Diproteksi: Tawasulan lengkap

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

indera ke-enam

indera ke-enam

Tanda-tanda kalau kita sebenarnya punya indera keenam namun belum terasah :

1. Pernah mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan,mimpi tersebut sebenarnya adalah pndangan kita tentang masa yang belum terjadi,indera keenam kita yang mungkin kalah dengan nafsu duniawi,hanya bisa memperingatkan kita melalui otak dan mewujudkan peringatan tersebut lewat mimpi.

2. Merasakan ada sesuatu di dekat kita padahal waktu itu kita sendiri,saya berani bertaruh,waktu itu anda memang tidak sendiri,sebenarnya ada makhluk lain yang mungkin lebih dari satu, berada di dekat anda…..saya sangat yakin,bila mereka sebenarnya ingin bertutur sapa dengan anda,namun kebanyakan dari mereka justru mempermainkan perasaan anda hingga anda jadi merinding,nah merindih itu sebenarnya adalah wujud dari proteksi alamiah anda melalui aura yang mengusir tamu tak di undang tadi,semakin besar keberanian anda,maka semakin kuat aura anda untuk mengusir mereka,dan rasa merinding tadi pun semakin hilang.

3. Pada keadaan tertentu kita merasa ada seseorang/sesuatu yang memperhatikan kita,namun setelah di tengok…tidak ada siapapun.untuk kedua kalinya saya juga yakin bahwa sebenarnya anda memang di perhatikan sesuatu,mungkin sanak keluarga yang telah tiada,tetangga kita dari alam lain,ataupun para pengelana yang sedang singgah di dekat anda.bisa juga sihir jahat yang memang di kirim untuk anda dan lain sebagainya…….

4. Djafu/seolah-olah pernah mengalami suatu moment padahal moment tersebut baru terjadi sekali itu.yang satu ini sebenarnya adalah bakat istimewa yang pantas di banggakan,saya sering mengalami dejafu,pada awalnya saya tidak percaya,namun setelah saya mengalmi hal luar biasa yang maaf,cukuplah saya yang mengetahuinya,akhirnya saya menjadi luluh dan yakin,bahwa dejafu adalah indera keenam,para ahli neurologi,mengatakan bahwa dejafu adalah kelainan otak yang berpotensi sebagai tanda-tanda kangker,namun,ilmu pengetahuan tidak bisa di sejajarkan dengan ilmu jiwa,karena bila iptek mengatakan dejafu adalah kelainan pada otak yang berpotensi sebagai gejala kangker…bla…bla…bla.. dan sebagainya.ilmu jiwa mengatakan dejafu adalah bagian dari visi supranatural yang bocor,yang seharusnya tidak keluar…namun terpaksa keluar oleh kekuatan bawaan seseorang,dan membentuk sebuah perasaan yang tidak asing lagi bagi kita,padahal kita baru mengalami sekali itu,perasaan tersebut berasal dari pandangan kita sendiri,sebenarnya peringatan akan tibanya hari itu(saat dejafu kita rasakan)telah tertangkap oleh indera keenam ,indera tersebut sebenarnya mencoba untuk menginformasikan pada kita,namun gagal,sehingga di saat kita benar-benar mengalami hal tersebut,persaan akan visi tadi meluap-luap hingga kita merasa mengalami satu kejadian dua kali.kesimpulanya,dejafu berarti kehendak bebas sang indera keenam untuk menentukan pilihanya,ia tidak mau di kontrol oleh hukum alam,dan ia menunggu sang pemilik untuk melatih dan membebaskanya dari tabir belenggu.

5. Saat kita memperhatikan sesuatu tanpa berkedip,kita akan menangkap cahaya yang menyelimuti benda tersebut,namun setelah di amati kembali,cahaya tadi pun lenyap.ketahuilah bahwa cahaya yang menyelimuti benda padat dalam pandangan anda tersebut adalah aura/prana yang menyelimuti benda itu,anda bisa bertanya pada ahli aura atau ahli meditasi yang berpengalamnan tentang bagian posting saya ini.

6. Pernah melihat sekelebat bayangan,begitu nyata,namun setelah di sadari,ternyata tidak ada apapun di sekitar kita.bukan ilusi optik atau gangguan mata yang di akibatkan posisi tubuh terhadap letak pandangan,namun sekelebat bayangan tadi memanglah tetangga kita yang sedang numpang lewat,bila anda adalah salah satu dari pemilik indera keenam,anda pasti tau maksud saya,dan anda pun pasti juga tau,terkadang kamar kita adalah jalan pintas atau jalan masuk ke rumah mereka,dan terkadang anda pasti kesal,jika kamar mandi/toilet kita di jadikan dapur oleh mereka.munculnya sekelebat bayangan tadi sebenarnya adalah visi kita yang berasal dari celah yang di miliki oleh tabir penghalang dari indera keenam.karena di saat pikiran kita kosong,keinginan akan nafsu dan keduniawian pun ikut kosong,sehingga tabir yang menyelimuti indera tersebut juga sedikit memiliki celah,contohnya adalah saat kita nonton tv,dan kurang enjoy dengan acaranya,saat melamun,saat sedih,saat bosan dll,sekelebat bayangan itupun tak akan muncul bila pikiran kita tidak dalam keadaan seperti yang saya sebutkan tadi,

7. Ketika pertama kali kita bertemu dengan seseorang kita merasakan ketidak sukaan/kecocokan yang bersahabat,meskipun kita belum mengenal orang itu.hal ini di sebab kan karena adanya alarm tak terlihat dari indera keenam,aura yang kita miliki akan menyatu dengan aura orang yang bertemu dengan kita,di saat penyatuan aura tersebut,bila kita bisa melihat, akan terjadi interaksi,bila kita mengalami kecocokan,maka warna aura tersebut akan berubah dan melebur sehingga muncul kesan yang hangat dan nyaman…….seperti terasa sangat bersahabat,dan bila sebaliknya,maka akan terjadi tolak-menolak selayaknya medan magnet hingga kita merasakan gerah dan kurang nyaman,jadi bila anda merasa tidak suka dengan orang yang bahkan belum kita kenal,maka bisa di pastikan orang tersebut juga merasakan hal yang sama,hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk mencari rekan bisnis maupun pasangan.

8. Pernah mengalami mati suri.fenomena mati suri sebenarnya adalah aksi gagal jantung sementara,karena kondisi tertentu,jantung yang tadinya berhenti sejenak akhirnya bisa berdetak kembali,lepas dari unsur ilmiah,mati suri adalah anugrah serta keajaiban,mati suri membuat ruh seseorang lepas dari tubuhnya,karena ruh tersebut telah melakukan kontak dengan alam bawah sadar,maka serangkaian keistimewaan akan terbawa oleh ruh sekalipun ia telah kembali ke dalam jasad nya.Orang yang pernah mati suri,pasti memiliki keistimewaan khusus yang unik dan jadi pusat perhatian.

9. Merasakan akan kehadiran seseorang atau sesuatu padahal belum ada tanda fisik akan kedatangan tersebut.

10. Dan banyak lagi…..sebenarnya masih banyak tanda-tanda lainya,seperti pandangan-pandangan kita tentang sebuah peristiwa di sertai rasa pening,keyakinan yang teramat kuat tentang siapa pencuri dari barang yang hilang,keyakinan kuat tentang letak posisi suatu benda yang bahkan kita tidak tau benda apa yang ada di situ…..semuanya akan saya jelaskan via email bagi anda yang menginginkanya,anda bisa bertukar pikiran dengan saya,mengenai hal ini.

Bila anda tidak merasakan satupun dari kriteria di atas,berarti indera keenam anda benar-benar tertutup oleh urusan keduniawian,mungkin masalah keyakinan anda,atau faham idealis yang anda anut…..merugilah anda……..karena anda kehilangan salah satu dari hak milik anda itu.

Power Metal

Wali Band

Nenek moyang jin

Nenek moyang jin

NAMA :IBLIS

DICIPTAKAN DARI :API
SIFAT :SOMBONG, ANGKUH, DAN CONGKAK,
DIKUTUK KARENA :KESOMBONGANNYA
UMUR :DIBERI UMUR PANJANG SAMPAI HARI KIAMAT
TUJUAN/ MISI :MENYESATKAN SEMUA KETURUNAN ANAK ADAM DAN MENJADIKAN MANUSIA MEMANDANG BAIK PERBUATAN MAKSIAT DI BUMI

Macam-macam Jin dan Setan
Iblis Bapak dari segala Jin

1. Jin Izzazil ( Azazil )
Kedudukannya : Dilangit , sebagian berpendapat ada di dasar bumi
Tugasnya : Memberi komando dan menyampaikan pesan pada semua Jin dan setan yang ada dimuka bumi
Jumlah Anak Buahnya : Ribuan
Sifatnya : Sombong, Iri, dan Dengki
Alasan dikutuk : Karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam AS.
Pangkat sebelum dikutuk Allah : Al- Muqarrabbin (Imam Iabadat Para Malaikat yang berada dilangit) dan pandai membaca Al-Qur’an.
Dalam perpustakaan digital Wikipedia: Azâzîl terdiri atas kata al-‘azâz yang berarti ‘hamba’ dan al-îl yang berarti ‘melata’. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya. Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl. Azâzîl sangat banyak memiliki julukan, seperti Sayidul Malaikat dan Khazinul Jannah.
Pengalaman Ibadat :
1. 1.000 tahun di Bumi
2. 1.000 tahun di Langit 1 bergelar Ar-rafii’ah , al-abid = ahli ibadah
3. 1.000 tahun di Langit 2  bergelar Al-maa’uun, ar-raki = ahli ruku
4. 1.000 tahun di Langit 3  bergelar Al-maziinah, as-saajid = ahli sujud
5. 1.000 tahun di Langit 4  bergelar Az-zaahirah, al-khaasyi = hamba yg selalu tawadhu , rendah diri dan takut terhadap Allah
6. 1.000 tahun di Langit 5  bergelar Al-muniirah, ai-qaanit = hamba yg selalu taat kepada Allah
7. 1.000 tahun di Langit 6  bergelar Al-khaliishah, al-mujtahid = hamba yg selalu bersungguh-sungguh dalam ibadah
8. 1.000 tahun di Langit 7  bergelar Al-ajiibah, az-zahiid = hamba yg selalu zuhud ( sederhana ) dalam hidup.
Total……8.000 tahun beribadat kepada Allah SWT.
Wujud Azâzîl Sebelum Penciptaan Adam memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan masih banyak lagi. Setelah Penciptaan Adam karena enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah merubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai. Azâzîl diberi umur hingga hari akhir kiamat. Dengan janji untuk menyesatkan manusia sebanyak mungkin dan menemaninya di neraka Jahannam kelak. Permintaan Azâzîl kepada Allah: “Berkata iblis: Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.(Al-Hijr, 15:36) Lalu Allah menjawab: “Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.(Shaad, 38:85)

2. Jin Ifrit
Jabatannya : Wakil Jin Azzazil
Kantornya : Di Dunia
Tugasnya : Menyesatkan manusia dan menganggunya
Sifatnya : Jin paling kuat, jago, tapi juga Sombong dan angkuh; bisa berubah wujud menjadi manusia, sesuai dengan keinginannya
Pengalaman : 1. Pernah mengganggu Nabi Ayub AS dengan penyakit kulitnya
2. Pernah mengganggu Nabi Nuh AS
3. Pernah mengganggu Nabi Musa AS
4. Pernah mengganggu Nabi Isa AS
5. Pernah mengganggu Nabi Muhammad SAW
6. Pernah mengganggu Rahib Barseso menjadi kafir

3. Jin Al-A’Wan/ Penolong
Tugasnya menolong orang yang kesusahan, mengobati orang sakit, pandai baca tulis Al-Qur’an seperti ulama, melindungi rumah, mengusir santet, sihir, tenung, memajukan usaha seseorang, perjodohan, kekuatan dan kekebalan, membantu pejabat dan ini semua sebenarnya hanya Kamuflase, janji-janji muluk, membangkitkan angan-angan manusia, yang pada akhirnya manusia itu menjadi budaknya selama tidak disadari orang tersebut.

4. Jin Al-Gawasun/ Penyelam
Membantu orang yang kesulitan dilaut seperti : tenggelam, kehilangan barang karena terjatuh dilaut. Jin ini berlagak menolong manusia tetapi sebenarnya menyesatkan.

5. Jin Ath-Thayyarun/ Penerbang
Mengganggu atau menggoda pilot-pilot dan pramugari untuk berbuat maksiat diluar angkasa

6. Jin At-Tawabi/ Pengikut
Tugasnya mengikuti orang-orang yang beragama Non Islam agar jangan sampai terpengaruh san masuk Islam

7. Jin Al-Qurana/ Pengganggu anak kecil
Tugasnya mengganggu anak kecil yang orang tuanya sedang melakukan Sholat, agar Hati dan pikirannya menjadi tidak konsentrasi atau melayang kemana-mana atau menjadi emosi dalam mengerjakan sholat; sehingga sholatnya menjadi tidak ikhlas alias asal-asalan.

8. Jin Al –Umar/ Peramai/ Propokator
Tugasnya menghasut orang, Adudomba, dan propokator supaya manusia saling berkelahi, saling bermusuhan, bakar-membakar da sebagainya.

Setan
1. Setan Zalitun
Tugasnya mengganggu orang-orang dipasar-pasar dan membisikkan kepada para pedagang dan tengkulak supaya bergabung memanipulasi timbangan dan sumpah palsu

2. Setan Watsin
Tugasnya mengganggu orang-orang yang mengalami musibah dan mambisikan didalam hati orang tersebut dengan kata-kata yang tidak jelas tidak ridho atau tidak ikhlas menerima semua musibah ini.

3. Setan Lagus
Bertugas mendampingi orang-orang majusi yang menyembah api, pohon-pohon besar yang seolah-olah mempunyai kekuatan yang sanggup membantu manusia

4. Setan Hafaf
Tugasnya mengawasi orang-orang yang terlibat dalam minuman keras, ganja, morfin, dan merekrut generasi baru sebagai pengikutnya guna kesinambungan usaha dibidang maksiat.

5. Setan Murrah
Tugasnya mendampingi artis, seniman, agar tampil beda, rambut gondrong, bergiwang, badan ditato, nyanyi sambil melepas pakaiannya, sedangkan artis wanitannya auratnya terbuka, baju seksi, goyang pinggul, meransang birahi dan semua ini tidak disadari oleh artis tersebut dengan dalih seni.

6. Setan Masut
Tugasnya mendampingi orang-orang yang suka membawa kabar burung, guna membuat fitnah dan mencelakakan manusia.

7. Setan Dasim
Tugasnya mendampingi orang yang akan masuk kedalam rumah, agar tidak mengucapkan salam dan menyebar-nyebarkan atau mengompori pemilik rumah agar bertengkar dan mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor.

8. Setan A’War
Tugasnya ditempat-tempat pelacuran dan tempat-tempat maksiat guna membuat atau mendorong orang2 untuk berbuat zina.

9. Setan Was Nan
Tugasnya mengganggu orang yang akan shalat, agar orang tersebut berat untuk melakukan shalat, malas-malas dan tidak ikhlas

Demikianlah macam-macam jin dan setan serta tugas-tugasnya masing-masing dan setiap jin dan setan itu mempunyai anak buah yang sangat banyak jumlahnya, mereka saling bantu membantu untuk menyesatkan keturunan anak ADAM.

Clasic Metal

power metal

 

 

 

 

 

 

Tasbih Katak

Tasbih Katak

Rosululloh bersabda “ LA TAQTULUU AD-DOFADIA’A FA INNA NAQIQOHUNNA TASBIHUN
artinya : Janganlah kalian semua membunuh katak-katak,karena sesungguhnya suara-suara mereka merupakan Tasbih kepada Alloh.
Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dari sayyidina Anas dari sayyidina Malik sesungguhnya Rosululloh S.A.W telah bersabda “ Sesungguhnya Nabi Dawud A.S telah menyangka pada dirinya sendiri bahwa tidak ada seorang pun dari mahluqnya Alloh yang bertasbih seutama tasbihnya, Maka Alloh menurunkan seorang malaikat di mihrobnya Nabi Dawud AS kemudian Malaikat itu berkata “ Hai dawud Fahamilah apa-apa yang disuarakan oleh katak, dengarkanlah suaranya sesungguhnya katak tesebut mengucapkan YA MUSABBIHA BI KULLI LISANIN WA YA MADZKURO BI KULLI MAKANIN SUBHANAKA WA BI HAMDIKA SUBHANAL MALIKIL QUDDUS WA MUNTAHA ILMUKA .( Wahai Dzat yang di sucikan oleh tiap-tiap lisan wahai Dzat yang di ucapkan di tiap-tiap tempat maha suci engkau ya alloh, maha suci dengan segala pujimu ya alloh,Maha suci Alloh yang maha memiliki segenap kesucian dan ilmu engkau ya alloh yang tiada akhirnya.

Wali Band

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sejarah pencak silat di jawa barat

Sejarah Pencak Silat di Jawa  Barat

Berdasarkan alirannya, beladiri Pencak Silat yang ada di Jawa Barat dibagi berdasarkan beberapa aliran. Diantaranya Cimande, Cikalong, Syahbandar dan beberapa aliran lainnya lagi. Pencak Silat Cimande untuk pertamakalinya disebarkan oleh Sakir penduduk Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Sakir adalah salah seorang tokoh Pencak Silat, serta ilmu kebatinan Sakir dikenal “luhung elmu”nya. Karenanya, Sakir sangat disegani masyarakat. Penduduk setempat menganggap Sakir sebagai orang tua mereka sendiri. Banyak pula muridnya yang sengaja belajar Pencak Silat. Pada saat itu yang memerintah Kabupaten Cianjur ialah Bupati R. Aria Wiratanudatar II sebagai Bupati yang ke V dari keturunannya. R. Aria Wiratanudatar II juga dikenal dengan sebutan Dalem Enoh, memerintah Kabupaten Cianjur antara tahun 1776-1813. Setelah diketahui Dalem, diangkatlah Sakir menjadi guru Pencak Silat dan keamanan di Kabupaten. Diantara muridnya yang termashur ialah putra dalem Enoh yang bernama R. Wiranaga yang mendapat julukan Aria Cikalong.

sejarah silat cimande

Semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dsb. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Ada 3 versi utama yang sering diperdebatkan, yaitu:

1. Versi Pertama

Ini adalah versi yang berkembang di daerah Priangan Timur (terutama meliputi daerah Garut dan Tasikmalaya) dan juga Cianjur selatan. Berdasarkan versi yang ini, Abah Khaer belajar Silat dari istrinya. Abah Khaer diceritakan sebagai seorang pedagang (dari Bogor sekitar abad 17-abad 18) yang sering melakukan perjalanan antara Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dsb. Dan dalam perjalanan tersebut beliau sering dirampok, itu terjadi sampai istrinya menemukan sesuatu yang berharga.

Suatu waktu, ketika Abah Khaer pulang dari berdagang, beliau tidak menemukan istrinya ada di rumah… padahal saat itu sudah menjelang sore hari, dan ini bukan kebiasaan istrinya meninggalkan rumah sampai sore. Beliau menunggu dan menunggu… sampai merasa jengkel dan khawatir… jengkel karena perut lapar belum diisi dan khawatir karena sampai menjelang tengah malam istrinya belum datang juga.

Akhirnya tak lama kemudian istrinya datang juga, hilang rasa khawatir… yang ada tinggal jengkel dan marah. Abah Khaer bertanya kepada istrinya… “ti mana maneh?” (Dari mana kamu?) tetapi tidak menunggu istrinya menjawab, melainkan langsung mau menempeleng istrinya. Tetapi istrinya malah bisa menghindar dengan indahnya, dan membuat Abah Khaer kehilangan keseimbangan. Ini membuat Abah Khaer semakin marah dan mencoba terus memukul… tetapi semakin mencoba memukul dengan amarah, semakin mudah juga istrinya menghindar. Ini terjadi terus sampai Abah Khaer jatuh kecapean dan menyadari kekhilafannya… dan bertanya kembali ke istrinya dengan halus “ti mana anjeun teh Nyi? Tuluy ti iraha anjeun bisa Ulin?” (Dari mana kamu? Lalu dari mana kamu bisa “Main”?).

Akhirnya istrinya menjelaskan bahwa ketika tadi pagi ia pergi ke sungai untuk mencuci dan mengambil air, ia melihat Harimau berkelahi dengan 2 ekor monyet. (Salah satu monyet memegang ranting pohon.) Saking indahnya perkelahian itu sampai-sampai ia terkesima, dan memutuskan akan menonton sampai beres. Ia mencoba mengingat semua gerakan baik itu dari Harimau maupun dari Monyet, untungnya baik Harimau maupun Monyet banyak mengulang-ngulang gerakan yang sama, dan itu mempermudah ia mengingat semua gerakan. Pertarungan antara Harimau dan Monyet sendiri baru berakhir menjelang malam.
Setelah pertarungan itu selesai, ia masih terkesima dan dibuat takjub oleh apa yang ditunjukan Harimau dan Monyet tersebut. Akhirnya ia pun berlatih sendirian di pinggir sungai sampai betul-betul menguasai semuanya (Hapal), dan itu menjelang tengah malam.

Apa yang ia pakai ketika menghindar dari serangan Abah Khaer, adalah apa yang ia dapat dari melihat pertarungan antara Harimau dan Monyet itu. Saat itu juga, Abah Khaer meminta istrinya mengajarkan beliau. Ia berpikir, 2 kepala yang mengingat lebih baik daripada satu kepala. Ia takut apa yang istrinya ingat akan lupa. Beliau berhenti berdagang dalam suatu waktu, untuk melatih semua gerakan itu, dan baru berdagang kembali setelah merasa mahir. Diceritakan bahwa beliau bisa mengalahkan semua perampok yang mencegatnya, dan mulailah beliau membangun reputasinya di dunia persilatan.

Jurus yang dilatih:
1. Jurus Harimau/Pamacan (Pamacan, tetapi mohon dibedakan pamacan yang “black magic” dengan jurus pamacan. Pamacan black magic biasanya kuku menjadi panjang, mengeluarkan suara-suara aneh, mata merah dll. Silakan guyur aja dengan air kalau ketemu yang kaya gini. ).
2. Jurus Monyet/Pamonyet (Sekarang sudah sangat jarang sekali yang mengajarkan jurus ini, dianggap punah. Saya sendiri sempat melihatnya di Tasikmalaya, semoga beliau diberi umur panjang, kesehatan dan murid yang berbakti sehingga jurus ini tidak benar-benar punah).
3. Jurus Pepedangan (ini diambil dari monyet satunya lagi yang memegang ranting).

Cerita di atas sebenarnya lebih cenderung mitos, tidak bisa dibuktikan kebenarannya, walaupun jurus-jurusnya ada. Maenpo Cimande sendiri dibawa ke daerah Priangan Timur dan Cianjur Selatan oleh pekerja-pekerja perkebunan teh. Hal yang menarik adalah beberapa perguruan tua di daerah itu kalau ditanya darimana belajar Maenpo Cimande selalu menjawab “ti indung” (dari ibu), karena memang mitos itu mempengaruhi budaya setempat, jadi jangan heran kalau di daerah itu perempuan pun betul-betul mempelajari Maenpo Cimande dan mengajarkannya kepada anak-anak atau cucu-cucunya, seperti halnya istrinya Abah Khaer mengajarkan kepada Abah Khaer.

Perkembangannya Maenpo Cimande sendiri sekarang di daerah tersebut sudah diajarkan bersama dengan aliran lain (Cikalong, Madi, Kari, Sahbandar, dll). Beberapa tokoh yang sangat disegani adalah K.H. Yusuf Todziri (sekitar akhir 1800 – awal 1900), Kiai Papak (perang kemerdekaan, komandannya Mamih Enny), Kiai Aji (pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, perang kemerdekaan), Kiai Marzuk (Maenpo H. Marzuk, jaman penjajahan Belanda), dll.

2. Versi Kedua Menurut versi kedua, Abah Khaer adalah seorang ahli maenpo dari Kampung Badui. Beliau dipercayai sebagai keturunan Abah Bugis (Bugis di sini tidak merujuk kepada nama suku atau daerah di Indonesia Tengah). Abah Bugis sendiri adalah salah seorang Guru ilmu perang khusus dan kanuragaan untuk prajurit pilihan di Kerajaan Padjadjaran dahulu kala. Kembali ke Badui, keberadaan Abah Khaer di Kampung Badui mengkhawatirkan sesepuh-sesepuh Kampung Badui, karena saat itu banyak sekali pendekar-pendekar dari daerah lain yang datang dan hendak mengadu jurus dengan Abah Khaer, dan semuanya berakhir dengan kematian.

Kematian karena pertarungan di tanah Badui adalah merupakan “pengotoran” akan kesucian tanah Badui. Karena itu, pimpinan Badui (biasa dipanggil Pu’un) meminta Abah Khaer untuk meninggalkan Kampung Badui, dengan berat hati… Abah Khaer pun pergi meninggalkan Kampung Badui dan bermukim di desa Cimande-Bogor. Tetapi, untuk menjaga rahasia-rahasia Kampung Badui (terutama Badui dalam), Abah Khaer diminta untuk membantah kalau dikatakan dia berasal dari Badui, dan orang Badui (Badui dalam) pun semenjak itu diharamkan melatih Maenpo mereka ke orang luar, jangankan melatih… menunjukan pun tidak boleh. Satu hal lagi, Abah Khaer pun berjanji untuk “menghaluskan” Maenpo nya, sehingga tidak ada lagi yang terbunuh dalam pertarungan, dan juga beliau berjanji hanya akan memakai dan memanfaatkannya untuk kemanusiaan.
Oleh karena itu, dahulu beberapa Guru-guru Cimande tua tidak akan menerima bayaran dari muridnya yang berupa uang, lain halnya kalau mereka memberi barang… misal beras, ayam, gula merah atau tembakau sebagai wujud bakti murid terhadap Guru. Barang-barang itupun, oleh Guru tidak boleh dijual kembali untuk diuangkan.

Versi kedua ini banyak diadopsi oleh komunitas Maenpo dari daerah Jawa Barat bagian barat (Banten, Serang, Sukabumi, Tangerang, dsb). Mereka juga mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, misalnya Sera. Penca Sera berasal dari Uwak Sera yang dikatakan sebagai salah seorang murid Abah Khaer (ada yang mengatakan anak, tetapi paham ini bertentangan dengan paham lain yang lebih tertulis). Penca Sera sendiri sayangnya sekarang diakui dan dipatenkan di US oleh orang Indo-Belanda sebagai beladiri keluarga mereka.

3. Versi Ketiga
Versi ketiga inilah yang “sedikit” ada bukti-bukti tertulis dan tempat yang lebih jelas. Versi ini pulalah yang dipakai oleh keturunan beliau di Kampung Tarik Kolot – Cimande (Bogor). Meskipun begitu, versi ini tidak menjawab tuntas beberapa pertanyaan, misal: Siapa genius yang menciptakan aliran Maenpo ini yang kelak disebut Maenpo Cimande.

Abah Khaer diceritakan sebagai murid dari Abah Buyut, masalahnya dalam budaya Sunda istilah Buyut dipakai sebagaimana “leluhur” dalam bahasa Indonesia. Jadi Abah Buyut sendiri merupakan sebuah misteri terpisah, darimana beliau belajar Maenpo ini… apakah hasil perenungan sendiri atau ada yang mengajari? Yang pasti, di desa tersebut… tepatnya di Tanah Sareal terletak makam leluhur Maenpo Cimande ini… Abah Buyut, Abah Rangga, Abah Khaer, dll.
Abah Khaer awalnya berprofesi sebagai pedagang (kuda dan lainnya), sehingga sering bepergian ke beberapa daerah, terutama Batavia. Saat itu perjalanan Bogor-Batavia tidak semudah sekarang, bukan hanya perampok… tetapi juga Harimau, Macan Tutul dan Macan Kumbang. Tantangan alam seperti itulah yang turut membentuk beladiri yang dikuasai Abah Khaer ini. Disamping itu, di Batavia Abah Khaer berkawan dan saling bertukar jurus dengan beberapa pendekar dari China dan juga dari Sumatra. Dengan kualitas basic beladirinya yang matang dari Guru yang benar (Abah Buyut), juga tempaan dari tantangan alam dan keterbukaan menerima kelebihan dan masukan orang lain, secara tidak sadar Abah Khaer sudah membentuk sebuah aliran yang dasyat dan juga mengangkat namanya.

Saat itu (sekitar 1700-1800) di Cianjur berkuasa Bupati Rd. Aria Wiratanudatar VI (1776-1813, dikenal juga dengan nama Dalem Enoh). Sang Bupati mendengar kehebatan Abah Khaer, dan memintanya untuk tinggal di Cianjur dan bekerja sebagai “pamuk” (pamuk=guru beladiri) di lingkungan Kabupatian dan keluarga bupati. Bupati Aria Wiratanudatar VI memiliki 3 orang anak, yaitu: Rd. Aria Wiranagara (Aria Cikalong), Rd. Aria Natanagara (Rd.Haji Muhammad Tobri) dan Aom Abas (ketika dewasa menjadi Bupati di Limbangan-Garut). Satu nama yang patut dicatat di sini adalah Aria Wiranagara (Aria Cikalong), karena beliaulah yang merupakan salah satu murid terbaik Abah Khaer dan nantinya memiliki cucu yang “menciptakan” aliran baru yang tak kalah dasyat.

Sepeninggal Bupati Aria Wiratanudatar VI (tahun 1813), Abah Khaer pergi dari Cianjur mengikuti Rd. Aria Natanagara yang menjadi Bupati di Bogor. Mulai saat itulah beliau tinggal di Kampung Tarik Kolot – Cimande sampai wafat (Tahun 1825, usia tidak tercatat). Abah Khaer sendiri memiliki 5 orang anak, seperti yang dapat dilihat di bawah ini. Mereka inilah dan murid-muridnya sewaktu beliau bekerja di kabupaten yang menyebarkan Maenpo Cimande ke seluruh Jawa Barat.
http://www.kupload.com/out.php/i5010_AbahKhaer.JPG. Dan ini adalah gambaran dari salah seorang anak Rd. Aria Wiratanudatar VI, yaitu Aom Abas, yang setelah menjadi Bupati di Limbangan Garut juga bergelar Rd. Aria Wiratanudatar.

Sayangnya image tentang Abah Khaer sendiri tidak ada, cuma digambarkan bahwa beliau: “selalu berpakain kampret dan celana pangsi warna hitam. Dan juga beliau selalu memakai ikat kepala warna merah, digambarkan bahwa ketika beliau “ibing” di atas panggung penampilannya sangat expressif, dengan badan yang tidak besar tetapi otot-otot yang berisi dan terlatih baik, ketika “ibing” (menari) seperti tidak mengenal lelah. Terlihat bahwa dia sangat menikmati tariannya tetapi tidak kehilangan kewaspadaannya, langkahnya ringan bagaikan tidak menapak panggung, gerakannya selaras dengan kendang (“Nincak kana kendang” – istilah sunda). Penampilannya betul-betul tidak bisa dilupakan dan terus diperbincangkan.” (dari cerita/buku Pangeran Kornel, legenda dari Sumedang, dalam salah satu bagian yang menceritakan kedatangan Abah Khaer ke Sumedang, aslinya dalam bahasa Sunda, pengarang Rd Memed Sastradiprawira).
Cat: lain kali saya posting soal apa itu pangsi dan kampret seperti yang dipakai Abah Khaer yang diduga mempengaruhi cara berpakain pesilat-pesilat sekarang terutama dari Sunda.

jurus-jurus silat cimande
1. Jurus Kelid Cimande.

1.tonjok bareng,
2.tonjok saubelah,
3.kelid selup,
4.timpah seubelah,
5.timpah serong ,
6.timpah duakali,
7.batekan,
8.teke tampa,
9.teke purilit
10.tewekan,
11.kedutan,
12.guaran,
13.kedut guar
14.kelid dibeulah
15.selup dibeulah,
16,kelid tonjok
17.selop tonjok
18.kelid tilu,
19.selup tilu
20.kelid lima
21.selup lima
22 peuncitan,
23.timpah bohong
24.serong panggul,
25.serong guwil,
26.serong guar,
27.singgul serong,
28.singgul sebelah,
29.sabet pedang,
30.beulit kacang,
31.beulit jalak pengkor
32.pakala alit
33.pakala gede

2. Jurus Pepedangan Cimande.
– elakan sebeulah
– selup kuriling
– jagangan
– tagongan
– piceunan
– balungbang
– balumbang
– sabeulah
– opat likur
– buang dua kali
– selup kuriling langsung
– selop bohong.

3. Jurus Telapak Selancar.

Leluhur cimande

Yang sudah meninggal dan terletak di Kabupaten Bogor :
.
1. Embah Haji Abdullah Somad (Ayah Otjod)
2. Embah Atje (Ayah Atje)
3. Embah Rangga (Eyang Rangga)
4. Embah Ursi (Ayah Ursi)
5. Embah Karta Singa
.
Yang sudah meninggal dan terletak di Kota Madya Bogor :

1. Embah Khoer (Embah Khair) – Tanah Sareal Bogor (Kebun Raya)
2. Embah Dato – Bantar Jati Kaum
3. Embah Djapra – Kebun Raya Bogor
4. Embah Dalem – Batu tulis Bogor
5. Embah Jair – Bantar jati timur – Bogor
.
Di Kecamatan Semplak :
.
1. Embah Raden Harun Semplak Kaum
.
Di Kaum Pandak :
.
1. Embah Raden
.
Di Pelabuhan Ratu :
.
1. Embah H. Wali Sakti Kodratullah (leluhur Sukawayana)
2. Embah Genter Bumi
3. Embah Sukmawijaya
4. Embah Angka Jaya Sakti
5. Embah Rembang Karang Hawu
6. Embah Angguh
7. Eyang Sungsang Layang Laut Kidul
.
Di Kab. Cianjur :
.
1. Embah Dalam Cikundul Wiratanudatar
2. Aom Djamhur
3. Abah Sera
4. Abah Madi
5. Abah Kardi
6. Abah Kalong
7. Abah Kando
.
Di Kab. Sumedang :
.
1. Embah Djaka Raksa
2. Embah Djoko Perkasa
.
Di Kab. Garut :
.
1. Sunan Rahmat Leuweung Sancang Gadog Suci (Prabu Kean Santang)
2. Abah Madi
3. Abah Kari
4. Syah Abdul Muhyi – Pamijahan Tasikmalaya – Garut – Gosong Suci – syeh Djafar Sidik
.
Di Kab. Cirebon :
.
1. Susuhunan Kasepuhan
2. Susuhunan Kenoman
3. Susuhunan Cirebonan (Sunan Kecirebonan)
4. Syeh Syarief Hidayatullah (Syeh Mudaim)
5. Syeh Saikodirjaelani
6. Nyi MAs Panatagama
.
Di Seda Palembang :

1. Pangeran Maulana Muhammad
2. Pangeran Basisir
.
Di Banten :
.
1. Maulana Hasanudin – Mesjid Agung
2. Maulana Yusuf – Kasuniatan
3. Maulana Mansyur – Cikaduan
4. Syeh Asnawi – Caringin Labuhan Banten
.
Di Madura :
.
1. Maulana Malik Ibrahim – Bangkalan (Madura)
2. Maulana Magribi – Pemakasan
.
Guru – Guru Cimande
.
1. Abah Haji Gaos (Abah Encun) – Tari Kolot Cimande Girang
2. Abah Haji Miftah – Tari Kolot Cimande Girang
3. Abah Haji Karim – Tari Kolot Cimande Girang
4. Abah Haji Komar – Tari Kolot Cimande Girang
5. Abah Holili -Tari Kolot Cimande Girang
6. Abah Haji Lukman (Abah Enang) – Pasir Muncang
7. Abah Boim ( Cisempur)
8. Mang Sobari – Cisalada
9. Abah Hasbuna – Ciangsana
10. Abah Syafei – Kebon Pedes
11. Bapak Kyai Djasmani – Pandeglang
12. Bapak Kyai Moch, Yusuf – Batu Bandar Banten
13. Abah Sidik Bin enos – Tari Kolot Cimande
14. Abah Ayub Bin H. Abdul Rosyid – Cisaladana
15. Abah Haji Acih Jarkasih – Tari Kolot Cimande
16. Abah Open – Kebun Pedes
17. Abah Husin – Bojong Menteng
.
Catatan : Tentang leluhur Cimande ini dikutip dari buku catatan tahun 1961 dan disusun oleh Guru Besar Padjadjaran Cimande, Bapak H. Tb. Djamhari pada tanggal 14 September 1971.
sumbernya : http://padjadjarancimandepusat.blogspot.com

silat syahbandar

Silat Syahbandar di Indonesia banyak di kenal dengan banyak sebutan, diantaranya banyak yang menyebutnya Gerak Sabandar, Gerak Panca Tunggak, Jurus Lima. Dan Silat Syahbandar saat ini menjadi dasar / aliran dari berbagai Perguruan Pencak Silat di Indonesia.
Asal muasal dari Silat Syahbandar ini berawal dari seorang Pendekar Silat dari Pagaruyung, yaitu Moh. Kosim Ama Sabandar yang di lahirkan pada tahun 1766 di pagaruyung (Minangkabau Timur) dan meninggal pada tahun 1880 dan dimakamkan di wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam, beliau menyebutnya lebih tepat dengan istilah tenaga batin. Di Minang metode tersebut dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis yaitu Gayung Lahir dan Gayung Batin (gayung bersambut dan gayung tak bersambut ). Silat Minang itu dirangkum dari  4 aliran  : – Silat Harimau Campo, yg berasal dari Champa – Silat Kucieng Siam, yg berasal dari Siam – Silat Kambieng Utan, yg berasal dari Bhutan – Silat Anjueng Mualiem , yg berasal dari Persia. Yang kemudian oleh Nini Datuk Suri Dirajo dipoles dan disempurnakan menjadi Silek Tuo pada sekitar tahun 1190 M. … Next …

SEJARAH PERSILATAN JURUS LIMA

Persilatan Jurus Lima atau yg biasa dikenal dengan Jurus Syahbandar dikenal dengan beberapa nama antara lain; Langkah Empat(langkah ampek), Jalan lima, Gerak Anu Opat Kalima Pancer, Gerak Sabandar, Gerak Asror, Gerak Panca Tunggal,dll.
Dahulu dikenal sebagai kepandaian atau kelihaian dari Moh. Kosim Ama Sabandar , berasal dari Pagaruyung Sumatra Barat.

Sementara itu menurut penyelidikanku secara langsung ke Bukit Tinggi-Padangpanjang-Batusangkar, yg mana dalam hal ini aku sangat dibantu sekali oleh Bpk.Drs.Mid Djamal
(Dosen ASKI Padangpanjang) . Aku mendapatkan banyak keterangan yang menarik tentang aliran2 silat/pentjak Minangkabau. Berhubung Beliau adalah jg penulis dari sebuah buku yang berjudul “Aliran2 Silat Minangkabau”.

Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam, beliau menyebutnya lebih tepat dengan istilah tenaga batin. Di Minang metode tersebut dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis yaitu Gayung Lahir dan Gayung Batin (gayung bersambut dan gayung tak bersambut ).

Silat Minang itu dirangkum dari “4 aliran” :
– Silat Harimau Campo, yg berasal dari Champa
– Silat Kucieng Siam, yg berasal dari Siam
– Silat Kambieng Utan, yg berasal dari Bhutan
– Silat Anjueng Mualiem , yg berasal dari Persia.

Yang kemudian oleh Nini Datuk Suri Dirajo dipoles dan disempurnakan menjadi Silek Tuo pada sekitar tahun 1190 M.

RIWAYAT HIDUP MOH.KOSIM AMA SABANDAR

Dilahirkan pada tahun 1766 di Pagaruyung (Minangkabau Timur), meninggal pada tahun 1880 dimakamkan di Wanayasa, Purwakarta, Jawa-Barat. Berarti umurnya mencapai 114 thn.

Menurut keterangan dari Bpk.Letkol Ckh. Abdur Rauf,SH ( Sesepuh Pusaka Paguron Cikalong / PPC / Cianjur) Beliau pernah mendengar keterangan dari para Sesepuh Cikalong terdahulu bahwasanya Moh Kosim itu diusir dari Pagaruyung karena mengajarkan Silat Pusako kepada orang kebanyakan / masyarakat awam yg bukan Bangsawan atau keluarga kerajaan.

Diceritakan pula pada masa itu, beliau Moh Kosim adalah seorang pemuda bangsawan
Yang punya kegemaran berlomba perahu dengan orang kebanyakan, pergaulannya sehari-hari sangat dekat dengan masyarakat bawah.
Apalgi masa itu banyak terjadi ketidak adilan dan kesemena-menaan yg dilakukan oknum2 penguasa kerajaan terhadap rakyatnya.
Sehingga atas dasar itulah mengapa seorang pemuda bangsawan kerajaan, menjadi terketuk hatinya untuk mengajarkan pusako pentjak, yang menjadi symbol kebanggaan yg sangat diimpi2kan setiap pemuda minang. Sehingga semakin ramailah para pemuda minang yang belajar pentjak, dan hal ini kemudian menjadi santer terdengar pihak oknum2 kerajaan yg menjadi terganggu dan merasa khawatir terancam secara tak langsung, karena mulai menyebabkan perlawanan secara tak langsung dari masyarakat.

Kemudian akhirnya terjadi perselisihan paham antara Moh Kosim dengan keluarganya yaitu mengenai masalah “peraturan pentjak”. Moh Kosim dianggap keluarganya telah menyalahi peraturan, karena tak boleh mengajarkan pusako kepada orang kebanyakan.
Dan karenanya ( juga akibat fitnah dan gosokan dari oknum penguasa ) diambillah keputusan hukuman baginya, diusir dari Pagaruyung.
Sehingga pelajaran pentjak kepada orang kebanyakan menjadi tak selesai dan tak sempurna, sehingga bukan merupakan ancaman lagi bagi oknum penguasa untuk melanjutkan penindasanya kepada kaum lemah.

Dalam kepiluan hatinya terusir dan pergi meninggalkan kampung halamannya, Moh Kosim naik kapal kompeni, menuju ke Batavia.
Di kapal terjadilah suatu kejadian yang tidak diduga, entah karena sebab apa, terjadilah pertarungan antara Moh Kosim melawan salah satu jagoan kompeni. Dengan hanya satu kali gerakan saja , pecahlah kepala jagoan kompeni itu dihantam memakai lutut kaki.

Diceritakan selanjutnya sesampainya di Batavia, Moh kosim terlunta-lunta tak punya kegiatan dan pekerjaan berjalan tanpa arah dan tujuan mengikuti langkah kaki saja sehingga akhirnya sampailah di suatu tempat Desa Karang Tengah Cianjur.
Disanalah beliau ada yg memanggilnya, yaitu pemilik perkebunan / tuan tanah , R.H.Enoch untuk dipekerjakan sebagai centeng menjaga danau dan perkebunan kelapa.

Kemudian saat menjalankan tugasnya inilah terjadi lagi pertarungan berkali-kali antara pemuda minang ini melawan gerombolan perompak dan pengacau, yang selalu berakhir dengan tewasnya para perompak tersebut. Menjadi berita yg menggegerkan dilingkungan tersebut sehingga menjadi perhatian R.H.Enoch.

Memanglah dari sejak awal RH Enoch memanggil Moh Kosim, telah melihat ada sesuatu yang lain dari sikap tutur bahasa dan penampilannya. Dan peristiwa demi peristiwa yang terjadi di perkebunan telah memancing RH Enoh untuk menanyakan siapakah sebenarnya Moh Kosim.
Sehingga terbukalah jati diri seorang Pemuda Bangsawan Dari Pagaruyung.
Dan menurut keterangan selanjutnya, atas dasar inilah kemudian Moh Kosim diangkat mantu dinikahkan dengan puteri RH Enoh. Dan juga RH Enoh ikut mempelajari pentjak minang, serta Moh Kosim dijadikan sebagai guru pentjak untuk mengajarkan kepada sanak kerabat RH Enoh.

Mengenai postur tubuh perawakan Moh Kosim ialah dikatakan sebagai jangkung tinggi gede , tatapan mata dan pandangannya agung, berdada bidang tegap, dan tubuhnya kuat luar biasa. Adat tabiatnya sabar, sangat welas asih jika mengajar silat dan menghadapi murid-muridnya. Namun sangat teguh,tegas,dan sangat keras bila menghadapi bahaya dan menghadapi perusuh pengacau.
Dan dikatakan lagi sangat tinggi ilmu kebatinannya.
Bila melaksanakan pentjak tak pernah berlaku curang, jk berlaku demikian
Lagi pasti akan banyak yang celaka dan mati karena ulahnya.

Bila mengajarkan pentjak kepada murid2nya, berhubung keadaan fisik dan tenaganya yang sangat terlalu keras, maka beliau mengajarkannya secara lemes.

Karena kemasyhuran namanya inilah dikatakan menjadi sebab tertariknya Abang Kari dan Abang Mahdi serta Mbah Khaer untuk saling ber “Silaturrahmi”
Dalam artian saling “bersilat”. Dan ini kejadiannya diceritakan sangat tak masuk akal, ada yg mengatakan terjadilah pertarungan diantara sesama mereka selama 3 hari berturut-turut, bahkan ada yang mengatakan sampai 7 hari.
Dan kesudahannya, “tiada yang kalah dan tiada yang menang”.
Dan menjadi penyebab terjalinnya persahabatan persaudaraan yg erat diantara mereka.

SPESIFIKASI MANFAAT, FILOSOFIS, JURUS LIMA SYAHBANDAR.

Sebenarnya , masih banyak misteri yang melingkupi jurus lima Syahbandar.
Berikut ini adalah penjelasan sedikit2 dari hasil dialog kepada beberapa orang pendekar Syahbandar yang kemudian (mohon maaf) diramu berdasarkan pencerahan penulis pribadi yg didapat dari kemurahan Allah SWT.

Saya menghimbau kepada seluruh praktisi dan penerus syahbandar untuk menghayati jurus lima dalam latihannya, merenungkannya, mendiskusikannya, dan ikut mencari pemecahan misteri jurus lima Syahbandar. Mudah-mudahan hal tersebut akan menambah kemajuan bagi diri dan perguruan untuk pengamalan di masyarakat dan sambil terus menerus memohon ridho Allah.

Perlu diketahui bahwa saat ini di Jawa Barat saja banyak sekali para Pendekar Syahbandar yang hanya memakai jurus lima saja sebagai pegangannya dan juga pengajarannya. Bahkan, bila kita ingin dan kemudian minta diajarkan jurus lima tersebut akan sangat susah sekali mendapatkannya.

Bila kemudian telah didapat, kemudian belajar jurus2nya selanjutnya kita akan dibiarkan dalam kebingungan bagaimana cara untuk mempraktekannya dan memanfaatkannya dalam perkelahian. Atau bila dirasa sudah mendapatkan pencerahan akibat latihan dan praktek lapangan, dan sering kali timbul sesuatu berupa keanehan dan keajaiban. Kemudian terjadi pertentangan nurani, bagaimana kok bisa terjadi keanehan, apakah ada peran serta jin didalamnya ataukah memang hasil latihan tenaga murni manusia?,

Mungkin untuk sementara dapatlah diambil kesimpulan adalah bahwa semakin didalami
Jurus lima itu semakin kita merasakan banyaknya rahasia dan misteri yang terkandung didalamnya.
Oleh karena itu sebaiknya kita syukuri saja akan nikmat anugerah Allah ini, bila kita berhasil menemukan sekelumit manfaat dan pencerahannya, semoga dengan itu Allah SWT berkenan untuk membimbing kita dan memberikan ridhoNya kepada Jati Diri kita masing-masing.

JURUS KESATU SYAHBANDAR

Dikenal juga dengan istilah Keupeul, atau jurus Pancer. Maksudnya adalah jurus ini merupakan inti dari semua jurus. Jurus ini adalah jurs Isi Pengisian. Dari jurus inilah kemudian menjadi jalan bagi jurus yg lainnya. Dengan rumusan kata-katanya adalah Isi Satu salurkan Dua-Tiga-Empat-Lima. Atau Isi Satu salurkan Dua, tarik Tiga, liliwatan empat, angkat jatohan Lima.

Jurus Satu menjadi inspirasi jurus lainnya adalah demikian. Bila kita memohon kepada Allah SWT maka kita tengadahkan kedua tapak tangan keatas seperti berdo`a, saat itu rasakanlah kita mendapat suatu getaran yang kemudian kita ambil dengan menariknya perlahan posisi tapak tangan menjadi mengepal menuju kedada, dan turun sedikit kearah perut. Inilah yg disebut kejadian jurus satu dan pengisiannya. Pengisian getaran Ilahiah.
Dalam keterangan ma`rifat dijelaskan, jika memang sudah meresap maka jurus satu ini akan mampu menimbulkan bentuk lapisan hijab mencapai 11.000 hijab kedepan belakang kanan dan kiri (lebih kurang mencapai radius 220m)

Dan dari sinilah kemudian sering terjadi pencerahan2 fisik maupun batin, yg kemudian dalam prakteknya dibuktikan, hasil melatih focus jurus ini (minimal 100x ulangan)
Selama 7 hari berturut-turut, akan mampu untuk menjadi tahan pukul, tahan sakit, tahan tendangan,tahan bacokan.

JURUS KEDUA SYAHBANDAR

Jurus kedua ini terjadi dari akibat melaksanakan jurus Satu secara terus menerus rutin. Prosesnya demikian , bila kita terus menerus mengisi diri, maka diri kita akan penuh dengan getaran. Getaran ini akan luber dan mencari jalan untuk keluar/mengalir (mirip ya dengan porinsip Hukum Thermodinamika II). Proses penyaluran inilah yang menjadi jurus Kedua Syahbandar. Dan ini sangat sesuai dengan prinsip2 “Menerima maka berakibat akan memberi” atau “Memberi maka berakibat akan menerima”.
Apa-apa yang kita dapatkan maka kita amalkan, apa-apa yg kita terima ada diantara bagian itu yg harus disedekahkan. Jadi hidup kita ini jangan menjadi orang yg menerima saja, tapi harus juga memberi.
Jurus kedua ini juga merupakan sikap mental Tauhid, yaitu dari sikap meolak kemungkaran, kejahatan, dll.

JURUS KETIGA SYAHBANDAR

Jurus ketiga ini terjadi seperti pada prinsip yg telah diterangkan pada jurus kedua yaitu bahwa bila kita memberi maka berakibat kita akan menerima atau menarik imbalannya. Karena kita juga butuh penerimaan.
Namun jurus ketiga ini dalam praktek dapat disebutkan sebagai pancingan
Sebagai jurus yg menyembunyikan jurus yg lain/ yg disembunyikan keluarnya
Dan dapat menjadi jurus eksekusi.

JURUS KEEMPAT SYAHBANDAR

Jurus ini dikenal sebagai liliwatan. Inilah dalam aplikasi beladiri yg paling banyak dikembangkan dan digabungkan kepada Kari dan Mahdi.
Keunikan jurus ini ialah dalam prakteknya mampu untuk manipulasi tenaga lawan bukan dengan tenaga kita, melainkan dengan tenaga lawan itu sendiri melalui prinsip meliwatkan. Dan menimbulkan ketidakseimbangan pada gerakan lawan.

Terjadinya jurus empat ini adalah akibat dari gerakan2 tarik tolak-tolak tarik,
Menimbulkan perputaran energi atau gerakan2 memutar/melingkar/rotasi.

JURUS KELIMA SYAHBANDAR

Jurus ini dinamakan juga dengan istilah angkat junjung. Terjadinya jurus ini bisa dilihat dari fenomena daya liliwatan/perputaran. Untuk gerak rotasi itu terbagi dua. Seperti pada sentrifugal dan sentripetal. Maksudnya akibat dari gerakan putar menyebabkan arah perputaran naik keatas(layaknya angin puting beliung). Atau gerakan putar yang menjatuhkan/menarik kebawah (layaknya pusaran air).

Pada gerakan yang kelima inilah kemudian diambil maknya akan filosofi peningkata iman dan taqwa dan bukannya peningkatan keatas menjadi sombong, angkatlah derajat, martabat diri dan orang lain.

Jurus kelima menjadi makna pujian, jika kita mengangkat-angkat (memuji) orang, yang berakibat oramg itu jadi sombong, mk akan dimakan oleh siapa saja yang tak akan tahan melihat kesombongannya. Inilah makna jurus kelima untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yg zholim.

KLASIFIKASI,PENERANGAN,TARGET,&PERKEMBANGAN JURUS LIMA

1.Jurus Syahbandar

-Jurus Tunggal:

-Jurus tunggal Pancer (yaitu jurus 1)
-Jurus tunggal tolak (yaitu jurus 2,4,5)
-jurus tunggal tarik (yaitu jurus 3)

-Jurus Gabungan:

-Gabungan lima inti
-Gabungan lima inti acak
-Syahbandar Kari Mahdi Keras (17 jurus)
-Syahbandar Kari Mahdi Halus (21, 22, 25, jurus)
-Tangtung Alif

-Jurus Rasa:

-Gerak Rasa Sejati
-Silat Sejati
-Gerak Hadiran
-Gerak Ma`rifat

2.Variasi Langkah Kaki:

-Langkah hentak (sisi luar telapak)
-langkat sered gusur
-langkah seret C
-langkah seret hentak
-langkah kesot

3.Pernafasan:
-nafas tahan pada perut (prinsip Hu-Allah)
-nafas tahan pada dada dan perut
-nafas tolak pada dada dan perut
-tembakan sanalika

4.Inti Kekuatan / Tenaga
Sangat diyakini oleh para praktisi dan guru Syahbandar bahwa manusia itu kelemahannya pada perut, tetapi justeru kelebihan/kekuatan tenaga juga terdapat dari perut.

5.Etika Syahbandar
Ilmu Syahbandar diajarkan melalui proses ikatan bathiniah antara guru dan murid.
Tidak bisa dipelajari sendiri tanpa petunjuk guru, kecuali mendapat Wisik langsung
Dari Allah SWT, melalui Ruhaniah Guru2 terdahulu..

Para praktisi Syahbandar sejati tidak akan pernah berniat untuk secara sengaja merusak dan membunuh lawan. Tetapi berusaha untuk mengikuti ajaran luhur Syahbandar yaitu
“Menjatuhkan lawan untuk menyadarkannya”.
Oleh karena itu jika terpaksa akhirnya terjadi kerusakan dan kematian, maka kembalikanlah kesadaran prinsip kepada Surah Al Anfal:17
Yang artinya:
“Dan sekali-kali bukanlah engkau yang membunuh tetapi Akulah Allah yang membunuh, dan sekali-kali bukanlah engkau yang melontar tetapi Akulah Allah yg melontarnya.”

Dan kita harus meyakini bahwa tenaga dalam/tenaga batin itu adalah dari Allah, milik Allah, dan untuk jalan Allah.
Apa-apa yang kita lakukan dalam rangka memperoleh, memanfaatkan, dan merawat tenaga dalam itu hanyalah sekedar syareat saja, hakikatnya adalah kembali kepada Allah saja.

Seorang murid jika telah dirasa cukup pelajaran jurus2nya, maka akan mendapatkan restu dari guru yaitu berupa “pengisian” (pembangkitan Rasa) melalui do`a2, atau langsung antara guru dan murid melakukan “jual-beli” (jajal rasa) dan ririungan selamatan
Setelah sebelumnya itu disarankan kepada murid untuk berpuasa sunnah lillahi ta`ala.

6.Zikir
Aurod Rahasia
Yaitu bacaan dalam bentuk Ayat dan Mantera, yg isinya menyangkut inti rahasia gerak
Dan jalannya tenaga khas Syahbandar

Zikir Bergerak,
zikir bergerak ialah bacaan asma` yg dibaca dalam hati tatkala melaksanakan jurus;

– Zikir Asmak Lima
– Zikir Khofi
– Zikir Nafi Itsbat
– Zikir Ismuz Zat
– Zikir Khos Sirri

7.Target Syahbandar

Target Fisik:
Menguasai dan mendapatkan Sanalika, sesuai pemahaman dan kondisi masing-masing.

Target Batin:
Penguasaan Rasa dan Tangtungan Alif

Jati Diri:
Menemukan bentuk geraknya dan jalannya diri sejati dalam rangka pengamalan untuk mendapatkan ridho Allah semata.

8.Sasaran tembakan Syahbandar
Sasaran khusus:
– rangkai jantung, – rangkai limpa, -rangkai hati

Sasaran umum:
– Paru2 kanan dan kiri
– Pangkal paha kanan dan kiri
– Urat leher kanan dan kiri
– Lekuk tenggorokan
– Pangkal lengan kanan dan kiri
– Puser
– Siku lengan kanan dan kiri
– Ulu hati
– Daerah persendian/sambungan tulang pada seluruh tubuh
– Bebas , dimana saja yg terkena.

9.Jual-beli / ban-banan Syahbandar
Ban-banan Fisik:
– saling mengadu dengan menggunakan jurus syahbandar, namun masih bersifat kelit atau menjatuhkan lawan dengan memanipulasi tenaga lawan itu sendiri.
– Mampu menjatuhkan lawan dengan sedikit gerakan disertai kepekaan rasa
– Mampu memukul hanya dengan jarak sejengkal.
– Mampu memukul walaupun dalam keadaan menempel dan tanpa jarak lagi.
– Jual beli dengan menggunakan tenaga dalam/tenaga batin

Ban-banan Batin (ilmu senteran bathin)
Menggunakan jurus hanya dalam hati, menjatuhkan lawan cukup dengan menyenter jalur-jalur jalannya tenaga pada tubuh, baik dengan menggunakan isyarat tangan atau cukup dalam bayangan (ma`rifat)., dilakukan baik berhadapan maupun secara tidak berhadapan langsung (jarak jauh).

( penulis : ki sawung )

Kaisar

Metalica

ilmu Debus

ilmu Debus

Debus adalah suatu kesenian yang mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa, kebal senjata tajam, kebal api, minum air keras, memasukan benda kedalam kelapa utuh, menggoreng telur di kepala dan lain-lain. Debus lebih dikenal sebagai kesenian asli masyarakat Banten, yang mungkin berkembang sejak abad ke 18. Namun, pernahkah orang bertanya-tanya darimana sebenarnya asal debus tersebut?

Sejarah Kesenian Debus

Debus merupakan kesenian asli masyarakat Banten yang diciptakan pada abad ke-16, yaitu tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570), dalam rangka penyebaran agama Islam. Agama Islam diperkenalkan ke Banten oleh Sunan Gunung Jati, salah satu pendiri Kesultanan Cirebon, pada tahun 1520, dalam ekspedisi damainya bersamaan dengan penaklukan Sunda Kelapa. Kemudian, ketika kekuasaan Banten dipegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682), debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah Belanda. Apalagi, di masa pemerintahannya tengah terjadi ketegangan dengan kaum pendatang dari Eropa, terutama para pedagang Belanda yang tergabung dalam VOC. Kedatangan kaum kolonialis ini di satu sisi membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata, yaitu terjadinya percampuran akidah dengan tradisi pra-Islam. Hal ini yang terdapat pada kesenian debus.

Menurut catatan sejarah, Debus itu sendiri sebenarnya ada hubungannya dengan tarikat Rifaiah. Tarikat ini dibawa oleh Nurrudin Ar-raniry ke Aceh pada abad 16. Tarikat ini ketika melakukan ketika sedang dalam kondisi epiphany (kegembiraan yang tak terhingga karena “bertatap muka” dengan Tuhan), mereka kerap menghantamkam berbagai benda tajam ke tubuh mereka. Filosofi sederhana yang saya tangkap adalah “lau haula walla Quwata ilabillahil ‘aliyyil adhim” atau tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Jadi kalau Allah tidak mengijinkan pisau, golok, parang atau peluru sekalipun melukai mereka, maka mereka tak akan terluka.Pada kelanjutannya, tarikat ini sampai ke daerah Minang dan di Minang pun dikenal istilah Dabuih.

Definisi Kata Debus

Menurut pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud Kabupaten Serang, (Alm) Tb A Sastra Suganda, debus berasal dari kata tembus. Ada juga yang menyebutkan bahwa debus berasal dari kata gedebus, yaitu nama salah satu benda tajam yang digunakan dalam pertunjukan kekebalan tubuh. Benda tajam tersebut tebuat dari besi, dan digunakan untuk melukai diri sendiri. Oleh karena itu kata debus dapat diartikan sebagai tidak tembus.

Bentuk Atraksi Debus

Permainan debus merupakan bentuk kesenian yang dikombinasikan dengan seni tari, seni suara dan seni kebatinan yang bernuansa magis. Kesenian debus biasanya dipertunjukkan sebagai pelengkap upacara adat, atau untuk hiburan masyarakat. Pertunjukan ini dimulai dengan pembukaan (gembung), yaitu pembacaan sholawat atau lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad, dzikir kepada Allah, diiringi instrumen tabuh selama tiga puluh menit. Acara selanjutnya adalah beluk, yaitu lantunan nyanyian dzikir dengan suara keras, melengking, bersahut-sahutan dengan iringan tetabuhan.

Bersamaan dengan beluk, atraksi kekebalan tubuh didemonstrasikan sesuai dengan keinginan pemainnya : menusuk perut dengan gada, tombak atau senjata almadad tanpa luka; mengiris anggota tubuh dengan pisau atau golok; makan api; memasukkan jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan angggota tubuh lainnya sampai tebus tanpa mengeluarkan darah; mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tapi dapat disembuhkan seketika itu juga hanya dengan mengusapnya; menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang dikenakan hancur lumat namun kulitnya tetap utuh.
Selain itu, juga ada atraksi menggoreng kerupuk atau telur di atas kepala, membakar tubuh dengan api, menaiki atau menduduki tangga yang disusun dari golok yang sangat tajam, serta bergulingan di atas tumpukan kaca atau beling. Atraksi diakhiri dengan gemrung, yaitu permainan alat-alat musik tetabuhan.

Kesenian debus tidak hanya terdapat di Banten, namun telah merambah ke daerah-daerah lainnya seperti Garut dan Sidoarjo. Perguruan Debus Pancawarna yang terletak di Garut mempelajari gabungan lima jenis ilmu bela diri, yaitu pencak silat, rudat, lais, sucipta dan debus itu sendiri. Pada awalnya, Mi’an, guru utama perguruan, mewajibkan kepada setiap penonton melafalkan syahadat untuk meyakinkan keteguhan mereka pada Islam. Namun, seiring perkembangan zaman, aturan itu dihapus.

Ada pula kelompok debus yang tergabung dalam grup musik Alga Nada pimpinan Gus Kholiq. Bentuk kesenian yang berasal dari daerah Waru ini tidak jauh berbeda dengan atraksi kesenian debus Banten, namun diawali dengan adegan meminum air putih yang telah diberi doa-doa oleh Gus Kholiq. Atraksi kelompok ini pernah dipertunjukan di Pendopo Delta Krida Budaya, Kantor Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dalam acara pengukuhan Dewan Kesenian Sidoarjo periode 2001-2004.

Debus juga merupakan salah satu unsur dalam kesenian terebang sejak dan gebes, sejenis kesenian perkusi di desa Cikeusal, wilayah Priangan Timur, yang bersifat kontemplatif, yaitu bentuk kesenian yang mengajak masyarakat untuk merenung atau ber-tafakkur. Lagu-lagu yang ditembangkan adalah sholawat Al-Barjanzi dan Al-Daiba.

Tokoh Spiritual Debus

Salah satu tokoh spiritual debus asal Banten yang hendak dikemukakan dalam tulisan ini adalah Tubagus Barce Banten atau Abah Barce. Ia cukup dikenal di kalangan penduduk Banten sebagai pemimpin spiritual debus ‘modern’. Konon, ia sanggup menyembuhkan berbagai macam penyakit yang tak dapat disembuhkan dengan pengobatan kedokteran masa kini. Ia juga sering dipanggil sebagai penasihat pribadi masalah-masalah spiritual oleh kalangan elit politis Jakarta.

Abah Barce berperan penting dalam memperkenalkan kesenian debus hingga keluar negeri, seperti Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Malaysia, Spanyol, dan Belanda. Ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Amsterdam pada tahun 1985. Selain itu, ia adalah ketua Perkumpulan Paranormal Indonesia cabang Banten sejak Mei 2003, ketua Perkumpulan Judo-Karate-Silat Banten, dan pendiri Laskar Islam Banten pada tahun 1999.
Menurut Abah Barce, debus tidak ada kaitannya dengan dunia mistis atau magic, tidak seperti anggapan kebanyakan orang selama ini, karena magic itu sama dengan perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Ia juga mengatakan bahwa debus digunakan oleh para alim ulama zaman dahulu untuk melawan penjajah.

Kesenian Debus Sebagai Potensi Wisata

Jadi, mengapa tidak melestarikan dan mengembangkan kesenian debus, yang juga merupakan ciri khas kebudayaan Banten? Terlebih, Djoko Munandar, gubernur Banten terpilih, semakin gencar mempromosikan sektor pariwisata daerahnya sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diunggulkan. Dengan demikian, kekayaan pariwisata tidak hanya terpusat di Bali dan Lombok saja, namun juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Hal ini untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa tidak hanya agama Hindu atau Budha saja yang berperan dalam perkembangan dan akulturasi kebudayaan daerah di Indonesia, melainkan juga agama Islam. Hal inilah yang telah dirintis oleh Abah Barce dalam pengenalan kesenian debus hingga ke mancanegara.

BANYAK orang merasa ngeri ketika menyaksikan pertunjukkan debus. Bayangkan, di tengah arena, publik penonton disuguhi permainan yang tak gampang dijumpai di sembarang tempat. Golok tajam berkelebatan ibarat dalam film silat. Bara api dan senjata tajam lainnya jadi mainan tanpa memperlihatkan rasa takut sedikit pun pada para pemainnya.

Di balik seni pertunjukan yang mengerikan itu, Haji Moch Idris (92), orang yang selama ini menjadi syeh pertunjukkan debus, memperhatikan anak buahnya dengan saksama. Tubuhnya memang kecil, tetapi kemampuannya dalam memimpin debus tidak perlu diragukan lagi. Dialah orang di belakang layar yang membuat para pemain kebal terhadap api dan senjata tajam apa pun dan memiliki rasa percaya diri tinggi. Di bawah pimpinannya pula, debus Yayasan Debus Banten “Sorosohan” itu melanglang buana, sehingga debus tidak hanya dikenal di daerah asalnya. Grup debus yang dipimpinnya sudah tampil di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan daerah-daerah yang dikunjungi bukan hanya sebatas di Tanah Air. Tetapi seni pertunjukkan ini sudah digelar di Jepang, Thailand dan Malaysia.
* DEBUS adalah kesenian khas Banten yang ditampilkan di arena terbuka. Kesenian itu sekaligus mencerminkan sikap dan perilaku masyarakatnya yang keras namun agamis. Lihat saja ketika atraksi pertunjukan mencapai puncaknya. Para pemain dengan tanpa ragu mengiris lidah atau pergelangan tangannya dengan golok tajam dan mengkilap, tanpa gentar sedikit pun. Mereka bahkan memakan api yang berkobar dan kemudian menggunakan kepalanya untuk menggoreng, tanpa memperlihatkan rasa panas sedikit pun.Masih belum cukup, penonton yang terpana dan dibayangi rasa ngeri itu kemudian disuguhi atraksi paling khas, tatkala dua pemain bertelanjang dada tampil di tengah arena. Seorang di antaranya memegang almadad, yakni sejenis alat yang terbuat dari besi berdiameter sekitar 12 mm dan panjangnya sekitar 45-50 cm. Ujung yang satu sengaja dibuat tajam sehingga menyerupai jarum besar. Sementara ujung lainnya dimasukkan ke dalam gagang kayu bergaris tengah sekitar 15 cm dan tebal 10 cm. Dengan sikap seolah-olah menantang, ujung almadad yang tajam ditempelkan ke perut. Sementara pemain lainnya mengayunkan gada memukul gagang almadad. Alat pemukul tersebut terbuat dari kayu dengan garis tengah sekitar 15 cm dan tebal 10 cm. Di bagian tengah dipasang gagang.   Namun sekeras apa pun pukulannya, ternyata tidak membuat ujung besi almadad menembus perut pemain tersebut, walaupun gada dihantamkan beberapa kali. Bahkan kulit perut di mana ujung almadad ditempelkan, tidak sedikit pun meninggalkan luka. Padahal dalam keadaan normal, besi almadad yang menyerupai jarum besar itu bisa dengan mudah menembus perut sampai belakang tubuh seseorang.
***  IDRIS mengakui, dalam debus, penonton bukan hanya disuguhi perpaduan antara seni dan keterampilan, dalam hal ini keterampilan seni bela diri. Tetapi debus yang berasal dari kata “dzikir, bathin dan salawat” itu merupakan seni yang erat kaitannya dengan pengolahan batin dan keislaman. Seni debus mengandung unsur-unsur dakwah sebagaimana awal kesenian tersebut didirikan pada masa Sultan Maulanan Hasanudin dan Sultan Banten berikutnya.Pada masa itu, menurut Idris, seni debus dimainkan oleh dua pemain secara bergantian. Sementara pemain lainnya duduk sambil membaca salawatan dan dzikiran seraya diiringi musik terbang besar dan kendang.
Banten adalah kesultanan yang tak gampang tunduk pada kompeni. Berbagai perlawanan yang dipimpin Sultan Banten terhadap penjajah telah mengakibatkan penindasan Belanda yang tak habis-habisnya terhadap rakyat Banten. Setelah masa Kesultanan Sultan Agung Tirtayasa berakhir, Belanda menguasai Banten. Selain memberlakukan kerja paksa dan menaikkan pajak-pajak, Belanda melarang pertunjukan seni debus. Setelah lebih daripada satu abad terpendam, salah satu alat seni debus yang disebut almadad akhirnya ditemukan Moch Idris ketika bertugas piket di rumah kediaman Residen Banten yang terletak di Banten Lama pada tahun 1949. Ketika itu tidak seorang pun tahu akan nama dan kegunaan barang tersebut.       Menurut Idris, seni debus barulah dikembangkan setelah tentara Belanda meninggalkan Indonesia pada tahun 1949. Setelah tahun 1950-an ia mulai melatih calon pemain.  “Anggotanya terus bertambah, sampai 20 orang,” katanya.   Tahun 1957, untuk pertama kalinya ia tampil di Lapang Tegallega, Bandung. ***  LAHIR di Desa Tinggar, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Jawa Barat pada tahun 1907, ayah sembilan anak dan kakek lebih dari 43 cucu itu kini tinggal di Desa Tegalsari, Kecamatan Walantaka. Masa mudanya dihabiskan bersama para pejuang lainnya yang tergabung dalam laskar rakyat untuk melawan Belanda. Bersama para pejuang lainnya ia tergabung dalam Sektor Lodaya.Tahun tanggal 12 Juli 1955, ia terpilih sebagai Kepala Desa Cigoong, Kecamatan Walantaka, di samping memimpin kesekian debus.”Kalau di desa saya jadi kepala desa, tetapi kalau sedang ngamen, saya jadi pemain,” ia mengenang masa mudanya sambil tertawa lebar.   Setelah 31 tahun mengabdi, Idris kemudian mengundurkan diri.”Saya harus memberi kesempatan kepada generasi muda,” katanya.   Satu-satunya kegiatannya kini mendidik dan membina generasi muda untuk mencintai dan menjaga kelestarian seni debus sebagai warisan nenek moyang yang mengandung nilai-nilai luhur. Sebagai kesenian rakyat, seni debus bisa ditampilkan di sembarang tempat dan dalam waktu yang tidak ditentukan. Bisa di panggung atau di halaman terbuka, atau bahkan di hotel mewah sekalipun.   Alat utama kesenian ini selain terdiri dari almadad dan gada, dilengkapi dengan beberapa waditra (instrumen) pengiring, seperti terbang besar, kecrek yang terbuat dari lempengan logam, dua buah gendang, dan saron.   Para pemain debus bukan sembarang orang. Idris menyebut syarat utama harus beragama Islam dan menjalani puasa selama 40 hari. “Tidur tidak boleh terlentang karena khawatir menelan ludah dan membatalkan puasa,” ujarnya.Selama menjalankan puasa, ia harus membaca amalan yang diambil dari ayat Al Quran. Menurut dia, debus juga merupakan tarekat Qadariyah.   Untuk tidak membosankan penonton, Idris kemudian menambah beberapa atraksi lainnya. Misalnya silat debus, main golok, makan beling (pecahan kaca), nersisir dengan api, menggoreng di atas kepala, memotong tangan dan lidah sampai berdarah, berguling di atas kawat berduri. Atraksi lain adalah mengupas kelapa dengan cara digigit, makan bara api, dan tusuk jarum. ( Penulis : Her Suganda).