ASMA SUNGE RAJEH

ASMA SUNGE RAJEH

Asma Sunge Raja adalah merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa dan termasuk ilmu langka yang multifungsi. Artinya dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan Tak heran jika ada yang berpendapat bahwa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, Asma Sunge Raja bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah dihapal / diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup.

Di dalam Asma Sunge Raja ini, terkumpul bermacam- macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya :

1. Ilmu Pawang Hujan ( untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat )
2. Ilmu Penakluk Roh ( Agar ditakuti dan disegani seluruh makhluk yang bernyawa ).
3. Ilmu Khulhu Sungsang ( Agar kebal dari berbagai serangan ilmu hitam )
4. Aji Panglimunan ( Dalam keadaan terjepit dapat menghilang ),
5. Aji pukulan maut ( musuh bisa muntah darah atau pingsan ),
6. Aji Tameng Baja ( kebal sanjata tajam dan senjata api ),
7. Aji Tiwikrama ( Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak sprt raksasa yang sangat menakutkan ).
8. Aji Macan Putih ( Membuat lawan menjadi takut dan gemetar ).
9. Aji Gembolo Geni ( membakar tubuh makhluk halus ),
10. Aji Bandung Bandawasa ( dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh ) dll.

Menurut riwayatnya, konon Asma luar biasa ini merupakan salah satu ilmu Ghaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir A.S. ( Balya Bin Malkan ), seorang Nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Berdasarkan informasi, ilmu ini telah beliau ajarkan / turunkan kepada beberapa orang yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Adapun di Indonesia 2 tokoh yang diketahui telah menerima ijazah Asma Sunge Raja secara langsung dari Nabi Khidir AS adalah Mbah Kuwu Sangkan ( Pengeran Cakrabuana / Raden Walang sungsang ) pendiri kota Cirebon sekaligus Paman Sunan Gunung Jati Cirebon dan Sayikh Abu Syamsudin di Batu Ampar Madura Jawa Timur. Sebenarnya Asma Sunge Raja merupakan sebuah ilmu yang rahasia dan hanya orang- orang tertentu saja yang memilikinya. Asma Sunge Raja juga memiliki kehebatan untuk menghadapi keroyokan satu kampung. Dan perlu diingat, usia asma ini telah mencapai 10.000 tahun.

Berikut keterangan lebih rinci mengenai kegunaan dari Asma Sunge Raje :

Pengasihan umum dan khusus,Keberanian luar biasa,Pelarisan apa saja,Kewibawaan tingkat tinggi,Meredam amarah orang lain,Kekuatan pukulan tangan,Anti pukulan tangan dan benda tumpul,Kekuatan fisik tidak mudah lelah,Membuat ilmu yang telah ada menjadi lebih ampuh,Melumpuhkan ilmu kesaktian lawan,Selamat dari razia polisi,Selamat dari serangan senjata tajam senjata api termasuk bom,Selamat dari kecelakaan darat laut udara,Menagih hutang agar lancar,Meluluhkan hati seseorang,Menetralisir tanah angker dan tanah yang dipasangi santet,Menangkal sihir santet tenung teluh guna – guna hipnotis dan gendam,Mengusir/membakar mahluk halus,Ditakuti segala macam mahluk halus seperti jin setan siluman dan lain-lain,Mengobati diri sendiri dan orang lain seperti kesurupan terkena pelet penyakit medis/non medis dan lain-lain,Pagar rumah pabrik dan lain-lain,Menghentikan badai atau angin puting beliung,Menghentikan ombak yang ganas,Agar hewan galak/buas menjadi jinak,Usir tamu yang tak diundang/perusuh,Pawang hujan/mendatangkan hujan,Agar disayang majikan,Mempermudah wanita yang melahirkan,Panglimunan ( dalam keadaan terdesak ),Mengisi jimat,Menghantam musuh dari jarak jauh,Mengisi kekuatan pada orang lain,Menetralisir racun baik dimakanan dan minuman,Mendapat kepercayaan dari orang lain,Memaksa pencuri agar mengembalikan barang yang dicuri,Mempertajam indra ke-6,Mempengaruhi pikiran orang lain,Puter giling,Pengobatan jarak jauh,Kuat sex kurang lebih 1 jam,Menutup suatu tempat agar terlihat sepi/tutup, Kehebatan asma ini juga bisa untuk menghadapi keroyokan 40 orang bahkan satu kampung,Bisa membuat musuh menjadi lumpuh saat ditiup dan kebal terhadap sayatan silet dan masih banyak lagi tergantung tujuan anda.

BERIKUT ADALAH TATA CARA PENGIJAZAHAN ILMU ASMA’ SUNGE RAJA

Lakukan dahulu sholat taubat dan sholat hajat, kemudian bacalah doa – doa dibawah ini :

SHOLAT TAUBAT

Shalat Sunnah Taubat yaitu Shalat yang dikerjakan bagi orang yang menyesali perbuatannya, untuk bertaubat kepada Allah atas dosa- dosa yang pernah dikerjakannya. Bertaubat dari sesuatu dosa artinya menyesali atas perbuatan yang telah dilakukannya dan bersumpah tidak akan mengulanginya lagi.
Sholat Taubat dikerjakan paling sedikit 2 rakaat, 4 rakaat, 6 rakaat. Bila dikerjakan 4 rakaat, atau 6 rakaat, maka tiap 2 rakaat 1 kali salam. Cara sholat taubat seperti sholat biasa, baik bacaannya maupun gerakkannya, sedang lafadh niatnya adalah :
USHOLLII SUNNATAT TAUBATI ROKATAINI LILLAAHI TA’ALAA ALLOHU AKBAR.
Artinya : ” Aku berniat sholat taubat 2 rakaat karena ALLAH Ta’alaa, ALLAH Maha Besar ”.
Setelah salam anda membaca doa sebagai berikut :

ASTAGHFIRULLAHAL ‘AZHIIM, ALLADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QOYYUUMMU WA ATUUBU ILAIHI. TAUBATAN ABDIN DZOLIMIN LAYAMLIKU LINAFSIHI DHORRON WALAA NAFAN WALAA MAUTAN WALAA HAYAATAN WALAA NUSUURON.

Artinya : “ Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada tuhan selain Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga. Aku memohon taubat kepadaNya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharrat atau manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti “.
Setelah itu hendaknya memperbanyak membaca Istighfar seperti di bawah ini :
ASTAGHFIRULLAAHAL ’AZHIIM ALLADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QOYYUUMMU ATUUBU ILAIHI.
Artinya : Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan Yang Hidup terus selalu jaga. Aku memohon taubat kepada-Nya.
Minimal dibaca sebanyak 70 x atau 100 x. Insya Allah dosa- dosa kita akan diampuni walau sebesar gunung dan bersumpah dihadapan Allah untuk tidak mengulanginya lagi.

ASR atau hizib Sulthanul Bahri merupakan sebuah doa dalam bahasa ARAM kuno (bahasa Nahra), yang merupakan nenek moyang semua bahasa di Timur Tengah, terutama bahasa Arab (maklum gan, Khidhirkan lahir pas zaman Nabi Nuh as dulu). Catatan : Bahasa nabi Khidhir bukan bahasa Suryani. Faktanya bahasa suryani baru ada pada abad ke 3 SM Kalau ga percaya liat aja sejarah Timur Tengah. Apakah ASR pertama kali di ajarin Khidhir di Indonesia ?

Jawabannya salah. ASR pertama kali di ajarin Khidhir as ke murid dari nabi Musa as, yaitu Yusa’ bin Nun. dan beliau as mengajarkan ASR sampai 4 tingkatan. Pada zaman Rasulullaah saw, orang yang pertama kali menerima amalan ASR adalah Abdullaah bin Amr bin Asy ra. Jadi bisa dikatakan ASR merupakan salah satu amalan tertua didunia, dengan umur lebih dari 4000 tahun.

Benarkah lahfaz amalan ASR kita selama ini? Sebenarnya ASR yang asli tuh cukup panjang, tapi oleh para Wali2 Islam dahulu memperpendeknya tanpa mengurangi manfaat dan artinya sedikit pun. Para wali telah mengubah sebuah amalan Hizib menjadi amalan Asma, dengan tujuan agar lebih mudah dipelajari murid2nya.

Seperti contoh ASR tingkat 3, Asma Natah. Lahfaz asli hizibnya adalah : Asma Natah dalam logat bahasa Aram : Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma Innaka’ Quwwatih, Kataban Nataha ‘Ifiil Kitaban Nataham. Asma Natah tanpa pake logat bahasa Aram : Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma Innaka Quwwati, Kataban Natah Fii Kitaban Nataham. Artinya : Wahai Allah, sesungguhnya Engkaulah (yang menjadi / memberi sumber) kekuatanku, kumpulan semua rahmat didalam (tempat) berkumpulnya semua rahmat.

NB : kalimat dalam kurung adalah kata bantu dari ane agar agan2 dapat memahami artinya dengan baik, bukan kata asli dari arti ASR tersebut. Namun oleh para wali Asma Natah itu di ubahnya menjadi sebuah doa kunci dalam bentuk Asma, yaitu : Bismillaahirrahmaanirrahim. Inna Quwwati Kataban Natah Kitaban Natah. Makanya ASR sekarang singkat2 semua dan mudah dihafal.

ASR yang asli dari nabi Khidhir cuma :
Asma Syahada / ASR tingkat 1
Asma Quwwata / ASR tingkat 2.
Asma Natah / ASR tingkat 3.
Asma Nakaban / ASR tingkat 4.
Asma Nataba / ASR tingkat 5.
Asma Nafata / ASR tingkat 6.
Asma Dunaya / ASR tingkat 7.
tingkat 8 sampai 10 ane lupa namanya..

ASMAK RAJAH DIRAJEH

ILMU INI ADALAH MUSTIKANYA ILMU RAJEH WARISAN NABI KHIDIR AS. JUGA SEBAGAI PAMUNGKASNYA ILMU RAJEH,SEMUA KEKUATAN ILMU ASMA’ SUNGE RAJEH MAUPUN SELURUH ILMU RAJEH AKAN TUNDUK KEPADA PEMILIK ILMU INI. BAHKAN SELURUH KEKUATANNYA DAPAT ANDA MILIKI, DITARIK ATAU DISEDOT (JIKA MUSUH TERSEBUT MEMILIKI ILMU RAJEH UNTUK KEJAHATAN), ILMU INI RAJEH DARI SEGALA ILMU KESAKTIAN, MEMILIKI KEKUATAN SETARA DENGAN SELURUH BANGSA MANUSIA DAN JIN DI SELURUH MUKA BUMI. Hati-hati dengan program instant, karena ilmu rajeh adalah salah satu ilmu yang harus diasah, bukan ilmu yang sekali diisi lalu difungsikan. Ilmu rajeh yang asli dapat ditajrib / di uji coba kapan dan dimanapun serta kekuatannya dapat ditingkatkan. Sedang ilmu instant kekuatannya hanya itu-itu saja dan memiliki jangka waktu biasanya antara 41 hari sampai 3 bulan. Sedang ilmu rajeh kami permanent seumur hidup dan tidak merugikan. Seluruh kekuatan yang memiliki kekuatan kami tuliskan berdasarkan pengalaman bukan rekayasa.

ASMAK NAKABAN

Asma’ Nakaban adalah suatu ilmu yang serumpun dengan Asma’ Sunge Raje, hanya namanya saja yang berbeda.Kehebatan dan Kedahsyatan asma’ ini dengan seijin Allah SWT tidak perlu diragukan lagi, multifungsi sesuai niat baik dari pemilik asma’ ini.Jika sudah menguasai dengan benar dan sempurna. Maka Spesialiasi/Fungsi utama dari pada asma’ ini insya’allah adalah untuk Penyembuhan dan Keselamatan. Atas Izin dan Ridho dari Allah S.W.T. Dalam hal ancaman kejahatan, kehebatan dan kedahsyatan asma’ ini adalah mengikuti kekuatan/kesaktian lawan sehingga sehebat apapun lawan kita , atas ijin Allah kekuatan kita pun akan berlipat ganda mengikuti lawan yang dihadapinya. Asma’ ini mempunyai fungsi antara lain :
1. Pertahanan dari berbagai macam serangan fisik/keroyokan/begal dll.
2. Anti sajam/senjata tajam.
3. Anti tembak/senjata api.
4. Anti benda tumpul.
5. Anti pukulan tangan kosong.
6. Untuk menghancurkan kesaktian lawan.
7. Pengasihan tingkat tinggi (Umum & Khusus)
8. Wibawa Singa.
9. Menghalau/menyingkirkan hujan.
10. Menghancurkan dan mengembalikan serangan gaib musuh/makhluk halus secara otomatis.

Kehebatan Asma’ ini mempunyai kekuatan setingkat gabungan keseluruhan ilmu hizib tingkat tinggi yang ada.Karena sangat berbahaya ilmu ini, harap digunakan dijalan Allah SWT serta untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

ASMAK LAUT RAJEH

Asma’ ini mempunyai fungsi antara lain :

1. Anti sajam/senjata tajam.
2. Wibawa Singa.
3. Menghalau/menyingkirkan hujan.
4. Menghancurkan dan mengembalikan serangan gaib musuh/makhluk halus secara otomatis.
5. Menyembuhkan orang kesurupan/gangguan pelet/guna2/ black magic.
6. Tidak ada rasa takut.
7. Pelarisan Usaha.
8. Pengobatan diri sendiri.
9. Disegani oleh bangsa makhluk halus (setan, siluman, jin dll).
10. Membakar makhluk halus.DLL

ASMA SUNGE RAJEH

Adapun kegunaannya antara lain:
1. Pagar badan & kekebalan.
2. Ilmu keselamatan.
3. Penglarisan ampuh.
4. Selamat dari serangan dan pengeroyokan.
5. Ilmu mengilang dari musuh.
6. Mahabbah umum dan khusus.
7. Kekuatan fisik. 8.Mudah naik gaji / jabatan.
8. Disayang Boss atau majikan.
9. Ditakuti makhluk halus.
10. Selamat dari razia polisi.
11. Mengendalikan angin.
12. Memindahkan hujan.
13. Ampuhkan azimah dan benda bertuah.
14. Menghancurkan musuh jarak jauh.
15. Meredam amarah seseorang.
16. Kekuatan Pukulan maut.
17. Menangkal sihir dan guna- guna.
18. Menetralisir tempat angker.
19. Menangkan perkara sidang/kasus pihak berwajib.
20. Untuk mengisi kekebalan untuk orang lain.
21. Usir tamu tak diundang.
22. Memiliki khodam tingkat tinggi.
23. 1001 khasiat ampuh sesuai hajad anda.
24. Insya Allah dapat digunakan seperti seluruh niat anda (asalkan untuk kebaikan)

Macam-macam Asma sunge Rajeh

1. Asma Sunge Rajeh / sungai raja semua fungsi sama dengan yang lain{asr kami punya 5 versi}

a. Versi 1 Cirebon [tgkt]

b. Versi 2 Blora [4tgkt]

c. Versi 3 Grobogan, 1 tgkt

d. Versi 4 Madura [1 klmt]

e. Versi 5 Solo 2 Versi [msng2 1klmt]

2. Asma Kayu Rajeh

3. Asma Singa Rajeh

4. Asma Gajah Rajeh

5. Asma Batu Rajeh

6. Asma Geni Rajeh

7. Asma Tanah Rajeh

8. Asma Angin Rajeh ( 7 dan 8 harus digabung )

9. Asma Banyu Rajeh

10. Asma Wesi Rajeh

11. Asma Laut Rajeh (Utara dan selatan sunge) : (versi ini dan versi angin dan tanah yg plg bnyk di cari spiritualis krn sgt trknl dikalngn ahli bathin akn kktnya).

12. Asma Bledug Awu Rajh (kami punya 3 tgkt)

13. Asma Singkir Rajeh

14. Asma Nur Rajeh .

15. Asma Raja Dirajeh

Selain itu ada versi-versi lainnya.

Sebagaimana kita ketahui Nabi Khidir AS adalah seorang nabi yang telah ada sejak zaman Nabi Musa AS dan masih hidup sampai sekarang. Diantara tugasnya untuk menjaga lautan. Adapun salah satu ilmu ghaib yang dimiliki oleh beliau adalah disebut dengan Asma Sungai Rajeh/Asma Sunge Raja/Asma Sunge Rajeh. Ilmu ini telah diajarkan kepada beberapa orang yang dianggap pantas mewarisinya. Di Indonesia sendiri ada beberapa tokoh yang mewarisi ilmu tersebut yaitu Mbah Kuwu Cakrabuana/Walangsungsang dari Cirebon yang merupakan uwa/paman dari Sunan Gunung Jati, dan generasi ketiga yang mewarisinya adalah seorang Waliyulah dari Madura yang bernama Syeikh Wali Buju Tumpeng Batu Ampar Pamekasan yang diwariskan kepada anaknya yaitu Syeikh Abu Syamsudin pula pada cucu beliau yang bernama Syeikh Damanhuri Batu Ampar Pamekasan Madura jawa timur.

( sumber ; wongalus )

ILMU HIKMAH TINGKAT TINGGI

ILMU KIMIA

Dan ketahuilah, bahwa barang siapa yang menghendaki kesuksesan dalam mencapai ilmu Kimiyya(1) atau ilmu yang tersamarkan dari kebanyakan manusia, maka hendaklah ia bersuci dan berpuasa selama 40 hari secara kontinyu dan berbuka-lah dengan makanan dan minuman yang halal.

Dan pada setiap malam harinya, hendaklah ia membaca ‘Wassyamsi wadluhaaHaa’ (surat as-syams), Surat Al-Layl, Surat Adl-Dluhaa, ‘Alam nasyroh'(surat al-insyirah) masing-masing 7 kali.

Juga membaca:

Qulillaahumma maalikal mulki tu’thil mulka man tasyaa’u, wa tanziul mulka mimman tasyaa-u, wa tu’izzu mantasyaa-u, wa tudzillu man tasyaa’u, biyadikal khayr innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

Tuulijul layla finnahaari, wa tuulijun nahaara fil layli, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaab

Kemudian ucapkanlah:

Allaahumma inniy as-aluka biqudratika ‘alaa kulli syai, wa taskhiiruka likulli syai, yaa ahad, yaa shomad, yaa witr, yaa hayy, yaa qoyyuum… an-tusholliya ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shobihii wa sallam.

wa an-tusakh-khiro-liyal ‘ilma alladzii satartahuu ‘alaa katsiirin min khalqik, wa akramta bihii katsiiran min ‘ibaadik..

wa aghninii bihii ‘an man siwaak, fa innaka maalikal mulk.. wa biyadikal maqooliidussamaawaati wal ardl… wa anta ‘alaa kulli syai-in qadiir..

keterangan:
1. Kimiyya, merupakan salah satu cabang keilmuan dari White Magic tradisi Arabic. Dalam tradisi arabic magic, ada 2 macam ilmu gaib, yang hitam dan yang putih. Ilmu gaib hitam disebut Sihir (biasanya melibatkan makhluk2 dimensi rendah seperti ifrit, iblis dll), sedangkan Ilmu gaib putih disebut Ruuhaaniyyah (biasanya melibatkan nama-nama suci Tuhan, para malaikat dll).

Didalam khazanah keilmuan arabic magic, terdapat 5 cabang keilmuan penting yang yaitu:
Kimiya, Limiya, Himiya, Simiya, Rimiya.

5 bidang tersebut saling berhubungan satu sama lainnya, Kimiya mengungkap rahasia gaib seluruh benda yang ada dialam semesta ini dan menjelaskan tatacara penggunaannya.. Limiya mengungkap bagaimana menciptakan suatu pola energi tertentu untuk keperluan tertentu melalui penciptaan azimat dll, Himiya mengungkap bagaimana mempengaruhi manusia dan makhluk lain untuk mengikuti kehendak si pengguna, Simiya membahas rahasia gaib dibalik huruf-huruf mistik baik itu dari peradaban kuno maupun peradaban modern yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal sesuai kebutuhan baik maupun buruk, sedangkan Rimiyya mengungkap rahasia berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain dan bagaimana berkerjasama dengan mereka.

kalau kita ambil huruf depan dari masing2 5 cabang keilmuan tadi (KLHSR) dan dituliskan kedalam huruf arab, akan membentuk sebuah kalimat: KULLUHU SIRR yang artinya “setiap sesuatu itu bersifat rahasia”

artinya, memang 5 keilmuan inti dari arabic magic ini bersifat rahasia dan tidak banyak diketahui oleh manusia pada umumnya.

Teknik Wirid Ayat Kursi dengan kaidah Falakiyyah

Sejak zaman Nabi Syits Ilmu Falak digunakan untuk berbagai hal bahkan memprediksi apa yang akan terjadi dikemudian hari.. sudah ber-ribu-ribu tahun usia Ilmu Falak ini dan para ahli-pun telah membuktikan pengaruh kedudukan planet pada kehidupan sesuatu/seseorang.

Salah satu cendikiawan Islam yang sangat menguasai Ilmu Falak ini adalah Al-Biruni.. Beliau menguasai Ilmu Falak ini dengan baik dan memahami dengan dalam karakter setiap planet dan efeknya terhadap sesuatu/seseorang.

Juga adalah Syeikh Al-Imam Abu Faraj Al-Hamaam salah satu Imam Besar pada zamannya dan menguasai ilmu hikmah begitu mendalam, beliau meriwayatkan pembacaan ayat kursi yang disesuaikan dengan kedudukan planet tertentu dalam Ilmu Falak. Beliau inilah salah satu Syeikh yang mendapatkan transmisi pengajaran Ilmu Falak yang utuh dan mengaplikasikannya secara Islami untuk dipergunakan oleh umat dalam membantu permasalahan hidup mereka.

Syeikh Al-Imam Abu Faraj Al-Hamaam meriwayatkan, bahwa barangsiapa yang membaca Ayat Kursi sejumlah hurufnya, yaitu 170 kali dan dibaca pada saat MARIKH niscaya tercapailah derajat yang mulia di dunia maupun akhirat. Ia menjadi terpandang dan diterima segala tingkah lakunya serta dicintai oleh seluruh makhlukNya juga dijaga dari berbagai kemaksiatan dan bala bencana.

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat ZUHAL maka dia akan mendapatkan penghormatan, penghargaan dan martabat dari para penguasa dan pengusaha yang besar dan juga dia diberikan kewibawaan, kecintaan juga rasa kasih sayang yang sangat besar di hadapan para makhlukNya

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat MUSYTARI maka akan dilapangkan darinya segala kebingungan dan kesusahan serta terbebas dari rasa kesempitan. Allah akan menjaganya dari segala sesuatu yang ia benci di dunia dan di akherat

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat SYAMSI maka berkaitan dengan khidmahnya para penguasa dan pemerintahan kepada kita juga mendapatkan jabatan yang tinggi dan derajat yang luhur serta akan didengarkan dari segala pembicaraannya.

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat ZUHRAH dia akan dicintai oleh karib kerabat dan para wanita karena keagungan dan kecintaan mereka terhadapnya dan ini merupakan suatu rahasia yang besar yang berguna untuk menggapai urusan duniawiyyah

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat ‘ATHORID maka waktu ini berkaitan dengan sesuatu yang bersifat jahat seperti supaya bermusuhan atau membinasakan seseorang atau menghancurkan musuh dan ini merupakan suatu rahasia yang besar apalagi jika dibacanya sejumlah bilangan para rasul yaitu 313 kali, hasilnya akan dapat disaksikan dalam waktu dekat.

Dan apabila Ayat Kursi dibaca sebanyak huruf nya yaitu 170 kali pada saat QOMAR waktu ini bersangkutan dengan masalah rizqi atau permintaan-permintaan duniawiyyah yang lainnya.

*******
Untuk mengamalkan Ayat Kursi berdasarkan kedudukan 7 Planet diatas, kita harus menghitung dulu kedudukan planetnya sesuai dengan letak tempat kita mengamalkannya..

Berikut ini adalah hasil kalkulasi saya untuk sa’at falakiyyah 7 planet selama 30 hari, dimulai hari ini, tanggal 15 mei 2010, dan hanya berlaku di wilayah tempat saya tinggal

PUASA OLAH BATIN

Dalam Ilmu Oleh Batin, puasa sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.. karena pada saat seseorang berpuasa, ia berjuang mengendalikan nafsunya lahir batin.. seluruh daya-nya ia fokuskan pada niatnya sehingga tidak aneh orang yang berpuasa olah batin akan semakin kuat dan semakin fokus power energynya..

Kalau kita bergelut dalam dunia Ilmu Hikmah, puasa sudah menjadi kebiasaan.. Bagi guru-guru tertentu bahkan sering melakukan puasa mutih sekian hari dengan tujuan mempersiapkan energy yang cukup yang ia persiapkan bagi muridnya dalam proses ijazah.. Jadi bagi beberapa guru, ijazah tidak hanya sekedar memberikan ijin mengamalkan dan mengajarkan metoda pengamalannya, tetapi juga ia memberikan energy dasar sebagai bekal si murid dalam mengamalkan amalan batin yang akan ia kerjakan dengan tujuan agar keberhasilan olah batin si murid lebih cepat tercapai dengan sempurna..

Omong-omong masalah puasa.. Kali ini saya ingin berbagi “teknik mbeling” puasa, bahasa kerennya SHORTCUT TECHNIQUE, yaitu dengan puasa 7 hari saja seakan-akan kita telah puasa 40 hari..! xixixixixixi

Ada sebagian orang yang tidak percaya dengan teknik ini, silahkan.. masing2 mempunyai argumennya tersendiri… tapi bagi saya pribadi, teknik ini amat sangat efektif jika dijalankan dengan memenuhi syarat dan aturan2nya..

Ok, disini kita akan menggunakan Naptu Hari dan Naptu Pasaran untuk menghitung rentetan tanggal yang baik untuk puasa olah batin.

Secara sederhana Naptu berarti nilai yang diberikan pada tiap-tiap hari maupun pada pasar-nya. Masing-masing hari dan Pasaran memiliki nilai naptu yang berbeda, berikut adalah nilai naptu hari:

  • Minggu Naptunya 5
  • Senin Naptunya 4
  • Selasa Naptunya 3
  • Rabu Naptunya 7
  • Kamis Naptunya 8
  • Jum’at Naptunya 6
  • Sabtu Naptunya 9

Sedangkan naptu pasar-nya seperti dibawah ini:

  • Pahing Naptunya 9
  • Pon Naptunya 7
  • Wage Naptunya 4
  • Kliwon Naptunya 8
  • Legi Naptunya 5

Setelah kita mengetahui masing-masing nilai naptu hari dan pasarannya, sekarang kita harus mencari rangkaian hari yang bersifat sekuensial (berturut-turut) dan bernilai 40 jika nilai naptu hari dan pasarannya dijumlahkan semua.

Contoh:
Saya akan berpuasa 40 neptu dibulan juni ini. saya ambil tanggal 1 sebagai titik mula. Maka pada tanggal 29 mei diwaktu magrib saya harus sudah berpuasa (menurut perhitungan lunar ketika matahari tenggelam hari sudah berganti), dan berbuka keesokan harinya diwaktu magrib juga (ini sudah dihitung satu hari puasa). Begitu seterusnya sampai selesai 3 hari. Jadi, simple nya puasa olah batin ini bermulai dari magrib sampai ke magrib lagi.

Syarat puasa naptu 40 ini adalah:

  1. Harus mulai puasa sejak matahari tenggelam, dan baru berbuka keesokan harinya pada saat maghrib (24 jam). Setelah dia berbuka puasa, sebelum masuk waktu isya’ dia harus sudah berpuasa lagi sampai magrib keesokan harinya, terus menerus sampai tamat 3 hari.
  2. Sifatnya puasa bilaa ruuhin (tanpa makan yang bernyawa)
  3. Selama puasa sebisa mungkin berada dalam kamar khusus, minimkan komunikasi dengan orang lain, perbanyak dzikir.

Dengan memenuhi syarat diatas dengan baik, insya allah puasa olah batin anda akan meberikan hasil yang maksimal

Sebagai penutup, berikut ini saya sertakan hitungan Naptu 40 pada bulan Juni 2010, barangkali ada rekan-rekan yang ingin mempraktekkannya

Tanggal 1-2-3 Juni 2010

3 + 8 Selasa Kliwon
7 + 5 Rabu Legi
8 + 9 Kamis Pahing
———————- +
18 + 22 = 40

Tanggal 9-10-11 Juni 2010

7 + 7 Rabu Pon
8 + 4 Kemis Wage
6 + 8 Jum’at Kliwon
———————– +
21 +19 = 40

Tanggal 10-11-12 Juni 2010

8 + 4 Kemis Wage
6 + 8 Jum’at Kliwon
9 + 5 Sabtu Legi
———————— +
23 +17 = 40

Tanggal 18-19-20 Juni 2010

6 + 9 Jum’at Pahing
9 + 7 Sabtu Pon
5 + 4 Minggu Wage
————————- +
20 +20 = 40

Tanggal 26-27-28 Juni 2010

9 + 8 Sabtu Kliwon
5 + 5 Minggu Legi
4 + 9 Senin Pahing
————————– +
18 +22 = 40

ILMU JA’FAR JAMI

para pengamal hikmah pasti sudah terbiasa dengan wiridan tertentu dengan jumlah tertentu, seperti misalnya ‘yaa lathiif 129x’ atau’hasbunallah wa ni’mal wakiil 450x’ dst..

beberapa rekan pernah bertanya tentang darimana asal-usul jumlah hitungan tersebut, saya jawab itulah ilmu hisab yang merupakan bagian dari sebuah keilmuan luar biasa yang disebut dengan ilmu jafar jami’.

singkatnya, ilmu ini mengkonversikan abjad arab kedalam angka, dan mengolah angka2 tersebut sedemikian rupa menjadi intrepertasi yang akurat.

seperti kasus diatas tadi, dari mana asma ‘yaa lathif’ dibaca 129 kali? dsb. angka ini lahir dari konversi abjad arab kedalam angka (numerology)…LATHIIF terdiri dari 4 huruf LAM-THO-YA-FA, Lam bernilai 30, Tho bernilai 9, Ya bernilai 10, Fa bernilai 80, sehingga total jumlah nilai asma tersebut adalah 129… itulah kenapa asma “yaa lathiif” secara masyhur dibaca 129 kali…

ilmu jafar jami’ ini bukanlah ilmu baru, ia adalah salah satu keilmuan kuno yang sudah dipakai oleh para Nabi dari Bani Israel untuk kerperluan-keperluan penting..

didalam beberapa kitab disebutkan bahwa ilmu ini merupakan peninggalan dari Nabi Idris. Nabi Idris yang bernama asli Akhnukh ini disebut Idris karena kegemaran belajar nya. Ia adalah manusia pertama yang menulis dengan pena, ia juga bapak dari ilmu hitung dan ilmu falak. Ilmu-ilmu nya ini ia dapatkan dari suhuf2 yang turun kepadanya, dan kitab2 serta suhuf2 peninggalan Nabi Adam dan Syits. Beliau-lah salah satu dari 4 Nabi yang masih hidup sampai sekarang. Dan dari sebagian kecil suhuf-nya lah seluruh ilmu perhitungan dan falak yang ada didunia ini bersumber.

Disebutkan bahwa ilmu ini diajarkan turun temurun oleh para Nabi dan orang-orang terpilih sampai akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW ‘Madinatul Ilmi/Kota Ilmu’ dan Beliau turunkan kepada Imam Ali KW ‘Baabu Madinatul Ilmi/Gerbang Kota Ilmu’. Beliaulah pemuda yang di didik langsung oleh Rasul SAW selama hidupnya, diajarinya 1000 keilmuan yang tiap2 keilmuan tersebut memiliki 1000 cabang keilmuan.

Turun-temurun keilmuan ini diajarkan kepada para ahlul bayt, salah satu pemegang keilmuan ini adalah Imam Ja’far Shodiq. selain diajarkan kepada ahlul bayt, ilmu ini juga diajarkan kepada murid-murid spiritual dalam tarekat.. oleh karenanya, keilmuan ini adalah salh satu senjata para Wali disetiap zaman. keilmuan ini berhubungan dengan Qada dan Qadar, dengan melihat dan meneliti apa yang telah terjadi, mereka dapat mengkalkulasikan dengan tepat apa yang sedang dan akan terjadi.

Ilmu ini pula yang digunakan untuk membuka rahasia-rahasia tersembunyi didalam Al-Quran… rahasia kehidupan dan alam semesta beserta isinya.

Secara garis besar, ilmu jafar terbagi atas 2 bagian, yaitu abyad dan ahmar. jafar abyad (putih) berisi rahasia2 dari kitab2 terdahulu yaitu Zabur Nabi Daud, Taurat Nabi Musa, Injil Nabi Isa, Suhuf2 Ibrahim dll. Sedangkan jafarahmar (merah) merupakan sebuah ‘tas kulit’ yang berisi ‘senjata’ para Nabi.

Dan diliat dari materi formula nya, ilmu ini terbagi 3 bagian, yaitu jafar kabir yang terdiri dari 1000 formula perhitungan, jafar saghir terdiri dari 700 formula perhitungan, dan 1 bagian terakhir adalah bagian yang berdiri sendiri yang dinamakan jafar mutawasith berisi formula huruf syamsi dan huruf qamari..

Disinilah keistimewaan ilmu ini.. ilmu ini seseorang dapat menciptakan, merubah, memodifikasi, dan menghilangkan pola energi tertentu agar menghasilkan sesuatu yang ia kehendaki.. ilmu Hirz, Ta’wizh, Tilsam, Naqush, Alwah(penciptaan pola energy tertentu melalui susunan angka huruf dan simbol tertentu) merupakan salah satu bagiannya.. ada juga ilmu Taksirul A’dad (perhitungan numerology untuk berbagai keperluan) sampai kepada ilmu Taskhir yang berhubungan dengan entitas dari dimensi lain. Sungguh ilmu yang luar biasa!!

ILMU RIJALUL GHAIB

Malam ini, ketika saya sedang membaca Jaljalut Kubro sampai kepada kalimat “bisirri rijaalul ghaibi fil ghaibi taghayyabat” langsung terlintas rekaman pertama kali saya mengenal istilah Rijalul Ghaib..

Istilah Rijalul Ghaib saya kenal pertama kali sejak SMP kelas 3, waktu itu saya diberikan sebuah kitab peninggalan kakek saya yang berjudul Hidayatus Salikin karya seorang Wali dan Sufi dari Indonesia Syeikh Abdusshamad Al-Falimbani..

Ketika saya menulis blog ini-pun teringat guru saya seorang kyai keturunan Eyang Kian Santang yang pernah mengijazahkan saya Ilmu Laduni Rijalul Ghaib sebuah ilmu yang jika diamalkan akan mempermudah kita mempelajari ilmu yang bermanfaat khususnya Ilmu Hikmah dan juga membuat intuisi pengamalnya semakin kuat..

Imam Ahmad bin Ali Al-Buni dalam Manba Ushul Al-Hikmah-nya menjelaskan tentang rijalul ghaib ini sebagai berikut:

“Ketahuilah, bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Luhur dengan kemurahannya yang besar terhadap manusia, Ia menciptakan ruh-ruh berkarakter malaikat yang berkeliling diseluruh penjuru bumi. Para ruh tersebut membahagiakan orang-orang yang memiliki hajat dengan membantu menunaikan hajat-hajat mereka dan membantu mencapai keinginan-keinginan mereka.

Maka barangsiapa yang bertepatan waktu hajatnya dengan arah dimana para rijalul ghaib itu berada dan berdoa kepada Allah pada
saat itu juga, para rijalul ghaib itu akan mengamini doanya tersebut maka akan terkabulkan hajatnya serta tercapai apa yang ia minta”.

Mengenai diarah mana para Rijalul Ghaib tersebut berada setiap hari-nya banyak silang pendapat para ahli hikmah, setidaknya kita bisa melihat pandangan Imam Al-Buni dari petikan kitab diatas.

Yang penting kita ketahui yaitu para Rijalul Ghaib merupakan hamba-hamba Allah yang shaleh yang banyak diberi pengetahuan hal yang ghaib oleh Allah SWT. Mereka bertebaran dimuka bumi dab disamarkan oleh Allah dari kebanyakan makhluqnya, dan karena keshalehannya doanya diijabah Allah.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya`la, Ibnu al-Sunni, and At-Thabrani dalam al-Mu`jam al-Kabir bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Apabila seorang daripada kamu kehilangan sesuatu atau memerlukan pertolongan sedangkan dia berada di suatu tempat yang tiada orang dapat menolongnya, maka hendaklah dia berseru: “Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah aku..!! (yaa ‘ibaadallaah aghiitsuunii)” sesungguhnya bagi Allah itu ialah hamba-hamba yang kita tidak nampak.”
Olehkarenanya banyak orang yang bertawassul kepada mereka agar Allah mengijabah doa mereka dengan keramat para Rijalul Ghaib tadi..

Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani mengajarkan bacaan salam kepada mereka (dapat diaplikasikan sambil menghadap ke arah mereka berada sesuai yang diajarkan Imam Ahmad bin Ali AlBuni diatas) sebagai berikut:

Assalaamu’alaykum Yaa Rijaalul Ghaaib,
Salaam tercurahkan kepada kalian wahai Rijalul Ghaib..

Assalaamu’alaykum Yaa Ayyuhal Arwahil Muqadassah,
Salaam tercurahkan kepada kalian wahai ruh-ruh yang suci..

Yaa Nuqobaa..
Yaa Nujabaa..
Yaa Ruqoba..
Yaa Budala..
Yaa Awtad Al-ardl..
Yaa Awtad Arba’ah..
Yaa Imaaman..
Yaa Quthb..
Yaa Fard..
Yaa Umanaa..

Aghiitsunii Bi Ghawtsatin,
Bantulah aku dengan Pertolongan..

Wan-zhuruunii Bi Nazhrotin,
Tataplah aku dengan pandangan..

War-hamuunii Wa Hash-shiluu Muroodii Wa Maqshuudii,
Kasihilah aku dan penuhilah keinginan dan maksudku..

Wa Quumuu ‘Alaa Qodloo-i Hawaa-ijii
Dukunglah aku dalam menunaikan hajat-hajatku..

‘Inda Nabiyyinaa Muhammadin Sallalaahu ‘Alaihi Wa Sallam
disisi Nabi kita Muhammad SAW..

Sallamukumullahu Fiddunyaa Wal Aakhirah..
Semoga Salaam Allah tercurahkan atas kalian di dunia dan akhirat..

Allahumma Shalli ‘Alal Khidr..
Yaa Allah, sampaikanlah Shalawat keatas Khidir ‘alayhis-salaam..

Saya pribadi biasanya bertawasul kepada Rijalul Ghaib sebelum memulai wirid apapun dengan mengirimkan fatihah kepada mereka kemudian membaca “salam khusus”-nya setelah itu ditutup dengan doa Qutb atau disebut juga doa Rijalul Ghaib yang setelah saya selidiki ternyata doa ini diriwayatkan oleh Syeikh Ahmad Al-Ghazaly (saudara kandung dari Imam Muhammad Al-Ghazaly). Doa ini memiliki banyak sekali manfaat yang tidak terhitung..

sumber : Raden mahesa

MENEMBUS GUGUSAN LANGIT DAN GUGUSAN BUMI

WormHole gugusan-bintang

MENEMBUS GUGUSAN LANGIT DAN GUGUSAN BUMI

Allah s.w.t menantang masyarakat jin dan manusia supaya mereka mau dan mampu bergerak maju dan berkarya. Mereka tidak boleh tinggal diam hanya berpangku tangan tetapi mengharapkan keberuntungan. Mereka bahkan ditantang untuk menembus gugusan langit dan gugusan bumi. Diundang untuk datang ke Istana-Nya, dipersilahkan memasuki haribaan-Nya, menikmati hidangan yang tersedia, namun itu dengan syarat, terlebih dahulu mereka harus mampu menguasai ilmu dan teknologi yang berkaitan dengannya atau dengan istilah Qur’ani disebut “sulthon”. Allah s.w.t berfirman:

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Hai masyarakat jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus gugusan langit dan gugusan bumi, maka tembuslah, kalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan “Sulthon” (QS. ar-Rahman; 55/33)

“Sulthon” dari kata sallatho artinya menguasai, kalau dikaitkan dengan ayat di atas berarti penguasaan. Kadang-kadang Sulthon juga berarti Penguasa atau Raja. Maka maksud ayat ialah: “Kalian tidak akan mampu menembus gugusan langit dan gugusan bumi, sebelum kalian terlebih dahulu mampu menguasai Ilmu pengetahuan dan teknologinya”. Sedangkan lafad “aqthor” adalah kata jamak dari lafad qithrun, artinya gugusan. Jadi “aqthor”, artinya beberapa gugusan. Sedangkan tantangan yang dimaksud adalah menembus gugusan langit dan gugusan bumi yang ada di alam semesta.

Kalau orang mencari makna ‘gugusan langit’ dalam ayat di atas, barangkali mereka masih berpikir untuk menafsirkan ayat tersebut dengan langit bumi yang ada di atas kepala. Langit yang bisa dilihat dengan mata, yang ada mataharinya, ada bulan dan bintangnya. Coba kalau ayat tersebut dikaji lebih luas dan lebih dalam lagi. Di manakah letak gugusan bumi itu? Padahal bumi yang kita pijak hanya satu dan terdiri dari tanah dan batu. Kalau demikian: Bagaimana cara orang bisa menembusnya? Dengan alat apa orang mampu menggali lubang tembus itu? Siapa pula yang pernah berhasil melakukannya?

Padahal Allah s.w.t juga berfirman di dalam QS. ath-Thalaq Ayat 12, bahwa Allah s.w.t menciptakan tujuh langit dan bumi sepertinya. Oleh karena itu, pasti yang dimaksud gugusan langit dan gugusan bumi di dalam ayat tersebut bukan langit dan bumi yang lahir saja, akan tetapi juga gugusan-gugusan langit dan bumi batin yang terletak di dalam keajaiban-keajaiban ciptaan Tuhan yang ada dalam jiwa manusia. Allah s.w.t berfirman:

وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan di bumi terdapat tanda-tanda (Kekuasaan Allah) bagi  orang  yang telah yakin -Dan juga pada jiwamu, apakah  kamu tidak melihat?”.
(QS. Adz-Dzariyaat; 51/20-21)

Jika orang sudah memaklumi bahwa penguasaan ilmu dan teknologi menjadikan syarat utama bagi terwujudnya kemudahan-kemudahan hidup di dunia, maka demikian pula untuk kehidupan manusia di alam ruhaniah. Tidak bisa tidak, seorang hamba harus menguasainya pula untuk memenuhi tantangan Tuhannya bagi pengembaraan ruhaniahnya. Dalam arti menembus belenggu hawa nafsu, mendobrak barak-barak setan yang ada di dalam hati, mencuci hati dan menyepuh ruhani dengan jalan melaksanakan ibadah dan pengabdian di jalan Allah.

Ilmu pengetahuannya adalah mutiara-mutiara wahyu yang teruntai di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits Nabi sedangkan teknologinya adalah sunnatullah yang sudah tersedia dalam jiwa manusia itu sendiri. Manusia tinggal menghidupkan kembali teknologi itu dengan melaksanakan pengembaraan ruhaniah yang terbimbing. Pertama adalah usaha yang kuat dan tepat dari seorang hamba untuk menolong di jalan Allah, selanjutnya adalah datangnya pertolongan Allah s.w.t —sebagai buah ibadah yang dijalani itu, guna terpenuhi segala maksud dan segala kebutuhan yang diharapkan.

Yang di luar adalah alam besar dan yang di dalam jiwa manusia adalah alam kecil. Masing-masing alam tersebut penuh dengan rahasia dan misteri. Manakala seorang hamba bermaksud mencari Tuhannya, mengadakan pengembaraan ruhaniah untuk wushul dengan Allah s.w.t. Pencarian itu tidaklah harus dilakukan di alam yang luar, tapi di alam yang dalam. Yaitu dengan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah s.w.t. Merontokkan hijab-hijab basyariah yang menyelimuti hati dengan dzikir dan fikir kepada Tuhannya. Mengekang kendali hawa nafsu dengan kendali ibadah supaya setan tidak mampu memanfaatkannya untuk membelokkan arah perjalanan.

Adapun pelaksanaan tawasul secara ruhaniah di dalam  pelaksanaan ibadah tersebut berfungsi untuk mencari penerang jalan yang dilalui. Seperti ketika purnama sedang menampakkan mukanya yang rupawan, ke mana saja sang musafir melangkahkan kaki, dengan senang hati bulan dan bintang selalu mengiringi perjalanan. Seperti itulah gambaran orang bertawasul kepada guru ruhaniah, rahasia ‘nur tawasul’ itu akan setia mengiringi perjalanan sehingga seorang musafir selalu mendapat bimbingan. Sang salik  akan selamat sampai tujuan meski  setan selalu menghadang dengan segala jebakan di tengah jalan.

MENYINGKAP ALAM GHAIB 2

MENYINGKAP ALAM GHAIB 2

3.    Seorang hamba dengan Ilmu dan Kehendak Allah s.w.t berpotensi dapat melihat dan mengetahui alam gaib.

Ketika  Nabi s.a.w bermi’roj dengan dikawal malaikat Jibril, Beliau dipertontonkan oleh Allah s.w.t kepada alam gaib. Yakni keadaan di surga, di neraka dan keadaan-keadaan yang akan menimpa umatnya di masa yang akan datang. Dengan ini menunjukkan bahwa yang dimaksud alam gaib itu bukan alam Jin atau alam Malaikat dan bahkan alam Ruh (ruhaniah), semua itu sesungguhnya merupakan alam yang masih berada di dalam dimensi alam Syahadah walau berada pada dimensi yang berbeda dari bagian dimensi yang ada di dunia. Yang dimaksud dengan alam gaib adalah masa yang belum terjadi atau alam yang akan datang.

Surga dan Neraka dikatakan gaib karena keberadaannya setelah hari kiamat. Mati dikatakan gaib karena datangnya pada waktu yang akan datang. Jadi, hikmah terbesar dari perjalanan ruhani manusia dengan mengadakan pengembaraan ruhaniah (bertawasul) untuk berisro’ mi’roj kepada Allah s.w.t dengan ruhaninya, adalah terbukanya hijab-hijab basyariah sehingga dengan matahatinya atau firasatnya yang tajam manusia dapat mengetahui alam gaib atau apa-apa yang akan terjadi pada dirinya.

Kejadian-kejadian yang terjadi pada masa dahulu dan yang akan datang dikatakan gaib. Alam barzah dan alam akherat, tentang neraka, tentang shiroth, semuanya dikatakan gaib karena kejadiannya pada masa yang akan datang. Demikian pula sejarah-sejarah para Nabi terdahulu dikatakan gaib, karena terjadi pada masa lampau. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:

ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ

“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang kami wahyukan kepada kamu (Ya Muhammad) padahal kamu tidak hadir beserta mereka” . (QS. Ali Imran; 3/44)

Tidak ada yang mengetahui hal yang gaib kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang ingin mengetahuinya, maka jalannya hanya satu yaitu dengan mengimani apa-apa yang sudah disampaikan oleh Wahyu Allah s.w.t, kemudian ditindaklanjuti dengan amal ibadah (mujahadah dan riyadhah). Selanjutnya, apabila Allah s.w.t menghendaki, maka orang tersebut akan dibukakan matahatinya. Allah s.w.t telah mengisyaratkan demikian dengan firman-Nya:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ

“Dan pada sisi Allahlah Kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”. (QS. al-An’am;  6/59)

Apa yang akan terjadi dalam waktu satu jam mendatang dikatakan gaib. Karena tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang yang mempunyai firasat tajam kemudian dia seakan-akan mengetahui apa-apa yang akan terjadi, hal itu bisa terjadi, karena yang demikian itu dia melihat dengan “Nur Allah”. Demikianlah yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah s.a.w, yang artinya:”Takutlah kamu akan firasatnya orang-orang yang beriman, karena sesungguhnya dia melihat dengan Nur Allah”.

Kadang-kadang hanya dengan kekuatan cinta, firasat seseorang bisa menjadi tajam kepada orang yang dicintainya. Seorang ibu misalnya, yang sedang jauh dengan anaknya, kadang-kadang tanpa sebab, ibu itu mengalami perasaan yang gundah-gulana, ketika dia mencoba menghubungi anaknya, ternyata anaknya sedang sakit. Kalau kekuatan cinta antara sesama makhluk saja—bahkan kadang terjadi dalam kondisi yang masih haram misalnya, mampu menjadikan tajamnya firasat, apalagi cinta seorang hamba terhadap Tuhannya.

Seorang hamba yang selalu bertafakkur, memikirkan Kekuasaan dan Kebesaran Allah s.w.t hal tersebut semata-mata terbit dari dorongan rasa cinta dan rindunya, hatinya akan menjadi bersih dari kotoran-kotoran yang menempel, bersih dari hijab-hijab yang menutupi dinding penyekat alam batinnya sehingga pada gilirannya matahatinya akan menjadi cemerlang dan tembus pandang. Demikian itu telah ditegaskan Allah s.w.t dengan firman-Nya:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”. (QS. al-Ankabut; 29/69)

Apa saja yang terjadi di waktu yang akan datang, dari urusan rizki, urusan jodoh, urusan mati dan sebagainya, baik penderitaan ataupun kebahagiaan, yang terjadi di dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akherat, semua itu dikatakan hal yang gaib, karena tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Adapun Jin dan Malaikat dan bahkan Ruh atau ruhaniah tidaklah termasuk dari golongan Alam Gaib dalam arti yang disebut Metafisika akan tetapi termasuk dari golongan Alam Syahadah atau yang disebut Alam Fisika, hanya saja fisiknya berbeda dengan fisik manusia. Bau harum misalnya, walau tidak tampak fisiknya, tidak termasuk Alam Gaib tapi Alam Syahadah, atau alam yang bisa dirasakan, hanya saja untuk merasakannya membutuhkan alat, dan alat itu ialah indera penciuman.

Seandainya ada seseorang yang tidak mempunyai indera penciuman atau indera penciumannya sedang rusak misalnya. Walaupun orang lain dapat merasakan bau harum, dia tidak, yang demikian itu bukan karena bau harum itu tidak ada, tapi karena indera penciuman orang tersebut sedang tidak berfungsi. Demikian juga terhadap suara, akan tetapi untuk merasakan suara membutuhkan alat yang berbeda. Kalau merasakan bebauan dengan alat hidung, maka merasakan suara dengan alat telinga. Orang tidak bisa merasakan bau harum dengan telinga dan suara dengan hidung, masing-masing harus dirasakan dengan alat yang sudah dipersiapkan Allah s.w.t menurut kebutuhan kejadiannya. Seperti itu pulalah keadaan yang ada pada dimensi yang lain, dimensi jin, dimensi malaikat dan bahkan dimensi ruhaniah.

Jin dan malaikat misalnya, sebenarnya mereka juga adalah makhluk fisik, bukan metafisika. Asal kejadian fisik jin diciptakan dari api, sedang fisik malaikat diciptakan dari cahaya. Sebagaimana manusia yang asal kejadiannya diciptakan dari tanah, bentuk kejadian selanjutnya tidaklah tanah lagi, melainkan terdiri dari tulang dan daging, maka demikian juga yang terjadi terhadap makhluk jin dan malaikat.

Meskipun fisik jin diciptakan dari api dan malaikat diciptakan dari cahaya, kejadian selanjutnya tidaklah api dan cahaya lagi, tapi dalam bentuk fisik tertentu yang oleh Allah s.w.t telah ditetapkan tidak bisa dirasakan dengan indera mata manusia. Namun demikian, bentuk fisik jin dan malaikat itu boleh jadi bisa dirasakan oleh manusia dengan indera yang lain selain indera mata. Indera tersebut bisa disebut dengan nama atau istilah apa saja, indera keenam misalnya, atau dengan istilah-istilah atau nama – nama yang lain.

Semisal suara telah ditetapkan oleh Allah s.w.t tidak bisa dirasakan oleh hidung, tapi harus didengar oleh telinga, maka telinga atau hidung hanyalah istilah-istilah yang ditetapkan bagi alat perasa yang dimaksud supaya manusia dapat dengan mudah memahami atau mengenal terhadap alat perasa tersebut. Allah s.w.t berfirman:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia (setan jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu, dari dimensi yang kamu tidak bisa melihatnya “. (QS. 7; 27)

Bukan berarti manusia tidak dapat mengobservasi atau berinteraksi dengan jin karena jin berada pada dimensi yang di atasnya, akan tetapi hanya saja untuk mengobserfasi atau berinteraksi dengan jin itu manusia tidak bisa dengan mempergunakan indera mata. Sebagaimana berinteraksi dengan suara tidak bisa mempergunakan indera hidung, akan tetapi harus mempergunakan alat perasa yang lain yang sesuai menurut kebutuhannya.

Allah s.w.t menghendaki manusia tidak dapat melihat jin, karena sesungguhnya matanya sedang tertutup oleh hijab-hijab basyariah. Ketika penutup mata itu dibuka, maka penglihatan manusia akan menjadi tajam. Artinya mempunyai kekuatan untuk tembus pandang sehingga saat itu manusia dapat merasakan alam-alam yang ada di sekitarnya. Allah s.w.t telah menegaskan hal itu dengan firman-Nya:

فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

“Maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu   pada hari itu menjadi amat tajam “. (QS.Qaaf.; 50/22).

Istilah yang dipergunakan Allah s.w.t untuk membuka penutup penglihatan manusia di dalam ayat di atas adalah firman-Nya: فكشفنا عنك غطاءك   “Fakasyafnaa ‘anka ghithooaka” Kami singkapkan darimu penutup matamu, atau penutupnya dihilangi, atau hijabnya dibuka. Ketika manusia tidak dapat berinteraksi dengan dimensi yang lain berarti karena penglihatannya sedang ada penutupnya. Oleh karena itu ketika penutup itu dibuka, maka penglihatannya menjadi tajam atau tembus pandang. Ini adalah rahasia besar yang telah menguak sebuah misteri tentang alam-alam yang ada di sekitar alam manusia.

Bahwa jalan untuk menjadikan mata manusia menjadi tembus pandang supaya kemudian manusia mampu berinteraksi dengan dimensi yang lain,—dengan istilah melihat jin misalnya, adalah hanya dengan mengikuti tata cara yang berkaitan dengan istilah di atas. Tata cara itu ialah dengan jalan melaksanakan mujahadah di jalan Allah. Sebagaimana yang telah disampaikan Allah s.w.t dalam firman-Nya di atas, QS. 29/69 yang artinya: “Dan orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”.( QS. 29; 69)

Allah s.w.t yang menciptakan Hukum Alam secara keseluruhan. Maka hanya Allah s.w.t pula yang mampu merubahnya. Seandainya seorang hamba menginginkan terjadi perubahan terhadap hukum-hukum tersebut, maka tidak ada cara lain, dia harus tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang sudah ditetapkan pula, meskipun perubahan yang dimaksud tersebut, juga merupakan sunnah yang sudah ditetapkan.

“Mujahadah di jalan Allah”, adalah suatu istilah untuk menyebutkan sesuatu yang dimaksud. Atau nama dari suatu tata cara bentuk sarana untuk mendapatkan petunjuk dari Allah s.w.t. Supaya dengan itu penutup mata manusia dibuka sehingga penglihatannya menjadi tajam. Sedangkan hakekat mujahadah sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah s.w.t, hanya Allah s.w.t yang mengetahuinya. Oleh karena itu, kewajiban seorang hamba yang menginginkan terjadinya perubahan-perubahan atas dirinya supaya usahanya dapat berhasil dengan baik, yang harus dikerjakan ialah, terlebih dahulu dia harus mengetahui dan mengenal dengan benar terhadap apa yang dimaksud dengan istilah mujahadah itu.

Oleh karena yang dinamakan mujahadah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ilmu pengetahuan saja, melainkan juga amal atau pekerjaan, bahkan mujahadah adalah ibarat kendaraan yang akan dikendarai manusia untuk menyampaikannya kepada tujuan, maka cara mengenalnya, lebih-lebih cara mengendarainya, seseorang harus melalui tahapan praktek dan latihan. Untuk kebutuhan ini—seorang hamba yang akan melaksanakan mujahadah harus dibimbing seorang guru ahlinya. Allohu A’lam.

MENEMBUS ALAM RUHANIAH

MENEMBUS ALAM RUHANIAH

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A di dalam kitabnya al-Ghunyah; 1/101, menyebutkan: “Di dalam hati manusia terdapat dua ajakan: Pertama ajakan malaikat. Ajakan malaikat itu mengajak kepada kebaikan dan membenarkan kepada yang benar (haq); dan kedua, ajakan musuh. Ajakan musuh itu mengajak kepada kejahatan, mengingkari kebenaran dan melarang kepada kebajikan”. Yang demikian telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud R.A.

Al-Hasan al-Bashri R.A berkata: “Sesungguhnya kedua ajakan itu adalah kemauan yang selalu mengitari hati manusia, kemauan dari Allah dan dari musuh, hanya dengan sebab Rahmat Allah, seorang hamba mampu mengontrol kemauan-kemauannya tersebut. Oleh karena itu, apa-apa yang datang dari Allah hendaknya dipegang oleh manusia dengan erat-erat dan apa yang datang dari musuh, dilawannya kuat-kuat “.

Mujahid R.A berkata;  Firman Allah s.w.t:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

“Dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi”.   (QS. an-Nas; 114/4)

Bisikan itu mencengkram hati manusia, apabila manusia berdzikir kepada Allah, maka setan itu akan melepaskan cengkramannya namun apabila manusia kembali lupa, maka setan itu akan kembali mencengkram hatinya. Muqotil R.A berkata: “Dia adalah setan yang berbentuk babi hutan yang mulutnya selalu menempel di hati manusia, dia masuk melalui jalan darah untuk menguasai manusia lewat hatinya. Apabila manusia melupakan Allah Ta’ala, dia menguasai hatinya dan apabila manusia sedang berdzikir kepada Allah dia melepaskan dan keluar dari jasad manusia itu“.

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A berkata, bahwa di dalam hati ada enam bisikan (khotir): (1) Bisikan nafsu syahwat; (2) Bisikan setan; (3) Bisikan ruh; (4) Bisikan malaikat; (5) Bisikan akal; dan (6) Bisikan keyakinan.

1.    Bisikan Nafsu Syahwat
Bisikan nafsu syahwat adalah bisikan yang secara qudroti tercipta untuk memerintah manusia mengerjakan kejelekan dan memperturutkan hawa nafsu.

2.    Bisikan Setan
Bisikan setan itu adalah perintah agar manusia menjadi kafir dan musyrik (menyekutukan Allah), berkeluh-kesah, ragu terhadap janji Allah s.w.t cenderung berbuat maksiat, menunda-nunda taubat dan apa saja yang menyebabkan kehidupan manusia menjadi hancur baik di dunia maupun di akherat. Ajakan setan ini adalah ajakan paling tercela dari jenis ajakan jelek tersebut.

3.    Bisikan Ruh
Bisikan ruh adalah bisikan yang mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s.w.t dan juga kepada apa saja yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan sehingga menyebabkan keselamatan dan kemuliaan manusia, baik di dunia maupun di akherat. Ajakan ini adalah dari jenis ajakan yang baik dan terpuji.

4.    Bisikan Malaikat
Bisikan malaikat sama seperti bisikan ruh, mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s.w.t dan segala yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan dan juga kepada apa saja yang menyebabkan keselamatan dan kemuliaan.

5.    Bisikan Akal
Bisikan akal adalah bisikan yang cenderung mengarahkan pada ajakan bisikan ruh dan malaikat. Dengan bisikan akal tersebut sekali waktu manusia mengikuti nafsu dan setan, maka manusia terjerumus kepada perbuatan maksiat dan mendapatkan dosa. Sekali waktu manusia mengikuti bisikan ruh dan malaikat, maka manusia beramal sholeh dan mendapatkan pahala. Itulah hikmah yang dikehendaki Allah s.w.t terhadap kehidupan manusia. Dengan akalnya, supaya manusia mempunyai kebebasan untuk memilih jalan hidup yang dikehendaki namun kemudian manusia juga harus mampu mempertanggungjawabkan atas kesalahan dan kejahatan dengan siksa dan neraka dan menerima balasan dari amal sholeh dengan pahala dan surga.

6.    Bisikan Keyakinan
Bisikan yakin adalah Nur Iman dan buah ilmu dan amal yang datangnya dari Allah s.w.t dan dipilihkan oleh Allah s.w.t. Ia diberikan khusus hanya kepada para kekasih-Nya dari para Nabi, ash-Shiddiq, asy-Shuhada’ dan para Wali-wali-Nya. Bisikan yakin itu berupa ajakan yang selalu terbit dari dalam hati untuk mengikuti kebenaran walau seorang hamba itu sedang dalam lemah wiridnya. Bisikan yakin itu tidak akan sampai kepada siapapun, kecuali terlebih dahulu manusia menguasai tiga hal; (1) Ilmu Laduni; (2) Ahbārul Ghuyūb (khabar dari yang gaib); (3) Asrōrul Umur  (rahasia segala urusan).

Bisikan yakin itu hanya diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang yang dicintai-Nya, dikehendaki-Nya dan dipilih-Nya.  Yaitu orang-orang yang telah mampu fana di hadapan-Nya. Yang telah mampu gaib dari lahirnya. Yang telah berhasil memindahkan ibadah lahir menjadi ibadah batin, baik terhadap ibadah fardhu maupun ibadah sunnah. Orang-orang yang telah berhasil menjaga batinnya untuk selama-lamanya. Allah s.w.t yang mentarbiyah mereka. Sebagaimana yang telah dinyatakan dengan firman-Nya:

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِي

“Sesungguhnya Waliku adalah Allah, dan Dia mentarbiyah (memberikan Walayah) kepada orang-orang yang sholeh”. (QS. al-A’raaf; 7/196)

Orang tersebut dipelihara dan dicukupi dengan sebab-sebab yang dapat menyampaikan kepada keridlaan-Nya dan dijaga serta dilindungi dari sebab-sebab yang dapat menjebak kepada kemurkaan-Nya. Orang yang setiap saat ilmunya selalu bertambah. Yaitu ketika terjadi pengosongan alam fikir, maka yang masuk ke dalam bilik akalnya hanya yang datangnya dari Allah s.w.t. Seorang hamba yang ma’rifatnya semakin hari semakin kuat. Nurnya semakin memancar. Orang yang selalu dekat dengan yang dicintainya dan yang disembahnya. Dia berada di dalam kenikmatan yang tiada henti. Di dalam kesenangan yang tiada putus dan kebahagiaan tiada habis. Surga baginya adalah apa yang ada di dalam hatinya.

Ketika ketetapan ajal kematiaannya tiba, disebabkan karena masa baktinya di dunia fana telah purna, maka untuk dipindahkan ke dunia baqo’, mereka akan diberangkatkan dengan sebaik-baik perjalanan. Seperti perjalanan seorang pengantin dari kamar yang sempit ke rumah yang luas. Dari kehinaan kepada kemuliaan. Dunia baginya adalah surga dan akherat adalah cita-cita. Selama-lamanya mereka akan memandang wajah-Nya yang Mulia, secara langsung tanpa penghalang yang merintangi. Allah s.w.t menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ (54) فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu, berada di taman-taman dan sungai-sungai – Di tempat yang disenangi di sisi Tuhannya yangMaha Kuasa” .
(QS. al-Qomar; 54/54)

Dan firman Allah s.w.t:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan tambahan “. (QS. Yunus; 10/26)

Firman Allah s.w.t di atas: “Ahsanuu”, artinya berbuat baik dengan menta’ati Allah s.w.t dan Rasul-Nya, serta selalu mensucikan hatinya dengan meninggalkan amal ibadah yang selain untuk-Nya. Allah s.w.t akan membalasnya di akherat dengan surga dan kemuliaan. Diberi kenikmatan dan keselamatan. Ditambahi dengan pemberian yang abadi. Yaitu selama-lamanya memandang kepada wajah-Nya yang Mulia.

“Nafsu dan Ruh” adalah dua tempat bagi setan dan malaikat. Keadaannya seperti pesawat penerima yang setiap saat siap menerima signal yang dipancarkan oleh dua makhluk tersebut. Malaikat menyampaikan dorongan ketakwaan di dalam ruh dan setan menyampaikan ajakan kefujuran di dalam nafsu. Oleh karena itu, nafsu selalu mengajak hati manusia untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan fujur.

Di antara keduanya ada Akal dan Hawa. Dengan keduanya supaya terjadi proses hikmah dari rahasia kehendak dan keputusan Allah yang azaliah. Yaitu supaya ada pertolongan bagi manusia untuk berbuat kebaikan dan dorongan untuk berbuat kejelekan. Kemudian akal menjalankan fungsinya, memilih menindaklanjuti pertolongan dan menghindari ajakan kejelekan, dengan itu supaya tidak terbuka peluang bagi hawa untuk menindaklanjuti kehendak nafsu dan setan.  Sedangkan di dalam hati ada dua pancaran Nur, “Nur Ilmu dan Nur Iman”. itulah yang dinamakan  yakin. Kesemuanya indera tersebut merupakan alat-alat atau anggauta masyarakat hati. Hati bagaikan seorang raja terhadap bala tentaranya, maka hati harus selalu mampu mengaturnya dengan aturan yang sebaik-baiknya. (Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani, “Al-Ghunyah”; 1/101)

Walhasil, yang dimaksud alam ruhaniah itu bukan alam jin atau alam ghaib, tetapi alam-alam batin yang ada dalam jiwa manusia. Alam batin yang menyertai alam lahir manusia secara manusiawi. Dengan alam batin, manakala indera-indera yang ada di dalam alam batin itu hidup, maka manusia bisa mengadakan interaksi dengan makhluk batin dengan segala rahasia kehidupan yang ada di dalamnya sebagaimana dengan alam lahir manusia dapat mengadakan komunikasi dengan makhluk lahir dengan segala urusannya.

Untuk menghidupkan indera-indera yang ada di alam batin tersebut, manusia harus mampu mencapainya dengan jalan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah. Mengharapkan terbukanya matahati (futuh) dengan menempuh jalan ibadah (thoriqoh) dengan bimbingan seorang guru mursyid sejati. Perjalanan tersebut bukan menuju suatu tempat yang tersembunyi,  melainkan menembus pembatas dua alam yang di dalamnya penuh mesteri. Dengan itu supaya ia mencapai suatu keadaan yang ada dalam jiwa yang dilindungi, supaya dengan keadaan itu ia dapat menemukan rahasia jati diri yang terkadang orang harus mencari setengah mati. Itulah perjalanan tahap awal yang harus dicapai seorang salik dengan sungguh hati. Lalu, dengan mengenal jati diri itu, dengan izin Allah selanjutnya sang pengembara sejati dapat menemukan tujuan akhir yang hakiki, yakni menuju keridhoan Ilahai Rabbi.