Ilmu Tauhid

Oleh ; renalt bredley

Sebagai muslim, kita wajib mengenal ilmu-ilmu keislaman. Nah, di antara berbagai ilmu keislaman, yang terpenting adalah ilmu tauhid. Karena tanpa mengenal ilmu tauhid, kita akan mudah terjebak pada kemusyrikan. Ilmu tauhid sendiri adalah ilmu yang mengajarkan kita bertauhid kepada Allah. Lalu, apa arti tauhid? Secara bahasa, tauhid diambil dari akar kata wahhada-yuwahhidu (وحد – يوحد) yang artinya: menunggalkan, atau mempersatukan. Tapi secara istilah, tauhid artinya menunggalkan atau mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya, dalam mengakui hak-hak ketuhanan-Nya, dan dalam memahami dan meyakini Asma (nama-nama) dan Shifat (sifat-sifat)-Nya. Artinya, dalam beribadah kepada Allah, kita hanya mengalamatkan ibadah itu kepada-Nya saja. Kita tidak boleh beribadah kepada selain-Nya. Tujuan ibadah kita juga hanya mencari keridhaan-Nya. Inilah yang lazim disebut: Tauhid Uluuhiyyah.

Kita juga mengesakan Allah dengan mengakui hak-hak ketuhanan atau hak-hak rububiyyah bagi Allah, yang hanya dimiliki oleh Allah semata. Di antara hak-hak itu: Bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu, yang mengatur segala kehidupan, yang menghidupkan, dan mematikan, yang memberi rezki, dan menguasai segala sesuatu. Inilah yang lazim disebut sebagai: Tauhid Rububiyyah.

Kita juga wajib mengesakan Allah dalam Asma dan Shifat-Nya. Artinya, kita harus meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat. Dan yang kita yakini hanyalah nama-nama dan sifat-sifat yang kita dapatkan dalam Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabi n (hadits-hadis Nabi n). Selain itu, kita hanya meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama lain yang Allah sembunyikan dalam keghaibannya, namun tidak boleh kita cari-cari dan kita yakini. Karena hanya Allah yang Mengetahuinya. Seperti diungkapkan dalam doa untuk terapi kesedihan yang diajarkan oleh Nabi n:

“Ya Allah, sesungguhnya aku ini adalah hamba, anak dari hamba-Mu laki-laki, anak dari hamba-Mu perempuan. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu; mengikuti keputusan takdir-Mu dan berjalan sesuai dengan ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-Mu, atau Engkau sebutkan dalam Kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara hamba-Mu (Nabi), atau Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu: hendaknya Engkau menjadikan Al-Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku dan penolak rasa gundahku .” Nah, tauhid ini yang lazim disebut: Tauhid Al-Asmaa wash Shifaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s