Maqam syariat

Maqam syariat

Tertulis di kitab sirul asror, bahwasanya nabi bersabda “ilmu syariat itu pohon, rantingnya ilmu thoriqoh, daunnya ilmu ma’rifat, dan buahnya adalah ilmu hakikat”.
Maka itu, ilmu syariat jika ilmu syariat tidak di amalkan bakal tidak berdaun dan berbuah.
Nabi saw bersabda, “ilmu jika tidak di amalkan seperti pohon yang tidak berbuah”.
Ilmu yang di maksud di sini adalah ilmu syariat (dasar dasar ilmu). Untuk mengamalkannya yaitu dengan ilmu thoriqoh (metode/tata cara/teori), untuk melaksanakan teori harus punya pembimbing yang mengerti dan sudah mahir yang di sebut ahli hakikat, dan ilmunya adalah ilmu hakikat. Ahli hakikat inilah yang membimbing kita yang mana mereka di sebut mursid atau pemberi arahan agar kita begini atau begitu. Nah untuk melaksanakan atau ilmu hakikat kita harus mengamalkan arahan mursid maka kamu akan dapat buahnya.
Daun (ilmu makrifat) di dalamnya sari sari ilmu di godog dan akan menghasilkan buah. Ilmu makrifat itu ya adanya pada ulama ahli hakikat. Merekalah yang menggodog ahli makrifat ketingkatan ahli makrifat. Jika sudah maka buahnya akan terlihat.
Jadi maqomnya,
* syariat (ilmu dasar) ilmunya adalah ilmu fiqih , yaitu ilmu tentang tata cara ibadah yg benar.
* thoriqoh (jalan ) ilmunya adalah tasawuf , yaitu ilmu tentang thariqoh, metode atau tahapan dalam dzikir dan akhlakul karimah ( budi pekerti yg luhur )
* hakikat (buahnya ) yg di ibaratkan syariat itu perahu , thariqah itu lautan dan hakikat adalah mutiaranya.

untukmemperbaiki anggota tubuh dengan 3 perkara yaitu :
1.taubat
2. taqwa
3. istiqomah
untuk memperbaiki nafsu dengan 3 perkara :
1. zuhud
2. mujahadah
3. sabar
cara memperbaiki hati dengan 3 perkara :
1. ikhlas
2. jujur
3. tenang
dan untuk memperbaiki sirr dengan 3 perkara :
1. muraqobah
2. musyahadah
3. ma’rifat

tingkatan nafsu ada 8.

Pertama Nafsu amarah warnanya biru, wiridnya yang pas “lailaha ilalloh” dan “wahhab”.
Kedua nafsu lawamah warnanya merah, wiridnya allohu. dan fattahu.
Ketiga mulhamah, warnanya hijau, dzikirnya huwa wahidu.
Ke empat mutmainah, cahayanya putih. Wiridnya haqqu ahadu.
Ke lima nafsu rodiyah cahayanya kuning.
Ke enam mardiyah, cahayanya hitam.
Ke tujuh nafsu sofiyah.
Ke delapan nafsu kamilah cahayanya tidak ada warna (buka kitab sirul asror halaman 98 tentang maqom nafsu).. Jika salah mohon di koreksi.
Bisakah maqom di mulai dari maqom hakikat dulu?. Jawabnya bisa. Bisa di buka kitab al hikamnya. Kadang maqom itu di mulai dari ilmu hakikat (buah). Buah di dalam buah ada bijinya dan rasanya. Rasa buah itulah hakikat apakah ia manis, kecut, atau pahit.
Nah ketika buah habis kita bisa menanam biji buah itu. Muncullah pohon, yang dimulai dari akar, yang mana pohon dan akar adalah syariat dan seterusnya sampai tingkatan maqom hakikat. Wallohu a’lam.
Jadi islam itu ada maqomnya, maqom pertama pohon yang di sebut syariat islam, kedua cabang atau ranting yang di sebut thoriqoh islam (yang terpecah jadi 73 golongan, yang selamat thoriqohnya ahlu sunnah waljamaah), ketiga daun yaitu ilmu ma’rifat (terbagi 2 ulama ma’rifat dari 73 cabang thoriqoh.( pakpik ).

Wali Band

maqam sabar

Maqam sabar

Aspek kesabaran sangat luas, lebih luas dari apa yang selama ini dipahami oleh orang mengenai kata sabar. Imam al-Ghazali berkata, “Bahwa sabar itu ada dua; pertama bersifat badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit yang kronis. Yang kedua adalah al-shabru al-Nafsi (kesabaran moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu. Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam;
Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut iffah
Jika di dalam musibah, secara singkat disebut sabar, kebalikannya adalah keluh kesah.
Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut mengendalikan nafsu, kebalikannya adalah kondisi yang disebut sombong (al-bathr)
Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut syaja’ah (berani), kebalikannya adalah al-jubnu (pengecut
Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah lembut (al-hilmu), kebalikannya adalah tadzammur (emosional)
Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut katum (penyimpan rahasia)
Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah al-hirshu (serakah)
Kebanyakan akhlak keimanan masuk ke dalam sabar, ketika pada suatu hari Rasulullah saw ditanya tentang iman, beliau menjawab: Iman aadalah sabar. Sebab kesabaran merupakan pelaksanaan keimanan yang paling banyak dan paling penting. “Dan orang-orang yang sabar dalam musibah, penderitaan dan dalam peperangan mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)
Dari itu kita dapat memahami mengapa al-Qur’an menjadikan masalah sabar sebagai kebahagiaan di akhirat, tiket masuk ke surga dan sarana untuk mendapatkan sambutan para malaikat. Dalam surat Al-Insan [72]: 12 “Dan Dia memberi balasan kepada mereka atas kesabaran mereka dengan surga dan (pakaian) sutera”. Dalam surat Ar-Ra’d [13]:23-24 “…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
Sabar, Suatu Kekhasan Manusia
Sabar adalah kekhasan manusia, sesuatu yang tidak terdapat di dalam binatang sebagai faktor kekurangannya, dan di dalam malaikat sebagai faktor kesempurnaannya.
Tetapi manusia adalah makhluk yang dicipta dalam suatu proses perkembangan; merupakan makhluk yang berakal, mukallaf (dibebani) dan diberi cobaan, maka sabar adalah “kekuatan” yang diperlukan untuk melawan “kekuatan” yang lainnya. Sehingga terjadilah “pertempuran” antara yang baik dengan yang buruk. Yang baik dapat juga disebut dorongan keagamaan dan yang buruk disebut dorongan syahwat.
Al-Qur’an telah mengisyaratkan pentingnya kesabaran ini. Ketika mengyinggung masalah penciptaan manusia dan cobaan penderitaan yang akan dihadapinya. Dalam surat Al-Insaan [76]: 2 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang tercampur yang Kami hendak mengujinya )dengan perintah dan larangan)”.

Sholawat

ilmu pelet

Ilmu pelet

penulis : kisawung

Ilmu pelet dan ilmu pengasihan adalah salah satu cabang ilmu gaib yang khusus berfungsi untuk mempengaruhi alam bawah sadar seseorang agar tertanam rasa cinta atau sayang yang dalam kepada orang yang mengirim pelet/pengasihan tersebut. Di tanah jawa, ilmu pelet dan pengasihan telah ada sejak jaman jawa kuno. Bahkan mungkin sama kunonya dengan nenek moyang orang jawa. Tidak ada keterangan yang reliable mengenai siapa yang mengenalkan ilmu pelet pertama kali, kapan dan di dimana itu terjadi. Menurut pengamatan atas berbagai kitab kuno,ilmu pelet dan pengasihan -seperti aliran mistik lainnya- berkembang seiring dengan perkembangan bahasa dan budaya. Berubahnya tatanan budaya dan bahasa juga mengubah tatacara ritual dan bahasa mantra yang digunakan ilmu pelet.

Ajian ajian pelet dikenal hampir ada disemua budaya nusantara ini ,di Belitong disebut “kemat”. Di daerah jawa apalagi banyak sekali nama ajian ajian tersebut  misalnya : semar mendem ,puter giling ,aji kencono wungu,jaran goyang, aji sukma sejati dan bermacam jenis nama pelet dengan disertai laku yang berbeda beda juga serta syarat syarat tertentu yang harus dijalankan ketika menjalankan atau mengamalkan ilmu tersebut.

Pelet itu berasal dari nama seorang tokoh legendaris, ialah Nini Pelet dari gunung Ciremai Cirebon, dan Mbah Buyut Pelet dari Pajajaran. spirit dari Nini Pelet / Nyi Pelet ialah Djinn Quraesin  dari Rawa Onom Banjar Parahyangan zaman Prabu Selang Kuning

sebagian berpendapat dewi quraesin ini bukan dari rawa onom banjarpataruman tapi bertempat di kaki gunung ciremai salah satu panglima ratu jin nyi endang sukaesih carancang kancana putra dalem arya wiratanu/jaya sasana cikundul. Dewi Quraesin dan Nyi Pelet itu dapat dikalahkan keilmuannya oleh Ki Buyut Mangun Tapa dari Cirebon keturunan Mbah Kuwu Cakrabuana dan Kitab Ilmu Pelet Dewi Quraesin dapat direbut oleh Ki Buyut dan dipelajari juga disempurnakan dengan keilmuan hikmah sehingga Ilmu Pelet Jaran Goyang sekarang terbagi menjadi 2 silsilah dan khodam ada yang berasal dari siluman Ular Dewi Quraesin ada yang berasal dari khodam Ki Buyut Mangun Tapa.

Cara kerja pelet ajian ini rata rata sama yaitu setiap ajian memiliki khadam atau jin yang menguasai atau yang bisa di perintahkan untuk menpegaruhi pikiran dan hati lawan jenis yang ingin dituju dengan ilmu pelet ini.Jadi intinya ketika seseorang mengamalkan pelet aji tersebut maka ia sebenarnya sedang berkerjasama dengan khadam atau jin penguasa ilmu pelet tersebut untuk menpegaruhi agar lawan jenisnya suka pada pelaku ajian ini.. Kelebihan pelet ini adalah asalkan pelaku ajian ini bisa menaati aturan ilmu pelet ini maka lawan jenisnya akan bertekuk lutut padanya ,namun bila sasaran pelet aji ini menpunyai iman yang kuat biasanya sulit ditembus malah nanti balik ke pelaku sendiri yang menbuat ia semankin cinta namun sakit karena cinta tak terbalas.

Dan apabila lawan jenisnya terpengaruhpun oleh aji ini biasanya rumah tangganya akan sering banyak gonjang ganjing karena bersifat cinta yang dipaksa  dan juga melibatkan makhluk gaib lain, yang dalam bahasa jawa disebut sebagai perewangan. yang punya filosofi:

“Saiki aku ngewangi koe ,sesok mati gantian koe ngewangi aku”

“Sekarang aku jadi pembantumu,besok kalau kamu mati maka kamu akan jadi pembantuku”

Jadi para pembaca sekalian saya sarankan lebih baik tak usahlah pakai jenis pelet ini untuk mendapatkan belahan hati anda.Lebih banyak mudaratnya daripada manfaat dan kebahagiaan buat anda.

media pelet : Batu Akik Combong, Kayu Yusuf, Ekor cabang dua kadal, Bulu sayap burung pelatukbawang, bulu bebek kimpoi, tali ijuk cucuk hidung kerbau, ikan tempel, 7 jenis lumut, mustika kantil, dll.

Pengasihan dan Mahabbah sedikit beda,  bedanya kalau pengasihan itu ada kecenderungan memanfaatkan 3 hal :

– kekuatan dari diri sendiri

– kekuatan bantuan guru

– kekuatan dari bantuan energy mantra

sedangkan Mahabbah ialah dengan mengambil keberkatan dari suatu amalan / dzikir

macam-macam sumber ilmu pelet :

1.pelet alami yaitu pelet yg berasal dari keturunan yang sudah ada sejak lahir.

2. pelet yang di timbulkan karena kekuatan benda mati seperti cincin, buluh perindu, susuk dll.

3. pelet yang di timbulkan karena kemustajaban doa atau mantra

4. pelet yang di timbulkan karena kekuatan mahluk lain seperti jin atau khadam.

5. pelet yang di timbulkan karena kekuatan jiwa atau kekuatan batin seseorang.

Diantara ciri-ciri orang yg terkena Pelet :

1. Sering terbangun dimalam hari lalu bingung, karena heran tidak mengenali tempatnya.

2. Timbulnya perasaan nafsu birahi atas bayangan seseorang yg selalu saja muncul .

3. Sering merasa pusing kepalanya di saat magrib, jam 22.00, dan pas bangun tidur

4. Makan dan minum mulai dirasa tidak enak / hilangnya nafsu makan

5. Sering mengeluarkan airmata padahal tidak dalam keadaan yg sedih

6. Sering tidak nyambung jika ditanya

7. Mulai suka menyendiri dan mengurung diri dalam kamar

8. Mulai suka bepergian tetapi tidak tau arah dan tujuannya

9. Mulai suka tersenyum dan tertawa atau menangis tanpa sebab yang jelas.

10. Saat tidur di malam hari, tiba-tiba mulai senang dengan tanpa busana / telanjang.

11. Mulai sering keluar jalan di malam hari dalam keadaan mata tertutup/ tidur berjalan.

Sifat Ilmu Pelet

Reaksi sangat cepat, kurang dari 24 jam. Reaksinya sangat keras sehingga orang yang terkena pelet tidak lagi berpikir rasional.Daya tahan cinta hasil pelet hanya 40 hari, bisa diperpanjang.Bisa digunakan untuk kebaikan, main-main atau tujuan jahat, sesuai niat pemilik ilmu pelet.Pelet hanya bisa digunakan untuk mempengaruhi satu orang dalam suatu saat.Syarat menguasainya berat, Kecuali jika dengan bantuan Guru (pengisian)

Sifat Pengasihan / Mahabbah

Reaksi lambat antara 21-100 hari. Sifat kasih sayang yang dihasilkan sangat lembut hingga seorang yang terkena pengasihan tidak terganggu Daya tahan tidak terbatas waktu Hanya berhasil bila bertujuan baik, untuk dinikahi, menyadarkan pasangan selingkuh dll.Ada jenis ilmu pengasihan yang bisa mempengaruhi banyak orang dalam satu saat.

Cara Memiliki Ilmu Pelet

Jika Anda ingin memulai semua dari nol, maka Anda akan menemui banyak kesulitan dan kegagalan dalam mengusai ilmu pelet. Sedangkan agar bisa mempengaruhi orang dengan ilmu pelet, Anda harus mengirim kekuatan pelet tersebut kepada orang yang Anda tuju. Bila orang yang Anda tuju lemah secara spiritual, pengiriman ilmu pelet akan sangat mudah.Namun bila orang yang Anda tuju kuat spiritualnya atau memiliki amalan pelindung, maka proses menaklukan bisa menjadi sangat sulit. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang benar-benar menguasai ilmu pelet.

Ada tiga cara yang bisa Anda tempuh agar memiliki ilmu pelet atau ilmu pengasihan ;

1. Memulai dari nol dengan cara berpuasa dan ritual sendiri.
2. Megikuti pengisian ilmu pelet. Puasa lebih ringan atau tanpa puasa sama sekali. Hasilnya sangat terjamin jika Guru yang mengisi Anda telah menguasai ilmu pelet dengan sempurna.
3. Menggunakan Minyak Pelet atau Pengasihan. Cara ini cocok bagi Anda yang sangat sibuk sehingga butuh media cepat untuk pelet atau pengasihan. Khusus untuk tujuan pelet ada minyak khusus yang rahasia, sedangkan untuk pengasihan Anda bisa menggunakan Mustika pengasihan.

Pelet dengan penarikan sukma

tarik sukma: adalah menarik sukma seseorang untuk tujuan membuka rahasia dan pengakuannya,mempengaruhinya, menasehatinya, bahkan untuk menghukumnya. sedangkan media-media :
– Foto, ini digunakan aselinya untuk visualisasi dalam rangka affirmasi dahulu dengan cara dibayangkan, namun hal itu cukup sulit konsentrasinya sehingga dengan media foto dianggap lebih memudahkan untuk visualisasi karena diantara syarat untuk keberhasilan ialah visualisasi harus jelas
– Tanggal lahir, ini maksudnya untuk mencari saat lemahnya seseorang, diyakini dalam satu bulan, manusia itu ada bioritmik saat mana ada waktunya kuat dan ada waktunya atau hari nya dimana kondisi seseorang itu dalam keadaan lemah.. nah saat kondisinya lemah secara bioritmik itulah saat yang pas untuk dipengaruhi..istilah dulunya itulah disebut sebagai saat pengapesan seseorang, saat sialnya..
sesakti apapun orangnya… pasti ada saat lemahnya… saat pengapesannya  satu-satu nya cara untuk memelet jarak jauh ialah dengan dilengkapi teknik Puter Giling namun itupun memerlukan sarana rambutnya atau bekas benda yg pernah dipakainya untuk hasil yang cepat dan maksimal
jika puter giling dilakukan tanpa media itu, maka harus tahu nama ibu target namun cara ini agak berproses lambat itupun teknik puter giling tidak bisa diajarkan secara jarak jauh atau hanya sekedar by tulisan… itu harus diajarkan langsung.

Pelet jarak jauh

1. kendala pelet jarak jauh ialah simpel saja, jika sudah bereaksi, kita tidak melihatnya
dan target juga bingung bagaimana mengungkapkan hasratnya, yang lebih ditakutkan ialah
karena setiap pelet itu hakekatnya menaikkan nafsu birahi, maka target akan melampiaskan
hal itu kepada orang dekat yang ada disekitar pergaulannya.
2. benda batu-batuan yg biasanya sinkron dengan pelet ialah batu combong, batu kecubung, batu kristal, intan, berlian , mirah siam, ruby, topaz kuning, opal kalimaya,dll masih banyak lagi

Ilmu pelet dengan Media Jeruk
ada banyak jenisnya terutama dilihat dari fisik jeruk itu misalnya :
– Jeruk Purut
ini biasa digunakan untuk pengobatan, deteksi, dan juga pekasih/pellet bahkan media jeruk purut ini sangat ampuh sebagai booster dalam melakukan puter giling caranya: inilah yang susah dijelaskan by tulisan karena harus langsung dengan cara prakteknya
– Jeruk Limau Kedangsa
pernah dahulu dibuka thread tersebut dengan Suhu Omtatok sebagai pembimbingnya
menurut Suhu Omtatok, ilmu supranatural dengan media jeruk ada mencapai belasan ilmu sesuai dengan jenis jeruk yang ada sampai belasan dan setiap satu jeruk , terdapat puluhan cara kegunaannya .

kalo di simalungun nama nya uttei mukkur,di semua puak batak maw pun melayu biasa menggunakan jeruk ini,baik itu untuk tenung maw pun tuk obat..cara membelah jeruk purut juga beda2 tergantung pemakaian nya..ada yg belah 4,ada yg belah 8 ada juga dengan cara di putar..biasanya org2 dri sana klo merantau mandi jeruk purut,hanya modal jeruk purut yg udah di doain aja gak ada yg laen2..kadang aku mikir kok ga ada ritual macam2 pikir ku..dan biasa nya klo pisau nya yg membelah pisau bertuah biasa nya jeruk purut tsb manjur tuk di gunakan..

media darah :
ambillah setetes kita darah dari dada kanan sebelah atas atau ambillah setetes darah kita dari ujung jari manis kanan, kata teman saya klo media mani sm darah bs dicampur supaya efeknya lebih baik.                                                                                                                                                                     media mani :
ambillah mani kita masukkan ke botol kecil lalu dipendam selama 40 hari
media rambut
ini untuk puter giling dimasukkan ke dalam gulungan kertas kecil yg sudah dirajah atau diletakkan di sebuah roda/kipas angin maka terpanggillah target untuk selalu mencari diri kita
media kuku
seluruh kuku tangan dan kaki di ambil sedikit2 lalu dibakar jadi abu

media ludah
jika untuk menarik target maka ludah target kita buat puter giling seperti pada rambut
jika untuk memelet, maka ludah kita dari pangkal lidah diambil setelah terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang Telaga Kal Kautsar semua bahan itu bisa digabung dan menjadi Ramuan Pelet Sari Tubuh untuk diminumkan dengan tata cara yang tidak bisa dijelaskan melalui info tulisan tetapi harus diperlihatkan cara untuk membuatnya .

Pelet suku using

Salah satu kelompok masyarakat adat yang memiliki tradisi unik dan langka di daerah Jawa Timur adalah suku using. Kelompok masyarakat yang terletak di daerah pinggiran Banyuwangi ini memiliki tradisi lisan warisan kerajaan Blambangan, yakni tidak lain adalah memuja mantra. Mantra adalah Do’a Sakral kesukuan yang mengandung Magis dan berkekuatan Ghoib. Diantara mantra yang sering dipakai adalah Sabuk Mangir dan Jaran Goyang. Kedua mantra ini masing masing memiliki kekuatan magis yang berlainan. Sabuk Mangir merupakan mantra yang pada prakteknya digunakan untuk pengasihan(mendapatkan jodoh) secara halus. Sedangkan Jaran Goyang merupakan mantra yang digunakan untuk pengasihan secara kasar. Buku Memuja Mantra; Sabuk Mangir dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi berusaha membahas secara komprehensif ihwal praktek santet suku Using Banyuwangi. Buku yang ditulis oleh Heru S. Saputra, Dosen Universitas Jember (UNEJ) ini berangkat dari penelitian lapangannya di tiga tempat desa kultural Using yang berbasis mantra seperti Desa Kemiren dan Olehsari (keduanya di Kecamatan Gajah) serta Mangir (Kecamatan Rogojampi).

Tradisi bermantra sebenarnya sejak lama telah mengakar kuat dalam kehidupan kelompok etnik Using. Pada dasarnya, masyarakat Using memiliki berbagai macam mantra. Namun secara garis besar dapat dipilah menjadi tiga jenis.  Pertama, mantra berjenis santet yang berfungsi sebagai pengasihan- kemudian dikenal dengan istilah – magi kuning jika mengandung positif dan magi merah jika mengandung negative. Kedua, mantra berjenis sihir yang bersifat merusak dan berpotensi menghilangkan nyawa- kemudian dikenal dengan istilah – magi hitam. Ketiga, mantra yang bersifat positif, yakni mantra yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit- kemudian dikenal dengan istilah magi putih. Artikel hanya membahas pada mantra berjenis santet, yakni mantra Sabuk Mangir dan Mantra Jaran Goyang. Alasannya dua mantra inilah yang sering digunakan masyarakat Using. Magi bagi masyarakat Using merupakan sesuatu yang diyakini mampu memberi kekuatan ghaib dan mampu mempengaruhi alam pikiran dan prilaku seseorang. Sedangkan santet merupakan salah satu jenis ngelmu yang dimiliki masyarakat using, yakni ngelmu pengasihan.

Pada umumnya, Mantra Sabuk Mangir digunakan oleh para kawula muda untuk mendapatkan jodoh. Mereka melakukan mantra ini dilandasi dengan ketulusan hati, yakni untuk mendapatkan kebahagiaan secara hakiki. Proses bekerjanya kekuatan magi pada mantra Sabuk Mangir berjalan dengan halus atau pelan – pelan sehingga seseorang yang terkena oleh mantra tersebut tidak akan menyadari bahwa dirinya terkena ngelmu ghaib. Oleh karena itu, pengaruh kekuatan magi terhadap kesadaran seseorang terasa alami. Mantra yang dapat digunakan oleh laki-laki untuk memikat perempuan atau digunakan oleh perempuan untuk memikat laki-laki ini tidak memiliki dampak social yang berarti. Sementara itu, Mantra Jaran Goyang termasuk jenis Mantra santet bermagi merah digunakan untuk pengasihan ( percintaan ) antarinividu dengan diwarnai rasa dendam. Proses bekerjanya kekuatan magi pada mantra Jaran Goyang berjalan lebih kasar atau cepat sehingga seseorang yang terkena mantra akan berprilaku tidakwajar atau tidak alami. Pada umumnya, Mantra Jaran Goyang ini digunakan oleh laki-laki untuk memikat perempuan. Namun, mantra Jaran Goyang ini memiliki dampak social yang negative, baik bagi si subjek ( pemantra ) maupun si objek. Selain itu, hasil pemanfaatan mantra Jaran Goyang bersifat fariatif dari tingkatan tergila-gila sampai gila beneran.

Fungsi mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang bagi masyarakat using dapat dipilah menjadi dua fungsi individual dan social. Fungsi individual tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan psoikis dan biologis Sementara itu, fungsi sosial mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang dapat bersifat integrative ( menyatu ) dan disintegratif ( memisah). Kedua fungsi ini berlaku ketika mereka tidak mampu memanfaatkan mekanisme budaya lokal. Budaya local yang digunakan untuk mencari jodoh misalnya Gredhoan ( mencari jodoh sesuan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW ), Bathokan ( mencari jodoh dengan memanfaatkan media warung tradisional ) dan Mlayokaken atau Colongan ( mencari jodoh dengan cara melarikan atau mencuri pacar untuk dinikahi ).  Selain fungsi utama sebagai pranata social tradisional, fungsi social lain mantra Sabuk Mangir dan Jaran Goyang adalah sebagai penekan atau pemaksa berlakunya tata nilai dalam masyarakat, sebagai peningkatan perasaan solidaritas kelompok, dan sebagai penebal kekuatan emosi religiusitas atau kepercayaan terhadap kekuatan supranatural. Hal ini merupakan potret khasanah tradisi local masyarakat Using Jawa Timur yang tergolong langka. ane pernah dikasi wjangan sama almarhum penasihat spritual papa ane di surabaya..tiba2 aja dia ngomong gini.. “dik,seandainya nanti kamu berminat belajar ilmu2 pengasihan mbah minta tolong jangan pernah tergoda pakai jaran goyang..”dan sampe sekarang ane baru tau ternyata efeknya sebegitu kerasnya.

pelet marongge

Pelet Marongge memang dahsyat dan selalu diburu orang yang memerlukan. Pelet ini diyakini paling ampuh dalam memikat asmara lawan jenis. Ritual memperoleh pelet Marongge pun unik. Yakni dengan ziarah di makam Mbah Gabug, lalu berendam di Sungai Cilutung dan membuang pakaian dalam. Ilmu pelet adalah ilmu yang sering diburu orang. Diantaranya oleh mereka yang sulit bertemu jodoh, usaha selalu rugi dan peruntungan negatif. Dan ilmu pelet Marongge, lebih dikenal sebagai pemikat asmara. Ilmu pelet ini didasar ilmu yang berasal dari Ajian Si Kukuk Mudik, milik Mbah Gabug yang terkenal pilih tanding. Bila ditelusuri lebih jauh, Ajian Si Kukuk Mudik berasal dari legenda keramat Marongge. Marongge sendiri sebenarnya nama sebuah desa di Kecamatan Tomo, Kab Sumedang. Lokasinya di sebuah bukit yang berada di jalan raya Tolengas dan Cijeungjing, berbatasan dengan Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka dan juga dekat bendungan Jatigede. Menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak yang cukup menanjak. Seratus meter kemudian terdapat kompleks pemakaman umum Desa Marongge. Di dalamnya terdapat tiga bangunan. Salah satunya paling dikeramatkan karena diyakini kuburan karuhun sebagai ujung dari asal-usul ilmu pelet Marongge. Tiada lain adalah makam Mbah Gabug, Mbah Stayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Setiap hari selalu saja ada yang berziarah ke lokasi ini, kecuali Selasa. Peziarah tampak membludak bila malam Jumat kliwon tiba. Saat itulah ritual nyacap ajian ilmu pelet Marongge dilakukan. Terkadang, pengunjung mencapai ratusan orang. Bahkan suatu kali pernah mencapai seribu orang ketika Jumat kliwon bertepatan dengan bulan Maulud.

Mbah Gabug

Mbah Gabug adalah wanita ayu asal Mataram yang bermukim di Kampung Babakan, dekat Keramat Marongge sekarang. Di sanalah Mbah Gabung dahulu tinggal bersama tiga saudara wanitanya, Mbah Setayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Keempat bersaudara ini dianugerahi paras yang ayu. Bahkan kecantikan mereka terkenal ke penjuru negeri. Sehingga tidak sedikit raja, pangeran dan pemuda yang terpikat.

Ajian Kukuk

Menurut kuncen Abdul Halim, mendapatkan ilmu pelet Marongge harus dengan mengikuti ritual yang berpuncak pada malam Jumat kliwon. Ritual itu disebut nyacap ajian (cara memperoleh ajian). Biasanya, sejak Kamis siang para peziarah sudah berdatangan. Mereka datang dari berbagai tempat. Menjelang malam mereka melakukan tawasul sambil mengungkap hajat masing-masing di sekitar makam Mbah Gabung dengan dipimpin kuncen. Saat tengah malam, mereka berbaris dan berjalan menuju Sungai Cilutung. Jaraknya sekitar 400 meter dari makam keramat Marongge. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak melintasi jalan Tolengas-Cijeungjing, menyusuri jalan setapak, hingga mencapai Sungai Cilutung yang lebarnya 50 meter.

Seluruh peserta turun ke sungai yang airnya tidak terlalu dalam. Sambil mandi dan berendam, mereka membaca mantera yang diberi kuncen diiringi ungkapan agar tercapai segala keinginan. Acara berendam ini, kata Abdul Halim, merupakan ritual yang paling penting dalam prosesi mendapatkan ilmu pelet Marongge.saat selesai melaksanakan ritual mandi , semua yang naik dari sungai di hampiri kupu-kupu emas dating secara misterius dalam jumlah yg banyak. Dan hingga mendekati akhir prosesi, mereka diharuskan melepaskan pakaian dalam, lalu dihanyutkan di sungai itu. Konon, ritual buang pakaian dalam itu sebagai bentuk membuang segala kesialan. Selepas itu, prosesi nyacap ajian ini pun selesai. Ketika keluar dari sungai, para peserta menganggapnya sebagai memasuki babak baru dalam hidupnya. “Ada semacam semangat dan keyakinan yang tumbuh. Kalau ingin jodoh mereka jadi percaya diri,” ungkap Abdul Halim. Kabarnya, ketika berada di dalam air itu, seseorang yang beruntung kerap menemukan jodohnya seketika di tempat itu pula. Misalnya, entah kenapa tiba-tiba seseorang baik laki-laki atau perempuan bisa berkenalan dengan pasangannya. Dan selanjutnya mereka pun berjodoh. Wallahu ‘alam bissawab.

Minyak Pelet
Minyak Pelet ialah berasal dari pengajaran alam kepada mereka yg mau berfikir pada peristiwa hewan ketika berusaha habis-habisan hendak memikat betina maka apakah yg dia lakukan, hewan itu ada yang mengeluarkan aroma tertentu berupa keringat, dan aroma keringat itulah yg membuat si betina menjadi birahi ini pada kasus kijang gunung, yg keringatnya kemudian menjadi butiran kristal lalu dinamakan dia sebagai MUSK atau MISK, selain pada kijang gunung, ini juga terjadi pada musang dan pada burung enggang

tingkat keberhasilannya, ialah saat itu juga, dan targetnya ialah making love jadi pelet minyak akan selalu berujung kepada perbuatan sex sebagai hasilnya itulah sebab, pelet yang ampuh dari minyak hewan tiada yang permanen, kecuali, pada jenis dari Burung Cinto kasih, Ular , dan hewan-hewan yg suka berjodoh dan selalu sepasang adanya, mungkin seperti merpati yg terkenal menjadi legenda maka alam mengajarkan kepada manusia yg berfikir untuk mendayagunakannya sebagai bentuk solusi kepada permasalahan asmara yang menimpa manusia . jika white musk, atau musk oil , dioleskan pada nadi kita maka itu akan merelease aksi pheromone pada tubuh kita secara agak maksimal dengan syarat tambahan ialah pada situasi cuaca yg agak panas dan hal itu tidak akan berpengaruh jika pada kondisi tubuh yg menurun suhu panasnya, karena pheromone akan aktif ketika kita agak berkeringat dan musk oil akan bereaksi dengan keringat kita itu menyebabkan pancaran pemikat kepada siapapun yg berada didekat kita dengan tanda-tanda orang itu merasa nyaman didekat kita dan selalu berusaha meminta perhatian kita kepadanya dalam suasana sangat akrab white musk yang baik ialah yang baunya tidak menyengat bisa diperoleh di toko minyak arab atau toko aromatherapy.

Kobe

slank

jamrud

Amalan uang Berkah

Amalan Uang Berkah

Robbi inni qobalta nafsan far hamha wa in arsaltaha

an tahfazoha bima tahfazu bihi ibadakas sholihin

do`a ini dibaca 3x, tatkala kita menerima uang dari hasil usaha atau dari pemberian siapapun.
setelah didoakan kemudian ditiupkan kepada uang tersebut.
insya Allah, uang yg sudah kita doakan itu akan menjadi berkah tatkala dibelanjakan lagi.
tapi ingat ini bukan sekali-kali “uang balik” ini adalah “uang berkah” yang jika dibelanjakan, maka dia akan memanggil teman2nya (uang2) secara gaib, meluncur kepada si pembaca do`a tsb , dan ingat lagi, sekali-kali bukanlah uang itu akan datang dan muncul secara tiba2, tetap saja uang datangnya itu melewati jalur dan jalan usaha, atau pergaulan / silaturrahmi..

Supaya orang gampang mengeluarkan uangnya

Robbana ya Quddus, `ajilana fil fulusinnasi `ajma`in

do`a ini sangat bagus bagi mereka yg berprofesi sebagai sales marketing.
jika do`a ini dibaca tatkala sedang melakukan transaksi penjualan, maka si calon pembeli akan tergugah semangat dan simpatinya kepada anda, sehingga ia akan dengan senang hati mau membeli product2 yang anda tawarkan.cara melakukan do`a ini ialah dibaca dalam hati 1x ketika berjabatan tangan dengan customer..dan harus dengan keyakinan penuh akan kebesaran dan keagungan Allah.
cara ini juga dapat dipakai ketika kita sedang kepepet dan butuh bantuan dana dari siapapun.

( ki sawung )

Salam mim baid

clairvoyance, chakra, ilmu yoga kundalini

Clairvoyance, chakra dan yoga kundalini

Penulis : kisawung

Cakra itu tempat perlintasan mahluk gaib, dia adalah berhubungan dengan saudara batin kita manusia. Beberapa cakra yg berkaitan dengan kemampuan clairvoyant ialah :
– cakra jantung
– cakra ajna
– cakra dahi
– cakra mahkota

Terdapat dua pusat energi/cakra yg bertugas untuk kemampuan menerawang;
Cakra Dahi, untuk frekwensi tinggi dari badan energi eterik dan yg lebih tinggi seperti pada gelombang FM
Cakra Ajna, untuk vibrasi rendah; physical extra vision, energi kotor, energi rendah,dan yg lebih rendah seperti pada gelombang AM
Cakra Ajna dan Cakra Dahi ibarat di ibaratkan dua camera monitor, layar monitornya ialah cakra yg terdapat di belakang kepala (sekitar kelenjar pineal) Sedangkan Cakra Jantung bertanggungjawab untuk membuat otak lebih peka merasakan. Gelombang eterik yg biasanya suka menghambat penglihatan tembus pandang, adalah juga untuk menghambat mahluk2 eterik / mahluk halus tidak terlalu masuk dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Meditasi ialah suatu aktifitas keseharian yg dapat membuat gelombang eterik menjadi tipis sehingga membuat kita mampu merasakan adanya sesuatu yg aneh, Dan kondisi inilah merupakan peringkat pertama dari kondisi clairvoyant.

Peringkat pertama clairvoyant:
Anda bisa melihat gaib tetapi dengan penglihatan yg samar dan tdk begitu jelas.
Untuk meningkatkan kemampuan ini ialah ada baiknya utk mampu berterima kasih dan juga mampu mensyukuri kemampuan yg ada sehingga kemampuan ini akan bertambah secara otomatis. Jika kita tak mau mensyukuri dan berterima kasih dengan sikap yg tak sabaran bahkan juga keluhan complain, maka buktikanlah kemampuan tsb akan berhenti dan bahkan lenyap.

Peringkat kedua clairvoyant:
Anda bisa melihat seperti melihat dari lobang kecil (mengintip) :D, atau seperti melihat orang yg ada disamping dengan pandangan mata yg tetap kedepan.

Peringkat ketiga clairvoyant:
Anda melihat seolah ada kilatan cahaya sekejap mata. Dan ini disebut penglihatan tak stabil. Maka dengan meditasi kita mampu melihatnya dengan stabil.

Peringkat keempat clairvoyant:
Anda mampu melihat dengan kondisi seperti melihat dari lobang sebesar lobang pensil

Peringkat kelima clairvoyant:
Anda mampu melihatnya dengan sangat jelas sekali

Peringkat keenam clairvoyant:
Anda mampu menyetel penglihatan terawangan secara focus Baik dengan cara to zoom in / to zoom out

Kondisi clairvoyant:

– Cakra Ajna mengecil

– Cakra Dahi membesar

– Cakra kepala belakang membesar

– Cakra Jantung membesar

Yg perlu diperhatikan untuk melakukan clairvoyant ialah bahwa jaringan eterik tidak boleh dipaksa untuk melihat hal2 gaib. Karena jika kita memaksa maka jaringan eterik tsb akan semakin kuat memprotect. Sehingga inilah yg dikatakan justeru dengan konsentrasi menyebabkan factor kegagalan yg banyak dialami para praktisi pemula.

CHAKRA

Didalam tubuh manusia terdapat pusat simpul -simpul saraf yang di sebut chakra, kata chakra berasal dari bahasa sansekerta yang artinya Roda, yaitu roda perputaran energi yang berputar ke kiri dan ke kanan.bentuk chakra seperti corong dengan permukaan terbuka . Chakra adalah pusat-pusat energi vital dalam berbagai tingkatan pengalaman atau kesadaran . chakra adalah tempat keluar masuknya energi etherik ,chakra berfungsi sebagai penyalur energi dan penyerap energi alam.
Chakra mampu mengatur keluar masuknya energi dan pendistribusian energi tersebut kepada organ -organ tubuh di sekitar chakra yang bersangkutan . Apabila sebuah chakra tidak berfungsi dengan baik akan berdampak negatif pada organ -organ tubuh di sekitarnya .

Sepanjang Sushumna, ada tujuh pusat-pusat bathin (psychic centers) mulai dari Muladhara Chakra. Mereka tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka dipercaya berbentuk seperti bunga teratai dengan warna-warna yang berbeda, dan masing-masing mengendalikan kegiatan dari organ indriya yang berbeda.

vMuladhara Chakra (pada dasar dari tulang belakang) memiliki empat daun bunga dan mengendalikan bau dengan unsure padat. = Tempat pada tulang punggung di antara payu pastha atau dubur dan kelamin.
vSwadishthana Chakra (pada dasar kelamin) memiliki enam daun bunga dan mengendalikan rasa, dengan unsure cair, = Tempat pada tulang punggung diantara nadi pusar dengan upastha/alat kelamin.
vManipura Chakra (di seberang pusar) mempunyai sepuluh daun bunga dan mengendalikan pandangan, dengan uncur cahaya =Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan Nadi/Pusar.
vAnahata Chakra (sejajar dengan hati) mempunyai duabelas daun bunga dan mengendalikan sentuhan, dengan udara = Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan hulu hrdaya atau hulu hati/jantung.
vWisuddha Chakra (pada jakun kerongkongan) memiliki enam belas daun bunga dan mengendalikan pendengaran, dengan unsur ether = Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan tempatnya Kerongkongan.
vAjna Chakra (di antara alis) memiliki dua daun bunga dan mengendalikan pikiran. = Terdapat pada tulang punggung dan sejajar dengan letaknya bhrumadya/Kening
vSahasrara Chakra (terletak diatas titik paling atas dari kepala) mempunyai seribu daun bunga. Disini Yogi telah meperoleh Kesadaran Kosmis.= Tempatnya pada SiwaDwara/Ubun-Ubun dan sehasra cakra ini sering pula disebut Siwasthana Brahmaranda.

ilmu yoga

Yoga merupakan salah satu jalan keselamatan dalam “ HINDUISME”, yaitu cara untuk mencapai “ MOKSA ATAU KELEPASAN”. Yoga berarti : “ USAHA MENDISIPLIN DIRI UNTUK MEREALISASIKAN KEHADIRAN TUHAN DALAM DIRI”, tetapi Yoga dapat juga berarti suatu usaha mengatur kekuatan alam dan roh, dan juga dapat berarti sebagai usaha “ penyatuan diri dengan yang ilahi”.

Watson menjelaskan sebagai berikut :
Latar belakang Yoga adalah Hinduisme. Praktek Yoga, dengan bermacam-macam sikap tubuh dan latihan-latihan yang beraneka ragam, memimpin seseorang kepada pembebasan diri sendiri dan kesadaran keallahan. Tujuan Yoga adalah untuk mempersatukan manusia dengan “KESADARAN KOSMIK”, atau untuk percikan keallahan yang tiap-tiap orang memilikinya. Yoga mengajarkan “ REINKARNASI”. Ada empat bentuk Yoga :

1. Karma yoga mengajarkan persatuan rohani melalui tindakan yang benar.
2. Bhakti yoga mengajarkan persatuan dengan Yang Mulia melalui devosi kepada seorang guru
3. Juana yoga yang mengajarkan jalan kepada “ALLAH” melalui pengetahuan.
4. Raja yoga mengajarkan kesadaran akan keallahan melalui kontrol pikiran.

Yang paling terkenal di dunia Barat adalah Hatayoga, satu subdivisi dari Raja Yoga. Tahap-tahapnya yang delapan itu adalah sebagai berikut : penyucian tubuh, pembentukan sikap tubuh, pembentukan sikap tubuh untuk menghasilkan energi batin, kontrol nafas, menenangkan pikiran, konsentrasi, meditasi dan persatuan dengan “ ALLAH”.

Yoga dan Alkitab berlawanan satu sama lain. Dalam Yoga manusia berpusat pada diri sendiri, sedangkan dalam Alkitab, manusia berpusat pada Tuhan  Dalam buku pedoman Yoga , diberikan keterangan singkat , antara lain :

* Tiap organ tubuh, mempunyai hubungan dengan jiwa.
* Tiap orang memiliki tabiat tubuh dan tabiat jiwa yang berlawan satu dengan yang lain untuk menjadi unggul. Keselarasan dan kesatuan dari kedua tabiat itu dapat dicapai melalui latihan jiwa.
* Diri manusia sifatnya mahakuasa, mahatahu dan mahahadir.
* Diri manusia sifatnya mengatasi segala sesuatu dan hadir di dalam seluruh alam dunia, tanpa awal dan tanpa akhir, tanpa lahir dan tanpa mati.
* Hal-hal kebendaan berada di tingkat lebih bawah dari pada pikiran, kecerdasan dan roh.
* Yoga meliputi semua hal yang berhubungan dengan tubuh dan alam metafisik
* Yoga membayangkan satu perpaduan dari pda alam tubuh dan alam metafisik.
* Sorga dan Neraka adalah hasil pikiran manusia.

Dalam praktek Yoga juga dilakukan pengucapan “ MANTRA” (kata-kata suci) yaitu Om-Ram, dan sasaran dari latihan yoga adalah untuk membangun Kundalini ! Kundalini adalah : “ kekuatan ilahi yang sedang tidur dalam diri manusia “, yang dianggap terletak diantara kemaluan dan lubang pantat, dan berbentuk seperti ular, karena itu disebut “ Kekuatan Ular”. Gerakan-gerakan Yoga ada juga yang merupakan gerakan penyembahan matahari, seperti yang dengan jelas dapat dilihat gerak “ Surya Namaskar”. Dalam Yoga ada anggapan bahwa dalam diri manusia ada 7 letak Chakra, dan melalui latihan, kekuatan Kundalini bisa dibangunkan dan naik keatas dan bersatu dengan Syiwa di Sahasrara Chakra ( letaknya di otak), maka tercapailah Samadhi dan Kebebasan, dan kemudian Yogi ( orang yang berlatih yoga) itu akan mendapatkan kekuatan batin ( Siddhis) dimana ia bisa hidup selama disukainya!

Kebanyakan sistem Yoga terbagi atas 4 bagian :

-Bagian I : meliputi semua senam untuk membetulkan bagian tubuh, latihan bernafas, latihan konsentrasi, tepekur, meditasi. Juga termasuk apa yang disebut latihan untuk memahirkan diri sendiri. Biasanya dikatakan bahwa orang Kristen dapat ikut bagian pertama ini, dan beberapa dokter malahan menasihatkan untuk menyembuhkan pasiennya dengan cara ini.
-Bagian II : Ialah pengendalian kesadaran. Sebagai contoh, guru dari bagian II ini dapat mengontrol dan memerintah sistem urat syaraf perut. Mereka dapat dengan sederhana melalui konsentrasi, menambah dan mengurangi peredaran darah dan dari sini mereka membuat cuping telinga menjadi merah, dan pada waktu yang sama mereka memadukan warna lain di cuping telinga yang lain. Yang lain dapat meyebabkan tanda salib di telapak tangannya, walaupun tidak bersangkut paut soal agama. Yang lain dapat menusuk pisau menembus tangan dan pipinya. Lukanya tidak berdarah, tetapi tertutup sama sekali pada saat pisau dicabut keluar dan sembuh dalam bebrapa jam.
-Bagian III : Ialah pengontrolan atas kekuatan tabiatnya. Seorang yogi, melalui konsentrasi dapat melepaskan tenaga batinnya ( sebenarnya adalah kekuatan kuasa gelap di dalam dia), yang cukup kuat untuk melelehkan es, dapat memadamkan api.
-Bagian IV : Bersangkut paut dengan dunia sihir dan kuasa-kuasa di udara. Disini meliputi penggunaan dan praktek segala persoalan dengan roh-roh, pengembaraan jiwa ke mana-mana dan phenomena-phenomena kuasa gelap.

Pengertian Yoga

Yoga dari bahasa Sansekerta berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Secara harfiah, definisi yoga adalah untuk ‘bergabung dan bersatu secara percuma.’ Nah apa saja yang diusahakan yogi untuk digabungkan dan dipersatukan atau persatuan? Jawabannya terletak pada konsep tiga unsur manusia yang diyakini dalam agama India kuno. Bagi mereka, manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu pikiran, tubuh, dan jiwa. Tujuan akhir seorang siswa yang melakukan praktek yoga adalah untuk mempersatukan ketiga unsur tersebut dan mencapai persatuan dengan ‘Sang Tuhan’ atau ‘Pikiran Alam Semesta’.” [1].

Yoga adalah salah satu jalan keselamatan dalam Hinduisme, yaitu cara mencapai Moksa atau kelepasan. Yoga berarti usaha mendisiplin diri untuk merealisasikan kehadiran Tuhan dalam diri, dan juga berarti usaha mengatur kekuatan alam dari roh, dan juga sebagai usaha penyatuan diri dengan zat ilahi. “
Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun.[2]

Sedangkan pengertian Yoga menurut Ensiklopedi umum adalah sistim ajaran gaib yang diperkembangkan Hinduisme dengan maksud membebaskan orang dari dunia khayalan seperti yang difahami dengan pancaindera. Pembebasan ini sukar dan mungkin memerlukan beberapa kali umur hidup. Yogi (penganut yoga) yang percaya akan pantheisme (kepercayaan bahwa dunia dengan segala isinya adalah Tuhan) mencari persatuan dengan jiwa seluruh alam dunia. Penganut yoga yang atheis (tidak mengakui adanya Tuhan) mencari perasingan yang sempurna dari segala jiwa-jiwa lainnya dan pengetahuan diri sendiri yang sempurna. Kemudian terakhir yang dicari ialah kemuliaan penerangan sempurna. Para penganut yoga memakai disiplin jasmani untuk mencapai itu: penyucian, kebersihan, samadi, dan latihan. [3]
Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi, yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita. Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra, Hatta Yoga serta beberapa sastra lainnya.[3] Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya adalah Karma Yoga/Marga, Jnana Yoga/Marga, Bakti Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga.

Di India, dalam kitab Upanishad dijumpai ajaran mistik (kebatinan) Hindu yang mengajarkan ‘usaha penyatuan zat manusia (atman) dengan zat semesta (brahman),’ usaha mana dilakukan dengan praktek meditasi, pengetahuan mistik dan latihan pernafasan. Zat itu dinamakan Prajapati yang dalam Upanishad Svetasvatara disebut: “Aku (self) itu adalah api, matahari, angin, bulan; sama juga dengan langit berbintang, itu adalah Brahman, air, Prajapati.” (Lin Yu Tang, The Wisdom of China & India, hlm.50. A.G. Honig dalam buku ‘Ilmu Agama I,’ menyebut hubungan antara ‘zat’ itu dan ‘manusia’ berikut: “Pada hekekatnya hanya ada satu zat, yaitu yang ‘ada’. ‘Zat’ ini dapat disebut ‘Prajapati’, tetapi ia tidak dibayangkan sebagai dewa yang berpribadi, yang berdiri di luar dunia, melainkan ‘dasar segala hal’ yang tidak berpribadi. Untuk menyatakan ‘dasar segala hal’ itu, upanishad-upanishad selalu memakai istilah ‘Brahman.’
Di dalam upanishad-upanishad mulailah manusia mendapat perhatian yang besar. Di sini manusia dipandang sebagai cermin dunia. Segala daya kekuatan alam semesta itu bertemu di dalam manusia seperti sinar cahaya yang bertemu pada titik api. Agni, dewa api, Vayu, dewa angin, dan dewa-dewa lainnya berkedudukan di dalam manusia. Dengan konsekwen, maka manusia digambarkan sebagai mikro-kosmos.’ Suatu pikiran yang lebih lanjut ialah: Kalau dunia ini pada hakekatnya satu, maka manusia pun pada hakekatnya adalah satu juga.

Yang dimaksud dengan itu ialah, bahwa segala daya kekuatan di dalam manusia hanya mempunyai satu dasar kekuatan saja. … Maka perkataan yang dipakai orang untuk menunjukkan kesatuan hidup yang terdalam pada manusia ialah ‘atman,’ sebuah perkataan yang asal mulanya berarti nafas.” (hlm.85).
Sejarah Yoga
Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali (sekitar 2.500 SM), dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194 sutra. Bagian pertama disebut: Samadhipada, sedangkan bagian kedua disebut: Sadhanapada, bagian ketiga disebut: Vibhutipada, dan yang terakhir disebut: Kailvalyapada.

yoga marga

Maharsi Patanjali adalah pelopor ajaran Yoga yang merupakan bagian dari filsafat Hindu yaitu Sad Darsana. Buku beliau yang bernama Yogasutra terdiri dari empat bagian yaitu :

1. Samadhi-pada, tentang sifat, tujuan dan bentuk ajaran yoga yang menjelaskan adanya perubahan-perubahan pikiran dalam melakukan yoga.
2. Sadhana-pada, tentang tahapan-tahapan pelaksanan yoga, cara mencapai samadhi dan pahala yang akan didapat oleh mereka yang telah mencapai samadhi.
3. Wibhuti-pada, tentang hal-hal yang bersifat bathiniah, kekuatan bathin yang didapat oleh mereka yang melaksanakan yoga.
4. Kaiwalya-pada, tentang alam kelepasan dan keadaan jiwa yang telah dapat mengatasi keterikatan pada keduniawian.

Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan yoga adalah pencapaian moksa melalui kesadaran yang disebut sebagai “wiwekajnana” yaitu pengetahuan tentang apa yang salah dan apa yang benar menurut ajaran Hindu. Sebagaimana telah diuraikan dalam Jnana Marga, maka dapatlah dikatakan bahwa Jnana Marga adalah dasar fundamental bagi Yoga Marga, karena untuk mencapai kesadaran Wiwekajnana para siswa haruslah mempelajari Weda, Upanisad, Smrti, Itihasa dan Purana. Hal ini ditegaskan oleh Maharsi Patanjali bahwa kelepasan dari ikatan duniawi dapat dicapai melalui pengetahuan langsung terhadap perbedan atman/jiwa dengan hal-hal yang bersifat jasmani seperti badan, pikiran dan sifat ke-akuan kemudian mewujudkannya melalui pengendalian fungsi indria, pengendalian pikiran, dan pengendalian “aku”
Yoga dilaksanakan melalui delapan tahapan dikenal dengan nama “Astangga-yoga” yaitu : Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Prtyahara, Dharana, Dhyana, dan Samadhi.

YAMA
Adalah pengendalian diri tahap pertama yang terdiri dari lima perintah :

1. Ahimsa, artinya tidak menyakiti, tidak membunuh, tidak melakukan kekerasan, tidak melukai mahluk hidup apapun dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
2. Satya, artinya kebenaran dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
3. Asteya, artinya pantangan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya sendiri, apalagi mencuri.
4. Brahmacarya, artinya mengendalikan nafsu sex atau lebih bagus lagi tidak menikmati, memikirkan dan membicarakan sex.
5. Aparigraha artinya tidak menerima pemberian materi dari orang lain.

NIYAMA
Adalah pengendalian diri tahap kedua yang terdiri dari lima perintah :

1. Sauca, artinya suci lahir bathin menuju keadaan Sattwasudhi (kesucian pikiran), Saumanasya (hati yang selalu gembira), Ekagrata (pemusatan budhi), Atmadarsana (realisasi diri yang sejati),
2. Santosa, artinya puas dengan apa adanya yang membawa kepada rasa bahagia,
3. Tapa, artinya tahan uji terhadap godaan-godaan adharma dan keduniawian,
4. Swadhyaya, artinya rajin mempelajari ajaran-ajaran Agama serta meresapkan kedalam pikiran,
5. Iswarapranidhana, artinya bhakti yang mutlak kepada Hyang Widhi.

YOGA ASANA
Asana adalah sikap duduk pada waktu melaksanakan yoga. Buku Yogasutra tidak mengharuskan sikap duduk tertentu, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada siswa sikap duduk yang paling disenangi dan relax, asalkan dapat menguatkan konsentrasi dan pikiran dan tidak terganggu karena badan merasakan sakit akibat sikap duduk yang dipaksakan. Selain itu sikap duduk yang dipilih agar dapat berlangsung lama, serta mampu mengendalikan sistim saraf sehingga terhindar dari goncangan-goncangan pikiran. Sikap duduk yang relax antara lain : silasana (bersila) bagi laki-laki dan bajrasana (metimpuh-bhs. Bali, menduduki tumit) bagi wanita, dengan punggung yang lurus dan tangan berada diatas kedua paha, telapak tangan menghadap keatas.

PRANAYAMA.
Pranayama adalah pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lobang hidung dengan tujuan menyebarkan prana (energi) keseluruh tubuh. Pranayama terdiri dari : Puraka yaitu memasukkan nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan Recaka yaitu mengeluarkan nafas. Puraka, kumbhaka dan recaka dilaksanakan pelan-pelan bertahap masing-masing dalam tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada dalam tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun. Bagi siswa yang ingin memperdalam atau mengkhususkan diri dalam Yoga Kundalini, selanjutnya dapat membaca petunjuk-petunjuk yang diuraikan aadalam buku Sri Swami Sivanandaji Maharaj.

PRATYAHARA.
Pratyahara adalah penguasaan panca indria oleh pikiran sehingga apapun yang diterima panca indria melalui syaraf ke otak tidak mempengaruhi pikiran. Panca indria adalah : pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah dan rasa kulit. Pada umumnya indria menimbulkan nafsu kenikmatan setelah mempengaruhi pikiran. Yoga bertujuan memutuskan mata rantai olah pikiran dari rangsangan syaraf ke keinginan (nafsu), sehingga citta menjadi murni dan bebas dari goncangan-goncangan. Jadi yoga tidak bertujuan mematikan kemampuan indria. Untuk jelasnya mari kita kutip pernyatan dari Maharsi Patanjali sebagai berikut :Sva viyasa asamprayoga, cittayasa svarupa anukara, iva indriyanam pratyaharah, tatah parana vasyata indriyanam. Artinya :

Pratyahara terdiri dari pelepasan alat-alat indria dan nafsunya masing-masing, serta menyesuaikan alat-alat indria dengan bentuk citta (budi) yang murni. Makna yang lebih luas sebagai berikut : Pratyahara hendaknya dimohonkan kepada Hyang Widhi dengan konsentrasi yang penuh agar mata rantai olah pikiran ke nafsu terputus.

DHARANA.
Dharana artinya mengendalikan pikiran agar terpusat pada suatu       objek konsentrasi. Objek itu dapat berada dalam tubuh kita sendiri, misalnya “selaning lelata” (sela-sela alis) yang dalam keyakinan Sivaism disebut sebagai “Trinetra” atau mata ketiga Siwa. Dapat pula pada “tungtunging panon” atau ujung (puncak) hidung sebagai objek pandang terdekat dari mata. Para Sulinggih (Pendeta) di Bali banyak yang menggunakan ubun-ubun (sahasrara) sebagai objek karena disaat “ngili atma” di ubun-ubun dibayangkan adanya padma berdaun seribu dengan mahkotanya berupa atman yang bersinar “spatika” yaitu berkilau bagaikan mutiara. Objek lain diluar tubuh manusia misalnya bintang, bulan, matahari, dan gunung. Penggunaan bintang sebagai objek akan membantu para yogin menguatkan pendirian dan keyakinan pada ajaran Dharma, jika bulan yang digunakan membawa kearah kedamaian bathin, matahari untuk kekuatan phisik, dan gunung untuk kesejahteraan. Objek diluar badan yang lain misalnya
patung dan gambar dari Dewa-Dewi, Guru Spiritual, dll. yang bermanfaat bagi terserapnya vibrasi kesucian dari objek yang ditokohkan itu. Kemampuan melaksanakan Dharana dengan baik akan memudahkan mencapai Dhyana dan Samadhi.

DHYANA.
Dhyana adalah suatu keadaan dimana arus pikiran tertuju tanpa putus-putus pada objek yang disebutkan dalam Dharana itu, tanpa tergoyahkan oleh objek atau gangguan/godaan lain baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Gangguan/godaan yang nyata dirasakan oleh Panca Indria baik melalui pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah maupun rasa kulit. Ganguan/godan yang tidak nyata adalah dari pikiran sendiri yang menyimpang dari sasaran objek Dharana. Tujuan Dhyana adalah aliran pikiran yang terus menerus kepada Hyang Widhi melalui objek Dharana, lebih jelasnya Yogasutra Maharsi Patanjali menyatakan : “Tatra pradyaya ekatana dhyanam” Artinya : Arus buddhi (pikiran) yang tiada putus-putusnya menuju tujuan (Hyang Widhi). Kaitan antara Pranayama, Pratyahara dan Dhyana sangat kuat, dinyatakan oleh Maharsi Yajanawalkya sebagai berikut : “Pranayamair dahed dosan, dharanbhisca kilbisan, pratyaharasca sansargan, dhyanena asvan gunan : Artinya : Dengan pranayama terbuanglah kotoran
badan dan kotoran buddhi, dengan pratyahara terbuanglah kotoran ikatan (pada objek keduniawian), dan dengan dhyana dihilangkanlah segala apa (hambatan) yang berada diantara manusia dan Hyang Widhi…

SAMADHI.
Samadhi adalah tingkatan tertinggi dari Astangga-yoga, yang dibagi dalam dua keadaan yaitu : 1) Samprajnatta-samadhi atau Sabija-samadhi, adalah keadaan dimana yogin masih mempunyai kesadaran, dan 2) Asamprajnata-samadhi atau Nirbija-samadhi, adalah keadaan dimana yogin sudah tidak sadar akan diri dan lingkungannya, karena bathinnya penuh diresapi oleh kebahagiaan tiada tara, diresapi oleh cinta kasih Hyang Widhi. Baik dalam keadaan Sabija-samadhi maupun Nirbija-samadhi, seorang yogin merasa sangat berbahagia, sangat puas, tidak cemas, tidak merasa memiliki apapun, tidak mempunyai keinginan, pikiran yang tidak tercela, bebas dari “catur kalpana” (yaitu : TAHU, DIKETAHUI, MENGETAHUI, PENGETAHUAN), tidak lalai, tidak ada ke-”aku”-an, tenang, tentram dan damai. Samadhi adalah pintu gerbang menuju Moksa, karena unsur-unsur Moksa sudah dirasakan oleh seorang yogin. Samadhi yang dapat dipertahankan terus-menerus keberadaannya, akan sangat memudahkan pencapaian Moksa.  Katha
Upanisad II.3.1. : Yada pancavatisthante, jnanani manasa saha, buddhis ca na vicestati, tam ahuh paramam gatim,  Artinya : Bilamana Panca Indria dan pikiran berhenti dari kegiatannya dan buddhi sendiri kokoh dalam kesucian, inilah keadaan manusia yang tertinggi……………….

Jenis-jenis Yoga

Secara garis besar Yoga ada 4 jenis, yaitu :
Karma Yoga, Bakti Yoga, Jnana Yoga, dan Raja Yoga.
Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, Kriya Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Raja Yoga.

Karma Yoga, yoga yang dilakukan melalui kehidupan tanpa pamrih. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi persoalan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma, maka harus diterima dan dihadapi. Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasip, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktip dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan.

Bila anda praktisi Karma Yoga, maka persoalan apapun yang terjadi harus anda terima, tidak melarikan diri. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun persoalan dan membuat persoalan baru. Persoalan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau – tidak mau, suka-terpaksa, semua harus dihadapi. Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bakti Yoga, yoga yang dilakukan dengan berbakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bakti Yoga (Bakta) bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua mahluk ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan-NYA merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta. Cinta seorang Bakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin – yang kaya, yang indah – yang buruk, yang pintar – yang bodoh, yang beriman – yang kafir. Semuanya dicintai, bahkan binatang, tumbuhan, dan batu-batuan pun tidak luput dari kecintaan seorang praktisi Bakti.

Jnana Yoga, yoga yang dilakukan dengan jalan pengetahuan. Praktisi yoga ini adalah para intelektual, dengan cara mengkikis kebodohan manusia. Dengan terkikisnya kebodohan, maka manusia semakin pandai. Semakin pandai manusia, terhapuslah kemiskinan, ketidak-adilan, dan kesewenangan. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya. Itulah tugas para praktisi Jnana Yoga.

Raja Yoga, yoga yang dilakukan dengan cara mempraktekkan secara langsung tata cara pengedalian pikiran dan kesadaran indra-indra manusia. Raja Yoga memuat berbagai disiplin fisik dan pikiran, semua dilakukan dalam rangka menuju kepenyatuan seorang hamba dengan Tuhan. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan, Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Bagi praktisi yoga, yang penting adalah pelaksanaannya.

Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah. Sebagaimana praktek Sholat, tidak pernah memisahkan antara “bacaan” (doa-doa) dengan “gerakan-gerakannya”, semuanya sakral. Seorang praktisi Yoga yang sempurna, juga melakukan praktek Bakti, Karma, dan Jnana. Sebagaimana seorang yang taat beragama, tidak hanya melakukan ritual peribadatan pada Tuhan saja, tapi juga melakukan semua aturan moralitas dan hukum yang telah digariskan.

Yoga Sutra yang disusun oleh Maharshi Patanjali ini adalah teks klasik terbesar dan terutama dalam aliran filsafat Yoga India. Ia dinyana telah ditulis 2500 tahun lalu; jadi kurang lebih sejaman dengan Buddha Gotama.  Bahkan ada yang berpendapat bahwa teks ini telah disusun tak kurang dari abad ke-2 SM. Di dalamnya, sutra-sutra tentang Yoga atau penyatuan universal benar-benar pendek dan akurat; menegaskan secara lengkap, rinci dan akurat bagian-bagian yang esensial. Mengingat kepadatan dan kepekatan kandungan makna spiritual-filosofisnya, Yoga Sutra dianjurkan untuk dijelaskan dan di-interpretasikan oleh seorang Guru Yoga melalui komentar-komentar. Praktek Yoga dipandang sebagai pelengkap dari dan dalam satu kesatuan pandang dengan filsafat Sankhya. Tujuan-pokoknya adalah merealisasikan kebebasan Jiva dari kungkungan Maya.
Ketidak-cukupan informasi tentang Yoga telah mengundang tak sedikit persepsi keliru di kalangan awam tentangnya. Yoga seringkali dikacaukan dengan Tapa, atau bahkan dengan sesuatu yang berbau klenik yang mendekati takhyul, atau memandangnya hanya dari sudut-pandang kegaiban-kegaiban dan kanuragan saja, telah menggugah penulis untuk menghadirkan buku ini di tengah-tengah kita semua.

Untuk ini, ada baiknya diketengahkan paparan Sri Swami Sivananda—pendiri The Divine Life Society—tentang Yoga.
“Yoga bukanlah mengurung diri di dalam gua-gua, bukan pula berkelana di hutan-hutan lebat sekitar pegunungan Himalaya. Ia juga bukan hanya memakan jenis makanan yang berupa sayur-mayur dari pegunungan. Brahman bukanlah pengecut yang lari dari hiruk-pikuknya komunitas dan pemukiman manusia. Praktekkan sajalah Yoga di rumah Anda sendiri. Manakala hasrat untuk mempraktekkannya muncul, ini berarti bahwa kebebasan telah berada dalam jangkauan Anda, oleh karenanya manfaatkanlah peluang ini sebaik-baiknya…..Menjalani kehidupan sebagai seorang Yogi, tidaklah mesti menelantarkan siapapun juga atau mengabaikan kewajiban-kewajiban melekat Anda. Ia bermakna merubah sikap hidup dari kebiasaan mengerjakan sesuatu yang sia-sia, menuju jalur yang secara pasti mengantarkan langsung kepada Tuhan. Ia dibarengi dengan perubahan prilaku dalam menjalani kehidupan serta metode-metodenya guna membebaskan diri Anda dari berbagai belenggu dan kemelekatan. Kebenaran dan pengabaian keakuan, sebenarnya merupakan masalah sikap-batin”.

Sesuai sistematika dari teks aslinya, Kidung Kelepasan Patanjali inipun disajikan dalam 4 bagian (pãda), masing-masing adalah:
• Samãdhi Pãda.
• Sãdhana Pãda.
• Vibhuti Pãda.
• Kaivalya Pãda.

Samãdhi Pãda —Hakekat Penyatuan Agung.

Pãda yang tersusun dalam 51 sutra ini memaparkan tentang landasan spiritual-filosofis Yoga, hakekat dari penyatuan dan hakekat ketuhanan dalam Yoga. Dalam bagian ini akan banyak kita temukan paparan yang menyangkut intisari keimanan Hindu, yang juga berhampiran dengan Buddha, serta penerangan yang amat bersesuaian dengan Upanishad-upanishad dan Veda Sruti. Dari bagian ini pula, bila kita cermati, kesinambungan antara Sanhkya Darsana dan Vedanta terjembatani dengan Shastrãgama-shastrãgama lain. Pãda ini merupakan pembuka yang berisikan pembekalan dalam tahap persiapan, sebagai landasan pijak dan kerangka dasar seorang sadhaka, seorang penekun di jalan spiritual.
Samãdhi Pãda terutama menjelaskan beberapa jenis Samãdhi sesuai dengan tersisa atau tidaknya objek di dalam Samãdhi, yang dicapai bersama dengan terhentinya pusaran-pusaran pikiran. Kaivalya, yang merupakan isu sentral dari Yoga Sutra ini, hanya dicapai melalui Nirvikalpa atau Nirbija Samãdhi. Walaupun demikian, jenis pencapaian lain tetap merupakan pencapaian tinggi yang merupakan penghampiran pra yang tertinggi. Pembekalan mendasar, seperti ketidak-melekatan (vairagya) dan pembiasaan laku-spiritual (abhyasa) juga diberikan, sebelum seorang sadhaka benar-benar terjun dalam praktek kehidupan spiritual secara intens.

Sãdhana Pãda — Paparan Praktis Praktek Spiritual.

Pãda yang tersusun dari 55 sutra ini memberikan paparan praktis bagi seorang sadhaka. Disini mulai diperkenalkan Yama, Niyama, Pranayama dan Pratyahara, serta persiapan untuk memasuki tiga-serangkai Samyama —Dharana-Dhyana-Samadhi. Samyama baru dipaparkan secara panjang lebar pada Vibhuti Pãda. Metode pembebasan psikologis dan spiritual yang terdiri dari delapan tahapan ini, juga dikenal dengan Ashtanga Yoga.

Disini juga diingatkan akan bahaya dari siddhi bagi seorang sadhaka sejati. Secara keseluruhan prinsip-prinsip praktis dari Yoga dapat ditemukan disini dalam paparan yang lugas. Sebagai paparan praktis, di dalam mengikuti Sãdhana Pãda ini kita juga acapkali seakan-akan sedikit ‘dipaksa’ untuk mengerti tentang sistem Yoga praktis tertentu, terutama Hatha Yoga dan Laya Yoga atau Kundalini Yoga.

Vibhuti Pãda — Paparan tentang Kekuatan dan Kesempurnaan.

Disini dipaparkan tuntunan praktis yang lebih tinggi, terutama tentang tiga-serangkai Samyama, melalui mana kekuatan-kekuatan spiritual, kegaiban-kegaiban, hingga kesempurnaan Yoga bisa dicapai.

Bagi yang mempunyai naluri mistis yang kuat, bagian yang tersusun oleh 56 sutra ini, bisa merupakan bagian yang paling menarik. Disini juga disampaikan peringatan-peringatan untuk tidak melaksanaan Yoga hanya demi perolehan kekuatan-kekuatan dan kegaiban-kegaiban itu, apalagi terikat padanya. Ini dapat dengan mudah menjatuhkan sang penekun.

Kaivalya Pãda — Menggapai Kebebasan Sejati.

Di antara ke-empat Pãda, Kaivalya Pãda inilah yang tersingkat. Disini paparan terasa padat, yang utamanya difokuskan pada pencapaian Kaivalya dan tentang bagaimana seorang Yogi yang telah mencapai status itu. Disini Patanjali tak lupa menyelipkan lagi tatanan etika-moral luhur dari seorang Yogi Sempurna —yang dalam ajaran Vedanta kita kenal sebagai Jivanmukta, ia yang telah terbebaskan dari siklus Samsara dan tak terlahirkan kembali di alam manapun —di antara 34 sutra pembentuknya.

Jadi, secara keseluruhan, ke-empat Pãda benar-benar membentuk satu kesatuan integral, yang kait-mengait satu sama lain, mengalir dan berlanjut, saling memperjelas dan mempertegas. Ini juga berarti meminta praktisi mempelajari Yoga Sutra —guna memperoleh pemahaman yang baik tentang praktek Yoga itu sendiri— secara berulang-ulang, bolak-balik ke depan dan kembali ke belakang. Ia memang merupakan manual-praktis yang tersaji dalam satu kesatuan bahasan komprehensif, menyeluruh dan terpadu. Guna menunjang bahasan-bahasan, dengan segala kerendahan hati, di akhir buku ini penyusun sajikan sebuah tulisan lepas sebagai appendiks.
Dalam kesempatan yang bersahaja ini, kiranya pada tempatnyalah kita bersyukur dan bersujud dengan penuh hormat kepada Maharshi Patanjali, atas kemurahan hati beliau yang tanpa pamerih telah menyusun sistematika praktis serta melahirkan satu aliran filsafat (darsana) agung yang tiada duanya, yang dapat mengantarkan manusia menuju Kebebasan Sejati.

8 Tahapan Untuk Yoga

Berdasar pada tulisan tertua tentang yoga yang dibuat oleh seorang tokoh legenda bernama Patanjali (sekitar 2.500 SM), ada langkah atau tahap-tahap tertentu yang harus dilalui seorang manusia untuk menguasai atau mengenal yoga. Tahapan tersebut berupa 8 langkah atau tingkatan yang dikenal dengan istilah Astanga (Asthangga), Asta = 8, tanga = Tangga, atau 8 tingkatan (tangga). Tingkatan tersebut berupa :

1. Yama ; Kontrol etis, perlakuan kita terhadap faktor eksternal dalam kehidupan
2. Niyama ; Penguasaan spiritual dalam memelihara kemurnian hidup sebagai manusia ciptaan Tuhan
3. Asana ; Rangkaian gerak postur untuk melatih serta memelihara juga meningkatkan fungsi seluruh bagian tubuh
4. Pranayama ; Seni pernapasan yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan secara menyeluruh
5. Pratyahara ; Penguasaan diri yang bersifat internal. Kemampuan untuk fokus terhadap apa yang ada dalam ‘diri seorang manusia’.
6. Dharana ; Konsentrasi, apabila kita mampu memelihara fokus tadi secara lebih intens.
7. Dhyana ; Sebuah level di mana fokus tadi menjadi sesuatu yang bersifat otomatis, panjang namun tanpa beban. Pelakunya mampu membuat diri mereka fokus penuh konsentrasi namun terlihat luar biasa relaks serta nyaman.
8. Samedhi ; Saat semua pencapaian positif tersebut telah termanifestasi dalam semua aspek kehidupan sang manusia pelaku yoga.

Falsafah Yoga Menurut Agama Non Islam

Falsafah yoga hampir diterima oleh semua agama, namun Islam tidak pernah menerima falsafah yoga. Islam merupakan agama yang amat mementingkan eksklusivisme yaitu perbedaan yang mendasar dalam hal yang berkaitan dengan konsep ketuhanan. Contoh penerimaan agama lain terhadap yoga adalah sebagai berikut:
a) Yoga Hindu: Mengatakan bahwa kita bisa bersatu dengan Tuhan dengan Roh masih ada dalam tubuh, disaat seseorang itu masih hidup di dunia ini [4]. Jalan akhir keluar dari dukkha dan samsara yang terus-menerus terjadi ini hendaklah belajar cara-cara mengamalkan Yoga dengan sungguh-sungguh. [5]
b) Yoga Buddha: Hasil dari pertapaannya, Gautama Buddha mendapat Kegemilangan Rohaniah ( Enlightened ).
c) Yoga Yahudi: Yahudi juga menerima Yoga. Mereka menggunakan cara yang sama seperti latihan bernafas, membaca mantra dan melakukan pose-pose tubuh tertentu (Asana) untuk  mencapai kesadaran Ilahi ( consciousness) [6]
d) Yoga Kristian: Kepercayaan Yoga Kristian ialah “Kesatuan Roh dengan Tuhan”, berarti Yoga sesuai dengan Kristian. Yoga Kristian mengatakan bahwa kita bersatu dengan Allah selepas mati.[7]

Yoga dan Kekuatan Siddhi ( Metafisik)

Kemampuan seperti ‘clairaudience’ (mendengar suara yang tak dapat didengar oleh telinga manusia normal), ‘clairvoyance’ (kemampuan untuk melihat obyek yang atidak ada didepan indrya mata), dan ‘telepathy’ (kemampuan untuk mengirim dan menerima pikiran) adalah beberapa Siddhi (occult power) yang dikenal oleh manusia. Begitu pula kemampuan untuk mengadakan dan menghilangkan sesuatu sesuai dengan keinginan disebut juga Siddhi.
Menurut agama Hindu, Siddhi dikembangkan dalam diri manusia dengan mengangkat kekuatan Kundalini atau kekuatan ular melalui saraf tulang belakang. Kekuatan Kundalini ini berada pada ‘Muladhara’ di balik organ seksual pada dasar dari saraf tulang belakang manusia. Diyakini bahwa ketika seorang manusia berkembang secara spiritualitas, kekuatan ini bangkit secara perlahan dan bergerak melewati enam pusat (Chakra) di saraf tulang belakang (spinal cord) dan akhirnya menjadi satu pada titik paling atas dalam otak yang disebut ‘Sahasrara‘. Pada titik itu orang tersebut mengembangkan Siddhi.

ASTANGGA YOGA

Sekitar 100 SM, Tantra dibagi menjadi delapan cabang atau tahapan oleh Patanjali, selanjutnya diberi nama Astangga Yoga.
Yoga mengedepankan kontrol atas aktivitas-aktivitas tubuh, indra, dan pikiran. Ia tidak ingin membunuh tubuh, pada sisi lain, ia merekomendasikan penyempurnaannya. Pikiran yang baik, memerlukan tubuh yang baik pula. Keduanya harus dirawat dan dikendalikan agar mampu mengantarkan kita menuju cita-cita hidup tertinggi. Kemelekatan pada objek-objek duniawi membuyarkan perhatian tubuh dan pikiran. Untuk mengatasi masalah ini, Yoga memberikan delapan tahapan berjenjang untuk mendisiplinkan tubuh dan pikiran. Delapan tangga tersebut disebut Astangga Yoga, yaitu :

(1) Yama,
(2) Niyama,
(3) Asana,
(4) Pranayama,
(5) Prathyahara,
(6) Dharana,
(7) Dhyana, dan
(8) Samadhi.

Dua yang pertama, yaitu Yama dan Niyama dipandang sebagai etika Yoga yang harus dilaksanakan sebelum menginjak tahapan berikutnya.

1) Yama, artinya pantangan yang mencakup pantang menyakiti makhluk lain baik dalam pikiran, kata-kata maupun perbuatan (ahimsa), pantang berbuat salah (satya), pantang mencuri (asteya), pantang mengumbar nafsu (brahmacharya), dan pantang memiliki hak orang lain (aprigraha).
2) Niyama, artinya pembudayaan diri dan termasuk penyucian (sauca) eksternal dan internal, kedamaian (santosa), bertapa (tapa), belajar (svadhyaya) dan pemujaan kehadapan Tuhan (Isvharapranidhana).
3) Asanas secara harfiah berarti “sikap tubuh yang nyaman”. Selama dalam gerakan yang nyaman ini tubuh tetap dalam keadaan yang sangat rileks dan pernafasan yang sangat dalam yang secara alamiah menyertai sikap tubuh ini, membawa sejumlah besar oksigen diserap ke dalam aliran darah. Selama asanas energi dikumpulkan tidak dikeluarkan. Asanas memberi efek pada setiap aspek dari fisik. Menyeimbangkan sekresi kelenjar, mengendurkan dan memperbaiki sistim syaraf dan otot, merangsang sirkulasi, meregangkan tendon, melenturkan persendian, memijat organ-organ dalam dan menenangkan serta mengkonsentrasikan pikiran. (Asanas akan mengontrol kelenjar, kelenjar akan mengontrol sekresi/produksi hormon dan sekresi hormon akan mengontrol kecendrungan pikiran). Kehidupan modern membuat kita selalu berpacu dengan waktu. Tekanan pekerjaan dan peningkatan emosional akan menyebabkan depresi yang meluas bahkan mungkin beberapa penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh pikiran. Kita telah kehilangan kedamaian mental kita. Yoga adalah solusi yang jelas. Postur-postur dalam yoga akan menyeimbangkan kelenjar endokrin yang dapat menenangkan dan mengontrol emosi kita. Pernafasan yang dalam selama asanas akan menenangkan dan memberikan energi yang banyak pada pikiran.
4) Mengendalikan Energi vital (Pranayama). Hidup adalah suatu energi (prana) dalam tubuh. Energi atau kekuatan ini menjaga fungsi-fungsi tubuh dengan cara menggetarkan sel-sel, saraf, organ, dan lain-lain. Getaran ini didapatkan dari denyut prana (kekuatan hidup) yang berulang-ulang. Jika seseorang yogi mengarahkan pikirannya menuju lapisan intuisi terhalus, maka ia harus membuat tubuhnya dalam keadaan damai dengan cara mengendalikan denyut prana yakni dengan pranayama, artinya mengontrol nafas dan berkaitan dengan pengaturan-pengaturan nafas ke dalam, menahan nafas dan nafas ke luar. Ini sangat berguna bagi kesehatan dan sangat kondusif bagi konsentrasi pikiran.
5) Prathyahara, artinya mengontrol indra-indra dan terdiri atas penarikan indra-indra dari objek-objeknya. Indra-indra kita mempunyai kecendrungan yang besar bergerak ke luar untuk memenuhi keinginannya. Indra-indra tersebut harus selalu dicek dan diarahkan agar bergerak ke dalam, revolusi ke dalam. Ini merupakan proses introversi diri.
6) Dharana, artinya memusatkan pikiran pada satu objek meditasi seperti ujung hidung atau tengah-tengah jidat atau bayangan suatu deva, dan sebagainya. Pikiran harus ditegakkan, kuat dan terfokus, seperti nyala lilin. Ia tenang, tegak, tak tergoyahkan oleh fluktuasi-fluktuasinya.
7) Dhyana, artinya meditasi dan terdiri atas aliran yang tak terganggu pikiran di sekitar objek meditasi (prtyayaika-tanaka). Ini adalah kontemplasi teguh tanpa adanya istirahat.
8) Samadhi, artinya konsentrasi. Ini merupakan tahapan terakhir di dalam sistem yoga. Di sini pikiran benar-benar diserap di dalam objek meditasi. Di dalam dhyana tindakan meditasi dan objek meditasi tinggal terpisah. Tetapi di sini mereka menjadi satu. Ini merupakan alat bantu tertinggi untuk merealisasikan penghilangan modifikasi-modifikasi mental yang merupakan tujuannya.

CATUR MARGA YOGA

Catur marga adalah empat buah jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan moksartamjagathita. Keempat ini sama utamanya.
Yang disebut Catur Marga Yoga itu adalah :
1. Bhakti Marga Yoga
2. Karma Marga Yoga
3. Jnana Marga Yoga
4. Raja Marga Yoga.

Setiap orang bebas memilih salah satu dari keempat jalan ini, sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing, tidaklah mesti orang harus berpegangan pada satu marga saja, bahkan keempatnya itu hendaknya digerakkan secara harmonis seperti halnya seekor burung.
Kalau diumpamakan bahwa sayap kiri dari burung adalah Jnana Marga, maka sayap kanannya adalah Bhakti Marga. Seekor burung akan bisa melayang dengan baik kalau sayap kiri dan akannya seimbang.
Burung tidak akan bisa mencapai tujuanya yang dikehendaki walaupun memiliki daya dorong yang kuat.
Kemudian sayap ekor yang berfungsi sebagai kemudi mengarahkan sebaik-baiknya supaya jangan terbangnya menyimpang dari tujuan.

Ø Bhakti Marga Yoga, mengutamakan penyerahan diri dan mencurahkan rasa;
Ø Karma Marga Yoga, mengutamakan kerja tanpa pamerih untuk kepentingan diri sendiri, dengan mengutamakan pengabdian sebagai motivator dari geraknya;
Ø Jnana Marga Yoga, mengutamakan akal yang membangkitkan kesadaran;
Ø Raja Marga Yoga mengajarkan pengendalian diri dan konsetrasi.

Manusia yang akalnya hebat tetapi tanpa rasa adalah sama dengan Komputer atau Mesin, sebaliknya orang yang rasa (emosinya) tinggi tanpa diimbangi dengan akal, akan menjadi “kedewan-dewan”, bhakti dan jnana sangat perlu hebat tetapi harus seimbang.
Akal yang hebat dan rasa yang kuat akan sangat berguna kalau dapat diarahkan ke suatu tujuan yang baik, sebab itu diperlukan konsentrasi supaya jangan menyimpang dari arah (Raja Marga Yoga).
Kalau akal dan rasa sudah seimbang arah sudah terpusat maka orang akan bisa mencapai prestasi yang sangat tinggi. Prestasi yang tinggi kalau digunakan untuk kepentingan diri sendiri akan membahayakan, oleh sebab itu perlu kehebatan yang dimiliki oleh manusia itu diabdikan untuk kepentingan orang banyak (Karma Marga).
Demikianlah akal dan rasa dipadukan secara seimbang, tekad yang kuat dan terkendalikan serta terarah ditujukan untuk pengabdian.
Jadi fokus Yoga dalam Hindu Dharma adalah pada Sang Atman (Jivatma).

KEKUATAN KUNDALINI

Menurut Kitab-kitab Tantra, ada kekuatan hebat yang sangat rahasia di dalam tubuh manusia yang disebut kekuatan Kundalini atau kekuatan ular. Ia berbaring seperti seekor ular dalam gulungan atau bentuk yang tidak aktif pada dasar dari tulang belakang di Muladhara Chakra. (Tiga dari saraf yang paling penting dari tubuh manusia, Sushumna, Ida dan Pinggala, juga berawal dari titik yang sama). Menurut Tantra, karena kekuatan yang hebat ini tetap tidur (dormant) selama kehidupan seseorang, kebanyakan orang tidak menyadari keberadaannya. Dipercayai bahwa ketika seorang manusia mengembangkan spiritualitas dengan meditasi atau latihan Pranayama, kekuatan ini bangkit ke atas perlahan-lahan melalui saraf Sushumna. Bergeraknya ke atas secara perlahan dari kekuatan Kundalini ini dikenal sebagai kebangkitan dari Kundalini.

Kekuatan ini begerak ke atas secara perlahan-lahan dan mantap dan tidak melesat ke atas dalam satu garis lurus. Ketika melewati setiap pusat batin (psychic center), orang itu akan memiliki kendali penuh atas organ-organ indriyanya. Misalnya, bila ia mencapai Manipura Chakra di seberang pusar, orang itu akan mempunyai kendali penuh atas atas pandangan. Tidak ada Samadhi (persatuan dengan Tuhan) yang dapat dilakukan tanpa kebangkitan kekuatan ini. Dikatakan bahwa kekuatan Kundalini melewati keenam Chakra dan akhirnya bersatu dengan Sahasrara di atas (tiara, crown) dari kepala. Ketika ini terjadi orang tersebut telah mencapai kesadaran kosmis, bentuk tertinggi dari pengejawantahan (Tuhan).

misteri yoga dan kundalini sakti.

Setiap orang mempunyai tenaga spiritual rahasia yang berbeda dan berpusat di ujung tulang ekor. Tenaga ini di dalam ajaran-ajaran spiritual kuno India dinamakan kundalini. Bagi orang kebanyakan, tenaga kundalini itu berada dalam keadaan tidur. Namun bagi yang mengerti, kundalini itu merupakan kekuatan sumber atau kekuatan dasar dari segala kekuatan di dalam badan. Baik yang bersifat kasar ataupun halus, dan mereka akan berusaha untuk membangkitkan Kundalininya.

Kundalini memulai kebangkitannya dari pusatnya di Cakra Muladhara, melewati Cakra Swadhisthana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visuddha, Cakra Ajna, dan akhirnya mencapai Cakra Sahasrara, yaitu Cakra ke tujuh dan Cakra pusat terakhir dengan seribu pusat. Antara cakra ke tujuh dan cakra ke enam terdapat sebuah titik pusat yang dinamakan Bindu Visarga. Pusat ini yang memegang peranan sangat penting dalam kebangkitan kundalini.

Berbagai agama dan kepercayaan memiliki cara masing-masing yang berbeda untuk membangkitkan kundalini, dengan sistem dan tujuan yang berbeda pula. Beberapa diantaranya yang masih terpukau oleh kekuatan-kekuatan bawah, berusaha membangkitkan kundalini dengan tujuan mendapatkan kekuatan-kekuatan gaib, tenaga dalam  dan lain-lain. Namun tidak semua yang berusaha membangkitkan kundalini mempunyai tujuan untuk membebaskan dirinya dari khayalan dan kepalsuan. Malah sebaliknya berusaha memusatkan praktek-praktek pembangkitan kundalininya untuk tujuan merealisasikan Sang Diri Sejati. Mereka yang telah berhasil membangkitkan kundalininya akan mampu menjadi tuan dari keinginan-keinginannya.

Kata Cakra menunjukkan arti perputaran roda. Masing-masing cakra merupakan pusat-pusat roda pemutaran dari berbagai tenaga-tenaga yang berlainan di pusat-pusat yang berbeda pula di dalam tubuh manusia. Lancar tidaknya, atau berhasil tidaknya pemutara dan pembangkitan ditentukan oleh sejauh mana yang bersangkutan berhasil menyucikan pusat-pusat kekuatan tersebut. Tentu, serta saluran-saluran nadinya, khususnya tiga buah nadi, yaitu Ida, Pinggala dan Susumna nadi.

Spiral adalah kekutan daya hidup alami dan pertumbuhan. Spiral ini terus tumbuh dan tidak persis sama ditemui pada setiap orang. Spiral ini merupakan bentuk dari ‘curve’ dimana satu dan yang lain ukurannya berbeda tetapi bentuknya sama. Spiral bekerja dengan dua cara dan keluar masuk menuju sumbernya. Spiral ini dapat menentukan dan mengeliminasi hal-hal yang telah terjadi, secara tidak langsung dapat mencapai bagian yang lebih besar dan hal yang baru.

Misteri Yoga dan Kundalini Sakti (2)

Menurut Kitab-kitab Tantra, ada kekuatan hebat yang sangat rahasia di dalam tubuh manusia yang disebut kekuatan Kundalini atau kekuatan ular. Ia berbaring seperti seekor ular dalam gulungan atau bentuk yang tidak aktif pada dasar dari tulang belakang di Muladhara Chakra. (Tiga dari saraf yang paling penting dari tubuh manusia, Sushumna, Ida dan Pinggala, juga berawal dari titik yang sama). Menurut Tantra, karena kekuatan yang hebat ini tetap tidur (dormant) selama kehidupan seseorang, kebanyakan orang tidak menyadari keberadaannya. Dipercayai bahwa ketika seorang manusia mengembangkan spiritualitas dengan meditasi atau latihan Pranayama, kekuatan ini bangkit ke atas perlahan-lahan melalui saraf Sushumna. Bergeraknya ke atas secara perlahan dari kekuatan Kundalini ini dikenal sebagai kebangkitan dari Kundalini.

Kekuatan ini begerak ke atas secara perlahan-lahan dan mantap dan tidak melesat ke atas dalam satu garis lurus. Ketika melewati setiap pusat batin (psychic center), orang itu akan memiliki kendali penuh atas organ-organ indriyanya. Misalnya, bila ia mencapai Manipura Chakra di seberang pusar, orang itu akan mempunyai kendali penuh atas atas pandangan. Tidak ada Samadhi (persatuan dengan Tuhan) yang dapat dilakukan tanpa kebangkitan kekuatan ini. Dikatakan bahwa kekuatan Kundalini melewati keenam Chakra dan akhirnya bersatu dengan Sahasrara di atas (tiara, crown) dari kepala. Ketika ini terjadi orang tersebut telah mencapai kesadaran kosmis, bentuk tertinggi dari pengejawantahan (Tuhan).

hasil dari YOGA:
Tahap Pertama
Pada pranayama tahap pertama, badan yogi mulai berkeringat.
Bila demikian ia harus mengusapnya dengan baik-baik, kalau tidak badannya kehilangan dhatu (humor)nya.

Tahap Kedua dan Ketiga
-Pada tahap kedua terasa gemetar pada badan dan pada tahap ketiga, meloncat, kira-kira seperti seekor kodok dan bila pelaksanaannya menjadi semakin tinggi, akan mahir berjalan diudara.
-Bila yogi dapat terangkat diudara dan lepas dari tanah, walaupun tetap dalam keadaan padmasana, maka ketahuilah bahwa ia telah mendapatkan vayu-siddhi (berhasil mengatasi udara), yang menghancurkan kegelapan dunia ini.
-Tetapi selama (ia belum mendapatkannya), patuhilah segala aturan-aturan dan pemabtasan yang fitentukan diatas.
Dari kesempurnaan pranayama ikutilah pengurangan tidur, buang air dan kencing.
-Yogi yang memahami secara benar akan bebas dari penyakit dan kesedihan atau duka cita; ia tak pernah memperoleh keringat (busuk), air ludah dan cacing-cacing usus.
-Bila pada badan pada pelaku tak terdapat penambahan lender, angin ataupun empedu; maka kemungkinan ia dapat bebas dalam ketakteraturan istirahat dan makanannya.
-Kemudian tak ada hal merugikan yang akan menyertai, walaupun yogi makan banyak atau makan terlalu sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali. Berkat kekuatan dari pelaksanaan yang konstan, yogi mendapatkan bhucari-siddhi, ia bergerak seperti kodok yang melompat diatas tanah, bila kaget dengan tepukan tangan.
-Sesungguhnya, banyak halangan-halangan yang keras dan sangat tak mungkin untuk diatasi didalam yoga, namun sang yogi harus melanjutkan pelaksanaannya disegala bahaya, walaupun nyawanya telah mencapai kerongkongan.
-Kemudian biarkanlah si pelaku dengan duduk pada tempat terpencil dan mengekang nafsunya, dengan pengulangan yang tak terdengar, mengucapkan pranava panjang Om, agar supaya menghancurkan segala halangan.
-Pelaksana yang bijaksana melalui pengaturan pernafasan secara pasti menghancurkan krma-nya, apapun yang diterimanya pada kehidupan yang sekarang, ataupun dimasa lalu.
-Yogi yang hebat dengan 16 pranayama dapat menghancurkan bermacam-macam kebajikan dan kejahatan yang tertimbun dalam kehidupan masa lalunya.
-Pranayama ini menghancurkan dosa, seperti api yang membakar habis setimbunan kapas yang membuat yogi bebas dari dosa, selanjutnya menghancurkan semua ikatan perbuatan baiknya.
-Yogi yang hebat setelah memperoleh 8 jenis tenaga fisik dan melewati lautan kebajikan dan kejahatan, melalui pranayama dapat bergerak dengan bebas melalui tri bhuvana.
-Kemudian secara berangsur-angsur ia akan membuat dirinya sendiri dapat melaksanakan selama 3 ghati (sekali dalam 1 jam, ia akan dapat menahan pernafasan selama jangka waktu tersebut). Melalui ini, yogi tak disangsikan lagi mendapatkan semua tenaga yang didambakannya.

Potensi Terpendam Hatha Yoga      

Fenomena dari spiral ini memberikan suatu pola evolusi suatu individu dan mencapai level kosmik. Pada intinya, Hatha Yoga merupakan kundalini sakti yaitu lingkaran ular berbentuk spiral yang menggambarkan kekuatan dan  tenaga potensial yang terpendam, yang pada dasarnya terdapat di dalam diri setiap orang. Kundalini mengandung arti panas dan sakti berarti kekuatan. Jadi kundalini sakti berarti tenaga spiral yang panas, diam terbaring namun merupakan tenaga yang potensial. Dan tenaga ini siap meluncur ke atas bila sudah dibuka pembungkusnya dan jalurnya sudah dibersihkan.

Di dalam kitab Gheranda-Samhita (3.9) dinyatakan bahwa kundalini terletak di Muladhara di daerah bagian bawah abdomen. Salah satu cara untuk merangsang cakra ini dengan menekan lapisan abdomen dengan tumit dan kedua sisi dari kaki, dimana tumit menekan lubang dubur dan mata kaki menekan solar plexus, dan merangsang kundalini dengan mengkontraksikan lubang dubur(bhanu).

Kundalini merupakan tenga yang dahsyat dan menyebar sehingga diyakini sebagai sumber kehidupan. Terdapat titik khusus dalam matrix tubuh yng menyimpan tenaga potensial untuk merangsang atau mendapatkan tenaga tersebut. Dan satu dari titik itu menjadi perhatian khusus dalam Hatha Yoga.

Tujuan pertama dari Hatha Yoga adalah untuk membersihkan nadi sehingga dapat memperlancar prana, dan kemudian mendorong naik kekutan Kundalini. Pengaktifan tenaga laten yang dahsyat ini dilakukan menimbulkan transformasi yang mendalam dari yogi dan mempercepat perkembangan kesadaran akan identitasnya. Tahapan utama dalam proses transformasi ini ditunjukkan secara bersamaann dengan pembukaan dan penutupan kundalini di berbagai Cakra yang terletak di citrini-nadi dalam jalur Susumna, dan sampai pada puncaknya di Sahasrara –padma.

Sering orang-orang terserongkan oleh tanda-tanda tertentu yang kadang hanya merupakan getaran-getaran dari reaksi sentuhan awal kundalini. Mereka langsung mengatakan bahwa kundalini telah bangkit. Beberapa indikasi bangkitnya kundalini akan muncul setelah yang bersangkutan menunjukkan cara hidup yang diperlukan untuk itu. Kundalini tidak akan dapat bangkit jika yang bersangkutan tidak menjauhkan diri dari sifat-sifat yng tidak terpuji, termasuk sifat-sifat tidak terpuji yang sangat tersembunyi, yang sering bersembunyi pula di dalam kegiatan-kegiatan yang tampaknya saleh.

Beberap indiksi bangkitnya kundalini dapat diyakini jika terjadi adanya hentakan di Cakra Muladhara, ketika rambut berdiri pada pangkalnya saat Uddiyana, Jalandhara, dan Mulabandha muncul secara otomatis, saat nafas berhenti tanpa dikehendaki, saat Kevala Kumbhaka (konsentrasi penuh pada Prana) datang dengan sendirinya tanpa ditahan. Saat merasakan aliran prana mengalir ke atas menuju Sahasrara, saat mengalami pengalaman mistik, saat terucapnya mantra gaib OM berulang kali secara otomatis, saat tidak ada pikiran duniawi dalam benak, saat meditasi mata menjadi satu di trikuta (di antara dua alis mata), saat samsavi-mudra bereaksi, saat itu dikatakan bangkitnya kundalni. Selama meditasi, seolah-olah tidak merasakan badan, saat bola mata tertutup dan tidak terbuka tanpa dikehendaki, saat seperti adanya liran listrik mengalir naik-turun melalui saraf, saat itu dikatakan kundalini telah bangkit.

MISTERI YOGA DAN KUNDALINI SAKTI 3

Keseimbangan Nadi Ida dan Pingala

Psychiatris Amerika dan Opthalmologist Lee Sannella membuat kajian mendetail tentang ciri psychologist dn physioplogis dari “pengalaman kundalini” mencatat, bahwa sensasi pisik seperti gatal, bergerak-gerak, berdenyut, rasa panas-dingin yang amat sangat, penglihatan sinar dan perasaan adanya sumber suara, dan juga adanya “sparm” dan melilit seperti proses pembentukan  “archetypa”(multi bentuk) atau paling tidak dalam phase seperti itu. Lebih lanjut gambar klinis bangkitnya Kundalni juga diamati.

Menurut text India, Kundalini bangkit atau dibangkitkn pada jalur tulang belakang bergerak ke atas melalui  susumna bagian tengah dan berakhir setelah mencapai mahkota kepala. Sedangkn Lee Sannela menyatakan gambar klinis Kundlini bergerak dari bagian kaki dan pinggang menuju bagian atas kepala, kemudian turun ke bagian muka, bergerak menuju tenggorokan sampai tujuan akhir di daerah abdominal. Dalam hal ini Sannella memberi istilah ‘physio Kundalini’ untuk membedakan kajiannya dengan Yoga tradisional (India). Dinyatakan dengan jelas bahwa physio- Kundalini merupakn mekanisme terpisah yang bisa diaktifkan sebagai bangkitnya Kundalini secara menyeluruh.

Diantara study kajian Sannella, seorang wanita berumur 41 tahun dan telah lama melakukan latihan meditasi menyampaikan pengalaman sensasi-sensasi seperti rasa panas khususnya di bagian tulang belakang, yang diikuti adanya persepsi-persepsi cahaya dalam tengkorak kepala dan bergerak ke bawah di bagian tulang belakang.

Pengalaman tersebut berlanjut selama beberapa minggu, dan selama itu wanita  teresebut tidak merasa bermeditasi, sementara itu rasa panas yang mengalir dalam tubuhnya meningkat begitu dahsyat seakan menghancurkan system sarafnya. Bahkan orang lainpun merasakan rasa panas yang amat sangat saat menyentuh pinggang bagian bawahnya. Timbulnya gejala seperti itu menunjukkan kebiasaan yang berlanjut antara aspek bawah sadar dan organ fisik manusia. Sebagai halnya dalam Hatha Yoga, mekanisme dari organ badan kasar (Sthula Sarira) seperti pernafasan dan kontraksi otot dimanfaatkan untuk menrangsang Kundalini. Dari sudut pandang para Yogi, aktifitas dari beberapa kelenjar dari seseorang dapat diolah dengan baik secara bersamaan dalam satu matrix psychophysical.

Sehubungan dengan manifestasi bangkitnya Kundalini, Marshall Govindan menguraikan persepsi internal tentang cahaya yang menakjubkan (besar) di daerah Ajna-Cakra sebagai awal kebangkitan Kundalini. Selama tahapan ini, Govindan juga menyatakan bahwa pikiran menjadi lebih tenang dan nafsu makan berkurang. Nafas terus-menerus mengalir melalui hidung selama beberapa hari. Hal ini mengindikasikan seimbangnya Nadi Ida dan Pingala. Bahkan kadang ilusi ledakan Kundalini, dimana Govindan menjelaskan hal ini sebagai isyarat hentakan listrik dari jalur tulang belakang bergerak ke atas menuju Sahasrara.

Govindan juga menyatakan adanya suara musik (Nada) terdengar, dan tekanan perasaan tersebut membawanya menuju alam bawah sadar. Tubuh fisik akan menyesuaikan selama pembangkitan awal, dan baik detak jantung dan nafas mungkin berhenti sehingga terlihat mati fisik. Tetapi, jika dibuka kelopak matanya, matanya bersinar seperti mutiara karena pengaruh energi dimana interaksi dalam dirinya (supra-physical) menjadi suatu pengalaman dengan cahaya penuh kebahagiaan. (habis/jok)

Moksa

Menurut kitab-kitab Upanisad, moksa adalah keadaan atma yang bebas dari segala bentuk ikatan dan bebas dari samsara. Yang dimaksud dengan atma adalah roh, jiwa. Sedangkan hal-hal yang termasuk ikatan adalah :

1) pengaruh panca indria,
2) pikiran yang sempit,
3) ke-akuan,
4) ketidak sadaran pada hakekat Brahman-Atman,
5) cinta kasih selain kepada Hyang Widhi,
6) rasa benci,
7) keinginan,
8) kegembiraan,
9) kesedihan,
10) kekhawatiran/ketakutan, dan
11) khayalan.

Moksa dapat dicapai oleh seseorang baik selama ia masih hidup (disebut : Jivam Mukta), maupun setelah meninggal dunia (disebut : Videha Mukta). Jika selama masih hidup seseorang itu mencapai moksa maka ia telah mencapai tingkat moral yang tertinggi, kehidupannya sempurna (krtakrtya), penuh dengan kesenangan (atmarati) karena terbebas dari 11 jenis ikatan yang disebutkan diatas, memandang dirinya ada pada semua mahluk (eka-atma-darsana), memandang dirinya ada pada alam semesta (sarva-atma-bhava-darsana). Kesenangan juga tercapai karena pengetahuan dan kesadaran bahwa brahman-lah atman yang ada didirinya (brahmanbhavana). Jika moksa dicapai setelah meninggal dunia maka terjadilah proses menyatunya atman dengan brahman sehingga atman tidak lahir kembali sebagai mahluk apapun atau bebas dari samsara, disebut juga sebagai kedamaian abadi (sasvatisanti).

Moksa adalah tujuan hidup manusia yang tertinggi yang dapat dicapai oleh setiap manusia bila ia :

1) Mampu membebaskan atman dari ikatan.
2) Mempunyai pengetahuan utama (paravidya) tentang brahman.
3) Melaksanakan disiplin kehidupan yang suci.
Oleh karena itu moksa juga dikatakan sebagai pahala yang tertinggi dari Hyang Widhi atas karma manusia utama, suatu anugerah yang maha mulia.

Ada kutipan Svetasvatara Upanisad I.6 yang sangat indah :
Sarvajive sarvasamsthe brhante asmis, hamso bhramyate brahmacakre, prthag atmanam pretitaram ca justas, tatas tenamrtatwam eti.
Artinya : Dalam roda Brahman yang maha besar dan maha luas, didalamnya segala sesuatu hidup dan beristirahat, sang Angsa mengepak-epakkan sayapnya dalam melakukan perjalanan sucinya. Sejauh dia berpikir bahwa dirinya berbeda dengan Sang Maha Penggerak maka ia dalam keadaan tidak abadi. Apabila dia diberkahi oleh Hyang Widhi maka ia mencapai kebahagiaan sejati dan abadi.

Makna dari sloka upanisad di atas adalah :
Sekalipun anda telah melaksanakan disiplin kehidupan suci dan membebaskan atman dari ikatan-ikatan, namun bila anda tidak menyadarkan atman bahwa Brahmanlah atman, maka anda belum mencapai moksa
KESIMPULAN : Moksa adalah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati adalah sorga yang sebenarnya. Moksa dapat dicapai dengan upaya yang tekun melaksanakan.

Michael Jackson