ASMA RAJA DI RAJA

ASma Rajeh Dirajeh

ASMA RAJEH DIRAJA -Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman ketika menerima dan mengamalkan asma rajeh. Ijazah asma rajeh saya dapat dari seorang mursyid di daerah lebak banten dari seorang kyai / ajengan yang sangat kami hormati, beliau memiliki 7 orang murid salah satu di antaranya al dhoif ini, awal pertama kali saya nyantri kepada beliau tujuan saya adalah mempelajari ilmu hikmah tingkat tinggi seperti ketika saya berguru kepada guru guru yang lain. Selama 1 bulan saya diperintah beliau untuk membersihkan langgar atau mushola tempat beliau biasa shalat dan mengaji.  Rutinitas itulah yang sehari hari saya jalani, tanpa pernah di turunkan amalan ilmu hikmah oleh beliau. Suatu ketika bakda Ashar saya memberanikan diri bertanya kepada beliau “abah iraha abdi belajar ilmu?” menanggapi pertanyaan saya beliau cuma tersenyum lalu berkata “jang kadieu, calik di dieu” (nak kesini, duduk di dekat abah) segera saya mendekat ke beliau dan duduk di samping nya, dengan tangan kanan yang masih berkalung tasbih beliau mengusap kepala saya seraya berkata “aya waktuna, sabar heula. Lamun ngggeus waktuna Insya Allah di bere ku abah” (segala sesuatu ada waktu nya, pada saat yang tepat insya Allah di berikan sama abah) mulai saat itu saya tidak pernah menanyakan kapan saya di berikan amalan ilmu. Hari berikut nya abah hanya memberikan amalan istigfar yang harus saya baca minimal 100x setelah shalat, kira kira 1 minggu kemudian bakda shalat isya abah memerintah saya untuk melakukan shalat hajat dan taubat masing masing 50 rakaat. Saya segera melaksanakan perintah abah, setelah selesai melaksanakan shalat sekitar pukul 01.00 WIB abah mengajak saya ke sebuah sungai, sesampai nya di sana beliau menyuruh saya duduk di pinggir sungai dan memerintahkan saya membaca 2 kalimah syahadat setelah itu beliau mengirimkan tawasul kepada Nabi dll (tawasul ASR) setelah itu beliau menjabat tangan saya dan menyuruh saya mengikuti ucapan beliau. Yang pada akhir nya saya tau itu adalah ASR Cirebon, tetapi beliau tidak menyebut hitungan angka 1000x, beliau Cuma bilang “BACA SAMPAI HATIMU MERASA IKHLAS” Selama 3 hari saya mengamalkan wirid tersebut tanpa hitungan, pada saat malam ke 3 saat mengamalkan ASR entah pada hitungan ke berapa terdengar bunyi keciprak air, seketika saya membuka mata dan tidak jauh dari tempat saya duduk ada seorang tua berpakaian agak lusuh memakai caping (topi nelayan / petani) sedang asyik memancing menggunakan kail kayu yang terbuat dari bambu, sekilas beliau memandang saya dan tersenyum. Terpancar gurat kharisma kewibawaan yang teramat besar dari wajah sendu nya. Terpana diri ini memandang beliau, lalu beliau berdiri dan menghampiri dan tepat berdiri di hadapan saya. Sejenak memegang bahu kiri dengan tangan kanan beliau dan berlalu. Antara sadar dan tidak reflek saya menoleh ke belakang, ternyata tidak ada siapapun di sana. Pagi hari nya bakda shubuh saya tanyakan ke abah “saha eta bah?” beliau tersenyum lalu menjawab “Insya Allah eta abah kuwu”  Lain pula hal nya saat pengijazahan “asma raja dari segala raja” suatu hari abah mengajak kami berjalan jalan, saya dan 6 orang murid abah lainnya. Sebelum berangkat abah berpesan “jika melihat atau mendengar sesuatu yang ganjil diam saja” beliau mengenakan jubah putih dan surban hijau berjalan di depan kami. Sepanjang perjalanan kami banyak mendengar suara “salam” baik ketika kami memasuki hutan atau sekedar istirahat di bawah pohon. ,menginjak setengah perjalanan kami dihadapkan pada sebuah sungai, abah hanya berkata agar kami menyebrang lebih dulu melalui titian kayu yang ada.  Serentak kami menyebrang, sampai di tengah jembatan saya menoleh kebelakang ternyata abah tidak ada dan alangkah terkejut nya ketika menoleh ke samping ternyata abah dengan santai nya berjalan diatas aliran sungai sampai ke tepi. Ketika sampai ke tepi sungai kami semua diam tanpa kata, seolah yang baru kami lihat seakan mimpi. Kami baru sadar ketika abah menepuk pundak kami masing masing sambil berkata “nggeus waktu na shalat” dan kami pun shalat zuhur di tepi sungai. Selesai shalat abah menyuruh kami pulang lebih dulu, dan yang membuat kami tambah tidak habis fikir ketika sampai kami di kejutkan dengan beliau yang sudah duduk berdzikir di dalam langgar. “aneh tapi nyata” gumam saya.

Malam hari nya abah menjelaskan bahwa “tidak ada yang tidak mungkin jikalau Allah berkehendak” dan malam itulah kami mendapat ijazah asma raja dari segala raja, abah memerintahkan saya untuk melafalkan wirid tersebut di bibir pantai, dan tempat yang dipilih adalah pantai carita di daerah anyer banten. Selama 3 hari bibir ini tiada henti melafalkan “INNA JAHARA….. dst” tanpa hitungan, sesuai pesan abah agar membaca asma tersebut sampai hati kita merasa ikhlas, sesaat setelah pengijazahan abah hanya berpesan agar jika nanti melihat sesuatu (sesosok makhluk) agar meminta sosok tersebut mengucapkan dua kalimah syahadat lebih dulu, hari pertama dan kedua saat pengamalan berlangsung biasa, menjelang hari ke 3 pengamalannya lamat lamat telinga ini mendengar suara salam, 1x dan 2x suara itu saya acuhkan sampai ke hitungan ke 3 barulah saya menjawab suara itu.

Tepat di hadapan saya berdiri sesosok tubuh tinggi besar berjubah memakai tongkat dengan sorot mata menusuk tetapi sendu. Teringat ucapan abah saya meminta kepada beliau untuk mengucapkan 2 kalimah syahadat. setelah itu sosok tersebut memperkenalkan diri yang tidak lain Nabiyullah Khidir A.s, spontan dalam hati ini timbul keraguan apakah benar beliau nabi khidir yang asli atau hanya jin yang menyerupai, abah pun pernah berkata “jika di hadapan mu ada sosok yang mengaku ngaku seseorang maka bacakan lah ayat ini 7x, setelah membaca ayat tersebut 7x dan ternyata sosok tersebut masih berada di depan kita maka insya allah beliau adalah yang asli, tetapi jika setelah di baca ayat tersebut hilang maka itu adalah penjelmaan jin” ayat yang di baca adalah

“ROBBI A’UDZUBIKA MIN HAMAZATISSAYATHIN WA’AUDZUBIKA ROBBI AY YAHDHLURUN” (ya allah sesungguh nya aku berlindung kepada Mu dari godaan syaithan dan dari kehadiran nya). Ternyata setelah dibacakan ayat itu sosok tersebut tetap berada di depan saya, secepat kilat saya merasa beliau memegang tangan saya, dan dalam hitungan detik sukma ini melesat jauh menembus batas garis antar dimensi, sukma ini di bawa ke suatu tempat berkubah seperti masjid, di tempat itu saya di wejang hakikat lafdz Allah (alif lam lam ha) banyak manusia mencari Allah tetapi tidak kunjung di temui, kenapa manusia harus mencari padahal Allah itu dekat dan lebih dekat dari urat leher nya, jangan mencari Allah dengan nafsu “ingin” karena hanya kekosongan dan kehampaan yang kau lihat, Carilah Allah dengan tawadhu niscaya Ridho-Nya akan kau dapat. Dan di tempat itu pulalah saya mendapatkan sebuah amalan yang di namakan “BENTENG SAMUDERA”

TIPS KILAT PERASUKAN ASMA RAJEH

1. Sebaik baik tempat pengamalan ASR adalah di tepi sungai, karena aura sungai cenderung selaras dengan asma rajeh, apalagi bila kita mengamalkan ASR yang cenderung keras dan panas seperti rajeh kubro dan singa rajeh, aura sungai secara otomatis akan meredam hawa panas ASR.
2. Jangan pernah mengejar hitungan wirid, karena keikhlasan hati dalam mengamalkan jauh lebih di sukai Allah, Allah cenderung melihat keikhlasan hati kita ketika berdzikir dan bukan hitungan wirid.
3. Jangan pernah berdzikir dengan mengaharap karomah di balik asma, karena jika seperti itu maka yang hadir adalah khodam dari golongan jin, karena di hati kita sudah “menyimpang” dari tujuan awal mengamalkan asma rajeh yaitu mengharap ridho Allah semata.

MANFAAT ASR DAN RDR

Asma sunge rajeh memiliki khasiat yang tidak terbatas, terlebih lagi Asma RDR tetapi disini saya hanya akan menceritakan sedikit pengalaman ASR dan RDR
1. Melunturkan khodam amalan ilmu kebal seseorang (tetapi jangan di niatkan
mengganggu mereka yang sedang mencari nafkah seperti grup debus atau yang lain).
2. Menundukan 1000 khodam harimau putih hutan pasir sancang.
3. Menarik dan menghanguskan jin jarak jauh yang mengganggu tubuh seseorang dengan media foto.
4. Di hormati pedanyangan di manapun (pengalaman pribadi ketika berkunjung ke tempat yang baru di kunjungi Insya Allah pedanyangan setempat yang lebih dulu menyambut ke hadiran kita).
5. Menundukan ulama dari bangsa jin dan memiliki murid dari bangsa jin.
6. Memindah kerajaan jin dengan RDR (pengalaman ini saat ada seorang kawan yang memiliki pondok salafi, beberapa minggu banyak kejadian santri dan santriwati yang kerasukan dan aura sekitar pondok terasa panas, setelah di deteksi ternyata tidak jauh dari pondok tersebut ada sungai, dan di sungai itulah terdapat kerajaan jin kafir. Yang secara tidak langsung aura panas nya berimbas ke alam nyata).
7. Menghanguskan jin kafir sampai radius 10 km dengan gabungan RDR dan Asma Kalimat Tammat.
8. Memecah awan dengan mendatangkan angin dan memindahkan ke tengah laut.
9. Pukulan pemecah gelombang (memecah gelombang laut sebelum menghantam karang).
10. Menaklukan 2 raja ifrit dan gendruwo (Soca Lucoyo dan Kolo Gandarwo)
11. Menawarkan pemilik ilmu kebal AJI BATARA KARANG
12. Menarik sukma seseorang jarak jauh dan memprogram fikiran jarak jauh agar mengikuti kehendak kita.

( sumber ; wongalus )

About these ads

38 thoughts on “ASMA RAJA DI RAJA

  1. Salam Kenal Kang,

    Ternyata inti dari segala sesuatu itu adalah menyerahkan diri kita kepada pemilik kita sendiri,
    teruskan buat artikel yang bisa membuat pembaca lebih dekat dengan Pemilik-Nya…….

  2. salam kenal ki, ilmu ibarat ranting2 pohon, alangkah sempurnanya apabila menjadi satu dgn pohonnya , benar tidak ki, saya juga bergabung dgn wong alus ki, bagaimana saya bisa dapatkan asma raja diraja nya ki. terima kasih.

  3. Dimaharin toh…klo rdr aq punya “innaa quwwatin mulku jabbarin jabbarut jaharro hujahuna……dst” aq juga pernah d ijazahin ktnya rdr juga..ina quwwatin kun fatahal mulka…rahasia…haqqin ta’adzomat qul huwallohu alif lam mim alif lam ro…dst. Dulu ma aq gratis tp skrang aq ngamalin amalan yg lain….

  4. assalamualaikum… Apakah asr dan rdr bisa dipakai untuk pengobatan medis.kok info yg ada hanya brsifat “keras & mengalahkan”.barangkali ada sifat lembut shingga bs brmanfaat utk kbaikan tnp ganggu orang maupun bangsa halus.wassalam

  5. assalamu’alaikum ki.. tlng dilhtn dr saya apkh sy msh bisa bljr n bisa mnguasai ilmu gaib sprt asma ini??? mhn pencerahanya.

  6. brarti udah ga bisa di transfer ilmu lagi ya ASR dan RDR nya, jd harus minta ke tempat lain, padahal maunya minta ke yang punya blog nh :(

  7. jadi sekalian minta di ijazah keilmuan ASR dn RDR, kan kalo ga ada ijazah percuma donk….ibarat orang buta yang belajar jalan….hmmmm sayangnya yg punya blog udah gak mau ngasih ijazah lagi nih…paling tidak saya bisa yakin dan buktikan atas tulisan tetang keilmuan yang di tulis di atas ….ya tentunya semua atas ijin dan ridho Allah SWT :)

  8. Assalamualaikum wr.wb…Mas untuk RDR cara mendapatkannya gmn? apakah di dalam klipping tersebut sdh ada petunjuknya dan sudah termasuk pengijasahannya?
    wassalam

  9. Assalam…mas angga, saya tinggal digarut tepatnya di desa pasawahan kecamatan tarogong kaler, boleh silaturahim ke rumah mas angga…sekalian minta ijajah ASR dan RDR nya…

  10. http://yovitayovi.blogspot.com/2011/09/fadhilah-saefi-hirzul-yamani-hizib-yaman.html

    Saefi Hirzul Yamani atau biasa juga di kenal dengan Saefi Hizbul Yamani merupakan Rajanya Hizib yg di populerkan oleh Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani, Berbeda dengan Hizib-hizib yang lainnya Saefi Hirzul Yamani ini Silsilah keilmuannya bersambung kepada Rosululloh Saw, Dengan Hirzul Yamani inilah Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani mendapatkan lebih dari 300 Karomah, di zaman Rosululloh Saw Saefi Hirzul Yamani di populerkan oleh Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah Ra. dengan nama Ainus Saefi ( Mata Saefi/pedang ).

    Syeikh Al-Imam Al-’Allamah Al-Hamam Sayyid Muhammad bin Khotiruddin bin Bayazid bin Khowajah di dalam kitabnya Jawahir Al-Khomsi berkata Ketahuilah bahwa sesungguhnya ” Saefi ” merupakan Ayat dari Ayat2nya Alloh Ta’ala di dalam Saefi mengandung banyak sekali ke Ajaiban yang tidak terhitung dan keanehan yang tidak dapat di ingkari, banyak para Aulia yang mendapatkan berbagai macam Karomah dari Wasilah Do’a Ini ( Saefi Hirzul Yamani ).

    Khasiat dari Saefi Hirzul Yamani sangat banyak sekali apabila di tulis Khasiatnya mencapai 200 Halaman.

    Dalam kitab Kanzil Ma’ani diriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir pada waktu pertama kali beliau menerima pangkat kewaliannya, beliau diliputi dengan sifat Jalaliyah Alloh, yakni sifat Keperkasaan-Kesaktian. Oleh karena itu namanya menjadi sangat sakti. Kesaktiannya telah terbukti bagi orang yang menyebut nama Syekh Abdul Qodir dengan bersikap secara tidak sopan, menyebut nama beliau dengan tidak punya wudhu, akan putus lehernya.

    Pada waktu berjumpa dengan Rosululloh Saw, Rosul berpesan: “Wahai Abdul Qodir, sikap perilakumu itu jangan kau lakukan lagi, banyak yang menyebut nama Alloh dan namaku, mereka tidak bersifat sopan”.
    Setelah menerima amanat beliau, saat itu juga sikap perbuatan itu beliau tinggalkan.

    Banyak ulama Baghdad yang menghadap Syekh Abdul Qodir, mereka mengharapkan agar beliau melepaskan sikap perbuatan itu, mengingat banyak yang menjadi korban, dan merasa iba terhadap mereka. Syekh Abdul Qodir berkata :”Sesungguhnya hal ini bukanlah keinginan saya, saya menerima sabda dari Alloh yang isinya: “Kamu sudah mengagungkan nama-Ku, namamu juga ku agungkan”.

    Para alim ulama mengemukakan yang menjadi sebab nama Syekh Abdul Qodir itu sangat sakti karena beliau selalu membaca Saefi Hizbul Yaman karangan Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah.

    Setiap hari Seikh Abdul Qodir melaksanakan sholat sunnat seribu rokaat banyaknya, yang di baca surat Muzammil, Surat Rohman. Bila membaca surat Al-lkhlas sekurang-kurangnya dibaca seratus kali. Setiap melaksanakan sholat fardu diakhiri dengan khatarn al-Qur’an. Tiap malam beliau membaca Asma Arbainiyyah enam ratus kali banyaknya, demikian pula pada siang harinya. Seusai sholat Duha, sholat Asar, dan ba’da sholat Tahajud beliau membaea doa Saefi, lalu beliau membaca Sholawat Kubro, Asmaul Husna. Asmaun Nabawi, dan setiap bacaan sebanyak seribu kali. اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان alloohhummansyur ‘alaihhi rohmataw waridlwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan.

    Di kalangan Thoriqoh Qodiriyyah Naqsabandiyyah Suryalaya yang bisa mengijazahkan Saefi Hirzul Yamani hanya ada satu yaitu Mursyid Agung Sulthonul Awlia fii hadza zaman Sayyidi Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom ) dan setelah beliau wafat tidak ada satupun di Kalangan Ulama Sufi Suryalaya yang berani mengijazahkan Saefi Hirzul Yamani ini karena memang tidak ada izin dari Mursyid. Induk dari semua Saefi adalah Saefi Hirzul Yamani ( Hizib Yaman ) dialah Rajanya Saefi, fadhilahnya tak terhingga banyaknya mencakup seluruh saefi padahal jumlah saefi itu ada banyak sekali menurut Alm. KH. Dudun Nursaiduddin ( Putra tertua Abah Anom ) jumlah Saefi begitu banyaknya ada yang namanya Saefi Nur, Saefi Dzul Fiqor, Ratu Saefi, Saefi Madi, Saefi Mughni, Saefi Alif, Saefi Ihtitam, Saefi Hirzul Mubarok, Saefi Magribi, Saefi Bumi,Saefi Angin, Saefi Geni, Saefi Lanang, Saefi Maslum, Saefi Burhan dan masih banyak lagi Saefi Saefi yang lainnya bila di amalkan Saefi Saefi ini luar biasa dahsyatnya… Fadhilah Saefi yang begitu banyak ini bisa di raih bisa di dapatkan seluruhnya hanya dengan mengamalkan Saefi Hizbul Yamani inilah kehebatan kemuliaan dari Saefi Hizbul Yamani yang di kenal oleh para Sufi sebagai Rajanya Saefi induk dari segala Saefi.

    Saefi yang di amalkan di Suryalaya panjang bacaannya satu setengah lembar saja, sanad emas dari Mursyid ke Mursyid dari Sulthonul Awlia fi hadza Zaman Abah Anom ke Abah Sepuh berlanjut ke Syeikh Tolhah Kalisapu Cirebon bersambung terus sampai kepada Syeikh Abdul Qodir Jaelani qoddasallahu Sirrahu. Tata cara dan Lafaz bacaan Saefi Hizbul Yamani yang ada di Suryalaya sedikit berbeda dengan saefi Hizbul Yamani yang ada di kalangan ahli hikmah. Setelah ada izin Abah Anom tuk Saefi ini para ikhwan melakukan puasa kifarat selasa rabu kamis kemudian malam jum’atnya mandi taubat, dll… Juma’at menerima Ijazah Saefi Hirzul Yamani di amalkan selama 40 hari tidak boleh bersentuhan kulit dengan lawan jenis umumnya di baca 1 kali tidak boleh melebihi dari yang diperintahkan Guru Mursyid bahkan tulisannya tidak boleh terbaca oleh para ikhwan yang belum menerima ijazah Saefi ini dan jika sampai terbaca berakibat buruk buat si pembacanya sekujur tubuhnya akan kepanasan dll…

    Di antara keistimewaan Saefi Hizbul Yamani ini bila di amalkan terus menerus sampai akhir hayatnya dia masuk golongan Wali Allah… Amiin.

  11. Inna Jahara itu bukanlah asma Raja Di Rajeh ( RDR ) …. Alhamdulillah saya memiliki sanad yang kuat mengenai asma2 Rajeh hingga asma Raja di Rajeh ( RDR ) bahkan lebih dari itu…. sanad yang kuat dari garis Syeikh Muhamddah Ishaq Al Hafidz dan Gus Maksum juga dari para Sufi …. KUMPULAN DARI ASMAK2 RAJEH HINGGA RAJA DI RAJEH ( RDR ) ADA CIRI2 UTAMA “KATA” KUNCI DALAM ASMAK RAJEH : ” QUWWATI ” / “QUWWATIN”.

    tuk melihat facebook saya ini emailnya ainunmardiyyah@yahoo.co.id

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s