Mustika Benda pusaka

Mustika Benda pusaka

Mustika adalah benda-benda yang sarat dengan muatan gaib, karena itu secara alami benda-benda mustika lebih banyak berada di alam gaib daripada di alam nyata manusia. Kegaiban itulah yang menjadikannya sebuah mustika, yang berbeda dengan benda-benda serupa di dunia manusia. Walaupun benda-benda mustika ini ada yang ditemukan di alam nyata, tetapi lebih banyak lagi yang ada di alam gaib. Menurut pengetahuan Penulis, benda mustika yang terbaik kegaibannya adalah yang diperoleh dari alam gaib. Mustika dari alam gaib ini lebih banyak yang diperoleh dari hasil penarikan gaib. Tetapi ada juga mustika dari alam gaib ini yang diperoleh tanpa disengaja, misalnya ada mustika yang datang sendiri atau menampakkan diri kepada seseorang untuk diambilnya, karena merasa cocok atau sudah waktunya benda itu mengikut kepada seseorang.

Banyak mustika, apapun jenisnya, bila dicari dengan sengaja biasanya tidak akan ditemukan. Tetapi kadangkala ada orang yang beruntung, karena menemukannya dengan tidak sengaja.  Misalnya, ada orang yang beruntung tanpa sengaja menemukan sebuah mustika wesi kuning menggantung di pohon jati, menggantung di pohon pisang, ada juga yang di pohon seri. Semula mereka mengiranya sebagai kepompong biasa. Tetapi setelah dipegang, kepompong itu keras, tidak lembek. Kemudian kepompong itu diambil dan dibawanya pulang. Beberapa kejadian ajaib pun dialaminya setelah mendapatkan kepompong itu.

Mustika wesi kuning yang ditemukan dengan posisi menggantung di atas, kira-kira 2 meter di atas tanah, biasanya bisa untuk jimat kekebalan, kegaibannya lebih baik daripada yang ditemukan di tanah atau yang posisinya di bawah, yang biasanya tidak bisa untuk jimat kekebalan. Ada juga sebuah sumur yang airnya berwarna merah, yang ternyata di dalam sumur tersebut terdapat sebuah mustika merah delima yang sudah mewujud di dunia manusia.

mustika merah delima dan wesi kuning yang banyak dicari orang. Mustika-mustika itu sangat banyak jumlahnya dan tersebar di banyak tempat. Ada yang sendiri-sendiri, tetapi banyak juga yang tinggal mengelompok. Kebanyakan mereka berada di lingkungan permukiman manusia, jarang sekali ada di hutan yang jarang dikunjungi manusia. Bahkan banyak yang posisinya berada di bawah bangunan rumah manusia (setengah meter di bawah tanah), sehingga rumah tersebut menjadi terkesan teduh dan wingit. Mustika wesi kuning sering sekali ditemukan berada di dalam kelompok mustika merah delima. Penulis tidak mengetahui penyebabnya mengapa bisa begitu. Mungkin ada keterkaitan sifat antara khodam wesi kuning dengan khodam mustika merah delima sehingga di alam gaibnya mereka tinggal bersama dalam satu kelompok.

Mustika wesi kuning dan mustika merah delima akan memancarkan suasana alam yang teduh dan wingit. Mereka sendiri juga menyukai suasana yang teduh. Bila tempat keberadaannya yang semula teduh kemudian berubah menjadi panas dan gersang pun biasanya mereka akan berpindah tempat, mencari tempat lain yang teduh. Pancaran keteduhan itu akan semakin terasa bila disitu berdiam sekelompok mustika. Tetapi masing-masing benda gaib itu dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan mustika-mustika tersebut sebagai jimatnya.

beberapa jenis batu mustika dari alam gaib, selain batu mustika merah delima, yang bila bendanya dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna.
Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna menjadi biru. Kegunaannya untuk pengasihan, menyelaraskan aura tubuh supaya menjadi positif dan untuk pengobatan sakit ringan.
Ada juga batu yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah menjadi berlapis 2 warna, 3 warna, atau 5 warna (panca warna).
Ada batu berlian mustika yang bila terkena sinar matahari / lampu akan memantulkan warni-warni cahaya yang indah dan mencolok mata, lebih daripada batu berlian biasa, apalagi bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan memancarkan cahaya warna-warni yang indah, indah sekali dipandang mata. Kegunaannya untuk menaikkan kharisma dan membersihkan pancaran aura tubuh dan wajah. Hasilnya akan luar biasa sekali bila mustika berlian ini dijadikan susuk di wajah.
Ada juga mustika berupa emas (kebanyakan berbentuk bola-bola kecil atau lonjong seperti telur ayam dan telur angsa)  yang bila berhasil sempurna ditarik ke alam manusia, emas itu akan memancarkan cahaya berwarna kuning yang indah dipandang mata, berbeda dengan emas-emas lain yang cahayanya kuning biasa saja.

Pusaka-pusaka di alam gaib kota Jakarta dan Jawa Barat banyak yang menampilkan kesan berwibawa dan angker. Biasanya adalah peninggalan orang-orang jaman kerajaan Cirebon dulu. Sedangkan yang memiliki hiasan-hiasan mewah, bertatahkan emas dan intan, dan berkesaktian tinggi, kebanyakan asalnya adalah pusaka dari Jawa Timur yang dipindahkan sampai ke Jakarta dan sekitarnya oleh gaib-gaib penjaganya.

Mustika dari alam gaib, yang didapat dari hasil penarikan gaib, akan benar menjadi mustika dengan syarat hasil penarikannya sempurna (kalau tidak sempurna maka kegaibannya sulit untuk dapat ditunjukkan). Biasanya proses penarikan dari alam gaib dilakukan dalam 2 tahapan. Tahap pertama adalah menarik dan menghadirkan benda gaibnya ke alam nyata. Tahap ke 2 adalah proses menyempurnakan kegaiban benda gaib tersebut supaya ‘mapan’ di tempatnya dan berfungsi dengan semestinya.

Cara yang umum dilakukan orang dalam proses penarikan gaib adalah dengan menggunakan jasa khodam gaib tertentu (khodam ilmu) untuk menghadirkan benda gaibnya ke dunia manusia. Dengan cara ini biasanya akan terjadi “pemaksaan”, yaitu dengan kekuatan gaibnya yang lebih besar khodam tersebut merebut bendanya dari mahluk halus penjaganya, kemudian memaksa benda gaibnya untuk mewujud di dunia manusia. Yang sering terjadi kemudian, walaupun bendanya berhasil mewujud, tetapi tidak dengan kegaibannya, sehingga terpaksa harus disempurnakan lagi kegaibannya. Itu juga kalau si manusia penariknya mampu menyempurnakan kegaibannya.

Batu Mulia dan Akik Asli Indonesia (dari berbagai sumber)

Bumi Indonesia yang sangat kaya akan hasil bumi dan laut ternyata juga menyimpan banyak Batu permata yang berharga, saya akan coba menjabarkan nya sedikit demi sedikit untuk mengingatkan kekayaan bumi kita tercinta Indonesia Raya.
Batu permata yang tetntu saja yang sering kita temui di Indonesia adalah batu permata dari keluarga mineral kuarsa (quartz), yang di dalam nya masih dibagi bagi kembali menjadi beberapa keturunan. sperti kecubung ungu (amethyst), kecubung emas (citrine), kecubung asihan (purple chalcedony) , yang sekarng lagi naik daun adalah keluarga quartz dari Chrysopase chalcedony yaitu yang sering disebut dengan batu bacan atau pun batu hijau garut yang harganya cukup fantastis untuk batu dari keluarga quartz agate. dan masih banyak lagi seperti kalimaya (opal) dan muatiara lombok kita yang terkenal sampai seluruh dunia.
Batu permata yang terdapat di Indonesia :


Keluarga kuarsa (quartz) :
1. kecubung ungu (amethyst) : Kalimantan & Sumatera.
2. kecubung emas/kuning (citrine) : Kalimantan & Sumatera.
3. kecubung es (crystal quartz) : Kalimantan & Sumatera.
4. kecubung asap (smoky quartz) : Kalimantan & Sumatera.
5. kecubung pink (rose quartz) : Kalimantan & Sumatera.
5. kecubung ulung/asihan (purple chalcedony) : Kalimantan & Sumatera.
6. bacan / hijau garut (chrysopase chalcedony) : Palmea,  pulau bacan dan garut.
7. spritus biru langit (blue agate) : sumatera batu raja.
8. akik (agate) dll. : menyebar merata diseluruh nusantara.


Keluarga silica :
1. kalimaya banten (opal) : banten.
2. satam (tektite) : bangka belitung, sebagian kecil daerah jawa dan kalimantan.
Batu permata organik :
1. Mutiara (pearl) : lombok, manado, bali.
2. fosil getah ( amber) : menyebar merata di seluruh nusantara.
3.  koral (coral) : di sepanjang perairan utara nusantara
4. tulang dan gading (invory) : menyebar merata di seluruh nusantara.
5. fosil  : menyebar merata di seluruh nusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s