti melakukan perbuatan syirik. Pada bagian masyarakat yang disebutkan pertama dapat digolongkan ke dalam masyarakat penghayat atau pendukung mantra, sedangkan bagian masyarakat yang lainnya digolongkan ke dalam masyarakat bukan penghayat mantra.

bagi masyarakat penghayat mantra dalam setiap kegiatan atau keseharian mereka kerap kali diwarnai dengan pembacaan mantra demi keberhasilan dalam mencapai maksud. Misalnya, para petani ingin sawahnya subur, terhindar dari gangguan hama, ingin panen hasilnya melimpah; para pedagang ingin dagangannya laris. Mantra diterima oleh masyarakat penghayatnya sebagai kebutuhan penunjang setelah kehidupan agamanya dijalani secara sungguh-sungguh.Kegiatan yang tidak terlepas kepada keadaan alam dan mata pencaharian, menghasilkan tiga kelompok besar sehubungan dengan penggunaan mantra, yaitu mantra yang digunakan untuk perlindungan, kekuatan, dan pengobatan.

Jangjawokan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia Sunda. Memiliki akar kesejarahan yang mandiri. Sejalan dengan perkembangan dan sejarah pemahaman tentang keyakinan dan sejarah diri, bahkan pernah dirasakan manfaatnya. Jangjawokan bukan sekedar puisi yang dapat dinikmati kata-katanya, namun sebagai sesuatu yang diyakini memiliki kekuatan. Biarlah jangjawokan ‘diampihan’ sebagai puisi, agar tidak hilang dan dapat terkabarkan dikemudian hari.

Ciri-ciri Jangjawokan.

Jangjawokan menurut Wahyu Wibisana memiliki ciri-ciri, yakni :

1. menyebutkan nama kuasa imajiner, seperti : Pohaci Sanghiyang Asri, Batara, Batari dll.

2.dalam kalimat atau frase yang menyatakan si pengucap janjawokan berada pada posisi yang lebih kuat, otomatis berhadapan dengan pihak yang lemah.

3.berhubungan dengan konsvensi puisi, merupakan kelanjutan dari gaya Sastra Sunda Buhun dan cerita Pantun, yakni adanya desakan atau perintah, disamping himbauan, tegasnya bersifat imperative dan persuasif.

4.masih berhubungan dengan konvensi puisi, adanya rima-rima dalam jangjawokan. Rima-rima dimaksud memiliki fungsi estetis ; membangun irama ; fungsi magis ; fungsi membuat ingatan orang yang mengucapkan.

5.adanya lintas kode bahasa pada ajimantra yang hidup di Priangan dan Baduy. Bahasa jangjawokan tersebut diserap seutuhnya atau disesuaikan dengan lidah pengucapnya.

6.terkesan sebagai sastra arkais yang pernah muncul kemudian setelah sastra sunda.

Ciri-ciri diatas tentunya dilihat dari katagori Jangjawokan sebagai bagian dari puisi arkais sunda. Jadi wajar jika ada tekanan tujuan dari materi jangjawokan ; gaya sastra dan gaya bahasa ; rima-rima ; dan kelahirannya paska sastra sunda.

Penyebutan Kuasa Imajiner

Pengertian imajiner berpusat pada pemikiran yang berhubungan dengan makhluk gaib yang dianggap mempunyai kekuasaan dan kewenangan dan berada di tempat tertentu. Pada tataran keyakinan dan kepercayaan bahwa dengan cara tertentu, kekuasaan dan kewenangan makhluk gaib itu dapat dimanfaatkan manusia untuk tujuan-tujuan yang dikehendakinya, sebagaimana dalam Jangjawokan.

Nama-nama kuasa imajiner yang dimaksudkan tentunya sangat terkait dengan istilah-istilah yang digunakan urang Sunda Buhun. Seperti Pohaci Sanghyang Asri ; Batara dan Batari ; Sri Tunggal Sampurna ; Malaikat Incer Putih ; Raden Angga Keling ; Ratu Teluh ti Galunggung ; Sang Ratu Babut Buana. Penyebutan kuasa imajiner tersebut,

contoh AJimantra Atau jang jawokan :
Rarakan Nyi Pohaci
Hihid kekeper iman
Nyiru tamprak ning iman
Dulang ketuk ning iman
Parako bengker ning iman
Hawu dungkuk ning iman
Suluh solosod ning iman
Seeng kukus ning iman.

Secara simbolik, benda-benda yang disebutkan merupakan perwakilan dari hakekat manusia yang senantiasa harus menjalani hidup dengan dibekali iman yang kuat. Fungsi lain yang menyiratkan adanya permohonan kepada Sang Pencipta, tampak pada sejumlah mantra kekuatan, begitu erat dengan kebutuhan hidup masyarakat yang dalam satu segi membutuhkan kekuatan lahir maupun batin untuk melaksanakan maksud tertentu. Semua mantra tersebut sepenuhnya disandarkan kepada Allah. Mereka tinggal menunggu keputusan dari Yang Maha Menentukan atas usaha yang dijalankan manusia. Betapa manusia merasa kecil dan tak berdaya sehingga memohon dilindungi, ditopang, diberi kemurahan pada setiap langkah, mohon ditetapkan iman dan Islam. Begitu juga dengan mantra kekuatan lainnya, dengan berbekal keyakinan dan bersandar sepenuhnya kepada Allah, mantra diucapkan untuk tujuan keunggulan, agar disayangi, agar segala perbuatan menghasilkan sesuatu yang diharapkan, agar perkasa, awet muda, untuk menaklukan siluman, dan lain-lain.

( sumber : ki sawung ).

Dewi pohaci

Pohaci Sanghiyang Asri, sebagian menganggap sebagai mahluk gaib dan sebagian lagi bukan .. berikut merupakan pengertiannya yang di ambil dari sastra sunda.

DEWI SRI = DEWI SARI = BWA ACI = POHACI

TIDAK PERNAH ADA tulisan “POHACI” secara nyata, sebutan “pohaci” yang kita kenal saat ini diakibatkan oleh “bahasa lidah” hingga terjadi “sa-denge-denge-na”. Artinya, telah terjadi ‘salah tangkap’ pada sebutan “POHACI”. Celakanya hal ini berlanjut terus menerus secara turun-temurun hingga pada gilirannya POHACI atau sering disebut sebagai DEWI KESUBURAN atau DEWI PADI atau DEWI SRI dianggap sebagai mitos.

POHACI yang AWAL atau yang aslinya sama sekali BUKAN MITOS melainkan kejadian LOGIS dan RASIONAL sebab POHACI itu sama sekali bukan NAMA SESEORANG atau W3ANITA atau nyai atau IBU-IBU atau apapun yang berbau ‘penamaan’. Namun entah bagaimana mulanya itu semua bergeser menjadi DONGENG, memang dongeng itu tidak sepenuhnya “menyesatkan” tetapi jadi merepotkan bagi generasi kita….. yang sudah kehilangan JATI DIRI.Dalam hal sebutan POHACI terpaksa kita HARUS melihat kembali pada konsep besar ajaran SURAYANA yaitu cikal bakal AJARAN SUNDA (Sundayana)… juga cikal bakal ajaran HINDU saat… yaitu :

ANG (Merah) >>> BUR (Mahacahaya / Matahari) >>> Ci Beureum
UNG (Putih) >>> BWA (Bumi / Jarak Radial Kehidupan dari Matahari) >>> Ci Bodas
MANG (Hitam) >>> SWA (Diri atau Manusia) >>> Ci Hideung

Maka, dalam Su-Wa-Ra :
“ANG – UNG – MANG” kita mendapatkan susunan kata yang merujuk kepada bunyi kata “MAUNG” dan “AHUNG”…. su-wa-ra itu pada hakikatnya sama saja artinya dengan BUR-BWA-SWA dan sama juga dengan menyebutkan Matahari, Bumi, Diri Sendiri (Manusia)…. lebih dalamnya lagi sama dengan menyebutkan KEMAHATUNGGALAN SANG HYANG yaitu… :

1. YANG HIDUP (Matahari sebagai simbol Sang Hyang Tunggal)
2. YANG MENGHIDUPKAN (Bumi)
3. YANG TERHIDUPKAN (Manusia dan mahluk lainnya)

Ini pekerjaan KARUHUN SUNDA yang MAHA CERDAS dalam memainkan sistem simbol atau silib-siloka . Ketiga huruf awal dari suwara “Ang – Ung – Mang” menghasilkan bunyi A-U-M atau kita seringmendengarnya sebagai “OM” …seperti masyarakat BALI dalam menyebutkan “OM… SWASTIASTU”

Melalui susunan BUR – BWA – SWA, kita pertajam kepada persoalan suwara BWA (Bumi) kaitannya dengan POHACI yang sesungguhnya berasal dari kata BWA-ACI atau kita juga sering menyebutnya sebagai ACI NING BUMI…!!!
1. BWA >>> terdengar menjadi “BWAH” >>> terdengar menjadi PWAH >>> terdengar menjadi POH.
2. ACI adalah SARI PATI atau unsur inti, SARI kelak berobah menjadi SRI. Maka; ACI = SARI = SRI.
Jadi, BWA-ACI atau POH-ACI itu artinya adalah SARIPATI BUMI… penyebab adanya segala yang hidup di BUMI… dengan demikian wajar apa bila disebut sebagai KESUBURAN TANAH BUMI.
Jika kita lihat dari sudut pandang ini maka jelas bahwa leluhur SUNDA (Nusantara) pada mulanya sama sekali tidak membangun MITOS melainkan AJARAN… generasi berikutnyalah yang mengemas menjadi mitos… mungkin dibutuhkan untuk mereka yang masih rendah kasta otaknya..

Voodooo

Power Slaves

Bunga band

Scorpion